
"Ririn aku udah memutuskan untuk menceraikan kamu" jelas Reno. "Mas salah aku apa? Mas kalau aku salah aku minta maaf mas" mohon Ririn gusar. "Rin gak ada lagi yang perlu dipertahankan. Rin, aku masih mencintai Elsa. Aku akan menikahi Elsa kalau kamu gak mau bercerai artinya kamu siap untuk melihat aku berpoligami" ucap Reno. "Enggak mas.. aku gak siap.. mas aku mohon.. mas Reno" tangis Ririn memohon. "Mas Reno..." Teriak Ririn. Reno terkejut dengan teriakan Ririn. "Sayang kamu kenapa?" Tanya Reno. "Mas Reno, kamu disini ternyata aku cuma mimpi" gerutu Ririn. "Sayang kamu mimpi buruk apa?" Tanya Reno sembari memeluk Ririn dengan erat. "Mas aku mimpi kamu mau menjadikan Elsa istri kedua kamu. Mas, apa kamu masih mencintai Elsa?" Jelas Ririn lalu bertanya pada Reno. "Ya udah itu kan cuma mimpi, sekarang kamu tunggu sini biar aku ambilkan makanan buat kamu. Kan kamu belum makan" jawab Reno mengalihkan pembicaraan. Reno langsung berlalu pergi kebawah untuk mengambil makanan Ririn. 'bahkan kamu gak jawab pertanyaan aku mas. Semakin ke sini aku semakin yakin kalau kamu bahkan gak mencintai aku sama sekali' batin Ririn. Sebutir air mata keluar dari mata cantik Ririn. Ririn bingung akan perasaannya dan juga pernikahannya, Ririn tak yakin mampu mempertahankan rumah tangganya. 'mama, ayah Ririn capek. Ririn mau bersama kalian, rasanya Ririn mau menyerah dengan takdir Ririn' batin Ririn lagi hingga air mata yang ia sedari tadi ditahannya kini mengalir deras. Ririn benar-benar merasa bahwa takdirnya tak membiarkan dia bahagia.
Reno sampai di dapur dan menyiapkan makanan milik Ririn. Di samping itu Reno memikirkan pertanyaan Ririn padanya. 'Seandainya aja Rin, aku bisa langsung ngomong sama kamu kalau aku sudah mencintai kamu tapi semua itu sulit buat keluar dari mulut aku' batin Reno. Sebenarnya Reno ingin sekali mendekap erat tubuh Ririn sembari mengungkapkan semua perasaan yang belum sempat ia ungkapkan. 'Kok bisa ya Ririn mimpi seperti itu. Apa Ririn terlalu memikirkan tentang aku dan Elsa' tanya Reno pada dirinya sendiri. Reno membuyarkan lamunannya sendiri, dia ingat jika dia harus segera Mambawa makanan untuk Ririn. Reno masuk kedalam kamar di sana dia melihat Ririn yang melamun dengan wajah begitu tertekan. "Rin.. ayo kamu makan dulu" ucap Reno membuyarkan lamunan Ririn. "Eh.. iy..iya mas" jawab Ririn dengan sedikit terkejut. 'Maafin aku Rin yang membuat kamu berfikir bahwa kamu gak berharga buat kamu' batin Reno. Ririn memakan makanannya dengan lahap hingga habis. Karena dia begitu tak bertenaga setelah menjadi operasi itu.
Kini Elsa sedang memikirkan tentang Reno yang bahkan membuat dia begitu terkejut. 'Reno sudah menikah dan mencintai istrinya. Gimana mungkin?' batin Elsa. Elsa teringat akan kejadian di kantor milik Reno.
"Reno.." sapa Elsa dengan memeluk Reno. Reno dengan wajah terkejutnya langsung melepaskan pelukan dari Elsa. "Maaf Sa, tapi kamu gak pantas melalukan hal ini disini. Sa ini tempat kerja bukan tempat bermain-main" jelas Reno. "Ren kamu kenapa sih berubah gitu?" Tanya Elsa curiga. "Elsa aku mau rapat jadi jangan ganggu aku dulu" jawab Reno mengalihkan pembicaraan. "Reno kamu gak pernah sedingin ini apa lagi sampai mencampakkan aku" heran Elsa masih dengan kecurigaannya. "Elsa aku sekarang sudah gak mau lagi membahas tentang masa lalu dan kamu sudah aku anggap sebagai seorang teman bukan lagi kekasih" jelas Reno. "Ren semudah itu kamu melupakan aku, Ren kita baru tiga bulan berpisah tapi kamu dengan mudahnya melupakan aku" ucap Elsa tidak terima. "Sa cukup. Aku dan kamu sudah gak ada urusan lagi jadi jangan ganggu aku lagi, sekarang aku mau kerja" bentak Reno. Elsa tak menyangka jika Reno mampu membentaknya seperti itu.
Elsa begitu ingat jelas bahwa Reno membentaknya. 'Jadi Reno berubah karena istrinya. Aku gak akan ngebiarin Reno menjadi milik istrinya' batin Elsa. Elsa juga ingat bahwa Reno tau jika dia bukan mengejar impiannya melainkan mengejar cintanya yaitu Chiko. "Dari mana Reno tau tentang aku dan Chiko? Apa Nino yang kasih tau tentang ini semua? Tapi gimana Nino bisa tau. Aku harus bicara sama Nino" ucap Elsa pada dirinya sendiri. Elsa bersiap-siap ke kantor Nino untuk pergi menemui Nino. Tak berapa lama Elsa sampai di depan pintu ruangan milik Nino. "Mba saya mau ketemu sama bapak Nino Dewanto" izin Elsa. "Maaf apa sebelumnya ibu sudah membuat janji pada pak Nino?" Tanya sekertaris Nino. "Saya sudah bicara sama resepsionis di bawah dan tadi sepertinya beliau sudah menghubungi mba" jawab Elsa Santai. "Baik Bu, mohon tunggu sebentar" ucap sekertaris itu. Sekertaris itu mencoba untuk menghubungi Nino. "Maaf sebelumnya, siapa nama ibu?" Tanya sekertaris Nino. "Elsa permata" jawab Elsa cuek. Setelah itu terlihat sekertaris itu berbicara dengan Nino. "Ibu saya sudah menghubungi pak Nino dan beliau sedang tidak ada di tempat. Dan ini pak Nino menyuruh saya memberikan nomor telepon pribadi miliknya pada ibu" jelas sekertaris itu. Elsa menerima kartu nama Nino dan berterima kasih pada sekertaris itu. 'Nino benar-benar menyebalkan, mau ketemu aja harus seribet ini' batin Elsa. Elsa langsung saja menghubungi Nino untuk mengajaknya bertemu.
"Halo, ini aku Elsa" ucap Elsa
"........."
"............."
Elsa menutup ponselnya dengan wajah begitu khawatir.
Nino yang mendengar kabar bahwa Elsa mencarinya itu langsung menyuruh sekertarisnya memberikan nomor ponselnya. Nino begitu penasaran dengan apa yang ingin dibicarakan oleh Elsa. Dia yakin bahwa kejadian kemarin itu membuat Elsa penasaran siapa orang yang memberi tahu kepada Reno tentang dirinya dan Chiko.
"Apa yang membuat adek gue harus masuk rumah sakit lagi" tanya Nino dingin. "Kata dokter itu biasa terjadi sama perempuan yang habis pendarahan hebat dan ya tadi Elsa sempat datang menemui Ririn" jelas Reno. "Lantas..?" Tanya Nino. "Ya aku bicara dengan Elsa dan saat kembali Ririn sudah pingsan" jawab Reno dengan menghembuskan nafasnya perlahan. "Tapi sepertinya Elsa bakal cari Lo buat mempertanyakan tentang dia dan Chiko" lanjut Reno. "Kalau masalah itu gue akan tunggu kedatangan Elsa. Gue juga akan bicara sama dia dan tugas Lo hanya satu jagain adek gue dan jangan buat dia sedih apalagi terluka ingat itu" ucap Nino sembari mengancam Reno.
Nino tersenyum mengejek membayangkan bagaimana reaksi Elsa saat tau bahwa dirinyalah yang memberi tahu tentang hubungan antara Elsa dan Chiko. 'Elsa.. Elsa dengan bodohnya Lo malah mau nemuin gue yang jelas-jelas bakal buat Lo menyesali semua perbuatan Lo ke sahabat gue' batin Nino dengan seringainya.