DRAGON

DRAGON
Bab 5 : Pertarungan Malam hari.



Pada saat pada malam hari tiba ada seekor binatang buas dan para siluman untuk berburu mangsa mangsanya. kami pun bersiap siap membawa senjata untuk melawan mereka semua. untungnya hutan ini sudah sangat gelap sekali. kami pun bergegas berjalan dengan pelan pelan agar tidak ketahui oleh binatang buas dan para siluman. kakek tua itu pun langsung menyalakan lenteranya. kami pun langsung berjalan bersama sama. tetapi ada siluman yang seram ialah siluman ular, dia suka menggigit leher mangsanya sampai mati oleh racun aku pun harus hati hati. ternyata siluman ular itu pun melihat kami aku pun langsung membawa nami berlari secepat mungkin. kenapa aku tidak melawan karena siluman ular itu memiliki pasukan yang banyak. jadi aku tidak bisa melawan mereka satu persatu.


Tetapi saat kami berjalan ada siluman lagi ialah siluman beruang. dia sangat besar dan memiliki cakar yang tajam. dia pun langsung menyerangku dan lenganku. aku pun terluka parah oleh serangan cakar dari siluman beruang. " ah...sakit...sekali ucap han gaon sambil menangis ? " kamu kenapa han gaon apakah kamu terluka oleh serangan siluman beruang itu ucap nami. " iya, tapi aku masih kuat kok nami tenang saja ucap han gaon sambil berbohong. " kamu jangan berbohong kepadaku bila kamu terluka bilang saja kepadaku, jangan suka menutupi kesakitan itu, biar aku obatin ya setelah kita menemukan tempat bersembunyian ucap nami. " baiklah bila kamu memaksa ucap han gaon sambil tersenyum.


Kakek tua itu pun langsung menyerang siluman beruang sendirian. " kalian bertiga pergi sajalah biar kakek yang melawan mereka semua sendirian ucap kakek tua itu. " itu tidak mungkin kek aku tidak bisa meninggalkan kakek disini sendirian ditempat ini kakek bisa mati ucap han gaon sambil kasian kepadanya. " iya kek kenapa kakek lakukan itu, kita bisa membutuhkan kakek untuk melanjutkan perjalanan menuju tempat naga ajaib ucap nami sambil kasian juga padanya. " iya kek, bila tidak ada kakek siapa yang menolong kami ucap liu sa sambil menangis. " tidak apa apa aku pasti bisa selamat, aku akan berikan kalian peta petunjuk dan senjata senjata untuk melawan para siluman disana, kalian cepat pergi ucap kakek tua itu sambil tersenyum. " lari......cepat......kalian......ucap kakek tua itu sambil berteriak keras.


Bersambung......