DRAGON

DRAGON
Chapter 17 : Keputusan Fernando



Langkah Seville terhenti ketika dia melihat kemunculan Charles dihadapannya. Seville menatap nyalang pada Charles, sampai sekarang dia masih tidak bisa melupakan perkataan Charles yang melecehkannya.


Seville berdecak kesal melihat wajah tanpa dosa yang Charles tunjukkan padanya. Spontan Seville melangkah mundur ketika Charles melangkah mendekatinya.


"Mau apa lagi kau kemari hah? Seingatku ayah ku sudah mengeluarkanmu dari sini." Seville bersikap berani, dia tidak ingin terpojok apa lagi terintimidasi oleh Charles, "Jangan mendekat atau aku akan menghajarmu."


"Aku kemari hanya ingin minta maaf padamu. Aku mohon maafkan aku." Charles berlutut dibawah kaki Seville. Sontak saja Seville terkejut sekaligus malu dengan aksiΒ  Charles. "Aku mengaku salah. Tidak sepentasnya aku bersikap kurang ajar padamu."


"Apa yang kau lakukan? Berdirilah. Kau tidak perlu melakukan hal seperti itu." Seville merasa tidak nyaman dengan puluhan mata yang menatap sinis kearahnya. "Hei kau tidak dengar perkataanku eoh? Aku bilang berdirilah."


"Aku tidak akan berdiri sebelum kau memaafkan kesalahanku." Charles menuduk lemas, dia sudah bertekad untuk mendapatkan maaf dari Seville apapun yang terjadi.


"Aku me-maafkanmu, jadi bisakah kau berdiri sekarang Semua orang memperhatikan kita. Kau sengaja ingin mempermalukan aku ya?"


Mendengar ucapan Seville, CharlesΒ  langsung berdiri dan menerjang Seville dengan pelukan. Seville memuku keras punggung Charles, Charles memeluknya terlalu erat membuatnya tersedak.


"Terima kasih. Aku tidak akan mengulangi kesalahaku lagi."


🍁🍁🍁🍁🍁


Hart's dan yang lain melihat Charles memeluk Seville langsung menghampiri Seville. Tanpa banyak bertanya Hart's langsung menghajar Charles. Shena yang memahami kelemahan Elektra buru-buru menarik tangan Elektra menjauh dari perkelahian.


Melihat mereka semua memukuli Charles, Seville hendak menolongnya, akan tetapi Fernando lebih dulu mencengkeram tangannya. Seville menggigit tangan Fernando membuat Fernando melepaskan cengkramannya.


Seville mendorong Alan juga Danil's menjauh dari Charles. Saat Seville hendak membantu Charles berdiri tiba-tiba sebuah pukulan mendarat tepat diwajahnya, tangan Hart's gemetar saat mengetahui bahwa dia memukul adiknya sendiri.


🍁🍁🍁🍁🍁


Danil's menyerat Charles masuk kedalam ruangan Tuan Gerald. Tuan Gerald mengeraskan rahangnya melihat mereka yang masuk tanpa permisi. Berbeda dengan Tuan Gerald yang terlihat marah, Tuan Glend justru tetap tenang menikmati kopinya.


Danil's mendorong tubuh Charles kelantai dengan kasar, "Ketua?"


"Ada apa lagi ini hah?" Tuan Gerald memperhatikan mereka satu persatu, ia memijat pelipisnya melihat keadaan Charles yang babak belur, penuh luka. "Kali ini apa lagi?"


"Kenapa bajingan ini bisa ada disini? Bukankah ketua sudah mengeluarkannya?"


"Hah mengenai itu? Paman yang mengizinkannya kembali. Apa ada masalah Danil's?" Hart's dan penerus dargon mengalihkan atensi mereka pada Tuan Glend. "Dia sudah mengakui semua kesalahannya dan Paman rasa tidak ada salahnya memberikan kesempatan pada Charles."


"Paman? Bagaimana bisa Paman memaafkannya semudah ini? Bajingan ini?" Hart's mengepal tangannya hingga telapak tangannya terluka akibat kuku-kuku tajamnya.


"Paman tahu. Kau dan teman-temanmu sudah menghajarnya bukan? Lihat? Dia bahkan sama sekali tidak membalas pukulan kalian. Hart's, dragon bukan tempat yang bisa kau campur adukan dengan masalah pribadimu. Cih. Adikku terlalu lembut memperlakukan kalian sampai kalian bisa kurang hajar seperti ini. Dengar anak-anak, bukan untuk ini dragon melatih kalian, lagi pula Charles tidak melakukan apapun pada adikmu."


"Bagaimana jika bajingan ini melakukan hal yang sama pada Elektra juga Elshe, putrimu?" Danil's memberikan smirknya pada Tuan Glend. "Memang benar dragon melatih kami bukan untuk hal memalukan seperti ini. Tapi Paman perlu kau ketahui diluar dari ini. Hart's adalah seorang kakak yang mencoba melindungi kehormatan adiknya. Tidak ada yang bisa menyangkal kebenaran mengenai kekejaman kami. Kami akui tangan kami kotor dengan darah, tapi jika yang dilakukan Hart's adalah sebuah kesalahan maka tidak ada gunanya aku berada disini. Berada ditempat yang membiarkan para bajingan bebas melecehkan kehormatan wanita. Kau tahu Paman, perkataanmu membuatku sesak."


"Bocah sialan. Dia sengaja memprovokasiku." Tuan Glend mengumpat kesal dalam hati. "Untuk itu kau tidak perlu khawatir, aku yang akan membunuhnya jika dia sampai berani melakukan itu pada Elektra dan Elshe."


"Hentikan. Masalah ini tidak perlu diperpanjang lagi. Sebaiknya kalian kembali bekerja." Danil's yang mengerti akan isyarat mata Tuan Gerald, pergi begitu saja tanpa memberi hormat. Begitu pula dengan Hart's dan lainnya.


...πŸ‚πŸ‚πŸ‚...


Fernando menemui Rebeca di apartemennya, sebenarnya Fernando malas untuk bertemu apa lagi berurusan dengan Rebeca terlalu lama. Fernando tidak memiliki pilihan lain selain menurutinya karena Rebeca terus mengancam akan bunuh diri jika Fernando tidak datang.


Begitu melihat kehadiran Fernando, Rebeca menciumi Fernando melepaskan kerinduannya selama ini. "Kemana saja kau selama ini eh?" Rebeca menggigit laher jenjang Fernando meninggalkan tanda kepemilikan disana.


"Rebeca aku sibuk!" Rebeca semakin gencar bermain dileher jenjang Fernando.


Anehnya Fernando tidak bereaksi sama sekali. Fernando teringat akan perkataan Danil's mengenai kehormatan wanita. Sumpah demi kolor petrik, perkataan Danil's membuat otak kotor Fernando tersapu bersih.


"Sibuk bersama teman-teman berandalanmu itu?"


"Jika kau memintaku datang hanya untuk membicarakan teman-temanku. Lebih baik aku pergi." Fernando memberikan tatapan tajamnya pada Rebeca, sebuah tatapan mematikan yang mampu membuat lawannya tidak bergeming. "Ini peringatan terakhirku. Jangan pernah membicarakan teman-temanku dengan mulut kotormu itu."


"Sayang maafkan aku, ya. Aku mohon jangan pergi. Temani aku disini, aku membutuhkanmu."


Rebeca mengegenggam lengan Fernando namun lagi-lagi Fernando menepisnya. Meski bekali-kali ditolak, Rebeca tidak menyerah begitu saja. tangan Rebeca menyentuh wajah Fernando, Rebeca mendekatakan wajahnya dan hups! Rabeca melahap bibir seksi Fernando.


"Hentikan Rebeca. AKU BILANG HENTIKAN.!!" Fernando


membentak Rebeca.


"Hah! Kau membentakku. Kenapa? Akhir-akhir ini kau seperti menghindariku. Apa aku melakukan kesalahan?"


"Kau tidak melakukan kesalahan apapun. Hanya saja aku merasa hubungan kita tidak sehat. Kita belum menikah. Kau tidak bisa menyerahkan tubuhmu seperti wanita murahan padaku. Hargai tubuhmu sendiri, Rebeca."


"Jadi itu masalahnya. Fernando kita bisa menikah sekarang jika kau mau."


"Rebeca? Pernikahan bukan sebuah mainan. Sebagai seorang suami akun harus bisa menghidupi keluargaku, memberikan kehidupan yang layak dan membuat keluargaku bahagia. Pernikahan tidak semudah yang kau pikirkan, Rebeca. Aku butuh uangΒ  untuk mencukupi kebutuhan kalian."


"Sayang, uangmu sudah lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhanku. Aku tidak semiskin itu sampai tidak bisa membayar semua kebutuhanku sendiri." Rebeca membelai wajah Fernando.


"Uang saja tidak cukup. Pernikahan didasarkan atas cinta."


"Aku mencintaimu melebihi apapun didunia ini."


"Tapi tidak denganku! Aku? Aku ragu dengan perasaanku sendiri. Apa aku mencintaimu atau tidak."


Fernando menatap sendu mata Rebeca, ada perasaan bersalah karena sudah melukai perasaan wanita yang tulus mencintainya, tapi Fernando tidak bisa membohongi hatinya sendiri kalau dia tidak mencintai Rebeca sama sekali.


Hubungan mereka selama ini hanya simbolis mutualisme, Fernando membutuhkan Rebeca untuk memuaskan hasratnya, begitu pula Rebeca.


"A-pa? Apa aku tidak salah dengar atau kau yang salah bicara? Katakan padaku apa kau mencintai wanita lain?" Rebeca menatap nyalang pada Fernando. "Brengsek katakan padaku, apa ada wanita lain dihatimu hah? Katakan padaku brengsek!"


"Ya." Spontan Rebeca mencengkram pakaian Fernando, melampiaskan semua amarahnya pada dada bidang Fernando.


"Siapa wanita itu? Katakan padaku!" teriak Rebeca.


"Bagaimana aku bisa memberitahumu jika aku sendiri tidak tahu siapa wanita itu. Rebeca, kau wanita baik. Kau bisa mendapatkan pria yang lebih baik dariku. Pria yang mencintaimu dengan tulus tidak seperti diriku."


Rebeca melempar semua benda yang ada didekatnya, mengamuk seperti orang yang kehilangakan akal sehat, "Aku tidak membutuhkan siapapun selain dirimu. Aku hanya ingin kau Fernando bukan yang lain."


"Maafkan aku Rebeca. Aku... tidak bisa. Aku rasa hubungan kita cukup sampai disini."


"Aku tidak akan membiarkan siapapun memilikimu, hanya aku yang berhak memilikimu Fernando. Aku bersumpah Fernando. Jika aku tidak bisa memilikimu maka wanita manapun tidak akan bisa memilikimu." Rebeca melempar pas bungga, Fernando yang tidak berniat menghindar merelakan pelipisnya robek menerima hadiah Rebeca.


Fernando meninggalkan Rebeca yang mengamuk seperti orang gila. Fernando merasa puas bisa mengungkapkan perasaannya pada Rebeca.


"Wah aku tidak percaya, wanita itu jelmaan moster atau apa? Ah ngomong-ngomong kenapa aku bisa bicara seperti itu ya? Hah tidak tahulah. Aku harap Rebeca bisa mengerti dan berhenti mengangguku."


Fernando menelan salivanya mendengar ancaman Rebeca. "Mengerikan. Aku bersumpah tidak akan mempermainkan perasaan wanita lagi.”


To Be Continued ...