
Elektra mempercepat langkahnya menemui Hart's diruang kerjanya. Seminggu ini Elektra tidak bisa tidur karena memikirkan perkataan Danil's mengenai hubungan Hart's dan Shena.
Jujur saja berat bagi Elektra untuk melepaskan kakak yang selama ini mengurus mereka untuk wanita lain, tapi seperti kata Danil's, Hart's juga membutuhkan cinta dari wanita lain dan mereka tidak bisa memberikan cinta seperti itu pada Hart's.
Elektra menjatuhkan bekal makan siang yang dibawanya ketika melihat Hart's ******* bibir Shena. Hart's dan Shena terkejut melihat Elektra berdiri di pintu menatap tajam kearah mereka.
"Elektra?"
"Apa yang kalian lakukan?" Nada suara Elektra begitu dingin, netranya tidak lepas dari Hart's juga Shena. Demi apapun Elektra ingin tertawa melihat wajah bersalah mereka berdua.
"Elektra kami-"
"Aku tanya apa yang kalian lakukan?" Elektra meninggikan suaranya membuat Shena dan Hart's terdiam.
Mereka tidak bisa menjawab pertanyaan Elektra, mereka memang ingin memberitahu Elektra mengenai hubungan mereka tapi bukan dengan cara seperti ini. "Kenapa kalian diam? Jawab pertanyaanku?"
"Ka-?" Shena nampak gugup menjawab pertanyaan Elektra.
Elektra mendekati mereka berdua, Hart's dan Shena saling bertukar pandang menatap heran melihat Elektra yang tiba-tiba menertawakan mereka berdua.
"Kenapa kalian tegang begitu?Aku sudah tahu semuanya mengenai hubungan kalian. Danil's benar tidak seharusnya aku menentang hubungan kalian."
"Elektra?Kau?" Mata Hartβs berkaca-kaca menatap sendu kearah adiknya, dia tidak percaya Elektra akan menerima hubungannya semudah ini.
Elektra mengandeng tangan Hart's, mencium lembut pucuk tangan Hart's. Ada sepercik perasaan bersalah karena pernah egois ingin memiliki Hart's seutuhnya.
"Kakak? Maafkan aku? Tidak seharusnya aku bersikap egois padamu. Aku adik yang buruk bukan? Seharusnya aku memikirkan kebahagianmu, tapi lihat apa yang aku lakukan? Aku bukannya memberikanmu kebahagian mala justru menenatang keras perasaanmu pada Shena."
Hart's menarik Elektra kedalam pelukkannya, menepuk pelan pundak Elektra. "Hei kau dan Seville adalah adik yang baik. Kakak tidak marah ataupun menyalahkan kalian untuk hal ini, kakak tahu kalian berdua sangat mencintai ku dan kakakΒ bisa mengerti itu. Sudah jangan menangis lagi, kau tidak malu menangis diusiamu yang sekarang? Astaga lihatlah ingusmu sampai mengotori pakaian ku."
Elektra memukul pelan dada Hart's, Hart's dan Shena hanya tertawa melihat kelakuan Elektra yang menurut mereka mengemaskan.
"Aku akan melarangmu berkencan dengan Shena jika kau terus mengodaku."
πππππ
Elshe dan Seville menikmati waktu luang mereka di restorant milik dragon, tiba-tiba saja Rebeca datang mengampiri mereka berdua dan langsung menampar Elshe.
Semua orang yang sedang menikmati makan siang disana mengalihkan perhatian mereka pada ketiga wanita itu. Seville hendak berdiri dari tempatnya namun Elshe menahannya untuk tetap diam.
"Dasar wanita murahan. Kenapa? Apa karena tidak ada pria yang menyukaimu lagi sampai-sampai kau merusak hubungan orang lain?"
Baik Elshe maupun Seville saling bertatapan heran, mereka tidak mengerti maksud perkataan Rebeca. Tidak ada satupun diantara mereka yang mengenal Rebeca, lalu kenapa wanita ini menghakimi Elshe tanpa Elshe ketahui kesalahannya dimana.
"Apa-apaan kau ini? Tiba-tiba datang dan menampar orang lain seperti ini." Seville emosi melihat wanita tidak dikenal tiba-tiba datang dan menampar saudaranya. Meskipun dia dan Elshe selalu bertengkar tetap saja Elshe adalah saudaranya dan dia tidak bisa terima jika ada orang lain yang menyakiti saudaranya.
"Temanmu pantas untuk ditampar." Rebeca menujuk Elshe dengan jarinya.
"Nona, aku tidak mengerti kau ini bicara apa. Aku bahkan tidak mengenalmu." Elshe bingung harus bereaksi seperti apa, sekeras apapun dia mengingat sosok Rebeca tetap dia tidak menemukan jawabannya. Dia sama sekali tidak mengenal Rebeca.
"Jangan pura-pura tidak mengerti. Aku tidak akan membiarkanmu merebut tunanganku."
"Hah? Tunangan? Apa maksudmu?" Dengan wajah blank Elshe menatap Sevile menuntut penjelasan.
Seville hanya mengherdikkan bahunya. Jujur saja Elshe semakin tidak mengerti dengan arah pembicaraan Rebeca, seumur-umur dia tidak pernah terlibat masalah dengan pria apa lagi tunangan wanita lain.
"Fernando?Jauhi Fernando"
Mereka berdua ingin tertawa mendengar nama Fernando dibawa-bawa oleh Rebeca, namun mereka berdua menahannya. Mereka tidak ingin wanita gila ini semakin marah melihat mereka tertawa.
"Fernando tunaganku! Aku tidak akan membiarkan wanita murahan sepertimu merebut Fernando dariku." Rebeca hendak melayangkan tangannya kewajah Elshe namun Seville lebih dulu menangkap tangan Rebeca dan langsung melintir tangan Rebeca membuat Rebeca berteriak kesakitan. "Aww!!****! Apa yang kau lakukan. Lepaskan tanganku, ******!"
Seville melepaskan tangan Rebeca lalu mendorong tubuh Rebeca menjauh darinya dan Elshe. "Fernando meninggalkanmu bukan karena Elshe ataupun karena wanita lain. Tapi karena Fernando sadar wanita siluman sepertimu tidak pantas untuknya. Kau tidak akan bisa membuatnya bahagia. Seharusnya kau intropeksi dirimu apa yang membuat Fernando meninggalkanmu bukan mencari orang lain untuk disalahkan."
"Fernando milikku. Wanita ini yang?"
Seville menarik nafas kasar dan kemudian menampar wajah Rebeca. "Itu untuk saudaraku. Dengar nona, Fernando bukan milik siapa-siapa. Dia berhak memilih pasangannya sendiri. Aku bersyukur Fernando meninggalkan wanita gila seperti dirimu."
"Kau? Aku akan membalas perbuatanmu." Rebeca bergegas meninggalkan mereka berdua.
πππππ
Elshe dan Seville tertawa mengingat kejadian yang baru saja mereka alamai tadi dikafe dragon. Semua anggota dragon yang melihat mereka hanya menganggap mereka berdua sudah gila tertawa seperti itu. Mereka berdua berjalan menuju taman dragon.
"Wanita itu sudah gila, bisa-bisanya dia menuduh orang seperti itu. Mana mungkin aku menyukai Fernando." Elshe meneguk americano yang ada ditangannya.
Elshe akui kalau Fernando itu tampan tapi dia tidak pernah menyukai Fernando bahkan berpikir untuk menyukainya saja tidak pernah.
"Tapi tadi itu lucu juga. Haha. Aku tidak bisa bayangkan kalau kau dan Fernando menjadi sepasang kekasih." Elshe merotasikan matanya malas mendengar ucapan Seville.
"Aeish. Kau ini bicara apa eoh?Aku tidak mungkin menyukainya. Aku tidak habis pikir wanita secantik dirinya kenapa mau mempertahankan pencundang seperti Fernando? Apa dia memiliki kelainan?"
"Mungkin karena Fernando memiliki sesuatu yang tidak dimiliki oleh pria lain."
"Aku rasaΒ kau benar. Mengingat Fernando bisa memperlakukan wanita dengan baik tidak seperti pria pada umumnya."
Alan yang saat itu melintas disana, menghentikan langkahnya saat melihat mereka berdua tertawa lepas seperti itu. Seville yang melihat Alan bersembuyi dibalik pohong langsung mengoda Elshe.
Seville ingin tahu reaksi Alan saat dia tahu kalau Elshe menyukai pria lain, "Hey. Benar kau tidak menyukai Fernando?"
"Yak Seville! Aku tidak menyukai Fernando. Pria yang ku sukai itu adalah Alan bukan Fernando."
Baik Seville maupun Alan, mereka berdua sama-sama terkejut mendengar pengakuan Elshe. Bukan ini yang Seville harapkan, Seville menyesal telah menanyakan pertanyaan bodoh itu membuat Alan mendengar pengakuan Elshe tanpa sengaja. Melihat Seville memperhatikannya buru-buru Alan bergegas pergi dari tempat itu.
...πππ...
Hart's melihat Elshe menyendiri ditepi kolam renang. Hart's memberikan selimut tebal pada Elshe menutupi tubuh gadis itu agar tidak kedinginan. "Angin malam tidak baik untuk kesehatan."
"Kakak?"
"Sudah malam kenapa kau masih belum tidur?" Hart's mengambil tempat disisi kanan Elshe. "Kakak minta maaf karena sudah membohongimu selama ini."
"Seharusnya kakak minta maaf pada Elektra juga Seville. Merekalah yang sudah kakak sakiti bukan aku. Jujur saja berat bagiku menerima kebenaran ini, tapi aku tidak bisa mengubah keadaan. Aku hanya bisa menerima tanpa melakukan apapun." lirih Elshe tersenyum menatap Hart's lalu dia kembali menatap langit malam.
"Kakak tahu apa yang kakak lakukan ini salah.Kakak? Tidak seharusnya kami menyembunyikan kebenaran ini dari kalian bertiga. Kami tidak mempunyai pilihan lain selain membohongi kalian."
"Aku mengerti Kak." buru-buru Elshe mengenggam tangan Hart's. Elshe memang kecewa dengan cara Hart's dan keluarganya dalam melindunginya. Tapi hatinya tidak ingin mendengar Hart's menyalahkan dirinya. "Sungguh aku tidak menyalahkan kalian atas hal ini. Terkadang kita harus melukai perasaan orang yang kita cintai untuk melindunginya. Aku atau siapapun akan melakukan hal yang sama jika berada diposisi seperti kakak."
"Kau tidak membenci kami?"
Elshe tersenyum kecil menatap Hart's. "Apa itu yang kakak inginkan mh?Aku ingin sekali membenci kalian, jika aku bisa melakukannya. Kakak, kita akan berjuang bersama-sama menghadapi segala kemungkinan buruk yang akan terjadi jadi aku mohon jangan merasa bersalah padaku untuk ini."
To Be Continued ....