
Hart's memperkenalkan Shenna pada Elektra. Fernando tidak tahu harus melakukan apa lagi untuk mengusir Rebeca darinya, kemanapun Fernando pergi Rebeca selalu mengikutinya dan itu membuatnya kesal.
"Fernando kau kenapa?” tanya Shena yang heran melihat wajah frustasi Fernando.
"Jangan khawatir Shena, aku baik-baik saja. Astaga aku sampai lupa mengenalkan kalian dengan Rebeca?” Fernando memperkenalkan Rebeca pada Shena dan Elektra.
"Aku Rebeca tunangannya Fernando.” Rebeca dengan angkuhnya menjabat tangan Shena, sedangkan Elektra enggan berkenalan dengan Rebeca dan itu membuat Rebeca kesal.
"Kau bisa memanggilku Shena!" Shena menatap Fernando seakan-akan bertanya mengenai ucapan Rebeca, Fernando hanya menutupi wajahnya menahan malu.
"Wanita sepertimu tidak pantas untuk saudaraku, Fernando." Rebeca mengalihkan atensinya pada Hart's.
"Apa? Kau bicara apa barusan?”
"Apa pendengaranmu bermasalah? Aku bilang wanita sepertimu tidak pantas untuk saudaraku, Fernando. Kau hanya akan membuat hidup Fernando hancur. Fernando hanya boleh menua bersama wanita yang aku restui bukan wanita ular sepertimu." Rebeca mengepal tangannya mendengar perkataan tajam Hart's. Hart's sama sekali tidak perduli dengan tatapan tajam yang Rebeca layangkan padanya.
"Brengsek! Memangnya kau siapa bicara seperti itu?" Rebeca meninggikan suaranya.
"Yak! Jangan meninggikan suaramu saat bicara pada kakakku. Hanya aku yang boleh bicara tidak sopan padanya.” Elektra menatap nyalang pada Rebeca, Hart's bingung dia harus bangga atau sedih mendengar pembelaan adiknya.
"Hei Fernando sebaiknya kau cari wanita lain saja yang lebih baik darinya. Wanita ini tidak pantas untuk menjadi istrimu. Melihatnya saja sudah membuatku mual. Aku tidak akan bisa menghormatinya sebagai istrimu." Rebecca mengepal tangannya mendengar ucapan Elektra.
"Astaga! Apa dia selalu mual setiap melihat orang?" cibir Danil's dalam hati.
🍁🍁🍁🍁🍁
Babak kedua perkelahian antara Alan dan Charles dimulai. Begitu mendengar penjelasan Seville, Alan langsung mencari keberadaan Charles dan menghajar Charles tanpa henti. Charles tidak bisa diam saja saat Alan memukulinya secara brutal.
Charles membalas pukulan Alan sama brutalnya, mereka berdua terluka parah akibat tinju yang mereka layangkan. Charles meringgis sakit saat Alan menendang tepat diulu hatinya.
Perkelahian Alan terdengar sampai ketelinga Tuan Gerald dan para penerus dragon, semua orang bergegas menghampiri mereka termasuk Tuan Gerald dan penerus dragon. Mereka bergegas meleraikan perkelahian itu.
"Berhenti?" Alan menghentikan aksinya begitu mendengar suara Tuan Gerald. Danil's menarik Alan menjauh dari Charles. "Kalian berdua keruanganku sekarang juga.”
"Apa yang kau lakukan?" bisik Danil's.
Charles dan penerus dragon mengikuti langkah Tuan Gerald.
🍁🍁🍁🍁🍁
"Apa yang ada dipikiran kalian berdua hah?" Tuan Gerald menampar mereka berdua satu persatu menambah lukisan baru diwajah mereka. "Kalian berasal dari dragon seharusnya kalian bekerja sama bukan malah membuat keributan seperti ini.”
"Apa?" Charles terkejut mendengar perkataan Tuan Gerald sementara Alan hanya diam tanpa menunujukan ekspresi apapun.
"Aku sama sekali tidak perduli dengan indentitasnya. Bajingan ini pantas mendapatkannya. Aku bahkan ingin membunuhnya dengan tanganku sendiri." Mata Alan merah, dari tatapannya terlihat jelas betapa Alan ingin menghabisi Charles saat ini.
"Alan Orlando!?" Tuan Geralnd melempar miniatur naga yang ada dimeja kerjanya kearah Alan, meski bisa menghindar Alan memilih tetap berdiri ditempatnya hingga miniatur naga itu melukai pelipisnya. "Sepertinya akhir-akhir ini aku terlalu lembut padamu. Kau.. sudah tidak menghormatiku lagi sebagai pimpinan."
"Ketua, aku bukan tidak menghormati ataupun bermaksud untuk menentangmu. Tidak sama sekali. Bajingan ini sudah melecehkan Seville. Dia memaksa putrimu untuk menjadi pelacurnya." Alan mengepak tangannya, rahangnya mengeras menahan amarah.
Hart's yang tidak terima adiknya direndahkan seperti itu langsung memukul mendekati Charles dan langsung memukulinya. Danil's dan Fernando berusaha menarik Hart's menjauh dari Charles sebelum Hart's membunuh Charles.
Elektra yang tidak mengetahui pertengkaran didalam ruangan Tuan Gerald menerobos masuk. Elektra ingin meminta Hart's menemaninya membeli sesuatu, begitu dia berada didalam. Betapa terkejutnya Elektra melihat Hart's memukuli Charles hingga berlumuran darah.
Melihat darah segar mengalir diwajah Charles mendadak tubuh Elektra gemetaran, keringat dingin bercucuran diwajahnya dan tanpa pemberitahuan sama sekali, tubuhnya terjatuh dilantai.
"Elektra?" Mereka semua seketika panik melihat Elektra jatuh pingsan.
"Bawa Elektra kerumah sakit secepatnya." Tuan Gerald meninggikan suaranya, terlihat jelas dari raut wajahnya yang begitu mengkhawatirkan keadaan putrinya.
Danil's segera mengendong Elektra ala bridal style dan membawanya kerumah sakit. Setibanya dirumah sakit Elektra langsung ditangani oleh dokter. Nyonya Hanna dan Elshe yang mendapatkan kabar mengenai keadaan Elektra segera menuju rumah sakit.
"Bagaimana keadaan putriku, Dok?"
"Anda tidak perlu khawatir, Nyonya. Putri anda baik-baik saja. Hal ini biasa terjadi pada pasien penderita Hemophobia. Sebaiknya sebisa mungkin hindari pasien melihat darah berlebihan yang dapat memicu rasa takutnya, agar pasien tidak mengalami trauma berat dan menganggu psikisnya."
"Ibu... maafkan aku. Semua ini terjadi karena aku." Hart's menangis, dia tidak berani menatap wajah Nyonya Hanna. Nyonya Hanna membelai surai hitam Hart's dan masuk kedalam ruangan dimana Elektra dirawat.
"Hart's, ini bukan kesalahanmu. Kenapa kau menyalahkan dirimu sendiri seperti ini? kedua adikmu membutuhkan sosok kakak yang kuat bukan lemah seperti ini." Shena merasa prihatin dengan Hart's, keadaan Elektra bukanlah kesalahannya tapi kenapa Hart's menyalahkan dirinya seakan-akan hal buruk yang terjadi pada Elektra adalah salahnya.
Shenna menarik Hart's dalam pelukkannuya, menepuk pelan bahu pria rentan itu. Berada didalam pelukan Shenna membuat perasaan Hart's sedikit tenang, meski diluar Hart's terlihat kuat tapi jika sudah menyangkut kedua adiknya, Hart's akan menjadi pria lemah. Walau bagaimanapun dia hanyalah pria biasa dihadapan keluarganya.
"Yang dikatakan Shena benar. Aku mengerti perasaanmu. Aku juga merasakan hal yang sama jika sesuatu menimpa Aldric dan Livia. Hart's, aku janji padamu akan menjaga mereka dengan nyawaku sendiri." Hart's mengelang kuat mendengar ucapan Alan. Dia tidak terima Alan mengambil alih kewajibannya.
"Tidak Alan! Kau tidak bisa melakukannya, mereka adik-adikku. Mereka tanggung jawabku."
"Dan mereka janjiku, Hart's. Janjiku padamu juga ketua. Selama aku masih bernafas, tidak akan aku biarkan terjadi sesuatu pada mereka. Aku pastikan itu padamu." Ingin sekali Alan tertawa melihat penampilan Hart's. Wajahnya yang kusut, jejak air mata yang tertinggal diwajahnya serta penampilannya yan berantakan. Sungguh, Hart's terlihat begitu mengemaskan seperti seekor anak anjing.
Owh tuhan siapa yang akan percaya kalau pria ini seorang mafia. Netra Alan beralih pada sosok wanita yang berdiri disamping Fernando dan Danil's. Ini pertama kalinya Alan melihat Elshe tapi kenapa dia merasa perasaan dekat pada Elshe. Alan bahkan tidak bisa memalingkan tatapannya sedikitpun dari Elshe.
Alan tidak mengenal Elshe sebelumnya dan ini pertama kalinya dia bertemu Elshe, tapi entah kenapa sesuatu dalam hatinya merasa dekat dengan wanita itu. Oh tidak! Alan tidak mungkin menyukai Elshe pada pandangan pertama. Meski Alan tidak yakin dengan apa yang dia rasakan terhadap Elshe, namun Alan yakin bahwa perasaan itu bukan perasaan suka antara pria dan wanita.
To Be Continued ...