
Selama mengerjakan pekerjaannya Hart's nampak murung, pikirannya dipenuhi oleh Shena dan kedua putri kecilnya. Hart's ingin hidup bersama Shena juga kedua putri kecilnya. Namun semua itu tidak akan terwujud selama kedua putri kecilnya tidak menyukai wanita yang dia cintai.
Melihat sahabatnya menderita seperti ini, Danil's tidak bisa hanya diam saja menunggu keajaiban datang membantu mereka. Permasalahan ini bukan hanya milik Hart's dan Shena tapi juga dia dan anggota lainnya. Karena permasalahan sialan ini, Hart's tidak bisa bekerja dengan baik.
Hart's bahkan berulang-kali membahayakan nyawanya sendiri. Mulai dari hilang fokus hingga bahunya menjadi sasaran peluru musuh. Mengalami kecelakan mobil akibat melamun, haruskah Danil's tetap diam melihat saudara tidak sedarahnya berkali-kali mengoda malaikat maut?
Danil's sengaja menemui Elektra dikediaman Tuan Gerald dan tentu saja pertemuan itu tanpa sepengetahuan Hart's. Danil's yakin jika Elektra menyetujui hubungan Hart's dan Shena maka semuanya akan terselesaikan.
🍁🍁🍁🍁🍁
"Ada apa?Kenapa kau mencariku?" Elektra menatap nanar pada Danil's, seingatnya Hart's tidak mengatakan apapun soal Danil's yang akan menemuinya.
"Aku rasa kau sudah tahu tujuanku datang kemari. Aku tidak ingin membuang waktuku berlama-lama bicara dengan gadis kepala batu sepertimu."
Elektra mengerutkan dahinya mendengar ucapan Danil's, menatap heran pada sosok pria yang ada dihadapannya ini. Bagaimana dia bisa tahu jika Danil's saja belum memberitahunya. Hei ayolah, Elektra bukan manusia super yang bisa membaca pikiran orang lain.
"Elektra apa kau tidak bisa melepaskan Hart's untuk wanita lain? Kau tidak bisa melakukan ini pada Hart's."
"Tunggu dulu? Wanita?Aku tidak mengerti apa yang kau bicarakan. Aku tidak melakukan apapun terhadap kakakku. Kenapa kau bicara seperti it" Hilang sudah kesabaran Elektra. Danil's tiba-tiba datang, menganggu waktu istirahatnya dan sekarang? Danil's menghakimi Elektra sesuka hati.
Danil's mengatur nafasnya sebelum memberitahu maksud ucapannya pada Elektra, "Baiklah. Aku rasa tidak ada yang perlu dirahasiakan lagi soal ini. Dengarkan aku baik-baik Nona Elektra Scharllet. Hart's dan Shena? Mereka saling mencintai. Malam itu, aku ingin memberitahu kalian berdua soal hubungan mereka tapi kau dan Seville? Kalian berdua merusak semuanya, apa kau tahu kalau kalian melukai perasaan mereka."
Elektra terkejut mendengar ucapan Danil's, tangannya mengepal erat hingga kuku-kuku jarinya memutih. Elektra berusaha menahan emosinya. "Jadi benar kecurigaanku selama ini. Wanita yang kau bela mati-matian adalah Shena? Wah aku tidak percaya kau begitu peduli dengan percintaan kakakku sampai kau mau repot-repot untuk menyakinkan ku."
Elektra berkacak pinggang, jari telunjuknya menunjuk Danil's. "Danil's, dengarkan aku baik-baik. Tolong buka lebar-lebar telingamu itu. Aku tidak akan melepaskan kakak untuknya. Shena tidak bisa merebut kakak dari kami. Aku tidak akan membiarkan wanita itu memiliki Kak Hart's. Tidak akan pernah!!"
"Kalian berdua egois! Mereka saling mencintai. Kalian tidak bisa menghalangi cinta mereka. Elektra kau selalu mengatakan kalau kau sangat menyayangi Hart's, bukan? Apa kau tidak ingin melihat Hart's bahagia? Dia-"
"Kebahagian kakak adalah kebahagianku." Elektra menyela perkataan Danil's, wajahnya merah padam menahan amarah. Dia tidak bisa terima Danil's menyudutkannya seakan-akan dia adalah penghalang kebahagian saudaranya sendiri.
"Tidak ada seorang adik yang tidak ingin melihat KAKAKNYA BAHAGIA." Elektra meninggikan suaranya.
"Kalau begitu biarkan mereka bersama. Hanya Shena kebahagian Hart's, selama ini aku tidak pernah melihatnya mencintai wanita lain selain kalian. Kau tahu akibat sikap egoismu dan Seville membuat hidup Hart's hancur. Hart's... tertembak bahkan dia mengalami kecelakaan karena memikirkan hubungannya dengan Shena. Ingat ini baik-baik jika sampai terjadi sesuatu pada Hart's, itu karena kalian berdua."
Elektra terdiam mendengar perkataan Danil's. Selama ini dia mengira kalau kakaknya tidak berhati-hati hingga sering kali membuatnya terluka. Elektra tidak ingin mengakuinya tapi satu yang pasti dia takut terjadi sesuatu pada Hart's.
Sebegitu berartikah Shena bagi Hart's hingga bisa mempengaruhi kehidupan Hart's?
"Hah satu hal lagi. Aku tidak akan membiarkan siapapun menghancurkan kebahagiannya sekalipun orang itu adalah kalian, adiknya sendiri."
"Tutup mulutmu! Kau bicara seakan-akan hanya kau yang perduli pada Kakak." Elektra menatap nyalang pada Danil's.
"SAMPAI KAPANPUN HART'S AKAN TETAP MENJADI KAKAK KALIAN. HART'S TIDAK BISA SELAMANYA HIDUP BERSAMA KALIAN BEGITU PULA DENGAN KALIAN."
Kali ini Danil's yang meninggikan suaranya. Danil's tidak perduli lagi kalau Elektra adalah putri dari atasannya. Baginya yang terpenting adalah menyadarkan Elektra dan membiarkan Hart's kembali bersama Shena.
"Suatu saat nanti kalian akan bertemu dengan pria dan menikah, memiliki keluarga kalian sendiri. Baik Hart's maupun kalian membutuhkan seorang pendamping hidup. Membutuhkan seorang suami juga istri yang bisa mencintai kalian, memberikan kalian anak yang lucu yang akan meneruskan hidup kalian."
"CUKUP DANIL'S!" bentak Elektra sambil melempar gelas yang ada diatas meja, Danil's benar-benar membuatnya kehilangan kesabaran.
Tiba-tiba saja Danil's datang menemuinya dan tanpa tahu apapun dia dihakimi seperti ini oleh Danil's.
"Aku tidak ingin mendengarkan apapun lagi mengenai mereka. Sebaiknya kau pergi dari sini, kau membuatku muak."
"Baik! Setidaknya pikirkan perkataanku tadi. Hart's dan Shena saling mencintai, aku bisa mengerti kalau kau sangat menyayangi Hart's dan tidak ingin kehilangannya. Tapi Elektra, dia juga butuh cinta dari wanita lain selain kalian. Setidaknya tolong pikirkan kebahagian Hart's. Hanya itu yang aku inginkan. Kau dan Seville? Kalian akan menyesal nanti, sebelum semuanya terlambat hentikan kegoisan kalian. Berhentilah menjadi adik yang egois. Aku mohon berhenti menyulitkan, Hart's."
Kalimat terakhir Danil's terdengar begitu lirih, tapi tidak cukup untuk menyentuh hati keras milik Elektra. Danil's melangkah pergi meninggalkan Elektra, Elektra menatap punggung Danil's hingga sosok itu lenyap dari pandangannya.
"Argh! Dasar sialan! Memangnya dia pikir dia siapa hah? Lancang sekali dia bicara seperti itu padaku." teriak Elektra penuh emosi
Elektra melempar kursi ke jendala hingga pecahan kaca berhamburan dikakinya. Beruntung pecahan kaca itu tidak melukai tubuhnya sedikitpun. Sejak kecil dia selalu mendapatkan apa pun yang dia mau.
Orang tuanya selalu memenuhi keinginannya dan kakak laki-lakinya selalu menjaga serta memanjankannya. Elektra mengepal tangannya hingga kuku-kukunya memutih, dia marah, dia kesal.
Dia tidak bisa terima dengan sikap kasar Danil's. Sejak kecil dia tidak pernah mengalah dan sekarang? Danil's dengan lancang memintanya mengalah, melepaskan Hart's untuk wanita lain.
"Kebahagian kakak? tahu apa dia mengenai kebahagian kakakku? Aku, adiknya. Aku yang lebih tahu apa yang membuat kakakku bahagia."
🍁🍁🍁🍁🍁
"Ya Tuhan! Elektra apa yang terjadi padamu?" Nyonya Andin menghampiri Elektra.
Mendengar suara teriakan Elektra, Nyonya Andin langsung menghampirinya sekedar untuk memastikan keadaan Elektra. Betapa terkejutnya Nyonya Andin hal pertama yang dia lihat adalah Elektra dalam keadaan emosi dan pecahan kaca berserakan dimana-mana.
"Tante, apa aku bukan adik yang baik untuk kakak? Apa kami egois karena tidak bisa melepaskan kakak untuk wanita lain." lirih Elektra.
"Hey kau ini bicara apa hah? Siapa yang mengatakan hal seperti itu eoh? Dengar, kau dan seville adalah adik terbaik untuk Hart's."
To Be Continued ...