
"Aeish sial!! Kemana perginya semua orang?" Fernando berteriak kesal mendengar telfon dimeja kerja berdering kencang. "Ada apa?β
"Tuan, Nona Rebeca ingin bertemu dengan anda?"
"Rebeca? Katakan saja aku tidak ada. Jika dia bersikeras ingin menemuiku minta seseorang menyeratnya keluar." Baru saja Fernando menutup telfon, tiba-tiba ponselnya berdering kencang. "Apa lagi?"
"Hei kau ini kenapa?"
Fernando melihat nama yang tertera dilayar ponselnya. "Hart's? Sory, aku pikir kau?"
"Lupakan saja. Mmmh. Fernando... malam ini beritahu Danil's untuk membawa Elektra kerumah Shena. Aku ingin mengadakan pesta bersama kalian."
"Hey... apa kalian berdua sudah resmi?"
"Berhenti menggodaku Fernando atau aku akan merusak wajahmu. Pastikan mereka datang, kalau sampai mereka tidak datang kemari, aku akan menghabisimu. Mengerti!!"
πππππ
"Ayah? Ayolah bantu aku kali ini saja."
"Apa yang bisa aku lakukan untuk bocah tolol sepertimu Hah?"
"Katakan pada ketua untuk menerimaku kembali."
Tuan Imanuel memukul putranya sendiri. "Kau memintaku mengemis dihadapan pria sialan itu? Apa kau pikir bajingan itu akan mendengarkanku hah? Terima saja hukumanmu, salahmu sendiri berani beraninya melecehkan putrinya."
"Uh. Siapa yang mengenal putrinya? Kalau saja aku tahu wanita sialan itu putrinya, aku akan memperlakukannya dengan baik. Ayah sudah bekerja dengannya selama bertahun-tahun, tidak ada salahnya mencoba. Mungkin saja ketua akan mempertimbangannya jika Ayah yang meminta. Aku ini putramu, berbaik hatilah sedikit." Charles terus merenggek dikaki Tuan Imanuel layaknaya bocah yang ingin dibelikan mainan oleh ayahnya.
Fernando yang melintas didepan ruangan Tuan Imanuel tidak sengaja mendengar pembicaraan antara ayah dan anak itu. Fernando yang merasa curiga dengan mereka berdua memutuskan menguping pembicaraan mereka.
"Sudah berapa kali aku memperingatimu untuk lebih berhati-hati dalam bertindak. Karena kebodohanmu itu semua rencana kita susun selamaΒ bertahun-tahun jadi berantakan." teriak Tuan Imanuel.
"Rencana apa yang kalian bicarakan?" Fernando muncul dihadapan mereka membuat mereka terkejut. "Kau? Seingatku ketua sudah menendangmu keluar dari sini. Kau tidak bisa berkeliaraan disini hanya karena Ayahmu masih berada ditempat ini."
"Bukan urusanmu. Kau terlalu banyak ikut campur kedalam masalah orang lain Tuan Fernando." geram Charles memandang remeh Fernando.
"Paman, kau tahu aturan disini bukan? Kau tidak bisa membiarkan orang luar berkeliaraan dengan bebas di dragon. Jika kau tidak bisa bersikap profesional sebagai seorang petinggi dragon, maka aku akan membicarakan hal ini pada ketua." Fernando keluar dari ruangan Tuan Imanuel dengan sengaja dia menutup pintu ruangan tersebut begitu keras membuat para staf yang melintas disana tersentak kaget.
πππππ
Ditengah jalan raya sedang terjadi baku hantam antar gangster jalanan. Sialnya Seville dan Elshe terjebak ditengah perkelahian itu. Alan yang saat itu kebetulan melintas tidak sengaja melihat mereka berdua. Alan menghentikan mobilnya dan segera masuk kedalam perkelahian untuk membantu mereka berdua keluar. Saat melihat Elshe sebuah perasaan familiar tiba-tiba muncul membuat Alan menolong Elshe lebih dulu dan membawanya ketempat aman.
"Kau baik-baik saja?" Alan memastikan keadaan Elshe.
"Ya!" Elshe tidak dapat menghindari pesona mata Alan yang membuatnya langsung menyukai Alan pada pandangan pertama. Wanita mana yang tidak tertegun melihat pria berparas tampan dengan tubuh atlentis berdiri gagah dihadapannya. "Seville? Bagaimana ini? Seville masih terjebak disana."
"Kau tunggu saja disini. Aku yang akan menolongnya."
Salah satu dari gang tersebut hendak menyerang Seville, melihat hal tersebut Alan segera belari melindungi Seville. brak balok kayu yang seharusnya mengenai kepala Seville justru mengenai kepala Alan.
Dengan sisa kekuatannya, Alan membawa Seville keluar dari sana menemui Elshe. Ponsel Alan berdering, Alan segera menjauh dari mereka berdua untuk menerima panggilan telfon yang masuk keponselnya.
"Hart's? Ya. Kebetulan mereka ada bersamaku disini. Tidak perlu, aku akan membawa mereka menemuimu."
"Seville kau baik-baik saja?" Elshe nampak mencemaskan keadaan Seville.
"Ya. Kau sendiri? Apa kau terluka?" Seville terus memperhatikan Alan yang masih bicara dengan seseorang melalui ponselnya.
"Nona?" sopir pribadi Nyonya Hanna menghampiri mereka berdua. "Kalian baik-baik saja? Maaf aku tidak bisa menjaga kalian dengan baik."
"Paman, kami baik-baik saja tidak perlu merasa bersalah. Paman jika bisa tolong rahasiakan kejadian hari ini dari Ibu dan Tante! Oke." Seville memohon pada sopir Nyonya Hanna. Dia tidak ingin orang tuanya kembali membatasi ruang geraknya jika sampai mengetahui kejadian ini.
"Barusan Hart's menghubungiku. Dia memintaku membawa kalian menemuinya. Aku bawa mobil sebaiknya kalian ikut saja denganku." terang Alan.
"Paman pulang saja berikan buah-buahan ini pada Elektra dan jangan ceritakan masalah ini padanya." Pria paruh baya itu hanya bisa menghela nafas frustasi.
Seville berjalan dibelakang Alan dan Elshe, air matanya jatuh dengan sendirinya tanpa dia kehendaki. Melihat kepala Alan yang terluka membuatnya merasa bersalah. Kalau bukan karena Alan mungkin kepalanya-lah yang terluka bukan Alan.
Demi menepati janjinya pada Hart's juga Tuan Gerald, Alan rela mengorbankan dirinya sendiri untuk melindungi Seville. Seville yang duduk disamping Alan langsung melepas jaketnya dan menutupi kepala Alan yang terluka agar darah tidak keluar terus menerus.
"Maaf?"
Alan mengalihkan pandangannya kearah Seville ketika mendengar kata maaf yang keluar dari mulut Seville. "Hah? Kau bilang apa? Bisa kau ulangi lagi? Aku tidak mendengarnya dengan jelas."
"Sialan. Lupakan saja, aku yakin kau mendengarnya dengan jelas."
πππππ
"Ya Tuhan Alan. Apa yang terjadi padamu?" Shena membantu Seville menuntun Alan untuk masuk kedalam.
Shena mencari kotak obat kemudian memberikannya pada Seville. "Aku harus segera menyiapkan makanan. Kau bisa mengobatinya, kan?"
Seville mengobati luka Alan, tangan mereka tidak sengaja saling bersentuhan. Mereka berdua saling menatap satu sama lain, tiba-tiba saja Fernando menerobos masuk kedalam membuat mereka berdua terkejut. Seville yang salah tingkah tanpa sadar menekan luka Alan begitu kuat membuat Alan berteriak kesakitan.
Fernando hanya tertawa melihat kelakuan mereka berdua. Melihat kedatangan Danil' dan Elektra, Hart's langsung menarik tangan Danil's menjauh dan membisikkan sesuatu ketelinga Danil's.
Meraka berdua masuk kedalam menemui Alan sementara Elektra membantu Shena dan Elshe menyiapkan makan malam dibalkon atas.
"Alan?"
"Tidak ada yang perlu dikhawatirkan aku baik-baik saja. Ini hanya luka kecil." Alan menyakinkan Danil's kalau dia baik-baik saja.
"Seville sebenarnya apa yang terjadi? Kenapa Alan bisa sampai terluka cukup parah seperti ini? Kau tidak memukul kepalanya bukan?" Danil's menyerang Seville dengan berbagai pertanyaan, jika orang lain melihat mereka mungkin mereka bisa salah paham dengan hubungan kedua pria ini.
Seville menceritakan kejadian yang baru saja mereka alami sampai membuat Alan bisa terluka seperti itu.
"Untung lukanya tidak terlalu parah." Danil's kembali bersuara.
"Tidak terlalu parah kau bilang? Otaku hampir keluar asal kau tahu." protes Alan. Alan kesal dengan sikap Danil's yang berubah datar setelah mendengar cerita Seville.
"Tentu saja. Seville mengobatinya penuh dengan rasa cinta." goda Fernando.
Seville menyikut kuat perut Fernando dengan lengannya, "Jangan bicara sembarangan mata keranjang."
"Hah?" Fernando menujukan wajah blanknya pada Seville.
"Aku bilang jangan bicara sembarangan mata keranjang." Seville memberikan penekanan pada kata keranjang.
"Kakak makan malamnya sudah siap.β teriak Elektra dari luar.
"Elektra tetap disana, jangan masuk!" teriak mereka semua.
"Kenapa?Ada Apa?" Elektra menghenyitkan dahi, dia tidak menyangkah mereka begitu kompak meresponnya.
"Dengarkan kakak baik-baik. Balik badan dan tutup matamu, jangan buka matamu sampai kakak menyuruhmu." kata Hart's.
Hart's segera keluar menemui Elektra dan membawanya menjauh dari sana, sementara Fernando, sementara Seville, Danil's, Fernando dan Alan membersihkan perban, kapas dan darah Alan yang berserakan dilantai.
Shena memberikan pakaian bersih pada Seville dan Alan. Mereka menganti pakaian mereka yang berlumuran darah dengan pakaian bersih pemberian Shena.
...πππ...
Mereka menikmati makan malam penuh canda tawa. Kedua putri kecil itu merasa cemburu melihat Hart's lebih memperhatikan Shena dibandingkan mereka. Melihat kecemburuan diwajah Elektra pada Shena, Danil's berinisiatif mengalihkan kecemburuan Elektra pada Shena.
"Alan, kau harus mencoba ini." Elshe memasukkan makanan kedalam mulut Alan.
Tiga pemandangan yang merusak mata membuat Seville kesal. Seville melempar sendok dan garpunya membuat Fernando yang duduk disampingnya terkejut dan tanpa sadar menyemburkan makanan yang ada dimulutnya kewajah Elshe.
Melihat hal itu Alan langsung memberishkan wajah Elshe dengan sapu tangan miliknya, Seville semakin kesal melihat perhatian yang Alan berikan pada Elshe. Seville beranjak dari kursinya.
"Hei ada apa dengan wajahmu? Ini aku bawakan minuman untukmu." Fernando yang melihat Seville menyendiri berinisiatif menghampirnya, menemani Seville agar tidak bosan berada ditempat itu.
Ketika Seville hendak meminumnya tiba-tiba Hart's merampas minuman itu darinya, "Kakak?"
"Fernando jangan rusak adikku dengan minuman keras seperti ini. Aku tidak mau adikku jadi liar dan sulit dikendalikan. Mereka harapanku dan keluargaku." Hart's menatap dingin kearah Fernando.
"Bukankah dia sejak kecil berada diluar negeri? Seharusnya dia sudah terbiasa dengan minuman keras seperti itu. Kau terlalu memanjakannya, Hart's." ketus Alan.
"Alan, kau tidak salah bicara? Kau juga memiliki toleransi rendah terhadap alkohol." Alan ingin mengumpat mendengar ucapan Fernando.
"Apa semua orang yang hidup dan besar diluar negeri, harus terbiasa dengan hal seperti ini? Apa kami harus meminumnya?" sindir Seville.
πππππ
"Ada apa? Kau tidak lihat aku sedang bicara dengan kakakku? Berani sekali kau menerobos masuk kedalam ruanganku, Imanuel." Tuan Gerald meninggikan suaranya.
"Maaf atas kelancangan saya ketua. Kedatangan saya kemari hanya untuk memohon agar ketuaΒ mengizinkan Charles kembali ke dragon."
"Kesalahan yang dilakukan oleh putramu terhadap putriku sudah sangat fatal. Aku tidak bisa mengizinkannya kembali."
"Tapi ketua? Charles... tidak mengetahui kalau dia adalah putrimu. Aku... mo-hon pertimbangkan kembali keputusanmu." Tuan Imanuel berlutut dihadapan Tuan Gerald, jika bukan demi putranya tentu dia tidak akan merendahkan harga dirinya sampai sepert ini.
"Gerald, biarkan Charles kembali. Kau dan Imanuel sudah lama berteman pertimbangkan lagi keputusanmu." Tuan Glend membantu Tuan ImanuelΒ untuk membujuk Tuan Gerald.
"Itu tidak mungkin, Kak! Hart's... tidak akan menyetujuinya sama sekali."
"Apa putramu yang membuat keputusan disini? Hart's sama sekali belum resmi menjadi penerus dragon, dia tidak memiliki wewenang disini. Beritahu Charles untuk segera kembali bekerja."
"Terima kasih Ketua Glend."
"Dengan satu syarat putramu tidakΒ mendekati keponakanku lagi. Jika dia sampai berani mendekati keponakanku, aku sendiri yang akan menendangnya keluar." ancam Tuan Glend.
Berat bagi Tuan Gerald untuk menerima pria yang sudah melecehkan putrinya kembali, tapi dia tidak bisa menolak keputusan kakaknya. Biar bagaimanapun Tuan Glend adalah kakak tertuanya.
To Be Continued ....