DRAGON

DRAGON
Chapter 26 : Maafkan Aku



Satu bulan telah berlalu sejak Seville mengetahui fakta mengenai hubungan Hart's dan Shena. namun hingga saat ini, Seville masih belum bisa menerima kehadiran Shena dalam hidupnya, setiap kali bertemu dengan Shena baik dirumah maupun di dragon dia selalu bersikap dingin padan Shena.


Seville bahkan tidak ingin berbicara pada Hart's atau pada siapapun yang membahas mengenai Hart's dan Shena. Sikap diam Seville bukan karena dia tidak setuju mengenai hubungan mereka tapi karena rasa takutnya. Seville takut Hart's akan pergi menjauh darinya, Seville takut Shena bukanlah wanita yang tepat untuk kakaknya. Seville hanya takut Hart's disakiti oleh Shena dan sebagai seorang adik tentu dia tidak akan suka melihat kakaknya disakiti.


Alan ingin membantu Hart's mendapatkan restu dari Seville, untuk itulah Alan berusaha kerasΒ  mendekati Seville dan bicara baik-baik padanya. Alan memaksa Seville untuk menemaninya belanja, seharian ini Seville benar-benar lelah menemani Alan berbelanja.


Bagaimana dia tidak lelah jika Alan terus menariknya keluar masuk toko seperti hewan peliharaannya. Seville hanya mengelengkan kepalanya melihat semua belanjaan Alan yang menurutnya tidak berguna sama sekali. Setelah memastikan semua yang dicarinya telah ada, Alan membawa Seville masuk kesebuah kafe.


Seville menendang pelan bingkisan yang ada dibawah kakinya,"Uh bagus sekali. Kau menyeretku seperti peliharaanmu hanya untuk membeli barang-barang aneh dan tidak berguna seperti itu cih."


"Ini semua sangat penting tahu." Alan menjauhkan belanjaannya dari Seville sebelum Seville menghancurkan semuanya.


"Apa pentingnya benda itu untukku?" Seville bersedekap dada, menaikan alisnya.


"Bukan untukmu tapi untuk Elshe."


Seville tersentak mendengarnya, dadanya terasa sesak mendengar Alan menyebut nama Elshe namun sebisa mungkin Seville menjaga raut wajahnya menutupi rasa tidak sukanya. Seville pikir Alan membeli semua ini untuknya, untuk memberi kejutan padanya. Ternyata?


"Besok adalah hari ulang tahunnya. Aku ingin membuat kejutan untuk Elshe."


"Kau menyukainya?"


"Tentu saja aku menyukainya."


Seville mengenggam erat ujung pakaiannya, rasa sesak didadanya semakin terasa sakit saat mendengar jawaban yang keluar dari mulut Alan. Seville tersenyum mencoba menyembunyikan perasaan cemburunya.


"Baiklah karena ini untuk Elshe. Aku akan membantumu mempersiapkan pesta kejutan untuknya."


"Apa kau tetap pada pendirianmu?" Alan menggigit bibir bawahnya, mengatur laju nafasnya dan mencari kata-kata yang tepat tanpa membuat wanita itu marah. "Shena dan Hart's saling mencintai."


Seville meletakkan alat makannya. Jujur saja Seville lelah semua orang memburunya, selalu memaksanya untuk menerima hubungan Hart's dan Shena.


"Aku bukan tidak merestui hubungan mereka. Aku hanya tidak ingin kehilangan kakak."


"Hubungan antara kakak dan adik tidak akan pernah putus. Selamanya kau akan tetap menjadi adiknya."


"Aku tahu!"


"Apa kau menyanyangi Hart's?"


"Pertanyaan macam apa itu? Tentu saja aku menyanyanginya." Seville mulai kehilangan kesabaran, hanya karena dia tidak menerima hubungan Hart's dan Shena bukan berarti dia tidak menyayangi Hart's sama sekali.


"Kalau benar begitu biarkan Hart's bersama Shena. Hanya Shena kebahagian Hart's, Jangan membuat Hart's berada diposisi serba sulit seperti ini. Hart's tidak bisa memilih salah-satu dari kalian. Kau kehidupannya tapi Shena adalah okseigennya. Hart's membutuhkan oksigen untuk bertahan hidup. Tidakkah kau mengerti mengenai itu?"


Alan meraih tangan Seville, digenggamnya tangan kecil itu. Alan memberikan pengertian pada Seville bahwa sampai kapanpun Hart's akan tetap menjadi kakaknya. Hart's tidak mungkin meninggalkannya hanya kerena dia mencintai wanita lain.


🍁🍁🍁🍁🍁


Seville menghentikan langkahnya, dia terlihat ragu untuk bertemu dengan Shena. Alan yang menyadari ketakutan Seville berinisiatif mengenggam tangannya dan membawanya masuk menemui Shena. Melihat kedatangan mereka Shena, Hart's dan Danil's langsung menghentikan tawa mereka, mereka semua menatap bingung pada Alan yang tiba-tiba datang membawa Seville pada hal Alan tahu kalau Seville tidak menyukai Shena.


"Bicaralah dengan Shena. Katakan saja perasaanmu padanya, selesaikan masalah kalian." Alan menatap kearah mereka. "Kalian bisa membantuku mempersiapkan pesta untuk Elshe?"


Alan memberikan belanjaannya pada Hart's juga Danil's. Seville menemui Shena yang sedang tertawa memperhatikan tingkah mereka.


"Shena, bi-sa kita bicara sebentar." tanya Seville sedikit gugup


"Ah ya." Shena membawa Seville sedikit menjauh dari ketiga pria itu, agar mereka bisa bicara dengan nyaman dan tentu agar tidak ada yang mendengar pembicaraannya dengan Seville. Lagi pula Seville tidak akan nyaman bicara didekat mereka.


"Mengenai hubunganmu dan kakak?"


"Seville, kau tidak perlu bicara apapun lagi. Aku bisa mengerti perasaanmu dan aku tahu aku salah, tidak seharusnya aku merebut Hart's darimu."


"Tidak! Aku lah yang salah. Aku terlalu egois memikirkan diriku sendiri. Kalian saling mencintai tapi aku tidak bisa menerimanya. Dengan alasan takut kehilangan aku menentang hubungan kalian, aku ini adiknya seharusnya aku mendukung keputusan kakak bukan menentang dan membuatnya kesulitan."


Shena menarik Seville kedalam pelukannya. "Hei kau tidak boleh bicara seperti itu. Kau adalah adik yang baik yang pernah kulihat. Kau memikirkan kebahagian kakakmu, kau adalah adik yang baik untuk Hart's juga untukku."


"Shena?"


Hart's mengalihakan tatapannya kearah Alan saat melihat mereka berdua berpelukan. Alan mengangkat bahunya sebagai isyarat bahwa dia tidak tahu apa yang terjadi dengan mereka.


"Hapus air matamu dan temui Hart's."


"Terima kasih kau sudah mau menerimaku."


"Justru aku yang seharusnya berterima kasih padamu. Berkatmu aku dapat berada disisi Hart's dangan tenang. Aku harap kita bisa menjadi teman yang baik."


"Ya. Kakak tidak mungkin salah dalam mencintai wanita, aku yakin akan pilihannya. Shena terima kasih kerena telah bersedia mencintai laki-laki seperti kakak-ku dan maaf telah membuatmu sulit selama ini."


"Tidak apa-apa, tapi jika aku boleh meminta. Tolong jangan hukum Hart's seperti ini lagi ya. Jangan mendiamkannya, kau tahu bukan betapa dia sangat menyayangimu."


🍁🍁🍁🍁🍁


"Nona?"


"Celvin?"


"Tidak ku sangkah kita akan bertemu lagi disini."


"Ya. Sepertinya tuhan menginginkan kita bertemu." Elektra terlihat senang bisa bertemu dengan Celvin ditempat ini lagi, siapa yang menyangkah mereka akan bertemu disini?


Celvin menatap lurus kearah sungai Han, "Anda sering kemari?"


"Elektra. Kau bisa memanggil namaku. Rasanya tidak enak didengar setiap kali bertemu kau selalu memanggilku, nona."


Celvin tertawa mendengar keluhan


Elektra, tanpa Elektra beritahu Celvin sudah mengetahui namanya, hanya saja dia ingin Elektra sendiri yang memberitahukan namanya.


"Aku sangat menyukai tempat ini. Setiap kali aku ada masalah aku akan datang kesini. Rasanya aku ingin terus berada disini."


"Tempat ini sangat indah. Tidak heran jika kau menyukainya. Apa kau sedang ada masalah dengan, Danil's?"


Raut wajah Elektra berubah kesal mendengar namaΒ  Danil's. "Huh. Aku selalu bermasalah setiap kali bersama dengannya."


"Kau terlihat seperti sedang menaruh perasaanya padanya. Apa kau menyukai Danil's?"


Elektra hampir saja tersedak mendengar pertanyaan Celvin. "Haha. Aku menyukainya? Itu tidak mungkin, justru sebaliknya aku sangat membencinya."


"Jika kau mau membuka sedikit hatimu. Kau akan bisa melihat bahwa kau sebenarnya menyukai Danil's bukan membencinya."


Elektra terdiam sejenak mendengar perkataan Celvin, Elektra tidak bisa membayangkan jika dia sampai menyukai Danil's seperti layaknya seorang wanita pada umumnya. Elektra buru-buru menyingkirkan pikiran itu dan kembali kealam sadarnya.


"Sebaiknya kau jangan berkeliaraan sendirian seperti ini, terlalu bahaya bagi wanita cantik sepertimu berada diluar tanpa penjagaan."


"Tsk. Kau terlalu berlebihan, aku bukan anak kecil lagi dan aku bisa menjaga diriku sendiri." Elektra menghela nafas panjang sambil memperhatikan sungai yang berada ditengah kota begitu tenang. "Berada disini membuat pikiran tenang, Celvin apa kau menyukai tempat ini? Kita sudah dua kali bertemu disini ditaman ini."


"Tentu saja. Sama sepertimu, aku juga sering kemari setiap kali ada masalah. Kau tau, aku bahkan ingin membeli tempat ini dan mendirikan rumahku disini."


Celvin tertawa kecil, untuk hal ini Celvin tidak berpura-pura dia memang sangat menyukai tempat ini, "Hmm, sepertinya kita harus berpisah disini. Aku ada pekerjaan yang harus diselesaikan. Kau ingin tetap disini atau?"


"Kau pergi saja, aku masih ingin berada disini."


"Baiklah, jaga dirimu. Jika terjadi sesuatu segera hubungi, Danil's." Elektra menpoutkan bibirnya mendengar ucapan Celvin.


To Be Continued ....