
Nino kini sedang bersama dengan Elsa mengingat hari ini adalah akhir pekan. Nino mengajak Elsa untuk menghabiskan waktu di tempat-tempat yang pernah menjadi kenangan mereka berdua. Mereka berdua saat ini sedang duduk di sebuah tempat dimana itu adalah kali pertama mereka bertemu dan berteman. "Aku gak sangka kalau kamu bakal tau tentang perasaan aku ke kamu" kata Elsa menatap langit yang terlihat cerah. "Aku gak pernah sangka kamu pernah mencintai aku sedalam itu. Tentang kamu dan aku sekarang akan kita jadikan cerita untuk anak kita kelak" jelas Nino menatap wajah Elsa dalam. "Nino, apa kamu gak menyesal udah milih aku untuk jadi pasangan kamu? Sedangkan kamu tau tentang semua kejahatan yang aku perbuat?" Tanya Nino tenang. "Aku gak pernah menyesal dengan semua keputusan aku, yang paling aku sesali adalah pernah membenci kamu. Maaf aku membenci kamu tanpa aku tau tentang kebenarannya" sesal Nino sendu. "Kamu tau alasan aku mau sama Reno. Dulu saat Reno menyatakan perasaannya sama aku, aku hampir menolak karena aku sama sekali gak mencintai dia. Tapi aku lihat kamu menyapa Reno saat itu membuat aku menerima Reno supaya aku bisa lihat kamu terus-menerus tanpa aku sadari aku malah menyakiti seseorang demi kepentingan aku sendiri. Dan saat kita pertama ketemu setelah sekian lama aku cuma melihat kilatan kebencian di mata kamu . maaf karena aku membenci kamu. Saat pertama kali kita ketemu lagi saat itu aku belum tau kebenarannya. Aku memang ada rasa untuk kamu sejak kita masih kecil tapi itu aku tampik karena bagi aku kamu cuma teman yang gak bisa aku miliki. Kamu saat itu bagi aku gak lebih dari seorang wanita murahan yang mau memberikan hal berharga hanya karena cinta. Tapi saat aku mendengar penjelasan dari Chiko semuanya berubah sekarang aku meyakini kalau cinta aku ke kamu bukan hanya sekedar teman" jelas Nino mengungkapkan isi hatinya. Elsa bersyukur karena semua perjuangannya dan juga kesetiaannya membuahkan hasil. "Sa aku mau kamu ceritakan tentang Emily sama aku" pinta Nino. Elsa sedikit terkejut mendengar kata Emily keluar dari mulut kekasihnya. "Kamu kenal Emily?" Tanya Elsa terkejut. "Iya dan aku tau kalau dia adik kandung kamu" jawab Nino santai dan mengacuhkan Elsa yang terkejut.
"Emily" panggil Elsa. Emily pun menatap ke arah Elsa "kakak.." teriak Emily dan mereka pun berpelukan. "Apa mama dan papa ada di rumah ini?" Tanya Elsa gugup. "Iya mama dan papa ada di dalam" jawab Emily santai. "Em bisakah aku meminta tolong padamu jangan pernah terluka ataupun menangis. Demi aku" pinta Elsa serius. "Why? Ada apa denganmu kak?" Tanya Emily tak kalah serius. "Aku hanya terlalu menyayangimu hingga aku tak dapat melihat air mata dan kesedihanmu" jawab Elsa berbohong. Sebenarnya jika terjadi apapun pada Emily dialah orang pertama yang akan mendapatkan hukuman dari kedua orang tuanya seperti saat ini dia baru saja datang dari tempat penyekapan yang dilakukan orang tuanya. "Aku juga menyayangimu kak" balas Emily seraya memeluk Elsa erat. Hari-hari berjalan dan tibalah saat Emily mengetahui tentang segalanya. Tentang kesalahannya dan yang akan mendapatkan hukuman adalah kakaknya seperti yang Emily dengar dari kedua orang tuanya. Emily ketahuan menangis oleh kedua orang tuanya hingga akhirnya mereka mencari Elsa lalu menyiksa gadis itu seperti biasanya dan di situlah Emily melihat kekasaran yang di terima oleh Elsa. Elsa yang melihat Emily berada di tempat itupun segera bangkit dan akan memberikan pengertian pada adiknya namun yang ia dapatkan adalah Emily berada di atas balkon dan bersiap untuk melompat "em dengarkan aku, apa yang kau lihat itu semua tidaklah benar" jelas Elsa. "Tidak kak, semua kesalahanku kau yang menanggungnya kan? Mengapa kau lakukan itu?" Tanya Emily gusar. "Karena aku menyayangimu em. Em, jika kau melompat dari situ apakah mama dan papa tidak akan menyiksa ku. Dengarkan aku jika kau menyayangiku aku mohon jangan bertindak seperti ini" pinta Elsa memohon. Kedua orang tua Elsa dan Emily hanya melihat dari bawah mereka begitu takut jika terjadi sesuatu kepada putri kesayangan mereka. "Kak kau tau betapa sakitnya aku mendengar apa yang mama dan papa lakukan padamu. Awalnya aku tak percaya tentang hal itu tapi saat aku melihat dengan mata kepala ku sendiri aku terkejut kak. Aku menyayangimu kak. Selamat tinggal" ucap Emily terakhir kalinya lalu Emily melompat dan jatuh ke bawah.
Nino mendengarkan semua yang keluar dari mulut Elsa dengan baik dia pun segera memeluk Elsa melihat gadis itu menangis. "Aku tak tau mengapa mama, papa membenciku. Tapi saat aku melihat adikku yang mati di hadapanku benar-benar membuat aku begitu terpukul" ungkap Elsa. "Kau tak salah mengapa kau harus bertanggung jawab? Elsa dengarkan aku kita akan menutup rapat semua itu dan kita membuka lembaran baru" ucap Nino yang menenangkan Elsa. "No apa kamu yakin keluarga kamu bakal terima aku?" Tanya Elsa khawatir. "Aku yakin orang tuaku bakal terima kamu tapi mungkin ada satu orang yang akan sedikit sulit menerima kamu" jawab Nino tak yakin. "Siapa?" Tanya Elsa penasaran. "Dia adik aku" jawab Nino menatap mata Elsa. "Kamu punya adik?" Tanya Elsa lagi. "Iya dia adik aku, dia adalah orang yang begitu menyayangi Chiko. Tapi kamu tenang aja dia orang baik aku yakin setelah menjelaskan semuanya dia akan menerima kamu" jawab Nino meyakinkan Elsa. Elsa menatap mata Nino ragu, dia tak yakin apakah adik dari kekasihnya akan menerimanya. "Aku gak pernah tau gimana adik kamu seperti apa tapi mendengar ucapan kamu tentang dia yang begitu menyayangi Chiko mungkin akan membuat dia sulit menerima aku" ucap Elsa mengungkapkan semua isi hatinya. "Dengar aku Elsa. Apapun yang terjadi aku gak akan pernah melepaskan kamu. Saat aku memilih kamu maka gak ada satu orang pun yang bisa memisahkan kita kecuali Tuhan. Adik aku baik dia pasti akan memikirkan semuanya sebelum melakukan sesuatu" jelas Nino meyakinkan Elsa. 'aku juga gak akan pernah tau gimana reaksi Reno saat tau kalau aku akan menikahi orang yang sudah benar-benar membuat Reno hancur. Dan aku juga gak tau gimana reaksi Ririn kalau tau bahwa aku menghancurkan hati sahabatnya demi menikahi mantan pacar suaminya' batin Nino. 'aku harap keputusan kita gak salah No. Aku benar-benar pengen bersama kamu setelah perjuangan aku mendapatkan kamu' batin Elsa. Suasana hening menyelimuti mereka, mereka sibuk dengan pikirannya masing-masing.