DRAGON

DRAGON
Chapter 10 : Pengacau



"Dimana Fernando?”Lagi-lagi Tuan Gerald tidak menemukan sosok Fernando di ruangan penerus dragon. Tuan Gerald nampak sudah tidak perduli lagi dengan segala kelakuan Fernando. "Hart's beritahu Fernando untuk pergi kemarkas Celvin dan sebaiknya kau pergi bersamanya."


"Baik, Ketua!" Hart's segera menjauh dari Tuan Gerald, mengeluarkan ponsel untuk menghubungi Fernando.


"Kita mendapat informasi mengenai anggota dragon yang menyeludupkan narkotika ilegal tanpa sepengetahuan dragon didermaga. Danil's bawa orang-orangmu kedermaga temukan bukti apapun yang ada disana, dan kau Alan? Pergi dan lindungi Max, mereka pasti akan menyingkirkan Max karena membocorkan informasi ini."


"Baik, Ketua!” ujar Danil's dan Alan serentak.


🍁🍁🍁🍁🍁


Terdengar suara mobil berhenti diperkarangan rumah Tuan Gerald. Nyonya Hanna dan Nyonya Andin bergegas keluar untuk melihat siapa tamu yang berkunjung kerumah mereka.


"Kak Glend?” Nyonya Hanna dan Nyonya Andin sedikit terkejut melihat saudara tertua Tuan Gerald turun dari mobil mewah. Seingat mereka Tuan Gerald tidak memberitahu mereka kalau Tuan Glend akan datang berkujung ke kediaman mereka.


"Kakak? Kenapa tidak memberitahu kami lebih dulu kalau mau berkunjung kemari?" Nyonya Andin mengandeng tangan kakak tertuanya dengan manja, sebagai anak prempuan satu-satunya Nyonya Andin sangat dimanja oleh kedua kakak laki-lakinya itu.


"Aku tidak berniat datang kesini. Apa lagi bertemu denganmu, Andin." Tuan Glend mendorong pelan dahi Nyonya Andin.


"Kakak ipar dimana Elshe? Apa dia tidak bersama kakak ipar kemari?" Nyonya Hanna mencari keberadaan keponakan satu-satunya itu.


"Aku disini, Bibi Hanna." Seorang wanita seusia Seville dan Elektra melangkah menghampiri Nyonya Hanna. Wanita itu tidak lain adalah Elshe, putri Tuan Glend, putri dari saudara tertua Tuan Gerald setidaknya itu yang mereka ketahui selama ini.


Tidak ada yang tahu dari mana Tuan Glend memiliki seorang putri. Nyonya Hanna mempersilahkan mereka masuk kedalam, Elshe memandangi setiap foto yang terpajang rapi disemua rak yang berada diruang tamu. Elshe mendesis saat melihat foto kedua sepupu wanitanya.


"Cih! Mereka kembali tanpa membawaku. Bibi dimana kedua sepupuku itu? Apa mereka tidak ingin menyambut kedatanganku. Pada hal aku sampai memohon untuk bisa kembali kesini.” Elshe berkacak pinggang, dia sedikit kecewa karena tidak ada yang menyambut kedatangannya.


Hei bagaimana mereka bisa menyambut kedatangannya jika Elshe saja tidak memberitahunya. Sekalipun mereka tahu, mereka tidak akan menyambut kedatangan Elshe mengingat hubungan mereka yang sedikit kurang baik.


"Mereka sedang menamui Hart's. Sebentar biar bibi hubungi pamanmu dan meminta mereka pulang lebih awal,” Nyonya Hanna mencoba menghubungi suaminya, tiba-tiba saja sebuah tangan meraih ponselnya. "Kakak?"


"Sudahlah biarkan mereka bekerja. Hanna jangan terlalu memanjakan anak itu. Gerald terlalu sibuk mengurus dragon, biarkan saja suamimu bekerja jangan menganggunya."


"Kakak ipar benar. Suami dan putraku terlalu sibuk dengan pekerjaannya."


"Bibi bolehkan aku menunggu dikamar mereka? Sudah lama aku tidak pulang, aku ingin menikmati waktuku disini jika Bibi mengizinkan?" ujar Elshe penuh semangat.


"Tentu saja, Elshe. Kau bisa istirahat dikamar mereka selama yang kau mau. Bibi akan minta pelayan untuk membersihkan kamarmu." Mendengar jawaban Nyona Hanna, Elshe langsung belari kearah lift dan bergegas menuju lantai atas.


"Aku tidak tahu apa yang akan terjadi jika Seville dan Elektra, sampai melihat Elshe disini? Kalian sendiri tahu kalau mereka selalu bertengkar, mereka tidak menyukai satu sama lain." Nyonya Andin bergidik ngeri membayangkan bencana yang akan terjadi di rumah ini saat ketiga keponakannya bertemu.


🍁🍁🍁🍁🍁


Sesuai yang diperintahkan oleh Tuan Gerald. Hart's dan Fernando meriksa gudang milik Celvin yang dijadikan markasnya. Ketika mereka sibuk meriksa gudang tersebut, tiba-tiba saja Celvin dan Gemo muncul. Celvin bahkan bertepuk tangan menyambut kedatangan tamu tak diundang yang menerobos masuk wilayahnya.


"Bagus sekali, mengobrak-abrik tempat orang lain tanpa meminta izin lebih dulu. Apa itu sikap seorang penerus dragon?” Celvinmenyalakan pematik apinya, mengarahkan api kecil itu pada rokok yang ada dimulutnya.


"Jika kau merasa terganggu silahkan sampaikan keluhanmu pada ketua. Lagi pula kami tidak perlu izin darimu.”cibir Hart's dengan suara britonenya yang terdengar tegas dan mengitimidasi.


"Hart's, apa yang kalian cari tidak ada disini. Kalian tidak akan menemukan apapun ditempat ini."


"Tentu saja tidak ada. Karena kau dan anak buah bodohmu itu sudah menyingkirkan semuanya, sebelum kami datang." Fernando menyeringgai mengejek Gemo, tangan kanan Celvin.


"Kau?" Gemo hendak menyerang Fernando namun Celvin menahan pergerakannya. "Bos jangan hentikan aku. Biarkan aku memberi pelajaran pada bedebah sialan itu."


"Kendalikan emosimu. Kau tidak akan bisa menyingkirkan Fernando. Baiklah, jika urusan kalian sudah selesai silahkan tinggalkan tempat ini."


"Ada apa lagi? Apa kalian tidak tahu letak pintu keluarnya? Perlu aku yang mengantar kalian keluar hah?" tekan Gemo


"Fernando kita tinggalkan tempat ini.” Hart's melangkah pergi dari sana diikuti oleh Fernando.


🍁🍁🍁🍁🍁


Mata Alan tertuju pada bercak darah yang ada dilantai, Alan mengikuti jejak darah yang mengarah kekolam renang belakang. Alan memukul dinding saat melihat tubuh Max mengapung dikolam renang dalam keadaan tidak bernyawa.


Danil's dan orang-orangnya meriksa semua kontainer yang ada didermaga, tapi mereka tidak menemukan apapun disana. Danil's menemui penjaga dermaga untuk meriksa cctv disana, hasilnya tetap sama saja. Danil's berdecak kesal, mereka tidak menemukan petunjuk apapun termasuk dalang yang menyeludupkan narkotika dengan mengunakan nama dragon.


"Bajingan, cepat sekali para bedebah itu bergerak. Mereka bahkan tidak meninggalkan bukti sekecil apapun.”Danil's memperhatikan semua pekerja yang ada didermaga.


...πŸ‚πŸ‚πŸ‚...


Huuaaa...... terdengar teriakan dari lantai atas, semua orang bergegas keluar dari dalam kamar mereka masing-masing dan menuju lantai atas. Jam menujukkan pukul dua belas malam seharusnya mereka semua terlelap diatas tempat tidur bukan terjebak di dalam pertengkaran Elshe dan dua sepupunya.


"Elektra ada apa? Kenapa berteriak? Kau membuat semua orang khawatir?” Nyonya Andin terlihat panik mendengar suara teriakan Elektra. Ia bahkan tidak sempat melepaskan masker wajahnya karena terburu-buru ingin memastikan keadaan Elektra.


"Tante, siapa yang masuk dan mengobrak-abrik kamarku?" Elektra menatap tajam pada Nyonya Andin dan semua orang yang ada disana.


Elektra tidak suka jika ada yang masuk kekamarnya tanpa izin, mengotori kamarnya dan memindahkan semua barang-barangnya. Tuan Gerald dan Hart's melihat keadaan kamar Elektra, kamar Elektra sangat berantakan seperti kapal pecah.


Pakaian dan bekas makanan berserakan dimana-mana, pantas saja Elektra marah. Elektra tidak suka kamarnya dalam keadaan kotor dan tidak terurus seperti saat ini. Seville yang berada didalam kamarnya segera keluar ketika mendengar suara keributan, melihat wajah Seville yang sama suramnya seperti Elektra sudah dipastikan kalau Seville juga mengalami hal yang sama seperti saudaranya itu.


"Hallo! Senang bisa melihat kalian lagi?” Dengan santainya Elshe menyapa mereka berdua, tanpa perasaan bersalah sama sekali karena sudah membuat kamar kedua sepupunya berantakan.


"Yak kau? Tidak ada yang senang melihatmu disini." Elektra menggigit bibir bawahnya berusaha untuk mengendalikan emosinya. "Siapa apa yang memberikanmu izin memakai pakaianku?”


"Ibu kenapa wanita penganggu ini ada disini?" Seville menatap tajam pada Nyonya Hanna.


"Ibu lupa memberitahu kalian kalau Elshe akan tinggal disini bersama kita." Seville dan Elektra terkejut mendengar ucapan Nyonya Hanna.


"Yak! Elshe, apa kau yang membuat kamar kita berantakan hah?” teriak Elektra yang sudah tidak bisa menahan diri lagi.


"Bagaimana kau tahu? Aku terlalu bosan menunggu kalian pulang makanya aku sedikit bersenang-senang dikamar kalian." Dengan wajah polosnya tanpa dosa, Elshe menjawab pertanyaan Elektra.


"Hah? Sedikit bersenang-senang kau bilang? Lihat? Baru semalam dia tinggal disini, dia sudah berani mengobrak-abrik kamar kita berdua. Bagaimana jika dia sampai tinggal dirumah ini untuk waktu yang lama?" Seville menatap nyalang pada Elshe, sepupu satunya ini selalu membuat tensi darahnya naik dalam sekejap mata.


"Sayang, Elshe hanya sementara tinggal bersama kita disini. Elshe sepupu kalian jadi kalian harus menerima kehadiran Elshe dirumah ini.” Nyonya Andin mencoba membujuk mereka berdua.


"Tidak bisa. Aku menolak kehadirannya. Dia punya rumahnya sendiri, kenapa dia harus tinggal dirumah orang lain? Kakak jangan diam saja, katakan sesuatu? Aku tidak ingin melihatnya dirumah ini." Elektra berusaha keras menolak kehadiran Elshe, dia tidak perduli meski Elshe adalah sepupunya sendiri yang pasti dia ingin segera menendang Elshe pergi secepat mungkin.


"Elektra minta maaf pada Elshe?" Tuan Gerald memaksa Elektra untuk minta maaf pada Elshe, walaupun Elektra tidak menyulai Elshe tetap saja mereka berdua masih bersaudara dan tidak sepantasnya Elektra bicara seperti itu pada saudaranya sepupunya sendiri. "Elshe bukan orang asing, dia keponakan Ayah dan Tante Andin. Ini juga rumahnya, Elshe berhak berada disini."


"Ayah, aku sama sekali tidak keberatan jika Paman Glend tinggal disini, tapi dia? Dia masalah besar untukku." Elektra menghela nafas frustasi, kemudian masuk kedalam kamarnya membanting pintu dengan sengaja sebagai bentuk ketidak sukaanya terhadap keputusan sang Ayah.


Tuan Gerald menatap kearah Seville namun Seville hanya mengangkat kedua bahunya acuh, lalu masuk kedalam kamarnya sendiri.


"Sepertinya mereka masih tidak menyukaiku." Elshe menekuk wajahnya sedih.


"Uh... kau masih bertanya? Kau membuat kamar mereka berantakan hal yang wajar kalau mereka tidak menyukaimu.” Hart's mendelik tak suka saat jemari lentik Nyonya Hanna mencubit pinggangnya.


"Elshe, ayahmu memintamu tinggal disini agar kau tidak merasa kesepian. Tidak perlu memikirkan perkataan mereka ya. Bibimu yang akan bicara pada mereka. Kau kembalilah istirahat." kata Tuan Gerald.


"Tapi paman?”


"ElsheΒ  ini rumah paman, semua yang terjadi dirumah ini atas keputusan paman. Kau berhak tinggal disini, ini juga rumahmu." Tuan Gerald mengusap surai coklat Elshe.


To Be Continued ...