DRAGON

DRAGON
Chapter 25 : Pertunagan Hart's dan Shena



Satu persatu mobil mewah memasuki perkarangan rumah Tuan Gerald, semua kalangan baik dari anggota dragon, pembisnis maupun anggota politik mulai mendatangi kediaman Tuan Gerald untuk menghadiri pesta yang diadakan oleh ketua mafia besar itu.


Sevile nampak malas melangkah kedalam kediamannya, dia sama sekali tidak ingin menghadiri pesta membosankan seperti ini tapi dia tidak punya pilihan lain selain menghadirinya. Sevile berpapasan dengan Alan saat hendak bergabung bersama orang tuanya, dia bahkan sengaja menghindari kontak mata dengan Alan.


"Kau ini dari mana saja eoh.? Pestanya sudah mau dimulai?" Nyonya Andin menepuk pelan bahu Sevile.


"Aku datang tepat waktu, tante." ujar Sevile pelan.


"Tuan-tuan, Nyonya-nyonya mohon perhatiannya sebentar." semua tamu menghentikan kesibukan mereka dan memusatkan perhatian mereka pada Tuan Gerald. "Pesta ini diadakan khusus untuk putra kami Hart's. Malam ini adalah malam istimewa bagi keluarga besar kami, dimana putra satu-satunya keluarga ini telah menemukan wanita yang akan menjadi pendamping hidupnya dan wanita itu adalah Shena."


Semua tamu yang ada disana langsung bertepuk tangan menyambut kedatangan Shena dan Hart's termasuk Charles dan Celvin. Sevile berdesak kesal melihat semua orang menyambut pasangan kekasih itu dengan senyuman hangat.


Shena dan Hart's membungkukkan badan mereka memberi hormat pada semua tamu yang hadir disana, semua orang menghampiri mereka sekedar memberi selamat pada mereka kecuali Sevile. Sevile terlihat seperti pemeran antagonisnya disini.


"Shena, wanita yang tepat untuk menjadi pendamping putra kita. Hart's memang pintar memilih pasangan." senyuman diwajah Nyonya Hanna tidak pernah pudar, sejak tadi wanita paruh baya itu terus tersenyum menatap kearah Hart's dan Shena.


"Melihat mereka membuatku mengingat masa muda kita dulu. Hart's sangat mencintai Shena, tidak ada alasan bagiku untuk menentang hubungan mereka. Lagi pula sudah saatnya Hart's memikirkan hidupnya." Tuan Gerald menarik Nyonya Hanna kedalam pelukkannya.


Nyonya Andin yang melihat Sevile menyendiri bergegas mendekatinya, Nyonya Andin tahu kalau Sevile tidak bisa menerima hubungan Hart's dan Shena. "Sevile, kau tidak ingin memberikan ucapan selamat pada mereka?"


Sevile mendesis kesal mendengar perkataan Nyonya Andin. Selamat? Yang benar saja apa tantenya ini tidak bisa melihat situasi? Apa wajahnya tidak cukup menjelaskan kalau dia tidak menyetujui hubungan mereka.


"Memberikan selamat atas hubungan yang tidak aku sukai. Aku tidak menyukai hubungan mereka jadi untuk apa aku memberikan ucapan selamat?"


"Sevile apa yang kau bicarakan?"


"Tante, aku tidak suka melihat mereka bersama. Kalian nikmati saja pestanya."


Sevile menjatuhkan gelas yang ada diatas meja dengan sengaja membuat belasan pasang mata mengarah padanya. Sevile menaikkan bahunya ketika melihat Nyonya Hanna menatap tidak suka kearahnya dan bergegas meninggalkan tempat itu.


Dia sama sekali tidak perduli dengan tatapan sendu Hart's, dengan kasarnya Sevile menabrak bahu Shena. Nyonya Hanna yang melihat hal itu langsung mendekati Shena menariknya menjauh dari keramaian.


"Kau menangis dimalam bahagiamu sendiri?" Nyonya Hanna menghapus air mata Shena.


"Hart's apa tidak sebaiknya kita sudahi saja hubungan kita?" Hart's dan Nyonya Hanna tersentak mendengar ucapan Shena.


"Apa yang kau katakan hah? Kita bahkan belum berjuang dan kau sudah menyerah semudah ini?" Hart's mengusap kasar wajahnya.


"Kau akan kehilangan hidupmu jika kita tetap bersama. Adik-adikmu adalah hidupmu dan aku tidak mau kau kehilangan hidupmu karena aku." Shena mulai terisak mengingat Sevile yang tidak bisa menerimanya.


"Dengar nak, kau tidak bisa meninggalkan putraku begitu saja." Nyonya Hanna mengangkat dagu Shena, memaksa Shena untuk menatap matanya. "Percayalah putriku menerimamu hanya saja dia butuh waktu untuk saat ini. Kami semua tidak bisa selamanya menemani Hart's untuk itu kami ingin kau selalu berada disisi putraku. Aku akan bicara padanya, kau tidak perlu meninggalkan putraku hanya kerana ini. Putriku bukan gadis yang jahat, percayalah.”


🍁🍁🍁🍁🍁


Danil's menghampiri Elektra yang tersenyum melihat kebahagian Hart's juga Shena. "Kau senang melihat mereka bahagia?"


"Tentu saja. Aku menyesal tidak melepaskan kakak untuk Shena dulu. Kau benar hanya Shena yang bisa membuat kakakku bahagia."


"Sepertinya kebahagian mereka belum sempurna." Danil's menyadarkan tubuhnya pada tembok yang ada dibelakangnya. "Sevile masih belum bisa menerima Shena."


"Kami sangat menyayangi kakak, sulit bagi kami melepaskan kakak untuk orang lain. Sevile hanya butuh waktu untuk menyakinkan perasaanya bahwa dia melepaskan kakak pada orang yang tepat."


Danil's tersenyum memandangi wajah Shena. "Kau sudah banyak berubah. Sekarang kau bukan lagi putri kecil yang manja. Kau sudah bisa mengunakan otakmu dengan baik."


"Apa kau bilang?" Elektra menatap nyalang pada Danil's. Namun Danil's sama sekali tidak perduli dengan tatapan tajam yang Elektra layakan padanya. "Jadi maksudmu selama ini aku tidak bisaΒ  mengunakan otakku dengan baik. Itu maksudmu hah?"


"Ya. Memang begitu kenyataannya. Kau hanya memikirkan dirimu sendiri."


"Owh ya. Apa kau pikir kau pria yang baik hah? Kau bahkan tidak bisa menemukan wanita yang pantas kau jadikan pendamping hidupmu. Aku yakin tidak akan ada wanita didunia iniΒ  yang mau menyerahkan hidupnya untuk hidup bersama pria brengsek sepertimu."


"Kau? Aeish. Seharusnya aku tidak menemui tadi. Wanita sepertimu juga tidak akan ada pria yang rela hidup denganmu."


"Kau?"


"Lihatlah dirimu? Kau tidak memiliki sesuatu yang bisa dibanggakan, selain wajah cantikmu ini. Jika ada laki-laki yang tertarik padamu, aku yakin dia hanya tertarik pada uang dan kekuasaan keluargamu bukan karena benar-benar mencintai wanita sepertimu."


Elektra tidak bisa menahan emosinya lagi, tanpa pikir panjang Elektra langsung mendaratkan pukulan kewajah Danil's, semua orang yang berada tidak jauh dari mereka spontan mengalihkan perhatian mereka ketika mendengar suara teriakan Danil's termasuk sahabat-sahabatnya.


"Yak! Kau ini seorang wanita tidak seharusnya kau mengunakan tinjumu untuk melukai laki-laki." Danil's mengumpat kesal membersihkan darah yang keluar dari hidungnya.


"Laki-laki brengsek sepertimu pantas mendapatkannya, huh aku bisa membunuhmu jika terlalu lama melihat wajah menjijikanmu." Elektra bergegas meninggalkan Danil's bahkan Ia sama sekali tidak mengubris orang-orang yang memanggilnya.


"Argh sialan!!!" teriak Danil's "Dasar wanita barbar. Tidak akan ada pria yang akan menyukai wanita barbar sepertimu. Kau sama gilanya seperti ayahmu."


"Hei kau cari mati ya?" Fernando memukul pelan bahu Danil's kemudian memaksa Danil's untuk menoleh kebelakang. Oh shitt! Danil's menelan salivanya melihat Tuan Gerand menatap tajam padanya.


"Kenapa kau tidak menghentikan ku, brengsek?" biisk Danil"s


To Be Continued ....