DRAGON

DRAGON
Chapter 31 : Bagaimana bisa?



Sudah hampir satu bulan ini Fernando tidak bertemu Elshe. Bagaimana keadaanya,? Apa dia baik-baik saja? Fernando sama sekali tidak tahu. Sejak kejadian itu mereka berdua menjaga jarak dan terkesan saling menghindar. Setelah berminggu-minggu berperang batin melawan segala rasa takut, mereka berdua akhirnya memutuskan untuk pergi ke dokter sekedar memastikan keadaan Elshe.


"Bagaimana , Dok?" tanya Fernando gugup


"Selamat Tuan. Istri anda postif hamil."


"Apa? Dokter, yakin tidak ada kesalahan dalam pemeriksaan. Tolong lakukan pemeriksaan ulang." Fernando meminta dokter untuk meriksa ulang, sedangkan Elshe sudah gemetar ketakutan.


Dokter wanita itu menatap hangat dua manusia berbeda jenis kelamin di hadapannya ini. "Tuan, tidak perlu melakukan pemeriksaan ulang.  Saya yakin istri anda postif hamil. Jika kalian berdua ragu dengan hasil pemeriksaan ini, kalian bisa lakukan pemeriksaan di rumah sakit lain."


Elshe belari meninggalkan Fernando, setelah berterima kasih Fernando langsung menyusul Elshe hingga kejalan raya. Fernando menarik tangan Elshe ketepi saat sebuah mobil melaju dengan kecepatan tinggi kearah Elshe. Sedikit saja Fernando terlambat menarik Elshe, sudah dapat dipastikan Elshe pulang tanpa nyawa.


Elshe memukuli perutnya sendiri. "Tidak! Ini tidak mungkin. Aku tidak mungkin hamil. Aku tidak mau hamil! Aku tidak menginginkan anak ini."


"Elshe hentikan! Apa yang kau lakukan? Kau sudah gila hah?" Fernando menahan kedua tangan Elshe, menghentikan aksi Elshe memukuli perutnya.


"Lepaskan aku Fernando? Aku tidak menginginkan bayi ini. kau tidak dengar? Aku bilang lepaskan, brengsek!" Elshe berteriak histris sambil mendorong Fernando.


Fernando meringgis sakit ketika bokong indahnya mencium aspal. Fernando segera bangkit untuk menghentikan aksi gila Elshe. Fernando menampar Elshe cukup keras membuat Elshe berhenti memukuli perutnya.


"Bayi yang berada dikandunganmu tidak bersalah sama sekali. Jika ada yang harus dipukul itu adalah aku. Pukul aku? Lampiaskan semuanya padaku! Aku yang menyebabkan bayi ini berada diperutmu."


Fernando mencengkeram erat tangan Elsh, mengarahkan tangan Elshe untuk memukul wajahnya. "Ayo pukul aku! Pukul aku sepuasmu.Tapi ... aku mohon jangan sakiti bayi dalam kandunganmu."


"Fernando-"


"Aku akan bertanggung jawab. Aku akan menikahimu. Elshe ,aku menginginkan bayi ini meski aku bukan pria yang baik. Aku akan berusaha untuk mencintai dan menjadi ayah yang baik untuk bayi ini. jadi, ako mohon izinkan aku menebus kesalahanku padamu. Hiks.. Aku mohon!"


"Bayi ini hadir karena kesalahan kita berdua. Kau ibunya, seharusnya kau melindungi bayi ini bukan menyakitinya, Elshe. Aku ... aku ingin membesarkan bayi ini bersamamu, jadi aku mohon izinkan aku bertanggung jawab."


Fernando berlutut memohon pada Elshe. Dia tidak perduli dengan tatapan dan bisikan orang-orang yang berlalu-lelang disekitar mereka. Penampilan Fernando sama kusutnya dengan Elshe, lihat saja wajahnya yang sedih, sorot mata penuh luka ah, jangan lupakan air mata yang membasahi paras tampannya.


Seorang wanita menghentikan mobilnya saat melihat sosok Fernando berlutut. Dengan menyentak tangan Elshe, menariknya menjauh dari Fernando. Elshe tidak melawan ataupun berniat melepaskan diri dari cengkeraman Rebecca. Melihat Rebecca hendak menampar Elshe buru-buru Fernando bangun dan menahan tangan Rebecca diudara.


"Fernando?"


"Sekali saja kau berani menyakitinya, aku sendiri yang akan membuat perhitungan denganmu."


"Kau... membelanya dari pada aku? Wanita ini merebutmu dariku." teriak Rebecca


"Tidak ada yang merebutku darimu. Aku pergi atas keinginanku sendiri! Aku harap kau berhenti mengangguku ataupun Elshe. Dengar, aku dan elshe akan segera menikah. Rebecca, aku mohon menjauhlah dari hidup kami."


"Tolong berhenti!' Fernando membentak Rebecca. "Harus dengan cara apa aku memberitahumu agar kau mengerti? Aku akan dan aku mohon lepaskan aku, Rebecca. Kau akan semakin terluka jika terus seperti ini."


"Aku tidak bisa melepaskanmu. Aku sangat mencintaimu, Fernando. Wanita ini? Apa yang wanita ini miliki sampai membuatmu meninggalkanku?"


"Jika kau mencintaiku biarkan aku hidup dengan tenang. Biarkan aku bahagia bersama wanita yang akan menjadi istriku. Kau harus bisa melupakan cintamu. Akan ada pria lain yang mengantikanku dihatimu. Jangan siksa dirimu sendiri seperti ini karena aku. sungguh aku tidak ingin melukaimu lebih jauh lagi." Fernando menatap sendu pada Rebecca. Mengabaikan umpatan dan tangisan Rebecca, Fernando membawa elshe pergi dari tempat itu.


"Fernando, kau tidak bisa melakukan ini padaku." teriak Rebecca.


🍁🍁🍁🍁🍁


Shena menyiapkan makan siang dirumahnya untuk Hart's. Hubungan mereka berdua semakin hari semakin bertambah dekat, mengalahkan pengantin baru. Apa lagi kedua adik Hart's sudah bisa menerima kehadirannya menambah kehangatan dalam hubungan mereka.


"Hart's, apa kau tidak merasa ada yang aneh pada Fernando? Akhir-akhir ini aku perhatikan Fernando banyak berubah."


Shena menatap perubahan raut wajah Hart's. terus terang saja Hart's juga merasakan hal yang sama dengan Shenna. Tapi, dia tidak bisa menekan Fernando untuk cerita masalahnya.


"Aku juga heran dengan perubahannya. Tidak seperti biasanya dia bersikap seperti ini, aku tidak bisa mendesak Fernando untuk memberitahu masalahnya." Hart's memeluk Shena dari belakang. "Sudahlah tidak perlu memikirkannya. Untuk sementara ini biarkan Fernando menenangkan diri dulu, aku yakin dia akan memberitahu kita jika sudah siap."


Shena membalik tubuhnya menatap Hart's. "Apa Fernando sedang ada masalah?"


"Sepertinya tidak! Fernando tidak memiliki masalah walaupun ada, itu pasti masalah wanita."


"Hart's, Fernando juga manusia biasa sama sepertimu juga aku. Mungkin saja saat ini dia sedang memiliki masalah yang berat. Fernando tidak mungkin seperti ini tanpa alasan,kan?"


"Baiklah, baiklah. Aku akan coba bicara dengannya."


🍁🍁🍁🍁🍁


Seville mempercepat langkahnya memasuki perkarangan rumah Fernando. Seville tidak mengerti kenapa Elshe harus memintanya bertemu dirumah Fernando. Mereka bisa bertemu di kafe atau dimanapun yang Elshe suka.


Tapi kenapa harus rumah Fernando? Seville mendengarkan penjelasan Elshe dan Fernando, mengenai Elshe yang mabuk-mabukan hingga dia tidur dan hamil anak Fernando. Seville mengeleng kuat, dia tidak ingin mempercayai perkataan mereka berdua. Jika boleh berharap, ini hanyalah lelucon mereka untuk mengerjainya.


"Huaaa... lelucon apa ini? sumpah kalian berdua sangat garing. Aduh duh perutku sakit terlalu banyak tertawa." Seville tertegun melihat ekspresi serius diwajah mereka berdua. "Kalian jangan bercanda ini sama sekali tidak lucu."


"Aku sedang tidak bercanda Seville. Aku... postif hamil." Elshe memberikan surat keterangan kehamilan yang dia terima dari dokter pada Seville.


"Ini tidak mungkin!" Mendadak tubuh Seville melemas, kakinya kehilangan tenaga untuk berpijak. "Kalian? Bagaimana.. bagaimana ini bisa terjadi? Kalian berdua? Aeish. Argh!!"


To Be Continued .....