
Semua orang terkejut tak terkecuali. Dewi dan Bima terkejut karena melihat Nino yang tiba-tiba datang menggandeng tangan seorang wanita. Sedangkan Ririn, Nino, dan juga Chiko terkejut dengan kedatangan Elsa bersama dengan Nino. Bukan hanya mereka Elsa pun sama terkejutnya melihat Reno mantan kekasihnya dan istrinya berada di sana. "Kenapa kakak bawa wanita itu?" Tanya Ririn lirih. Elsa di buat terkejut lagi dengan kebenaran bahwa istri Reno adalah adik dari kekasihnya. "Dek dia calon istri kakak" jawab Nino to the point. Sedangkan Reno menggeram emosi "maksud Lo apa bawa wanita ini ke sini dan memperkenalkan dia sebagai istri Lo?" Tanya Reno menimpali. "Gue dan Elsa akan menikah" jawab Nino dingin. "Ja..jadi dia ca..ca..calon istri ka..kam..kamu?" Tanya Dewi terbata-bata, hati Dewi begitu sakit melihat kenyataan bahwa seseorang yang sangat ia cintai memilih wanita lain menjadi pendamping hidupnya. "Iya dia calon istri aku dan kami akan segera menikah" jawab Nino yang membuat Dewi seolah-olah ditikam oleh beberapa pisau. Tak lama Dewi luruh ke bawah terduduk dengan pandangan kosong. "Kak maksud kakak apa? Kakak gak kasihan sama orang yang udah dampingi kakak selama ini?" Tanya Ririn geram melihat kelakuan kakaknya. "Baiklah sebaiknya kita selesaikan semuanya di sini" ucap Nino yakin. "Aku mau kamu jelasin segalanya termasuk semua kesalahan kamu" pinta Nino pada Elsa. Elsa yang takut-takut itu akhirnya meyakinkan diri bahwa semuanya harus terungkap. "Maaf sebelumnya Ririn, saya memang membuat kesalahan saat itu. Saya saat itu merasa bahwa saya belum bisa kehilangan Reno karena saya sedang memanfaatkan keberadaan Reno" ucap Elsa sembari melihat raut wajah Reno. Dan benar saja Reno sedang menahan amarahnya. "Saya sudah mencintai Nino sejak dulu saat aku masih berumur 12 tahun. Saya merasa senang dan juga nyaman saat bersamanya. Hingga satu kejadian membuat saya kehilangan Nino" lanjut Elsa sembari menahan tangisnya. Semua orang terkejut dengan pengakuan Elsa kecuali Chiko yang begitu takut semua akan terbongkar. "Kejadian apa?" Tanya Ririn datar. "Seseorang merampas kesucian saya hanya karena kesalahpahaman. Dia begitu mencintai adik saya hingga saat adik saya memilih takdirnya sendiri dia salah paham dan merebut kesucian ku begitu saja. Saat itu Nino memergoki aku dengan pria itu dan disitulah Nino salah paham dan akhirnya pergi meninggalkan aku sendirian" Isak Elsa menceritakan segalanya. "Siapa pria itu?" Kini Reno yang bertanya. "Dia adik aku sendiri" jawab Nino tegas karena ia tau Elsa akan takut jika mengungkapkan segalanya. "Gak mungkin" bentak Ririn pada Nino. "Kalau kamu gak percaya lebih baik kamu tanyakan itu pada bajingan dibelakang mu" ujar Reno sinis. "Jangan sebut aku bajingan. Lebih bajingan mana aku sama kakak? Kakak menelantarkan kak Dewi yang jelas-jelas mencintai kakak, lalu memisahkan seorang Adik dari kakaknya" emosi Chiko mendengar hinaan pada dirinya. "Jelaskan" titah Ririn dingin dan tegas membuat semua orang terkejut dengan perilaku Ririn saat ini. Chiko menerawang kembali ke masa lalunya.
"Kurang ajar, jadi kalian yang melakukan perbuatan tak senonoh di sini. Kamu temui kakak di ruang bawah tanah" ucap Nino berlalu tanpa memperdulikan sekitarnya. Chiko pun segera pulang dan pergi ke rumah untuk segera menghadap kakak tertuanya. "Kakak.." sapa Chiko takut-takut. "Apa kalian melakukannya karena suka sama suka?" Tanya Nino dingin tanpa basa-basi. Chiko mengangguk mengiyakan, ia tak berani mengeluarkan satu patah katapun dari bibirnya. "Pergi dari kehidupanku dan juga kakak perempuan mu. Aku tak ingin tinggal dengan bajingan yang mau meniduri wanita tanpa adanya ikatan" titah Nino dingin. "Gak.. kakak gak bisa pisahkan aku dengan kak Ririn" tolak Chiko sembari membentak Nino. "Kalau kamu tidak menurut padaku artinya bersiap-siaplah untuk penyekapan paksa yang membuatmu akan mati perlahan-lahan" ucap Nino dingin seraya pergi dari tempat itu. Nino memang sama sekali tidak memukul Chiko karena ia tau ini dilakukan tanpa adanya paksaan.
"Chiko apa yang kau lakukan di kamarku?" Tanya Elsa khawatir. "Kau membuat Emily pergi dariku selamanya" bentak Chiko pada Elsa. "Aku bersumpah bahwa aku sudah mencegah Emily untuk tidak mengakhiri hidupnya. Aku tak mungkin membunuh adikku sendiri. Aku mohon percayalah" mohon Elsa. "Kau pikir aku bodoh, kau akan merasakan apa yang seharusnya kau rasakan. Kau akan kehilangan segalanya sekarang agar kau merasakan apa yang Emily rasakan" seringai Chiko. "A..apa yang a..a..akan k..kau lakukan?" Tanya Elsa terbata-bata. "Kau akan menikmatinya" ucap Chiko dingin mematikan. Akhirnya malam itu segala hal buruk terjadi pada perempuan malang bernama Elsa. Setelah itu tak sengaja Elsa melihat kehadiran Nino, Elsa pun merasa sangat malu dan juga kotor. Setelah itu Nino mengajak Chiko untuk pergi tak lama setelah kepergiannya Nino kembali dengan wajah merah padam menahan amarahnya. "Kau wanita murahan yang menjajakan tubuhmu dengan gratis pada laki-laki di bawah umur" tuduh Nino. "Dengarkan aku, aku akan menjelaskannya" pinta Elsa lembut. "Apa yang ingin kau jelaskan setelah apa yang aku lihat. Apa aku akan percaya padamu? Aku tak akan mempercayai lagi ucapan wanita busuk sepertimu" ucap Nino berapi-api. "Mulai detik ini aku dan kau bukan lagi teman atau apapun itu jadi jangan menggangguku lagi" ucap Nino setelah itu meninggalkan Elsa yang menangis meratapi nasibnya. "Jadi selama ini aku hidup di antara dua bajingan yang sayangnya adalah saudaraku. Apa kalian memikirkan perasaan ku saat melakukan segala hal tersebut? Apa kalian tak mengingatku saat melakukan hal-hal tersebut" teriak Ririn pada kedua saudaranya. Ia mengerti mengapa kedua saudaranya yang dulu sangat disayanginya justru membuatnya sesakit ini. 'Ya Allah aku lelah' batin Ririn menangis.