
Kini Ririn dan Reno telah memiliki dua orang anak yang bernama Revano Putra Aditama dan Devano Putra Aditama. Mereka sudah berumur 3 tahun. Kebahagiaan Ririn terasa lengkap dengan kehadiran buah hati mereka.
"Revan, Devan, kemari nak. Ayo kita sarapan" panggil Ririn kepada anak-anaknya.
"Iya mama" jawab mereka serempak lalu melangkah kearah Ririn.
"Ma, apakah Om Nino dan Tante Elsa akan main kesini?" Tanya Devan polos. Ya memang Devan sudah sangat fasih bicara begitu juga Revan
"Em sepertinya seperti itu dan baby Keyla juga akan ikut" jawab Ririn tersenyum.
"Papa, mengapa aku memiliki adik yang begitu cerewet?" Keluh Revan pada Reno yang sedang sibuk dengan ponselnya.
"Apa maksudnya Revan, ngatain Devan cerewet?" Tanya Devan tak terima.
"Dengarkan papa, kalian adalah saudara dan kalian seharusnya saling menyayangi bukan malah bertengkar seperti ini" nasihat Reno lembut.
Memang Revan dan Devan memiliki sifat yang sangat berbeda. Revan memiliki sifat dingin dan pendiam yang sepertinya diturunkan oleh Reno sedangkan Devan sebaliknya dia adalah anak cerewet dan periang yang sepertinya menirukan sifat dari Ririn.
"Dengarkan mama sayang. Kalian adalah saudara, mama dan papa begitu menyayangi kalian. Jika kalian bertengkar maka mama dan papa akan sangat sedih. Kalian tau, kalian memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing jadi hargailah kekurangan dan kelebihan kalian masing-masing" ucap Ririn menengahi pertengkaran anak-anaknya.
Tak lama terdengar ada suara Nino dan keluarganya. Ya Nino sudah menikah Elsa tiga tahun lalu dan dikaruniai seorang putri bernama Keyla Salsabila Dewanto yang berusia dua tahun.
"Assalamu'alaikum dek" ucap Nino mengucapkan salam.
"Walaikum'sallam kak. Ayo sini duduk" balas Ririn.
"Hai Revan, hai Devan" sapa Elsa sembari mengecup pipi kedua bocah itu.
"Hai Tante" balas Devan. Revan hanya diam tak berniat untuk membalas sapaan Elsa.
Elsa yang sudah mengerti sifat dari Revan pun hanya terkekeh geli karena melihat tingkah Revan yang seolah-olah adalah pria dewasa yang dingin.
"Maaf ya kak, Revan memang seperti itu" ucap Ririn tak enak hati.
"Ya ampun Rin, gak masalah. Udah biasa kan aku ke sini jadi udah gak kaget" ujar Elsa terkekeh.
"Oh iya, Chiko gak ikut?" Tanya Reno pada Nino.
Ya, memang dari 3 tahun lalu Chiko memutuskan untuk tinggal bersama Nino di kediaman Dewanto.
"Dia ikut tapi masih di jalan, dia bilang mau beli sesuatu dulu" jawab Nino sembari mengedikan bahu.
"Itu si Chiko yakin gak mau menikah kak?" Tanya Ririn sembari mendudukkan dirinya di sebelah Reno.
"Aku juga gak tau dek, bahkan sampai sekarang dia belum ngenalin calon ke mama sama papa" jawab Nino santai.
Elsa yang sedari tadi asik bermain dengan Keyla pun ikut andil jika menyangkut tentang Chiko.
"Tapi kemarin aku lihat dia fokus sama hpnya sambil senyum-senyum gitu. Atau jangan-jangan dia udah ada calon tapi gak kasih tau kita" ucap Elsa ikut menimpali ucapan Nino.
"Jadi begini kelakuan kalian kalo gak ada aku? Kalian membicarakan tentang aku" ujar Chiko yang baru saja datang dan mendengar pembicaraan kakak-kakaknya.
"Lagian kamu ini udah dewasa tapi gak ada niatan untuk menikah. Atau jangan-jangan kamu ini homo ya?" Tuduh Ririn membuat semua orang tertawa kecuali Chiko yang memasang wajah masam.
"Enak aja. Mana mungkin aku homo. Aku ini masih normal kak. Aku cuma lagi cari orang yang tepat aja" ucap Chiko sombong.
"Om Chiko lagi deketin Tante Ayu tetangga kita, pah" ungkap Revan yang membuat semua orang terkejut dari mana anak sekecil Revan tau tentang rahasia Chiko.
"Kamu tau dari mana Rev?" Tanya Reno.
Revan hanya mengedikan bahu acuh yang membuat semua orang penasaran.
"Kak itu si Revan bohong. Aku mana pernah dekati Ayu" elak Chiko.
"Chiko..." Seru Ririn menuntut jawaban jujur dari Chiko.
"Kakak...." Teriak Chiko frustasi membuat keempat kakaknya tertawa kencang.
******
Ririn dan Reno kini sedang menatap anak-anak mereka yang sedang asik bermain bersama Chiko, Nino, dan juga Elsa.
"Terima kasih Rin sudah melahirkan anak-anak aku dan terima kasih udah mendampingi aku sampai detik ini" ungkap Reno jujur sembari memeluk Ririn dari belakang.
"Sama-sama mas, tanpa kamu aku gak akan pernah punya mereka" ucap Ririn.
"Maafin aku yang belum bisa jadi suami yang sempurna buat kamu. Izinin aku berusaha menjadi imam dan ayah yang baik untuk kamu dan anak-anak kita. Aku gak bisa berjanji untuk tidak mengecewakan kalian tapi aku akan berusaha membuat kalian bahagia" ungkap Reno tulus.
"Mas gak ada manusia yang sempurna. Aku gak akan melarang kamu untuk berusaha membahagiakan keluarga kita. Aku mencintai kamu dengan tulus mas. Aku juga belum bisa menjadi istri yang baik untuk kamu. Aku akan berusaha sebisa aku untuk menjadi istri dan ibu yang baik untuk kamu sama anak-anak kita. Aku masih gak nyangka akan mendapatkan kebahagiaan sebesar ini. Terima kasih mas udah mau menerima kekurangan aku. Terima kasih sudah membuat hidup aku bahagia. Terima kasih sudah mau membantu aku mendidik anak-anak kita. Kamu suami yang baik mas. Terima kasih, aku mencintai kamu" celoteh Ririn mengungkapkan perasaannya tulus.
"Aku juga mencintai kamu Rin. Terima kasih untuk segalanya" balas Reno.
"Mama, papa ayo main sama kita di sini" teriak Devan mengajak Ririn dan Reno.
Ririn dan Reno pun segera menghampiri semua orang yang sudah menunggunya. Mereka semua tertawa bahagia dengan apa yang ditakdirkan oleh Tuhan.
******
Percayalah tidak ada takdir yang menginginkan kau selalu terpuruk dengan kesedihan.
Kau memang tak bisa memaksa senja untuk tetap tinggal namun percayalah selalu ada bulan yang menggantikan senja.
Matahari bahkan tidak pernah meninggalkan bumi sama sekali, saat siang matahari menemani bumi tanpa perantara sedangkan malam matahari menyinari bumi melalui perantara bulan.
Jadi percayalah bahwa semua masalah pasti memiliki jalan keluarnya sendiri.
Dan apa yang kau anggap tidak baik belum tentu tidak baik di hadapan Tuhan begitupun sebaliknya apa yang kau anggap baik belum tentu baik dihadapan Tuhan.
Jangan pernah ragu untuk melangkah maju walau kau sudah terlalu sering jatuh berkali-kali.
Jangan menyerah hanya karena banyaknya rintangan menjumpai namun tetaplah melangkah walau duri melukai kaki.
Ingatlah setelah hujan badai pasti akan ada pelangi yang menghampiri.
Jangan jadikan kegagalan pada masa lalu tumpuan hidupmu. Jadikanlah kegagalan kemarin sebagai semangat yang semakin membara.
Buatlah cerita indah selama hidup untuk dijadikan panutan bagi anak-anakmu kelak dan jadikan cerita hidupmu panutan bagi banyak orang.
Tetaplah semangat dan jangan pernah menyerah dengan keadaan.
Takdirmu akan menuntunmu menemukan kebahagiaanmu yang sejati.
Jangan salahkan takdir jika memberikanmu sedikit cobaan. Karena semua kebahagiaan akan didapatkan setelah melewati beberapa ujian.
Jadikan hidupmu berharga. Jadikan hidupmu sebagai anugrah terindah yang pernah kau dapatkan. Jadilah dirimu sendiri dan kuatkan dirimu sendiri. Selamat menempuh perjalanan hidup.
RIRIN;)
TAMAT