DRAGON

DRAGON
Chapter 33 : Aku percayakan adikku padamu



Fernando mendudukkan sedih, sungguh dia tidak memiliki keberanian untuk menatap Alan. "Alan aku minta maaf?"


"Maaf? Setelah apa yang kau lakukan pada adikku kau bilang maaf?" Alan menatap sinis kearah Fernando. Rahangnya mengeras, emsoinya bergejolak. "Maafmu tidak bisa mengembalikan hidup adikku yang sudah kau rusak, brengsek!"


"Aku akan bertanggung jawab atas Elshe. Aku... akan menikahinya." meski gugup namun Fernando tidak ragu mengatakan hal itu pada Alan.


"Brengsek! Kau sudah merusak masa depan adikku. Dia adikku kenapa kau melakukan ini padanya Fernando?" teriak Alan frustasi, dia bahkan tidak bisa menahan tangisannya lagi. "Dia adikku satu-satunya. Bagaimana bisa kau sekejam ini menyiksaku?" Alan menarik surai hitamnya.


"Aku juga tidak ingin melakukan ini padanya!" teriak Fernando tak kalah kencang. "Aku tidak sebajingan itu sampai harus menodai adik sahabatku sendiri. Semua ini terjadi begitu saja! Kalau saja kami tidak dalam keadaan mabuk, kami tidak mungkin melakukannya."


"Argh! Brengsek! Sialan! Bajingan kau,Fernando! Aku akan membunuhmu." Alan hendak memukul Fernando. Namun, Danil's manahannya.


"Alan tenanglah. Kita bisa selesaikan masalah ini dengan kepala dingin. Fernando sudah mengakui kesalahannya bahkan dia akan bertanggung jawab denganΒ  menikahi Elshe." terang Danil's


🍁🍁🍁🍁🍁


"Berhentilah menangis, Elshe. Sebanyak apapun kau menangis keadaan tidak akan kembali seperti sedia kala. Semua sudah terjadi! Masalah ini tidak akan selesai hanya dengan air matamu." Shena membelai rambut Elshe. "Mereka sedang menyelesaikannya. Kau tidak perlu seperti ini, semuanya akan baik-baik saja."


"Aku takut Shena. Aku takut kakak akan membunuh Fernando. Semua ini bukan salahnya. Akulah yang harusnya disalahkan bukan Fernando." Elshe mencengkeram pakaian Shena.


"Hei kau ini bicara apa eoh? Alan tidak mungkin membunuh Fernando. Kau harus kuat, jika kau takut kau tidak akan bisa menghadapi masalah ini. Kau harus kuat untuk membantu Fernando dan menghadapi kemarahan Alan juga Hart's."


"Shena benar Elshe. Tidak ada gunanya kau menyesali semua yang telah terjadi. Hadapi saja segala kemunginan terburuk yang akan terjadi nanti." sambung Elektra.


🍁🍁🍁🍁🍁


Ketika hendak pergi kedragon Tuan Glend melihat putrinya jatuh pingsan, Tuan Glend segera membawa putrinya masuk kedalam kamar. Setelah dokter meriksa keadaan Elshe, Tuan Glend mengantar dokter pribadinya keluar dari kamar Elshe.


"Apa? Putriku hamil!"


"Benar Tuan. Saat ini kandungan putri anda memasuki usia tiga bulan."


"Aku tidak menginginkan bayi itu lahir. Gugurkan kandungan putriku sekarang juga."


"Apa? Anda ingin membunuh cucu anda sendiri." Elektra yang saat itu masih berada dikediaman Tuan Glend terkejut mendengar pembicaraan mereka, tanpa sepengetahuan Tuan Glend dan orang-orangnya Elektra diam-diam menghubungi Alan.


Tuan Glend memukul dokter itu. "Bayi haram itu bukan cucuku. Gugurkan saja kandungannya.Β  Aku tidak mau bayi itu lahir dan mengotori nama baik keluargaku."


🍁🍁🍁🍁🍁


Elektra nampak gelisah menunggu kedatangan Alan, ini sudah lebih dari setangah jam setalah Ia meminta bantuan tapi sampai sekarang mereka belum juga datang. Melihat Tuan Glend dan dokter itu berserta dua orang pelayan masuk kedalam kamar Elshe semakin membuat Elektra ketakutan.


Elshe nampak ketakutan melihat ayahnya, "Ayah ada apa ini?"


"Cepat ikat tangan dan kakinya." perintah mutlak Tuan Glend.


"Ayah apa yang ayah lakukan. Menjauh dariku." Elshe meninggikan volume suaranya


"Paman, apa yang paman lakukan pada Elshe?" Elektra mencoba untuk masuk kedalam namun tidak bisa karena Tuan Glend mengunci pintu dari dalam. "Paman, aku mohon buka pintunya. Jangan lakukan itu pada Elshe."


"Elektra, tolong aku!!" Pelayan itu mengikat tangan dan kaki Elshe.Β  Elshe berontak berusaha melepaskan dirinya.


"Gugurkan kandungannya."


"Ayah aku mohon jangan lakukan ini?"


'Maafkan ayah, putriku. Ayah tidak ingin anak haram itu lahir. Anak itu akan membawa malapetaka pada keluarga kita."


"Ayah, aku mohon jangan lakukan ini. Izinkan aku melahirkan bayiku, aku hanya ingin melahirkan bayiku, Ayah." Entah apa yang membuatΒ  Elshe begitu takut kehilangan bayinya,Β  pada hal dulu Ia sendiri yang bersikeras ingin mengugurkan kandungannya.


Saat ini Elshe hanya ingin mempertahankan bayinya, sebagai seorang ibu tentu Ia tidak ingin siapapun menyakiti anaknya.


Tuan Glend sama sekali tidak menghiraukan tangisan putrinya, bagaimana bisa seorang ayah melakukan hal sekejam itu pada putrinya sendiri. "Apa yang kalian tunggu, cepat gugurkan kandungannya. Anak haram itu tidak boleh lahir kedunia ini."


🍁🍁🍁🍁🍁


Alan dan penerus dragon menerobos masuk kedalam kediaman Tuan Glend. Para penjaga berusaha menghalangi mereka. Tanpa memikirkan tubuhnya yang babak belur menerima pukulan, Alan terus melangkah maju mencari keberadaan adiknya.


"Alan, kau sudah datang. Elshe ada didalam. Cepatlah selamatkan Elshe dan bayinya." Alan langsung mendobrak pintu kamar Elshe setelah mendengar penjelasan Elektra.


"Kakak?"


"Kurang ajar. Lancang sekali kalian masuk kemari." bentak Tuan Glend.


"Danil's lepaskan ikatan adikku dan bawa dia pergi dari sini." Alan mengempal tangannya menahan amarah melihat adiknya diperlakukan seperti itu terlebih lagi oleh orang yang selama ini dipanggil ayah oleh adiknya.


"Kau tidak bisa membawanya pergi dari sini. Elshe putriku. Aku yang berhak atasnya."


"Eh. Anda bicara soal hak paman. Adikku juga berhak memutuskan pilihannya sendiri dengan siapa dia akan tinggal."


"Maafkan aku ayah. Aku akan ikut bersama kakak." sorot mata Elshe terlihat sangat ketakutan, Elshe tidak pernah menyangkah ayahnya akan melakukan hal sekejam ini terhadapnya.


Mereka membawa Elshe keluar dari rumah itu. Beruntung mereka datang tepat waktu sebelum sesuatu yang buruk menimpanya.


🍁🍁🍁🍁🍁


"Syukurlah kalian baik-baik saja. Elshe kau tidak apa-apa?"


"Aku baik-baik saja, Shena."


"Bagaimana dengan kandunganmu?"


"Kandungan ku baik-baik saja. Kakak datang tepat sebelum ayah mengugurkan kandunganku."


Fernando berlutut dikaki Alan. "Ini semua karena kesalahanku. Aku mohon Alan izinkan aku menikahi Elshe. Aku akan bertanggung jawab atas Elshe juga bayi yang dikandungannya. Beri aku kesempatan untuk memperbaiki semua ini."


"Sampai detik ini aku masih belum bisa memaafkanmu. Karena kesalahanmu adikku harus menanggung semua penderitaan ini." Alan berusaha menahan diri agar tidak terbawa emosi dan kembali menghajar Fernando.


"Alan berikan Fernando kesempatan untuk memperbaiki kesalahannya. Pikirkan lagi semuanya dengan benar. Lihat adikmu? Elshe membutuhkan Fernando untuk mebesarkan bayinya. Apa kau ingin anak itu lahir tanpa seorang ayah?" terang Danil's


Elshe berlutut dibawa kaki Alan, melihat tangisan adiknya membuat hati Alan semakin terpukul. "Kakak, aku mohon izinkan kami untuk menebus kesalaha kami. Semua ini bukan kesalahan Fernando, malam itu Fernado berusaha untuk membujukku pulang tapi aku? Aku yang memaksanya untuk menemaniku minum."


Elshe menghapus air matanya kemudia menyentuh perutnya. "Kakak, melihat ayah yang ingin menyingkirkan bayiku membuatku aku sadar bahwa aku takut kehilangan anak ini. Aku menginginkan anak ini lahir dan memiliki orang tua yang utuh. Aku mohon, kak?"


Alan memukul Fernando kemudian mencengkram baju Fernando. "Aku belum bisa memaafkanmu Fernando. Demi adikku aku harus melepaskannya untuk bajingan seperti dirimu. Jika kau sampai menyakitinya, aku akan membuat hidupmu menderita. Kau harus menebus kesalahanmu pada adikku."


"Alan terima kasih. Aku akan menjadi suami yang baik untuknya juga menjadi ayah yang baik untuk bayi itu."


"Uh. Tidak perlu banyak bicara. Buktikan saja padaku kalau kau mampu menebus kesalahanmu itu. Melepaskan adikku pada orang sepertimu merupakan kesalahan terbesar yang pernah ku lakukan." Hart's terlihat berat untuk merelakan adik yang selama ini tumbuh bersamanya hidup dengan laki-laki seperti Fernando.


"Kakak?' Elshe memeluk Hart's


"Kakak akan melepaskanmu pada bajingan sepertinya. Kakak harap kau hidup dengan baik bersama keluarga barumu. Jaga dirimu dengan baik." Hart's membuang muka karena malu. Tangannya sibuk mengusap surai hitam Elshe.


"Elshe, kau pasti lelah sebaiknya kau istirahat. Pikirkan kandunganmu." Shena membujuk Elshe untuk masuk kedalam kamar. "Ayolah, kasihan kandunganmu."


"Aku tidak mau, Shena. Aku takut kakak akan memukul Fernando jika aku pergi." Alan mendesis kesal mendengar ucapan adiknya.


"Tidak perlu khawatir, aku akan menjaga Fernando dari Alan. Jika Alan memukuli Fernando, aku yang akan memberi pelajaran padanya. Sebaiknya kau istirahat." Danil's memberikan pengertian pada Elshe.


To Be Continued ...