DRAGON

DRAGON
Chapter 40 : Tolong selamatkan istri dan bayiku



Elshe nampak gelisah, sejak tadi Ia hanya mondar-mandir diteras rumahnya. Elshe masih memikirkan orang yang mengunjungi rumah almarhum orang tuanya. Elshe sangat berharap orang itu adalah kakaknya, Alderick. Fernando memakaikan pakaian hangat ketubuh Elshe.


“Udara malam tidak baik untuk kesehatan mu juga bayi yang ada dikandunganmu ini. Sudah malam kenapa masih berdiri di luar?”


“Fernando aku yakin kak Alderick sudah kembali. Kak Al ada di dekat kita.”


“Alderic? Elshe bukankah kau sendiri yang mengatakan kalau Alderick di bunuh oleh orang yang menculik kalian. Tidak mungkin orang yang sudah mati bisa hidup kembali.”


Elshe menjatuhkan tubuhnya disofa yang ada didekatnya. ”Ya. Saat itu kakak dimasukkan kedalam mobil. Aku melihat mereka mendorong mobil itu masuk kedalam jurang. Aku tidak ingat apa-apa lagi setelah itu. Ketika aku terbangun aku sudah berada dirumah yang tidak kukenal. Ayah katakan padaku kalau dia menemukanku dijalanan dan membawaku pulang kerumahnya.”


“Elshe. Kau tidak boleh terlalu stres. Kau harus menjaga kandunganmu dengan baik.”


“Aku yakin kakakku masih hidup. Tadi siang ketika aku dan kakak mengunjungi rumah tempat tinggal kami dulu. Kakak menemukan setangkai mawar putih didepan foto orang tua kami. Ada orang lain disana sebelum kami datang dan aku yakin orang itu adalah Kak Al."


“Bisa saja itu orang lain!”


“Dari mana orang itu tahu mengenai mawar putih? Fernando kami tidak memiliki keluarga lagi selain kakek dan nenek. Hanya Kak Al yang tahu mengenai mawar putih. Dulu ketika kami kecil, kakak selalu memberikan mawar putih pada Ibu setiap kali melakukan kekasalahan sebagai permintaan maaf.”


“Ok. Baiklah, Kalaupun benar itu adalah Alderick. Kenapa dia tidak datang menemui Kita? Menemui kau juga Alan.”


“Aku tidak tahu. Aku yakin selama ini kakak mencari kami. Perasaanku sangat yakin kalau itu adalah kakak.”


🍁🍁🍁🍁🍁


“Alderick?”


Seorang pria membalikan tubuhnya, menatap sinis pria tua yang menatapnya penuh amarah. "Ada apa?”


“Apa yang kau lakukan diluar sana? Aku sudah melarangmu untuk tidak meninggalkan tempat ini tanpa perintah dariku .Kau benar-benar keras kepala.”


“Huh. Aku hanya pergi mengunjungi orang tuaku. Apa itu suatu kesalahan? Aku sudah mengikuti semua kemauanmu. Belasan tahun kau mengurungku ditempat ini bahkan aku tidak mencari kedua saudaraku. Apa itu masih belum cukup untukmu hah?”


“Dengar Alderick. Aku tegas kan sekali lagi pada mu. Kau tidak bisa keluar dari tempat ini sesukamu. Aku akan memperketat penjagaanmu.”


“Lakukan saja apa yang ingin kau lakukan. Tapi jangan pernah halangi aku untuk menemui orang tuaku.”


“Baiklah jika itu yang kau inginkan. Orang-orangku akan mengawasimu. Alderick sebentar lagi kau akan kembali ke dragon. Sampai waktunya tiba bisakah kau bersabar.”


“Bagimana dengan Alan juga Livia?”


“Mereka sudah mati bersama kenanganmu.”


“Tutup mulutmu tua bangkah. Aku menghormatimu sebagai kakek ku. Bisakah kau sedikit menghargai kami sebagai cucu mu? Aku bukan senjata yang bisa kau gunakan sesukamu. Jika kau tidak dapat menemukan keberadaan kedua adikku. Aku sendiri yang akan mencari mereka.”


“Kau mengancamku bocah? Uh. Aku akan menuruti kemauanmu dengan syarat kau tidak membuat masalah. Bersabarlah sedikit untuk menunggu kebebasanmu.”


🍁🍁🍁🍁🍁


“Fernando!" teriak Elshe


Fernando belari masuk kedalam kamarnya, mengambil kunci mobilnya dan kemudian bergegas keluar untuk menemui istrinya. Fernando mendengus kesal menatap sang istri yang tidak bisa sedikit bersabar menunggu.


“Apa ini tidak terlalu pagi untuk pergi kedokter kandungan?"


“Kau ingin bayimu ini mati eoh?”


“Aeish.” Fernando langsung menutup mulut istrinya.”Jangan bicara sembarangan. Kau membuatku takut.”


Pasangan suami istri selalu saja bertengkar seperti ini. Tiada hari bagi mereka berdua tanpa sebuah pertengkaran, walaupun begitu hubungan mereka semakin baik. Mereka lebih bisa menerima kehadiran pasangan mereka, berusaha untuk menjadi suami istri yang baik. Ditengah perjalanan mereka dihadang oleh Gemo dan anak buahnya.


“Fernando siapa mereka?"


“Tetap disini. Jangan keluar walau apapun yang terjadi. Mengerti!”


Elshe mencengkram lengan suaminya. ”Kau mau kemana?”


“Tidak akan terjadi sesuatu. Aku akan menemui mereka.”


Fernando turun dari mobilnya menemui mereka. “Bajingan. Jadi ini sisi burukmu.”


“Kita akan buktikan siapa diantara kita yang akan menjadi pencundang, Fernando.”


Gemo dan anak buahnya memukuli Fernando, mereka bahkan tidak memberikan kesempatan untuk Fernando membalas serangan mereka. Melihat suaminya dipukuli seperti itu, Elshe nekat untuk keluar dari dalam mobil menemui suaminya.


“Fernando?”


“Elshe cepat masuk kedalam mobil!”


Gemo mengambil balok kayu yang telah disiapkan didalam begasi mobilnya. ”Kita lihat seberapa kuatnya dirimu. Apa kau bisa menolong istrimu sendiri.”


Gemo menghampiri Elshe, Elshe sangat ketakutan melihat Gemo mendekat kearahnya. Gemo menarik rambut Elshe dan menamparnya hingga bibir Elshe berdarah.


“Bajingan. Lepaskan istriku.” teriak Fernando


“Fernando tolong aku!" teriak Elshe


“Haha. Berteriaklah sekencangnya. Suamimu tidak akan bisa menolongmu.”


Fernando berjuang sekuat tenaga untuk mengalahkan anak buah Gemo dan menolong istrinya, setiap kali Fernando bengkit, anak buah Gemo akan langsung memukulinya. Fernando hanya bisa berteriak menangis melihat Gemo memukuli istrinya. Gemo memukuli kaki Elshe dan menendang perut Elshe seperti seekor binatang.


"KEPARAT! HENTIKAN! HENTIKAN BRENGSEK! TOLONG JANGAN SAKITI ISTRIKU. BUNUH SAJA AKU, TAPI TOLONG BIARKAN ISTRIKU HIDUP."


"Pftt. Istrimu tidak akan terluka jika kau bisa melindunginya dengan baik." Gemo menarik surai hitam Elshe, memaksa Elshe untuk melihat kearah Fernando. "Hei, lihatlah suami mu. Dia begitu lemah, ingat ini baik-baik. Semua hal buruk yang menimpamu hari ini itu karena suamimu. Kalau saja suamimu sedikit lebih kuat, kau tidak akan mengalami ini semua."


Fernando terus berusaha bangkit mendengar suara jeritan dan tangisan sang istri yang sangat menyakitkan hatinya. Elshe mengeram kesakitan memegangi perutnya darah segar mengalir disekujur pahanya. Gemo dan anak buahnya tertawa melihat sepasang suami istri itu menderita menahan sakit. Gemo dan anak buahnya segera pergi dari tempat itu bahkan mereka juga membawa mobil Fernando pergi. Fernando berusaha untuk menghampiri istrinya.


“Elshe bertahanlah.”


Fernando mengendong istrinya segera membawa sang istri kerumah sakit, Fernando terus mengendong istrinya sampai kejalan raya. Tidak ada mobil yang mau berhenti untuk menolong mereka. Fernando berdiri ketengah jalan menghentikan sebuah mobil pith-up yang sedang mengangkut hewan peliharaan.


“Aku mohon selamatkan istriku.” tangis Fernando


Sopir itu menatap mereka bergantian. ”Naiklah. Aku membawa kalian kerumah sakit terdekat.”


Fernando terus mengenggam tangan Elshe, ia tidak berhenti menangis. "A-ku mohon bertahanlah. Buka matamu, jangan buat aku takut. Maafkan aku, ini semua salahku. Harusnya aku tidak meninggalkanmu, harusnya aku tidak memperdulikan bajingan itu. Hikss..."


"Fer...nando, argh! Ba-yi kita, selamatkan bayi ki...ta." Elshe meringgis kesakitan memegangi perutnya.


"Bayi kita akan baik-baik saja. Selama kau kuat, tidak akan terjadi sesuatu pada bayi kita. Aku mohon bertahanlah demi bayi kita."


To Be Continued ...