DRAGON

DRAGON
Chapter 37 : Aku harus bagaimana



Fernando melempar dokumen yang ada diatas mejanya kelantai. Alan dan Shena saling bertukar pandang melihat kekesalan diwajah Fernando.


"Aku tidak bisa konsentrasi. Aku mencemaskan keadaan, Hart's!" Fernando menghela nafas berat.


"Aku tahu kau khawatir padanya. Aku juga begitu, Tapi kita tidak bisa membiarkan perasaan cemas ini menguasai kita." kata Alan "Semoga saja Elektra bisa menerima kebohongan ini."


"Jadi Elektra sudah mengetahui kebohongan ini. Bagus dua kelinci berada digenggamanku." batin Celvin "Targetku memakan umpan dengan baik!"


Celvin tidak sengaja menjatuhkan keramik yang berada disampingnya. Melihat pintu akan dibuka buru-buru Celvin bersembunyi.


"Tidak ada siapapun disini." Fernando memperhatikan sekelilingnya


"Ada orang lain disini." ujar Alan


"Tapi siapa?"


"Entahlah. Yang jelas orang ini sedang mengawasi kita." manik kelam Alan masih menelusuri sekitarnya.


"Apa kita perlu memberitahu Hart's soal ini?"


"Aku rasa tidak perlu. Kita selesaikan ini tanpa Hart's. Kita tidak perlu melibatkannya kedalam masalah ini."


🍁🍁🍁🍁🍁


Danil's mempercepat langkahnya menemui sahabatnya diruangan mereka. Ketika melintasi ruangan Tuan Aldo, Danil's mendengar sesuatu jatuh dan suara teriakan Tuan Gerald. Fernando dan Shena yang melihat Danil's berdiri didepan ruang kerja Tuan Gerald bergegas menghampirinya.


"Sedang apa kau disini?" tanya Shena


"Argh!! Kenapa semua berakhir seperti ini. Elektra dimana kau berada sekarang? Pulanglah kami semua mencemaskanmu." Tuan Gerald berteriak frustasi, masalah demi masalah menimpanya tanpa henti. Baru saja Ia kehilangan adik kandungnya dan sekarang putrinya menjauh darinya.


"Apa yang terjadi dengan ketua?" tanya Fernando


"Aku tidak tahu." jawab Danil's


"Sebaiknya kita masuk kedalam." Shena menahan tangan Fernando untuk membuka pintu ruang kerja Tuan Gerald "Kenapa?"


"Kita tidak bisa masuk tanpa izin dari ketua." kata Shena


"Huh. Begitu menyedihkan sekali hidup mereka. Bibi andin baru saja meninggal dan sekarang Elektra sudah tahu kebenarannya." Gerutu Fernando.


Shena memperhatikan raut wajah Danil's. "Kau sedang tidak menyembunyikan sesuatu dari kami?"


"Tidak ada yang ku sembunyikan dari kalian."


"Apa kau tahu dimana Elektra berada?"


"Ya. Elektra berada dirumahku."


"Kalau begitu kenapa kau tidak membujuknya untuk pulang." seru Fernando


"Percuma saja. Dia tidak mau mendengarkanku. Elektra membenci kita semua bahkan Hart's tidak bisa memendam kebenciannya." terang Danil's


🍁🍁🍁🍁🍁


Sepanjang perjalanan pulang Alan terus memikirkan perkataan kakek dan nenek yang terus mendesaknya untuk menikahi Seville. Alan melihat Elektra yang sedang menangis dipinggir jalan, Alan menghentikan sepeda motornya dan bergegas menghampiri Elektra.


"Mau sampai kapan kau seperti ini. Pura-pura tegar menghadapi semua ini. Temuilah Nyonya Hanna. Tidak perlu memendam perasaanmu padanya."


"Aku ingin sekali menemuinya. Tapi aku tidak bisa menerima kebohongan ini."


"Nyonya Hanna terus memanggil namamu. Aku tahu kau terpukul dengan kebohongan ini Elektra. Kau membenci mafia dan seorang pembunuh. Nyonya Hanna bukan seorang mafia. Dia bukan pembunuh tidak ada alasan untukmu membencinya. Apa kau tidak bisa memaafkan seorang ibu yang sangat mencintaimu. Kau tidak ingin bertemu dengan seorang ibu yang melahirkanmu mengorbankan dirinya untuk melindungimu. Temuilah Nyonya Hanna. Jangan sampai kau menyesal." Alan ragu meninggalkan Elektra seorang diri disana tapi dia tidak bisa menemaninya.


🍁🍁🍁🍁🍁


Nyonya Hanna mengerakkan jemari tangannya. Beliau membelai rambut Seville yang tertidur pulas disampingnya.


"Se-ville!"


"Tidak perlu. Mami baik-baik saja .Mami hanya membutuhkan anak-anak mami disamping mami."


"Sebenarnya apa yang terjadi? Kenapa mami bisa sampai terluka seperti ini? Dan kenapa Elektra tidak datang menemui mami?"


"Mami... akan memberitahumu yang sebenarnya. Tapi berjanjilah setelah kau mengetahui kebenaran ini kau tidak akan pergi dari hidup kami ataupun membenci kami."


Seville mengenggam jemari tangan Nyonya Hanna. "Aku janji,Mom"


"Sebelum mommy dan daddy kalian menikah. Mom, sudah mengetahui pekerjaan daddy kalian sebagai seorang mafia. Mom sangat mencintai daddy karena itu mom menikah dan hidup bersamanya. Kau ingat saat kau hampir mati terbakar dulu? Sejak kejadian itu daddy langsung mengasingkan kalian keluar negeri. Seville, percayalah apa yang kami lakukan itu demi kebaikan kalian. Kami membohongi kalian selama ini karena kami ingin melindungi kalian. Daddy kalian sangat takut kehilangan kalian."


"Sekalipun itu benar. Aku tidak bisa melakukan apapun." Seville menghapus air matanya. "Aku tidak bisa marah apa lagi membenci kalian seperti Elektra."


"Maafkan kami?!"


🍁🍁🍁🍁🍁


Shena menemani Nyonya Hanna menghirup udara pagi ditaman rumah sakit, "Nyonya anda jangan telalu banyak bergerak. Kondisi anda masih lemah."


"Demi cintamu pada putraku, kau rela membuang waktumu hanya untuk mengurus wanita tua ini."


"Aku melakukan ini bukan karena aku mencintai Hart's. Tapi karena anda adalah ibu dari pria yang ku cintai. Aku melakukan ini karena aku menghormati anda,Nyonya. Aku sudah menganggap anda seperti ibuku sendiri. Berkat anda aku bisa merasakan hangatnya kasih sayang seorang ibu.Karena anda aku bisa merasakan betapa mulianya merawat seorang ibu."


"Kemarilah,Nak." Shena berlutut didekat Nyonya Hanna. "Sejak putraku memutuskan kau sebagai pendamping hidupnya, sejak saat itu kau adalah putriku. Bagiku kau bukan orang lain Shena. Kau sama seperti Elektra juga Seville. Kalian putriku."


🍁🍁🍁🍁🍁


Danil's dan Hart's berpapasan dengan Celvin saat menuju ruang pertemuan.


"Aku turut prihatin atas musibah yang menimpa keluargamu, Hart's." kata Celvin


"Aku hargai ketidaktulusan mu." cibir Hart's


"Cuih. Elektra mungkin bisa memaafkan kalian semua, tapi jangan pernah berpikir kalau dia akan mempercayaimu lagi."


"Jaga lidahmu." Hart's mencengkram kera baju Celvin. "Aku tidak akan membiarkan kau menyakiti adikku."


Celvin melepaskan cengkraman Hart's. "Hey. Tenang dulu teman. Aku tidak mengatakan kalau aku akan menyakitinya. Justru aku akan merawatnya dengan baik sepertiΒ  kau merawatnya dulu. Kau tahu betul bagaimana Elektra. Dia begitu manja, sejak kecil apapun yang dia inginkan selalu kalian penuhi. Untuk pertama kalinya dalam hidup Elektra, dia harus menerima kenyataan bahwa selama ini keluarganya membohonginya."


"Batalkan saja niat jahat mu itu.Karena sampai kapanpun aku tidak kan melepaskan mereka."


"Kita lihat saja nanti. Siapa yang akan keluar sebagai pemenangnya. Elektra begitu labil mudah mempengaruhi pikirannya dalam keadaannya seperti ini."


"Tidak perlu mendengarkan bajingan ini. Dia mengatakan ini hanya untuk membuat kau marah. Sampai kapanpun bajingan ini tidak akan bisa menghancurkan dragon apa lagi menghancurkan kau melalui Elektra." kata Danil's


"Danil's, kau melupakan sesuatu. Elektra bukan dirimu. Mempengaruhinya bukanlah hal yang sulit." Celvin menatap sinis kerah mereka berdua.


"Kau?" Danil's memukul celvin.


"Terima kasih. Pukulanmu begitu nikmat." Celvin mengusap darah yang keluar dari bibirnya.


"Sinting!"


"Hart's katakan pada ibumu untuk tidak mencemaskan Elektra. Mulai sekarang aku yang akan merawatnya."


Danil's menahan Hart's yang hendak memukul Celvin. "Jangan terpengaruh ucapannya. Kau harus bisa mengendalikan emosimu menghadapi sampah seperti ini."


"Dan sampah inilah yang akan menghancurkan kalian." Celvin tersenyum sinis menatap mereka.


"Huh. Kau terlalu percaya diri. Orang seperti dirimu tidak akan bisa menghancurkan kami. Seorang pemenang tidak akan sombong bahkan sebelum dia mendapatkan kemenangan itu." cetus Danil's


"Kita bisa melihatnya nanti, Danil's."


To Be Continued ...