DRAGON

DRAGON
Chapter 22 : Kebenaran yang terungkap



Alan mempercepat langkahnya memasuki kantor polisi menemui Tuan Victor di dalam ruang kerjanya. Melihat Alan menerobos masuk kedalam ruangannya membuat Tuan Victor marah dan sedikit kesal pada Alan. Semua anggota polisi yang ada didalam ruangan Tuan Victor segera keluar meninggalkan mereka berdua.


"APA-APAAN KAU INI? KAU TIDAK BISA SEMBARANGAN MENEMUIKU DISINI. BAGAIMANA JIKA ADA YANG MELIHATMU BERADA DISINI HAH" bentak Tuan Victor


Alan menulisan rungunya, dia menyodorkan foto Elshe pada Tuan Victor, "Apa gadis itu adikku? Paman, tolong jawab pertanyaanku apa benar gadis itu adalah Livia adikku?"


"Ya. Gadis ini adalah adikmu!"


"Aku akan membawanya pulang."


"Kau tidak bisa melakukannya, Alan!"


"Kenapa? Dia adikku. Aku berhak membawanya pulang menemui orang tua kami, kakek juga nana."


Alan menatap dingin pada Tuan Victor, Alan sangat paham kalau yang dikatakan Tuan Victor benar kalau dia tidak bisa membawa Elshe begitu saja tapi hatinya menolak menerima itu.


Dia terlalu merindukan adiknya. Bertahun-tahun dia mencari tahu keberadaan kakak dan adiknya, sekarang saat dia sudah menemukan adiknya dia tidak bisa membawanya pulang.


"Apa kau pikir dia akan mempercayai ucapanmu? Apa menurutmu dia akan mengenalimu sebagai kakaknya hah? Sepuluh tahun kalian berdua terpisah tanpa saling mengenal. Dia mungkin sudah tidak mengingat keluarganya sendiri, mengingat orang tuamu juga kau."


"Dia adikku. Adik yang selama ini aku cari." Alan menarik surainya frustasi. Alan menjatuhkan dirinya disofa ruangan Tuan Victor.


"Karena itu aku memintamu menikahi putri Gerald! Dengan menikahinya kau bisa mengembalikan ingatan adikmu, kau bisa mendekati dan menyakinkannya. Tapi kau tidak ingin menurutiku." Tuan Victor memijat pangkal hidungnya, kepalanya mendadak sakit memikirkan permasalahan ini. "Ingat Alan? Kau masih dibutuhkan disana.Tugasmu belum selesai. Selesaikan tugasmu dengan baik, dekati adikmu dan buat dia kembali mengingatmu juga keluarganya, dengan begitu kau akan lebih mudah membawanya pulang."


...๐Ÿ‚...


...๐Ÿ‚...


...๐Ÿ‚...


Shena keluar membawa minuman hangat untuk ketiga penerus dragon. Mereka lebih sering menghabiskan waktu luang mereka untuk berkumpul dirumah Shena dari pada di dragon.


Shena memijat kepala Hart's yang terasa pusing memikirkan masalah yang tidak ada habisnya. Derasnya hujan membasahi bumi menambah beban pikiran mereka semakin berat.


"Bagaimanapun caranya kita harus bisa menangkap Celvin. Argh sialan!!" Fernando terlihat begitu emosi. Fernando bahkan melayangkan pukulannya keperut Danil's. "Ah Maafkan aku? Aku tidak sengaja memukulmu."


"Aku tahu kau kesal dengan semua ini, tapi jangan melampiaskan kekesalanmu padaku brengsek." omel Danil's. Rasa sakit dikepalanya sehabis bertengkar dengan Elektra saja masih terasa dan sekarang Fernando sudah menambah rasa sakit pada perutnya.


"Tidak mudah menangkap mereka. Celvin sudah melenyapkan semuanya. Dia bukan musuh yang mudah kita kalahkan." Kedua pria yang sibuk bertengkar itu spontan langsung menoleh kearah Hart's.


"Hart's, aku sudah mengambil foto mereka ketika melakukan transaki obat-obatan didermaga. Kita bisa mengunakannya sebagai bukti."


Fernando mengeluarkan ponselnya, memperlihatkan foto dan video yang dia ambil berapa hari yang lalu, saat dia mengikuti Gemo ke dermaga.


"Tidak semudah itu Fernando. Ketua tidak akan percaya semudah itu pada ucapan kita. Foto dan video itu tidak membantu sama sekali. Ketua tidak akan mempercayainya, apa lagi Celvin termasuk salah satu orang kepercayaan ketua. Kita harus memikirkan cara lain untuk menyingkirkannya." Hart's mengusap kasar wajahnya.


Hart's beranjak dari tempatnya, menarik tungkainya menuju jendela. Kedua tangannya bertumpu pada kusen jendela, netranya memperhatikan setiap tetes air hujan yang menyapa bumi.


"Bajingan itu tidak akan segan-segan mengorbakan siapapun demi ambisinya. Dia bisa saja melimpahkan kejahatannya pada Gemo."


"Ah aku ingat?" Fernando berdiri memukul keras meja membuat Danil's dan Shena terkejut dengan aksi mendadaknya itu. "Ya. Aku pernah mendengar Charles dan ayahnya membicarakan sesuatu mengenai rencana mereka. **** aku tidak tahu rencana apa yang mereka bicarakan. Argh seharusnya waktu itu aku memukul mereka, memaksa mereka bicara."


Fernando menarik frustasi rambutnya sendiri kemudian berteriak kesal. "Ah. Aku bisa gila memikirkannya. Hart's apa mungkin mereka ada hubungannya dengan Celvin?"


"Kemungkinan besar mereka bekerja sama. Jika benar mereka bekerja sama itu artinya kedua adikmu dalam bahaya Hart's. "Semua orang menatap sinis kearah Danil's.


Ingin sekali rasanya Fernando memukul mulut Danil's, bisa-bisanya pria pendek ini menambah ketegangan disituasi seperti ini. Danil's yang ditatap hanya menaikkan bahunya.


"Apa? Apa itu benar?"


Mereka semua terkejut melihat kemunculan Elshe di tengah-tengah mereka. Mereka semua saling melempar pertanyaan melalui tatapan mata mereka, tidak ada satupun di antara mereka yang mengundang Elshe ketempat ini lalu untuk apa Elshe ada disini?


"Jadi selama ini kalian membohongi kami?"


"Elshe?"


Elshe benar-benar kecewa pada mereka terutama pada Hart's. Elshe menutup kedua telinganya, dia tidak ingin mendengarkan apapun. Elshe belari meninggalkan mereka, Hart's hendak mengejarnya namun Fernando melarangnya.


Fernando segera beranjak dari tempatnya, mengambil payung dan bergegas mengejar Elshe. Fernando mencari Elshe kesemua tempat disekitar sana. Fernando menghela nafas lega ketika berhasil menemukan Elshe yang menangis di halte.


Fernando melempar payungnya kejalanan, melepaskan jaketnya dan memakaikan jaket tersebut ketubuh Elshe. Elshe membuang jaket pemberian Fernando.


"Hei ayolah. Eh kau tidak perlu keras kepala seperti ini. Lihat kau menggigil.โ€ Fernando mengambil jaketnya kembali dan memberikannya pada Elshe. "Kau boleh marah pada kami, tapi tolong jangan menghukum tubuhmu sendiri seperti ini. Pakaianmu basah kau bisa sakit nanti."


"KAU BERSIKAP SEPERTI TIDAK TERJADI APA-APA? KALIAN SEMUA SUDAH MEMBOHONGI KAMI. TUNJUKKAN SEDIKIT PERASAAN BERSALAHMU." teriak Elshe


Fernando menggigit bibir bawahnya mendengar Elshe berteriak seperti itu, jujur saja Elshe membuatnya malu menjadi tatapan sinis orang-orang yang melintas disekitar mereka. Fernando menceritakan semuanya pada Elshe. Tidak ada pilihan lain selain memberitahu Elshe pelan-pelan.


Fernando menceritakan semuannya, siapa mereka dan dragon semuanya Fernando ceritakan pada Elshe tanpa ada yang dia tutupin lagi. Mungkin inilah waktunya rahasia mereka terbongkar. Elshe menampar Fernando, mata tajam miliknya menatap mata elang Fernando dengan linangan air mata.


"Selama... belasan tahun kalian membohongi kami? Menyembunyikan indentitas kalian dari kami. Apa kalian pikir ini lucu hah?"


"Elshe? Dengarkan dulu penjelasanku?"


"PENJELASAN APA LAGI YANG INGIN KAU KATAKAN?"


Elshe kembali berteriak mengeluarkan semua kekecewaannya, siapapun akan kecewa jika dibohongi selama bertahun-tahun terlebih lagi oleh keluarga sendiri.


"Kenapa aku bisa sebodoh ini mempercayai kalian? Aku?"


"Kami melakukan ini untuk melindungi kalian. Apa kau pikir hanya kalian yang terluka hah? Asal kau tahu saja, kami juga sama terlukanya seperti kalian. Aku, Hart's, Danil's, Ketua bahkan Ayahmu sendiri. Tidak ada satupun diantara kami yang menikmati kebohongan ini. KAMI SEMUA JUGA TERLUKA DENGAN KEBOHONGAN INI, TAPI KAMI HARUS MELAKUKANNYA DEMI NYAWA KALIAN."


Fernando meninggikan suaranya, dia tidak bisa berdiam diri ketika Elshe menyalahkan teman-temannya. Fernando akui mereka salah telah menyembuyikan semua kebenaran ini dari Elshe tapi mereka memiliki alasan melakukan ini semua ini dan itu semua tidak lain demi kebaikan Elshe, Elektra juga Seville.


"Apa yang akan kau lakukan jika kebenaran membuat ayahmu dalam bahaya hah? KATAKAN PADAKU APA YANG AKAN KAU LAKUKAN ELSHE? Kau bisa menyalahkan kami, kami pantas disalahkan tapi kau tidak bisa bicara buruk mengenai orang yang melindungimu dengan susah payah."


"Aku harus memberitahu Elektra juga Seville. Mereka harus tau kebenaran ini." Ketika hendak berdiri tangannya ditahan oleh Fernando. "Lepaskan Fernando? Aku harus memberitahu kebenaran ini pada mereka."


"Kau tidak bisa melakukan ini. Tidak tanpa seizin Hart's." Fernando menatap nyalang padaย  Elshe, suaranya bahkan terdengar dingin dan penuh intimidasi membuat Elshe sedikit takut. "Aku mohon padamu jangan beritahu mereka mengenai ini. Pikirkan Hartโ€™s juga keluarganya."


Elshe menghapus air matanya. "Sebaiknya kalian memberitahu mereka. Aku khawatir jika mereka sampai tahu dari orang lain mereka akan semakin terluka. Lagi pula mau sampai kapan kalian menipu mereka seperti ini."


Melihat tubuh Elshe gemetar hebat, Fernando menarik Elshe kedalam pelukannya. Memberikan bahunya sebagai tempat Elshe bersandar untuk mencurahkan segala perasaan kekecewaannya.


"Menangislah sepuasmu. Maaf karena telah membohong kalian. Kami juga tidak ingin melakukan ini, tapi kami tidak memiliki pilihan lain. Biarkan Hart's yang memberitahu mereka kebenaran ini. Kita tidak bisa ikut campur kedalam masalah mereka terlalu jauh."


Mereka berdua tidak menyadari kalau sejak tadi sepasang mata menatap tajam kearah mereka. Rebeca memukul kaca mobilnya melihat Fernando memeluk Elshe, membelai rambut Elshe dengan lembut.


"Jadi wanita itu yang merebut Fernando dariku."


To Be Continued ....