DRAGON

DRAGON
Chapter 45 : Kebenaran penghianat



Seville dan elektra menemui kakak mereka dikantor


polisi. Nyonya Hanna segera memeluk elektra begitu melihat kedatangan putrinya.Harts tersenyum kecil memperhatikan mereka dari balik jeruji besi.


“Harts apa yang terjadi padamu.?Kenapa kau bisa ada disini.”


“Mami jangan khawatir.Semuanya akan baik-baik saja. Sedikit terjadi kesalah pahaman disini.”Harts membelai wajah nyonya Hanna. "Aku akan segera keluar dari sini. Lagi pula mereka tidak bisa menahan ku tanpa


membuktikan heroin itu milikku atau bukan.”


“Bagaimana mami tidak khawatir denganmu.”


“Mami? Aku akan segera keluar dari sini setelah polisi


meriksaku. Aku tidak bersalah. Heroin itu bukan milikku. Mereka tidak bisa mengurungku disini.”


Seville tidak sengaja melihat pria yang bersama Alan yang dia temui dirumah kakek dan nenek. Seville meninggalkan mereka dan mengikuti kemana pria itu pergi.


“Shena tolong jaga ketiga wanita ini," Hart's tersenyum kearah Shena


“Aku akan menjaga mereka dengan baik.Jaga dirimu dengan baik selama disini," tutur Shena


“Dan kau Elektra? Jangan pernah pergi lagi meninggalkan


kami. Kau harus menjaga dan merawat mami selama kakak disini.”


“Ya”


“Pulanglah. Aku akan baik-baik saja disini, kalian jangan mencemaskan ku.”


🍁🍁🍁🍁🍁


Elshe menanggis memperhatikan kamar untuk bayinya. Kamar ini mereka sendiri yang merancangnya untuk menyambut kelahiran anak pertama mereka. Fernando yang saat itu baru pulang mencari elshe diseluruh ruangan yang ada disana. Fernando melangkah masuk kedalam kamar bayinya menemui sang istri yang sedang menanggis seorang diri.


“Maafkan aku?”


“Kamar ini sama sekali tidak berguna.”


“Elshe maafkan aku? Aku gagal menjadi suami sekaligus ayah yang baik. Aku tidak bisa melindungi kalian berdua.”


“Tidak Fernando! Akulah yang salah, kalau saja waktu itu aku mendengarkanmu mungkin bayi kita masih hidup.”


“Walaupun begitu kesalahan terbesar ada padaku.”


“Bukankah kaun masih memiliki Rebeca," Elshe menghapus air matanya,tersenyum pada suaminya. ”Rebeca sangat mencintaimu. Menikahlah dengannya.”


“Bicara apa kau ini?" bentak Fernando. ”Aku yang membuatmu lumpuh, membuatmu kehilangan bayi kita. Aku yang membuatmu tidak bisa mengandung seperti wanita normal lainnya, membuat kau tidak bisa menjadi seorang ibu. Aku juga yang membuat hidupmu menderita mana mungkin aku bisa pergi meninggalkanmu.”


“Fernando kau pernah mengatakan padaku kalau kau sangat menginginkan seorang anak. Aku tidak bisa memberikan anak padamu. Rebeca? Rebeca adalah wanita yang bisa memberikan seorang anak padamu.”


“Diam! Aku bilang diam. Aku tidak mau mendengar apapun dari mulut mu!" Fernando membanting semua mainan yang ada didekatnya membuat Elshe menanggis. ”Aku hanya ingin memiliki anak darimu bukan dari wanita lain. Semua ini karna bajingan itu, aku akan membalas perbuatan mereka.”


Elshe menarik tangan Fernando. ”Aku mohon jangan pergi? Aku sudah kehilangan bayiku. Aku tidak ingin kehilangan suamiku. Aku tidak ingin kehilangan suami yang aku cintai.”


“Elshe?”


“Aku mohon Fernando jangan pergi! Lupakan balas dendam itu. Aku hanya ingin hidup tenang bersamamu.”


“Aku tidak akan pergi meninggalkanmu. Aku janji akan selalu berada disisimu. Maafkan aku? Aku tidak bisa menepati janjiku untuk mebahagiakanmu.”


“Fernando? Aku tidak pernah menyalahkanmu, jadi berhentilah meminta maaf padaku.”


🍁🍁🍁🍁🍁


“Alan?” Seville terkejut melihat pria itu menemui Alan. Tuan Victor memukul Alan. "Apa yang kau lakukan hah? Kau membebaskan mafia itu.”


“Hart's tidak bersalah sama sekali. Heroin itu bukan miliknya!” Alan menatap tajam kedalam mata Tuan Victor "Kenapa? Kenapa paman begitu ingin mereka menekam dalam penjara? Kenapa paman?”


Tuan Victor menampar wajah Alan, "Lancang sekali kau


bicara. Tugasmu untuk menangkap mafia-mafia itu bukan membiarkannya berkeliara bebas.”


“Tugasku bertentangan dengan keinginan paman. Aku seorang polisi kewajibanku melindungi bukan malah sebaliknya. Lagi pula tugasku menyelidiki dragon bukan menangkap mereka seperti seekor burung.”


Seville muncul ditengah-tengah mereka,kemudian menampar wajah Alan.


"Seville!"


“Jadi selama ini kau menipu kami semua. Kau menghianati kakak juga dragon? Kau memerankan peranmu dengan sangat sempurna!" teriak Seville


“Seville semua ini tidak seperti yang kau pikirkan.”


“Lalu seperti apa?”


Kebohongan satu persatu terbongkar dengan sendirinya. Seville pergi meninggalkan alan bersama Tuan Victor. Sementara itu dragon berhasil menangkap Charles. Danil's memukul Charles yang sedang dalam keadaan terikat.


“Ketua, kenapa aku diperlakukan seperti ini?”


“Jawaban itu akan segera kau dapatkan!" Tuan Gerald mengambil besi panas dan menusuknya kepaha Charles. "Apa kau lupa hukuman apa yang akan dragon berikan pada penghianat? Berani sekali kau menghiantai dragon dan menyakiti Elektra.” Tuan Gerald menekan besi itu membuat charles berteriak kesakitan.


"Penghianat?” Charles tertawa mendengar ucapan Tuan Gerald. ”Penghianat yang seharusnya kalian singkirkan adalah Alan bukan aku!"


Danil's memukul wajah charles, ”Berani sekali kau melempar kesalahanmu pada Alan!"


“Haha. Danil's kau begitu bodoh! Kau tidak bisa melihat keburukan sahabatmu sendiri.”


“Kau?”


“Danil's hentikan!" Hart's mendekati Danil's


“Harts? Kau sudah bebas?" Denil's memeluk Hart's dengan erat.


“Ya. Ada sesuatu yang lebih penting dari ini. Ikut aku.”


“Baiklah.”


“Kita harus segera menyelesaikan semuanya. Beritahu


Fernando.”


To Be Continued ...