DRAGON

DRAGON
Chapter 24 : Persiapan Pesta



Sevile menarik selimut yang menutupi semua tubuhnya, berulang-kaliΒ  Seville mendesis kesal saat rungunya menangkap suara berisik dari luar kamarnya.


Sevile yang tidak bisa memejamkan matanya kembali berteriak frustasi menendang selimut yang membalut tubuhnya. Kaki jenjang miliknya turun dari singasana mewahnya dan berjalan keluar.


Dahinya mengerut ketika melihat para pelayan dirumah nampak sibuk berlalu-lelang, semua orang nampak sibuk mengerjakan tugas mereka masing-masing. Berapa pelayan wanita sibuk membersihkan dan mendekor ulang rumah, ada yang sibuk menganti lampu-lampu kristal dengan yang lebih mewah dan ada yang sibuk menganti gorden.


Sevile menarik tungkainya menuruni anak tangga satu persatu,mencoba mencari keberadaan anggota keluarganya. Hingga dilantai bawah Seville tidak menemukan siapapun disana selain para pelayan yang sibuk dengan pekerjaan mereka masing-masing.


Sevile menyusuri koridor belakang mencoba mencari keberadaan sang ibu ditaman bunga milik keluarganya dan benar saja wanita paruh baya yang dia cari berada disana, Nyonya Hanna bersama beberapa pelayan wanita dan beberapa tukang kebun sibuk merapikan taman bunga tersebut.


Para pekerja yang melihat kehadiran Sevile langsung menunduk memberik hormat pada anak majikan mereka.


"Bu apa yang terjadi? Apa dirumah ini akan diadakan pesta? Semua orang terlihat sibuk."


Nyonya Hanna memberikan gunting tanaman pada pelayan wanita yang berdiri didekatnya lalu ia tersenyum hangat pada putrinya."Ya. ayah kalian ingin memperkenalkan seseorang pada kita malam ini."


"Seseorang? Siapa?" Sevile menaikkan alisnya, wajahnya nampak kesal saat tahu kalau tidak ada satupun anggota keluarga memberitahunya soal ini.


"Maaf sayang, ibu juga tidak tahu, Sayang. Nanti juga kamu akan tahu. Sudah sana bersihkan dirimu dan bantu yang lainnya."


Sevile menghentakkan kakinya saat Nyonya Hanna mengusirnya dari sana, Sevile bergegas meninggalkan tempat itu. Tidak lama setelah kepergian Sevile, seorang wanita yang tidak lain adalah Sora muncul menemui Nyonya Hanna.


Hart's membantu Shena menurunkan barang-barang yang mereka beli dari bekasi mobil. Mereka berdua menghentikan langkah mereka ketika melihat sosok Sevile yang muncul dari pintung samping. Dirumah ini hanya Sevile yang tidak mengetahui tujuan Tuan Gerald mengadakan pesta, mereka sepakat untuk tidak memberi tahu Sevile soal ini.


"Aku takut jika Sevile sampai tahu soal ini. Bagaimana kalau Sevile tidak bisa menerima hubungan kita, Hart's?" Meski Elektra sudah merestui hubungan mereka tetap saja itu tidak membuat Shena bernafas lega.


"Sayang, aku mengenal putri kecilku dengan baik. Sevile pasti menerimamu sama seperti Elektra. Sevile hanya butuh waktu untuk melepaskan ku untukmu."


Hart's mencoba menyakinkan Shena. Hart's tidak ingin Shena pesimis mengenai hubungan mereka meski dia sendiri tidak yakin apakah Sevile akan menerima hubungan mereka nantinya atau tidak.


"Sevile sangat menyayangimu, berat baginya untuk melepaskanmu."


"Lalu bagaimana dengan Elektra? Elektra saja bisa melepaskanku untukmu. Percayalah, aku yakin Sevile juga akan melakukan hal yang sama. Mereka adik-adikku dan aku percaya dengan kasih sayang mereka.


🍁🍁🍁🍁🍁


Fernando mengusap keringat didahinya, wajahnya nampak begitu lelah. Kalau saja dia tahu akan berakhir seperti ini menjadi pekerja taman, dia tidak akan setuju untuk membantu Danil's.


Seorang pelayan memberikan minuman dingin pada Fernando, Fernando menerima minuman itu dan meneguk habis minumannya. Setelah merasa cukup istirahat Fernando kembali menghampiri Elshe dan membantu gadis itu mendekor taman depan.


"Sevile sudah memberitahuku."


Elshe menghentikan kegiatannya ketika mendengar suara Fernando. Wajahnya nampak bingung menatap nanar kearah Fernando. "Soal?"


"Rebeca!"


"Rebeca?"


"Jika kau ingin minta maaf atas perbuatannya percuma saja, aku tidak akan memaafkan wanita itu." Elshe menyilangkan kedua tangannya didada, memasang wajah datar pada Fernando. Melihat ekspresi Fernando yang begitu serius membuatnya tertawa kecil. "Aku hanya bercanda. Sepertinya dia sangat mencintaimu."


"Tapi tidak denganku. Aku tidak bisa hidup bersama wanita yang tidak aku cintai." Kali ini giliran Fernando yang memasang wajah kesal pada Elshe.


"Kenapa? Dia wanita yang cantik, kau akan menyesal meninggalkannya."


"Sayangnya kecantikannya tidak bisa membuatku mencintainya."


Fernando menatap sendu pada Elshe membuat Elshe sedikit merasa bersalah telah mengatakan hal seperti itu pada Fernando. Elshe tidak menyangkah seorang playboy seperti Fernando bisa selemah ini soal cinta.


"Rebeca tidak salah mencintaiku, semua orang berhak atas cinta yang mereka miliki bukan?"


"Aku tidak percaya kau akan bicara seperti ini. Bukankah kau hanya tertarik pada tubuh wanita saja? Benar kata orang kalau cinta bisa membuat orang buta."


"Ish. Tidak, Tidak. Kau salah Elshe, bukan cinta yang buta tapi hati kita-lah yang buta. Karena cinta semua orang rela melakukan apapun, tidak perduli cara itu salah atau benar asal bisa bersama orang yang dicintai berbagai carapun dilakukan. Bahkan ada saudara yang mencintai saudaranya sendiri."


"Fernando, apa kau percaya dengan adanya cinta sejati?" Elshe menatap lekat manik hitam milik Fernando berharap menemukan jawaban tulus dari bola mata itu.


"Tentu saja. Aku sangat mempercayainya dan aku berharap cinta sejatiku segera datang. Kau tahu bukan kalau aku tidak bisa sehari saja tanpa wanita." Elshe langsung melayangkan pukulan dilengan Fernando.


Sevile merapikan surai hitam miliknya, langkahnya terhenti ketika melihat sosok Alan yang berdiri memperhatikan kedekatan Elshe dan Fernando. Ada perasaan tidak suka dihatinya saat dia melihat Alan menatap intens pada Elshe.


"Kau cemburu melihat kedekatan mereka? Kau menyukai Elshe?"


Alan memasang wajah datarnya saat melihat Sevile didekatnya. "Tsk. kau tidak tau sopan santun? Tiba-tiba muncul dan menuduh orang yang tidak-tidak."


Sevile mendekatkan wajahnya berapa centi kearah Alan, jari telunjuknya berada tepat diwajah tampan Alan. "Mata ini yang membuatku mengatakan itu. Kau tidak pernah menatap orang lain sedalam itu. Ah jika aku boleh bicara jujur, kau sama sekali tidak pantas untuk Elshe."


"Mau kemana kau?"


Sevile mengurungkan langkahnya saat mendengar pertanyaan Alan. "Bukan urusanmu."


"Hei dirumahmu sedang diadakan pesta dan kau mala pergi begitu saja."


"Pestanya akan dimulai pukul delapan malam, aku akan pulang sebelum pestanya dimulai. Tidak ada masalah bukan?"


"Terserah kau saja. Kau terlihat tidak perduli sama sekali dengan kebahagian Hart's. Aku bersyukur tidak memiliki adik sepertimu yang hanya memikirkan dirinya sendiri."


"What?" Seville mengepal tangannya, dia merasa tersinggung dengan perkataan yang dilayangkan Alan padanya. "Yak jangan bicara sembarangan mengenai hidupku. Aku sangat perduli dengan kebahagian Kak Hart's melebihi keperdulianmu itu. Dan perlu kau ingat satu hal lagi, aku juga tidak ingin menjadi adikmu, baik dikehidupan sekarang maupun dimasa depan.”


"Astaga! Dia benar-benar menakutkan. Bagaimana selama ini Hart's bisa bertahan menghadapinya?" Alan mengelangkan kepalanya memperhatikan kepergian Seville.


To Be Continued ..