DRAGON

DRAGON
Chapter 46 : Dalam bahaya



Ketiga penerus dragon mendatangi kediaman Alan. Mereka meriksa rumah tempat alan bersembunyi selama ini. Mereka tidak percaya melihat foto-foto alan mengenakan seragam polisinya disetiap sudut ruangan. Alan terkejut melihat kendaraan sahabatnya berada di depan rumahnya. Alan mempercepat langkahnya masuk kedalam rumahnya.


“Kalian? Sedang apa kalian di sini?”


“Kenapa? Ada apa dengan ekspresi wajahmu itu? Apa kau terkejut melihat kami ada disini?” Hart's menghantamkan pukulan kewajah Alan. Fernando dan Danil's hanya berdiam diri melihat Hart's memukuli Alan.


“Aku tidak percaya kau tega melakukan ini pada kami," teriak Hart's


“Aku hanya menjalankan tugasku untuk menyelidiki dragon.” Alan mengusap sudut bibirnya yang robek akibat pukulan yang dilayangkan oleh Hart's.


“Kau menghianati dragon hanya untuk kepentinganmu


sendiri. Kau harus bersiap-siap, aku sendiri yang akan membunuhmu nanti!" Hart's menendang telak ulu hati Alan.


🍁🍁🍁🍁🍁


Sebuah mobil berhenti diperkarangan rumah Shena. Segerombolan orang tidak dikenal menerobos masuk kedalam dan menyeret Seville keluar. Shena berusaha untuk menolong Seville. Namun, apa daya kekuatannya tidak sebanding dengan mereka. Shena bahkan mengorbakan dirinya untuk dipukuli oleh mereka demi melindungi Seville.


Orang-orang itu membiarkan Shena dan membawa Seville masuk kedalam mobil. Shena mengambil


ponselnya menghubungi Danil's.


“Shena ada apa?” tanya Danils's diseberang sana


“Danil's? Orang su-ru-han Cel-vin membawa Seville per-gi," jawab Shena terbata-bata karena menahan sakit pada tubuhnya yang luka dan memar.


“Apa? Kami akan segera kesana.” Danil's langsung memutuskan panggilan telpon, kemudian menarik Hart's menjauh dari Alan. "Seville dalam bahaya! Orang suruhan Celvin membawa Seville pergi.”


“Malam ini malam keberuntunganmu. Sebelum aku menemukanmu sebaiknya kau cari cara untuk pergi dari kota ini.” Hart's kembali menendang Alan.


🍁🍁🍁🍁😍


“Pembunuh! Brengsek! Aku menyesal telah mempercayaimu.” teriak Elektra ftustasi.


“Kau begitu bodoh Elektra. Kau tidak bisa membedakan mana teman mana lawan. Kau tidak menyadari bahwa ada bahaya didekatmu.” Celvin mengusap wajah Elektra, dengan kasar Elektra menepis tangan Celvin.


“Elektra aku ada kejutan untukmu.” Gemo mendorong Seville masuk menamui Celvin dan Elektra.


“Seville? Bajingan apa yang kau lakukan padanya?" teriak Elektra


Celvin memberikan isyarat pada orang-orangnya untuk menjauhkan Elektra dari Seville. Celvin melukai dirinya sendiri, memperlihatkan lukannya pada Elektra. Elektra menutup matanya melihat darah yang keluar dari telapak tangan Celvin.


“Hentikan! Aku mohon hentikan!” teriak Seville saat meliat tubuh Elektra bergetar ketakutan.


“Bawa Elektra keluar.” orang suruhan celvin membawa Elektra pergi. "Aku tidak akan menyaktinya tapi sebagai gantinya kau harus mengorbankan dirimu.”


🍁🍁🍁🍁🍁


Gemo mengikat kaki dan tangan Seville, kemudian menyiram bensin disekeliling bangunan tua itu. Celvin tertawa melihat kedatangan Alan.


“Alan?”


“Lepaskan Seville!”


“Eh. Aku tidak akan melepaskannya. Kau datang kemari untuk mengantar nyawa.”


“Alan selamatkan Elektra. Mereka membawa Elektra pergi!" teriak Seville


“Sebelum kau menyelamatkan Elektra, sebaiknya kau selamatkan Seville lebih dulu.” Celvin menjatuhkan korek api kelantai, membuat api berkobar memenuhi tempat itu. ”Habisi dia!"


Orang suruhan Celvin berkelahi dengan Alan. Celvin dan Gemo bergegas meninggalkan tempat itu. Seville berteriak mengingat kejadian sewaktu dia kecil dulu, kejadian yang sama seperti yang dia alami sekarang. Alan yang dalam keadaan terluka parah mencoba untuk bangit menyelamatkan Seville.


Dalam keadaan terluka parah alan tetap melindungi Seville sesuai janjinya pada Hart's dan Tuan Gerald dulu. Alan menerobos masuk kedalam kobaran api untuk menolong Seville. Seville tidak sadarkan diri, Alan segera membawa Seville keluar dari tempat itu. Alan meletakkan tubuh Seville diatas tanah yang dingin.


Hart's dan yang lainnya tiba ditempat itu. Mereka masuk kedalam bangunan tua itu tanpa perduli kobaran api mengelilingi tempat itu. Mereka mencari Seville, mendengar suara sahabatnya buru-buru Alan segera bersembunyi. Danilsl's yang melihat Seville tergeletak diatas tanah segera memanggil yang lainnya. Mereka bergegas membawa Seville keluar dari tempat itu, sebelum mereka menjadi santapan api ganas itu.


To Be Continued ....