DIARY RIRIN

DIARY RIRIN
12



Reno pulang bekerja sudah melihat Ririn yang sedang menunggunya, Reno pun tersenyum.


"Udah pulang mas?" Sapa Ririn lalu mencium tangan Reno.


"Iya Rin, mama mana?" Tanya Reno.


"Mama katanya mau pulang kerumahnya yang ada di Bandung" jawab Ririn.


"Lho kok gak bilang-bilang aku?" Tanya Reno heran.


"Tadi mama udah coba hubungi mas Reno, tapi gak aktif" jelas Ririn. Reno mengambil ponselnya dan benar saja ternyata baterainya habis.


"Baterainya habis" ucap Reno sembari senyum.


"Ya udah mas bersih-bersih aku mau siapin kopi sama makan malam buat kita" jelas Ririn lalu pergi meninggalkan Reno. Reno segera pergi ke kamarnya untuk membersihkan tubuhnya.


Setelah selesai Reno turun untuk menghampiri Ririn "Rin, kamu udah mandi?" Tanya Reno.


"Udah kok mas tadi sebelum kamu pulang" jawab Ririn tanpa mengalihkan perhatiannya dari pekerjaannya.


Semua orang pun akhirnya makan malam, setelah selesai makan Reno dan Ririn duduk di ruang tengah sembari menonton televisi. Saat sedang asik menonton tiba-tiba Ririn teringat sesuatu. "Oh ya mas aku mau cerita sama kamu" ucap Ririn.


"Mau cerita tentang apa?" Tanya Reno lembut seraya mengusap rambut Ririn.


"Mas sebenarnya aku punya seorang..." Ucapan Ririn terputus karena Reno harus menerima telepon dari seseorang. 'Baru aja aku mau ngomong tentang kakak' batin Ririn. Ririn akhirnya memilih untuk menunggu Reno kembali.


Di sisi lain Reno sedang menerima telepon dari Elsa mantan kekasihnya.


"Iya halo sa" sapa Reno


^^^"Halo Ren, Ren kamu apa kabar?" ^^^


"Aku baik. Kamu gimana?" Ucap Reno balik bertanya


^^^"Aku juga baik. Oh ya kamu tau lusa aku bakalan pulang, aku udah kangen banget sama kamu" ^^^


"A..apa? Pulang? Lusa?" Tanya Reno terkejut bukan main


^^^"Iya.. lusa aku bakalan pulang" ^^^


Spontan Reno memutuskan sambungan teleponnya. 'Elsa bakal balik, gue harus gimana?' batin Reno bingung. Reno mengingat perkataan Nino hari itu.


"Ren gue ada kabar buat lo" ucap Nino.


"Kabar apaan No?" Tanya Reno.


"Ini tentang Elsa, Lo tau kan kalo Elsa dulu pernah naksir sama Chiko, sekarang dia pacaran sama Chiko. Dan ya dia bilang ke Lo kalo dia cuma mau kejar impiannya kan ternyata semua itu bohong, dia ke sana ternyata buat dapetin cintanya Chiko" jelas Nino.


"*Lo yakin?" Tanya Reno terkejut.


Reno mengerang frustasi memikirkan apa yang akan terjadi. 'Gue sayang sama Ririn tapi disisi lain gue kangen sama Elsa' batinnya. Reno tidak mungkin meninggalkan Ririn karena ia sudah berjanji pada Ririn bahwa ia akan menjaga Ririn selamanya. Reno memutuskan untuk masuk dan menghampiri Ririn.


Dari kejauhan Reno dapat melihat Ririn yang sedang tersenyum melihat ke arahnya. 'Senyuman kamu aja, udah buat jantung aku berdebar gak karuan' batin Reno lagi-lagi.


"Mas.. mas.. mas Reno" ucap Ririn sembari mengguncang lengan Reno.


"Iya Rin ada apa?" Tanya Reno terbangun dari lamunannya.


"Mas kenapa ngelamun? Mas gak papa kan?" Ucap Ririn balik bertanya.


"Enggak Rin, ya udah yuk kita tidur" ajak Reno.


'mas Reno kenapa ya, abis terima telepon kok dia jadi kelihatan gelisah. Mending aku gak usah cerita sekarang tentang kak Nino' batinnya.


"Rin besok aku ada cuti, kita jalan-jalan yuk" ajak Reno sembari membaringkan tubuhnya di ranjang.


"Iya mas, oh ya sekalian aku mau kenalin kamu ke seseorang" ucap Ririn.


"Siapa?" Tanya Reno heran. Ririn hanya tersenyum lalu memejamkan matanya untuk tidur.


...******...


Dewi sedang duduk diam di tempat dulu ia menjalani kisah cinta bersama seorang laki-laki yang begitu berarti untuknya. "No kamu ngilang selama ini, kamu kemana?" Tanya Dewi.


Dewi begitu merindukan laki-laki itu hingga tak terasa air matanya mengalir membasahi pipinya. Malam ini begitu sunyi bagi Dewi, dulu saat Dewi merasa lelah ada seseorang yang membuatnya dapat istirahat dengan tenang namun kini dia menghilang.


"Dewi.." sapa seseorang menyebut namanya. Dewi terkejut mendengar suara laki-laki yang begitu dirindukannya.


"Nino... Kamu bener-bener Nino kan?" Tanya Ririn tak percaya. Nino langsung memeluk sang kekasih dengan erat namun Dewi tidak membalas pelukan itu. Nino melepaskan pelukannya dan melihat wajah Dewi yang begitu sendu.


Satu tamparan mendarat di pipi Nino "kamu, selama ini kamu pergi tanpa kabar sekarang kamu kembali dengan mudahnya" ucap Dewi berapi-api.


"Kamu tau gimana tersiksanya aku nunggu kamu, menunggu kehadiran kamu, nunggu kamu di sini?" Lanjut Dewi dengan air mata yang sudah mengalir deras.


"Dewi maafin aku, aku pergi karena.. karena.. kamu tau kan tentang masa lalu aku. Alasan aku pergi karena aku gak mau selalu diperlakukan dengan kasar sama wanita itu, untungnya sekarang wanita itu udah pergi" ucap Nino menjelaskan.


"Kamu tau apapun alasan kamu pergi, apa pantas sekarang kamu kembali setelah hilang bagaikan di telan bumi?" Ucap Dewi masih dengan emosinya.


"Wi aku sayang sama kamu dan itu gak pernah berubah dari dulu. Aku gak bisa melupakan kamu Wi" ucap Nino meyakinkan Dewi.


"No selama ini aku sayang sama kamu, sampai akhirnya aku harus merusak hubungan seseorang karena aku tertarik dengan perhatiannya. Dan sekarang aku tau kalau rasa itu hanya sesaat dan lebih sakitnya lagi adalah hingga sekarang aku masih mencintai kamu" jelas Dewi sembari menangis.


Nino memeluk Dewi dengan hangat "mulai sekarang aku gak akan pergi lagi dari kamu, aku gak akan mau melepaskan kamu lagi apapun alasannya" ucap Nino dan mengecup kening Dewi.


"Kita mulai ini dari awal lagi ya No" ucap Dewi seraya memeluk Nino dengan erat. Begitu hangatnya melihat sepasang kekasih yang sudah lama tak bertemu akhirnya bersatu kembali. Nino begitu bersyukur karena mendapatkan kembali cintanya dan menemukan adiknya.


Bima tersenyum melihat Dewi dan Nino bersatu kembali. Awalnya Bima juga terkejut melihat kedatangan Nino secara tiba-tiba namun ia bersyukur karena Nino sudah kembali. 'apa Lo udah tau No kalo Ririn udah nikah dan dia bukan menikah sama gue' batin Bima. Bima melihat minuman yang ia beli untuk Dewi dan tersenyum saat ini Dewi tidak lagi membutuhkannya. "Ternyata benar cinta lama begitu mudah tergantikan dengan rasa sesaat dan saat rasa sesaat itu mulai menghilang rasa penyesalan menyelimuti seluruh relung hati karena melepaskan cinta tulus" ucap Bima dan tersenyum getir kini ia hanya bisa menikmati penyesalan tanpa bisa memperbaikinya. Ia sudah begitu menyakiti Ririn dengan menyukai sahabatnya dan kini ada balasan untuknya orang yang dulu ia sukai kini sudah menemukan cinta sejatinya yang tak lain adalah kakak dari mantan kekasihnya.