
Ririn yang melihat kepergian Reno merasa sangat teriris hatinya, apa begitu dalamnya Reno membencinya? Ririn hanya bisa berharap bahwa semua akan baik-baik saja.
**Kala aku tenggelam dalam pesona mu yang menawan membuat aku lupa bahwa aku dan kamu masih sangat berjarak bagaikan siang dan malam**..
**Kala bumi menginginkan hangatnya mentari, namun sejuknya angin malam yang menghampiri**..
Ririn menaruh buku diary miliknya dan keluar menuju balkon. Di sana Ririn menatap langit yang menjelang siang seraya mengenang mendiang Herman ayahnya. 'ayah Ririn kangen sama ayah, Ririn pengen peluk ayah. Yah Ririn janji akan mempertahankan rumah tangga Ririn seperti mama menjaga rumah tangganya bersama ayah' batin Ririn.
Ririn sekarang begitu sedih dia sedang memikirkan bagaimana caranya agar dia bisa meyakinkan suaminya. 'mas padahal baru kemarin kita menjadi pasangan suami istri yang seharusnya masih menikmati masa-masa berdua dan sekarang malah kita habiskan untuk bertengkar' batin Ririn lagi. Ririn menatap langit dengan tatapan kosongnya.
...******...
Dilain tempat Reno sedang memaki-maki dirinya sendiri karena sudah menjadi pengecut yang membentak istrinya sendiri. Reno terlalu frustasi dengan semua kebaikan Ririn dalam menjalankan kewajibannya. "Ahhhhh..." Teriak Reno sembari membanting semua benda yang ada di ruang kerjanya.
Reno menatap fotonya bersama Elsa "Sa gimana caranya buat aku jelasin ke kamu saat kamu kembali? Kenapa Sa kamu harus mutusin aku waktu itu?" Tanya Reno sedih.
Tiba-tiba ada yang mengetuk pintu ruang kerja dan ternyata itu adalah Nino.
"Lo kenapa Ren, bisa-bisanya nih ruangan kaya kapal pecah?" Tanya Nino heran.
"Berisik Lo" jawab Reno sinis.
"Ya elah, gue cuma tanya juga. Eh ya istri Lo mana kenalin dong, gue kan kemaren gak sempet ke acara kawinan Lo" kata Nino yang di hadiahi tatapan mematikan oleh Reno.
Nino yang menyadari tatapan Reno pun bergidik ngeri "gue cuma mau tau aja gak lebih" jelas Nino pada Reno.
"Bi Ijah.. bi" teriak Reno memanggil bi Ijah tanpa menghiraukan ocehan Nino.
"Ya ampun Ren, ini rumah bukan hutan jadi gak usah teriak-teriak gitu" ucap Nino seraya memegangi telinganya.
Tak lama bi Ijah datang menghampiri Nino dan Reno "iya ada apa nak?" Tanya bi Ijah.
"Bi tolong beresin ruang kerja saya setelah selesai tolong buatin minum dan bawa ke kolam belakang saya sama Nino mau ke sana" titah Reno.
Reno pergi dan diiringi oleh Nino di belakang. Reno dan Nino mereka berdua sedang duduk santai sembari berbincang-bincang "Ren mana istri Lo, gue pengen liat" rengek Nino karena penasaran dengan wanita yang menjadi pilihan Niken.
"Bisa gak sih, gak usah bahas tentang itu cewe" kesal Reno.
"Lah kan tujuan gue kesini mau liat istri Lo" ucap Nino. Reno hanya diam tanpa berniat untuk menjawab rengekan Nino. Reno masih berfikir apakah dia akan membuka lembaran baru bersama Ririn atau tetap menunggu Elsa kembali. Reno tak ingin memungkiri jika dirinya masih begitu menyayangi Elsa namun di sisi lain dia juga harus bertanggung jawab sebagai suami untuk Ririn.
Nino melihat ada seorang wanita yang hendak menghampiri mereka namun tidak jadi, wanita itu memberikan nampan berisi air pada bi Ijah "Ren itu istri Lo bukan?" Tanya Nino.
Reno melihat Ririn yang memunggunginya sedang berbicara pada bi Ijah. "Iya dia istri gue" jawab Reno.
Nino sedikit penasaran dengan istri Reno, dia seperti sudah mengenalnya. Nino tak ingin ambil pusing dengan semua itu cepat atau lambat pasti dia akan mengenal istri temannya.
...*******...
Ririn keluar dari kamarnya ingin mengambil minum saat hendak ke dapur Ririn melihat bi Ijah sedang membersihkan ruang kerja suaminya.
Ririn yang penasaran menghampiri bi Ijah "bi, ini ruangan mas Reno kenapa?" Tanya Ririn terkejut melihat ruangan kerja suaminya sangat berantakan.
'apa tadi mas Reno ngamuk ya?' batin Ririn.
"Ya udah bi, biar Ririn bantu bibi beresin ruang kerja mas Reno" ujar Ririn ingin membantu.
"Gak usah nak, ini kan tugas bibi" tolak bi Ijah dengan halus.
"Bi, bibi gak usah sungkan gitu sama Ririn" kekeh Ririn sembari mengambil sapu dan mulai membereskan pecahan-pecahan vas bunga. Ketika Ririn membereskan meja Reno, Ririn melihat ada sebuah foto seorang perempuan bersama suaminya.
"Bi ini mas Reno sama siapa ya?" Tanya Ririn penasaran.
"Bibi juga kurang tau nak, perempuan itu gak pernah di bawa ke sini sama nak Reno" jawab bi Ijah menjelaskan.
'apa mama tau tentang wanita ini, coba aku nanti tanya sama mama' batin Ririn.
Ruang kerja Reno sudah rapi dan bersih kembali, Ririn pergi ke dapur untuk minum karena ia sudah sangat haus.
Didapur Ririn melihat bi Ijah membuat minum, Ririn yang penasaran itupun bertanya "minum buat siapa bi?".
"Buat nak Reno sama temennya" jawab bi Ijah.
"Mereka ada dimana bi?" Tanya Ririn lagi.
"Lagi di kolam renang belakang" jawab bi Ijah.
"Kalo gitu biar Ririn aja yang anterin ke mereka bi" pinta Ririn. Bi Ijah langsung memberikan nampan berisi air kepada Ririn. Ririn mengantarkan minuman untuk Reno namun saat sudah dekat dengan pintu menuju kolam Ririn di panggil oleh Niken.
Ririn bingung harus bagaimana kebetulan bi Ijah lewat didepan Ririn tanpa berfikir panjang Ririn langsung memanggilnya "bi Ijah, Ririn boleh minta tolong gak?" Ucap Ririn sembari memohon Ririn.
"Minta tolong apa nak?" Tanya bi Ijah.
"Ini tolong anterin ya bi, Ririn dipanggil mama" jelas Ririn meminta tolong. Bi Ijah langsung mengambil nampannya dari tangan Ririn, Ririn mengucapkan terima kasih dan langsung pergi dari hadapan bi Ijah.
Ririn melihat mama mertuanya sedang menatap keluar melihat taman bunga yang indah "ma.. mama kenapa panggil Ririn?" Tanya Ririn hati-hati.
"Rin kita siram tanaman bunga itu yuk" ucap Niken mengajak Ririn.
Saat sedang asik menyirami bunga Ririn teringat akan sesuatu 'apa aku tanya aja ya ke mama' batin Ririn.
"Ma.. Ririn boleh tanya sesuatu gak?" Izin Ririn takut-takut.
"Tanya aja Rin, selama mama bisa jawab mama akan jawab" ucap Niken mengizinkan.
"Ma tadi Ririn habis beresin ruang kerja mas Reno dan Ririn liat foto mas Reno lagi sama cewe, kalo boleh tau cewe itu siapa ya ma?" Tanya Ririn hati-hati.
"Cewe.. mama kurang tau Rin, masalahnya Reno belum pernah bawa cewe ke rumah ini buat dikenalin ke mama dan mama juga gak pernah masuk ke ruang kerja Reno" jelas Niken.
'terus siapa sebenarnya cewe itu? Apa dia orang yang mas Reno cintai?' batin Ririn curiga.