
Alan menemui Seville yang melamun seorang diri ditepi kolam ikan, Alan melihat raut kesedihan diwajah gadis keras kepala itu. Alan mengerti dengan posisi Seville saat ini, kakek dan nenek selalu mendesak mereka untuk segera menikah. Tapi mereka berdua berusaha menolak keinginan kedua orang tua itu.
“Kau masih memikirkan ucapan orang tua itu?”
“Alan? Aku tidak mau menikah, menjadi seorang istri dari pria sepertimu.”
“Tidak ada yang memintamu untuk menjadi istriku selain orang tua itu.”
“Walau apapun yang terjadi aku tidak mau menikah. Apa tidak ingin menjadi seorang istri apa lagi seorang ibu diusia semuda ini. Aku tidak mau.”
“Apa?Huh," Alan mencengkram bahu Seville. ”Apa kau sudah gila? Kau ingin membunuh anakmu sendiri? Aeish. Kau tidak boleh membunuh bayi ini. Jika kau tidak menginginkannya aku yang akan membesarkan bayi ini.”
Untuk pertama kalinya dimata Seville, Alan terlihat begitu menyeramkan bahkan Alan lebih menyeramkan dari Elektra yang sedang marah. Seville mendorong Alan, menatap sinis kedalam mata pria itu.
“Kau ini bicara apa? Aku tidak mengandung anakmu. Aku ingat dengan baik kita tidak melakukan apapun malam itu.”
“Hh. Se-moga saja,” Ponsel Alan berdering kencang, Alan segera menerima panggilan telfon yang masuk. "Apa? Baiklah. Aku akan segera kesana.”
“Alan ada apa? Apa yang terjadi?”
🍁🍁🍁🍁🍁
Seville belari mengejar Alan yang belari disepanjang koridor rumah sakit, mereka mencari ruangan dimana Elshe dirawat. Alan memperhatikan raut wajah semua orang yang ada disana.
“A-apa yang terjadi? Bagaimana keadaan Elshe?”
“Dokter sedang menanganinya. Sebaiknya kau tenangkan dirimu dulu," tutur Danil’s
Seorang dokter keluar dari dalam ruangan UGD menemui mereka.
“Bagaimana keadaannya,Dokter?” tanya Hart’s
“Pasien mengalami pendarahan yang cukup hebat. Kami harus segera melakukan operasi. Maaf apa diantara kalian ada suaminya?" kata Dokter
“Saya suaminya," Fernando mendekati dokter itu. "Apa sesuatu terjadi pada istriku?”
“Maaf tuan kami tidak bisa melakukan operasi sebelum anda memutuskan. Kami tidak bisa menyelamatkan istri dan bayi anda. Untuk itu kami-" Fernando mencengkram kera dokter itu dan memukulnya.
“Fernando tenangkan dirimu!” Hart’s menjauhkan Fernando
“Hart’s katakan pada dokter itu untuk menyelamatkan mereka berdua. Ak-u ingin mereka berdua tetap hidup," teriak Fernando
“Istri anda tidak memiliki banyak waktu. Anda harus segera memutuskannya tuan.”
“Se-lam-atkan Istri ku.”
Fernando menjatuhkan tubuhnya dilantai, menangisi nasib buruk yang menimpa bayinya. Fernando harus membuat keputusan berat dalam hidupnya, selama ini Fernando dan Elshe begitu menantikan kehadiran anak mereka tapi hari ini semua keinginan itu hanya tinggal kenangan. Fernando harus merelakan bayinya demi keselamatan sang istri. Sementara itu didalam ruangan kerja Tuan Glend.
“Kau masih disini?”
“Berada disini jauh lebih baik.”
“Saat ini putrimu sedang kritis dirumah sakit. Pergilah temui putrimu.”
“Untuk apa? Anak itu sudah memutuskan untuk pergi meninggalkanku. Apapun yang terjadi padanya bukan merupakan tanggung jawabku lagi.”
“Sebatas inikah kasih sayangmu padanya? Putrimu sedang berjuang melawan kematian. Dia baru saja kehilangan bayinya. Seharusnya kau tidak mengadopsinya jika hanya untuk membuatnya menderita.”
“Kau bicara mengenai keperdulian seorang ayah pada putrinya. Kau sendiri bukan ayah yang baik. Kau bahkan tidak tahu dimana Elektra berada.”
“Percuma saja bicara denganmu. Kau tidak akan pernah mengerti perasaan seorang putri dan tugas seorang ayah karena kau tidak memiliki putri!" Tuan Gerald beranjak dari tempat duduknya.
“Tugas seorang ayah adalah melindungi putrinya. Kau sendiri telah gagal menjalankan kewajibanmu sebagai ayah. Kau tidak bisa menyelamatkan putrimu sebelas tahun yang lalu.”
Tuan Gerald mengumpal tangannya mendengar ucapan Tuan Glend. "Ya. Aku menyesal tidak bisa menyelamatkan putriku dulu karena itulah aku akan menjaga putriku dengan baik. Aku akan melindungi mereka sekuat tenagaku untuk menebus kesalahanku sebelas tahun yang lalu.”
🍁🍁🍁🍁🍁
“Kerja yang bagus Gemo .Aku tidak salah mempercayai mu dalam hal ini.” Celvin melingkari foto musuh-musuhnya yang ada diatas meja kerjanya. "Andin, Anna, Elektra, Elshe dan bayinya. Satu persatu berhasil kita permainkan. Haha. Danil’s dan Hart’s sasaran kita selanjutnya.”
“Pantas saja. Aku tidak heran ayahmu begitu menyesal memiliki anak sepertimu. Kau begitu bodoh dan gegabah. Di dalam teknik berperang, kita jangan memasuki arena lawan karena itu sangat berbahaya. Kitalah yang harus membawa musuh keluar dari wilayahnya. Kita akan menyerang mereka melalui orang yang mereka cintai, membuat perasaan mereka terluka sampai mereka sendiri yang akan memutuskan untuk mati.”
“Bagaimana dengan Elektra. Apa yang akan kita lakukan padanya?"
“Itu urusanku. Kau selesaikan saja bagaianmu.” Gemo membisikkan sesuatu ketelinga Celvin. "Aku akan menemuinya. Gemo kau awasi orang ini.”
Celvin bergegas meninggalkan mereka, melihat kepergian Celvin timbul niat jahat diotak Charles untuk menyakiti Elektra. Charles masuk kedalam kamar Elektra. Elektra sangat ketakutan melihat kemunculan Charles.
“Mau Apa kau? Jangan medekat! Menjauh dariku. Jangan sentuh aku.”Elektra berteriak ketika charles hendak menyentuhnya. Celvin mendobrak pintu kamar Elektra.
“Apa yang kau lakukan? Aku menyuruhmu untuk mengawasinya.” Celvin menampar Gemo. "Bawa keluar bajingan ini.”Gemo menyeret charles keluar dari dalam kamar.
"Elektra kau baik-baik saja?”
“Ya.
...🍂...
...🍂...
...🍂...
“Jadi maksud dokter istri saya tidak akan bisa hamil lagi?”
“Ya. Rahim istri anda mengalami masalah yang serius. Istri anda tidak akan bisa hamil walaupun bisa itu hanya akan membahayakan nyawanya.”
Fernando menenangkan dirinya. ”Bagaimana dengan tubuhnya yang lain? Tidak ada masalah yang serius pada organ tubuhnya.”
“Sebagai dokter aku harus mengatakan yang sebenarnya pada pasien. Terus terang saja selain tidak bisa mengandung, istri anda juga tidak bisa berjalan lagi.”
“Apa?” Fernando teringat akan kejadian yang menimpa istrinya.
“Aku harus mengatakan yang sebenarnya pada anda Tuan. Kaki istri anda mengalami kelumpuhan akibat pukulan keras pada kakinya. Anda harus mengatakan ini pada istri anda.”
“Apa suatu saat nanti istri saya bisa berjalan lagi? Apa dia akan bisa mengandung?" lirih Fernando
“Kemungkinan besar ya. Dunia kedokteran sudah berkembang pusat dengan berbagai teknologi canggih. Asalkah kalian terus berusaha melakukan pengobatan secara rutin. Semaunya bisa mungkin terjadi. Saat ini kita hanya bisa mengharapkan akan ada sebuah keajaiban yang akan membantu istri anda.”
Fernando berjalan dengan langkah gotai menuju kamar istrinya, air matanya terus berjatuhan tanpa henti. Fernando menemui Danil’s didalam ruangan dimana Elshe dirawat inap, Fernando mengenggam jemari tangan Elshe.
“Apa yang dokter katakan?"
“Elshe tidak akan bisa hamil dan berjalan dengan kakinya lagi. Aku tidak tahu akan mengatakan apa saat dia bangun nanti. Elshe mungkin akan membenciku.”
“Elshe bukan orang seperti itu.”
“Aku sudah membunuh bayiku sendiri, membuat istriku lumpuh. Aku tidak bisa melindungi mereka.”
“Menyalahkan dirimu sendiri tidak akan mengubah apapun. Semua sudah terjadi. Aku mengerti perasaanmu.”
“Kau sama sekali tidak mengerti.” teriak Fernando. ”Kau sama sekali tidak mengerti Danil’s. Kau tidak bisa merasakan betapa terlukannya perasaanku melihat istriku seperti ini. Kehilangan Bayi kami. Aku berusaha untuk menjadi ayah yang baik untuk anak kami nanti, tapi sekarang semuanya sudah tidak ada gunanya lagi. Sampai kapanpun aku tidak akan bisa menjadi seorang ayah. Aku tidak akan pernah bisa memiliki seorang anak.”
“Fernando?” Danil’s melangkah keluar dari ruangan, meninggalkan Fernando yang menangis histris meratapi nasib buruk istrinya. Danil’s menjatuhkan dirinya dilantai rumah sakit yang dingin, mendengar isak tangis Fernando membuat hatinya ikut terluka dan tanpa Ia kehendaki air mata membasahi wajahnya.
🍁🍁🍁🍁🍁
Tarrrrr...Tuan Glend menampar Celvin. Celvin menatap sinis pada Tuan Glend. "Brengsek kalian. Aku akan membunuh kalian jika sampai terjadi sesuatu pada putriku. Aku tidak mengeluarkan perintah untuk mencelakai putriku. Kau bertindak diluar sepengetahuanku.”
“Kenapa kau begitu mencintainya. Kau bisa membunuh adik kandungmu sendiri demi ini semua tapi kenapa kau tidak bisa membunuh putrimu. Dia bahkan bukan darah dagingmu jadi untuk apa kau mempertahankannya?”
“Tutup mulutmu!”
“Elshe adalah adik kandung Alan. Putri musuhmu sendiri, putri dari orang yang kau bunuh dengan kejam. Semua yang ku lakukan untuk kemenangan kita. Kau harus bisa melepaskannya untuk sebuah kemenangan ini.”
“Uh. Lakukan saja apa yang ingin kau lakukan. Jika terjadi sesuatu padamu jangan membawaku masuk kedalam masalahmu. Kau atasi sendiri segala kemungkinan buruk yang akan terjadi nanti.”
To Be Continued ...