
"Tiga hari yang lalu salah-satu orang kepercayaanku melihat-"
"Mungkin saja dia salah mengenali orang, Ketua." Tuan Gerald menggeggam gelas yang ada ditangannya hingga hancur saat Gemo dengan sengaja memotong ucapannya-. Gemo hanya menelan salivanya melihat Tuan Gerald dengan mudahnya menghancurkan gelas ditangannya.
"AKU TIDAK SUKA ADA ORANG YANG MEMOTONG UCAPANKU, SEBELUM AKU SELESAI BICARA." bentak Tuan Gerald.
"Maaf atas kelancangannya, Ketua.βDengan wajar datar yang menjadi ciri khasnya, Celvin menudukan kepala meminta maaf, diikuti oleh Gemo.
"Celvin, saat ini dragon tidak memiliki bukti keterlibatanmu dalam penyeludupan narkotika ilegal itu, tapi jika kau terbukti bersalah. Aku sendiri yang akan mengirimmu keneraka."
"Aku akan menerima segala hukumannya, jika benar aku terbukti bersalah ketua."
Setelah memberikan penjelasan pada Tuan Gerald, mereka berdua memberi hormat dan langsung keluar dari ruangan Tuan Gerald. Alan dan yang lainnya melihat Celvin dan Gemo keluar dari ruangan Ketua.
"Tsk. Kenapa bajingan tengik itu bisa ada disini?" Fernando memperhatikan kepergian mereka.
"Entahlah. Aku harap mereka tidak merencanakan hal yang buruk." Mata elang Danil's tidak lepas dari Celvin dan Gemo, hingga kedua pria itu menghilang dari pandangannya.
"Kalian bisa ada disini selama yang kalian mau. Aku harus kembali keruangan menemui Shena." Hart's menepuk bahu Alan dan pergi meninggalkan mereka bertiga.
Seorang karyawan wanita menghampiri Fernando. "Maaf Tuan Fernando, seseorang wanita bernama Rebeca ingin bertemu dengan anda."
"Rebeca? Apa?Ah sial?β
πππππ
Fernando segera belari menemui Rebeca diloby, sebelum wanita itu membuat kekacauan yang akan membuat para petinggi dragon marah padanya. Begitu melihat kedatangan Fernando, Rebeca langsung memeluknya.
"Rebeca apa yang kau lakukan?" Fernando berusaha melepaskan pelukan Rebeca dengan paksa. Belasan mata menatap nanar kearah mereka dan itu cukup membuat Fernando risih harus menjadi pusat perhatian. "Kau tidak bisa datang ketempat ini sesukamu."
"Kau tidak membalas pesanku, aku tidak punya pilihan lain selain menemuimu disini. Aku sangat merindukanmu, sayang." Rebeca melingkari tangannya dileher jenjang Fernando lalu memainkan lidahnya disana, semua orang yang melintas disana menatap jijik kearah mereka.
"REBECA! Maaf Rebeca, aku tidak bermaksud membentakmu. Rebeca... saat ini aku sedang bekerja, tolong jangan ganggu aku dulu untuk saat ini." Rebeca sama sekali tidak memperdulikan ucapan Fernando, Rebeca justru semakin memperkuat pelukannya dan mencium Fernando dengan rakus.
"Fernando Cariggton!?"
"Ke-tua?"
"Jika kau ingin bercinta lakukan saja ditempat lain. Dragon bukan sarang pelacuran. Kau bisa memberi contoh yang buruk pada bawahanmu." Tuan Gerald menatap tajam kearah Fernando dan Rebeca secara bergantian. "Dan kau?Jaga prilakumu selama berada disini. Kelakuanmu seperti seorang wanita murahan saja." Tuan Gerald pergi meninggalkan mereka berdua.
"Puas kau sekarang? Kau membuatku malu Rebeca." Fernando mengusap kasar wajahnya.
"Fernando aku hanya-?β
"Sebaiknya kau pulang, sebelum kau membuatku semakin bertambah malu!" Fernando menyela ucapan Rebecca. "Jika bisa jangan injakkan kakimu ditempat ini lagi. Ini bukan tempat yang bisa kau masuki kapanpun kau mau.β
πππππ
Elektra tidak sadar kalau saat ini bahaya sedang mengintainya. Seorang staf wanita tidak sengaja menjatuhkan pas bunga dari lantai atas ketika hendak memindahkan pas bunga tersebut.
Kalau saja Celvin tidak muncul dan mendorongnya mungkin saat ini kepala Elektra sudah tertimpa pas tersebut. Staf wanita itu bergegas menuju lift dan menghampiri mereka diluar.
"Nona anda baik-baik saja?" Celvin membantu Elektra berdiri, wajah Elektra terlihat pucat akibat syok. Seandainya saja Celvin tidak datang menolongnya entah apa yang terjadi pada kepalanya.
"Maafkan saya nona? Saya mengaku salah, tidak berhati-hati." Wanita itu merasa bersalah, dia berulang-kali menunduk memohon maaf.
"APA KAU TIDAK BISA BEKERJA DENGAN BENAR HAH? KERENA KECEROBOHANMU ITU, KAU MEMBUAT ORANG LAIN CELAKA!!" Staf wanita itu tertunduk menahan tangis. Elektra merasa bersalah karena tidak bisa membantu wanita itu. "Bersihkan percahan ini sebelum ada yang terluka."
tersebut. Celvin membawa Elektra menjauh dari sana, membiarkan Elektra menenangkan diri. Danil's yang melihat Elektra bersama Celvin buru-buru menemuinya dan tanpa bertanya lebih dulu, Danil's langsung menarik tangan Elektra dengan kasar membawanya pergi dari sana. Celvin hanya menyeringgai menatap kepergian mereka.
"Lepaskan tanganku. Kau menyakitiku.β Elektra berontak melepaskan diri dari cengkraman Danil's
"Maaf? Aku tidak bermaksud menyakitimu. Kau harus menjauh darinya."
"Eh.? Menjauh darinya?Siapa yang kau maksud?"Β Elektra menatap Danil's dengan wajah blanknya.
"Dengar Elektra, laki-laki itu mendekatimu karena dia ingin menyakitimu."
"Laki-laki? Apa laki-laki yang menolongku yang kau maksud? Siapa dia?"
"Kau tidak perlu mengetahuinya. Dengarkan saja perkataanku."
"Mendengarkanmu? Uh... kau pikir siapa dirimu hah? Baiklah jika kau tidak ingin memberitahuku akan aku tanyakan langsung padanya."
Danil's menahan tangan Elektra ketika Elektra hendak melangkah pergi. "Namanya Celvin salah satu orang kepercayaan ayahmu."
"Lalu kenapa kau melarangku mendekatinya?β
"Jika Hart's sampai tahu, dia pasti akan marah besar padamu. Aku tahu kau sangat membenciku, tapi dengarkan saja apa yang aku katakan padamu.β
πππππ
Entah mimpi apa Seville semalam sampai dia harus bertemu dengan Charles lagi didragon. Dari semua tempat yang ada di Alexandria kenapa dia harus bertemu dengannya disini? Beritahu Seville dimana dewi fortuna tinggal agar Seville bisa mengutuknya.
Charles tersenyum sinis melihat Seville, Alan yang ditugaskan untuk menjaga Seville menghenyitkan dahinya memperhatikan gelagat aneh Seville dan Charles secara bergantian.
"Wow aku tidak percaya kita bisa bertemu lagi, Honey. Senang bisa melihat wajah cantikmu lagi." Charles menyeringgai membayangkan tubuh Seville.
"Sayangnya, aku tidak pernah berharap bertemu denganmu lagi, sekalipun dalam mimpi."
"Kau tahu, Honey? Nada bicaramu yang terdengar angkuh membuat gairahku meninggat. Jangan mengodaku. Bagaimana apa kau sudah memikirkan tawaranku hmm? Aku pastikan kau tidak akan menyesal menerima tawaranku." Charles memainkan bibirnya, menujukkan ketertarikannya pada Seville.
"Tidak akan pernah. Sebaiknya kau simpan saja tawaranmu itu atau kau bisa berikan pada wanita yang sama kotornya denganmu." Sarkas Seville menatap jijik pada Charles.
"Tsk! Kau ***** sialan yangΒ sulit ditaklukan.β
Seville bergegas meninggalkan Charles, Alan mempercepat langkahnya menyusul kepergian Seville. berulang-kali Alan memanggil namanya namun Seville tidak memperdulikannya, wanita itu seakan menulikan pendengarannya. Alan meraih tangan Seville membuat langkahnya terhenti.
"Tawaran apa yang dia berikan padamu?" Alan mengitimidasi Seville melalui matanya, suaranya terdengar berat membuat siapapun yang berhadapan dengan sosoknya saat ini bergidik ngeri.
"Tsk. Apa kau tidak bosan menanyakan itu eoh? Sudah aku katakan itu tidak penting dan tidak ada hubungannya denganmu!β
"Ayahmu memintaku untuk menjaga dan melindungimu. Apapun yang menyangkut masalahmu aku harus tahu karena kau tanggung jawabku."
"Itu permintaan ayah bukan aku, jadi tolong berhenti membuatku kesal."
"Lihat aku?" Alan mencengkram bahu Seville dengan kuat, memaksa Seville menatap matanya saat bicara. "Nyawaku akan aku pertaruhkan untuk melindungimu, tidak bisakah kau mempercayaiku sepenuhnya? Beritahu aku, jangan takut tidak akan terjadi sesuatu padamu. Aku janji. Percayalah padaku Seville."
"Kau ingin tahu apa yang pria itu katakan padaku? Baik aku akan memberitahumu, buka terlingamu lebar-lebar. Dia ingin aku menjadi pelacurnya." teriak Seville penuh amarah.
To Be Continued ....