DIARY RIRIN

DIARY RIRIN
2



Reno yang sedang terburu-buru berjalan cepat tanpa memperhatikan jalan, seketika Reno terkejut ia menabrak seorang wanita dan seorang wanita yang ia tabrak pun meminta maaf padanya “maaf mas, maafin saya. Saya gak sengaja melakukannya” ucap wanita Tersebut yang tak lain adalah Ririn.


“Oke gak masalah saya juga minta maaf” balas Reno sopan.


Setelahnya Reno pun segera pergi ke tempat yang ia tuju. Reno memasuki cafe tempat ia akan bertemu seseorang, Reno mencari tempat kosong yang bisa ia duduki. Sembari menunggu makanan yang ia pesan dan seseorang yang ia tunggu, Reno mengedarkan pandangannya ke sekeliling cafe matanya tertuju pada satu sosok yang sedang duduk dan memperhatikan dirinya. “bukannya itu cewe yang tadi aku tabrak, kenapa dia ngeliatin aku kaya gitu ya” gumam Reno.


Saat sedang memperhatikan Ririn yang keluar dengan terburu-buru, ada seorang wanita menyapanya “hay Ren, udah lama di sini?” tanya Elsa kekasih Reno.


“ah belum lama kok baru 30 menit dan kamu lihat makananku udah mulai dingin” Rajuk Reno, “aku minta maaf ya Ren tadi aku masih ada latihan” ucap Elsa beralasan. Reno hanya mampu menghela nafasnya berat, ia harus selalu mengerti Elsa namun Elsa tak pernah mengerti perasaannya.


Selesai makan Elsa berbicara pada Reno “Ren aku bakal pergi ke Australia. Aku mau ngejar semua mimpi aku Ren”.


“Kenapa kamu tetep kekeh pengen pergi Sa, kamu pernah gak sih pikirin perasaan aku. Selama kamu di sini kamu sibuk sama kegiatan kamu dan sekarang kita harus LDR, apa hubungan kita bakal bertahan?” Kesal Reno karena ia merasa tak bisa jika harus melakukan hubungan jarak jauh.


“Dan sebelum aku berangkat aku pengen kasih tau kamu Ren kalo aku akan mengakhiri hubungan kita. Aku mau fokus ngejar mimpi aku Ren” ungkap Elsa tanpa merasa bersalah.


Reno tak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Elsa. Reno tak mampu berkata-kata lagi, ia sangat terkejut dengan hal yang diungkapkan oleh Elsa.


Merasa tak ada jawaban dari Reno, Elsa pun segera pamit dan pergi meninggalkan Reno. Reno hanya tetap diam tanpa berkata, Reno begitu hancur saat ini.


...******  ...


Saat ini Dewi sedang membersihkan meja sembari bersenandung ria, tiba-tiba ponselnya berbunyi dan ada notif pesan yang ia terima dari nomor tak dikenal. Dewi pun segera membukanya.


Dewi ini aku Bima, kamu bisa keluar sebentar. Ada yang mau aku omongin sama kamu.


Dewi bergegas keluar untuk menemui Bima “Bim ada apa?” tanya Dewi to the point.


“Wi sebenernya aku suka sama kamu. Aku gak tau kenapa perasaan ini muncul, tapi jujur Wi karena kita makan siang bareng tadi aku merasa nyaman” ungkap Bima pada Dewi.


“Bim jujur aku juga suka sama kamu saat pertama kali kita ketemu, tapi semua itu aku pendam karena kamu itu kekasih sahabat aku. Bim aku gak mungkin pacaran sama kamu” ucap Dewi.


“kenapa enggak Wi, kita bisa jalin hubungan kita di belakang Ririn” paksa Bima.


“ Gak masalah kita hadapi sama-sama Wi” ucap Bima sembari memeluk Dewi. Tanpa sadar Ririn melihat dan mendengar semua yang terjadi diantara Dewi dan Bima.


Ririn pun segera menghampiri dua insan yang sedang berpelukan “jadi ini yang kalian lakuin dibelakang aku, jadi kalian mau diam-diam membuat cerita di belakang aku?” tanya Ririn sembari berteriak.


Dewi dan Bima terkejut dengan kedatangan Ririn itupun hanya mampu bungkam . “kalian pikir aku apa, kalian pikir aku cewe lemah yang gak bisa Terima kenyataan. Kamu Bim aku tau aku banyak salah sama kamu, aku belum bisa jadi yang terbaik buat kamu tapi Bim gak gini caranya kamu buat aku hancur. Dan kamu Wi aku gak akan halangi hubungan kalian kok kamu boleh ambil Bima tapi aku ingetin Wi , dalam hubungan kamu sama Bima hanya akan ada bayang-bayang kesalahan yang kalian berdua lakuin ke aku ingat sama omongan aku Wi. Sekarang aku minta putus sama kamu Bim dan kalian terserah mau ngapain aja aku udah gak peduli" ucap Ririn lalu pergi sembari menahan tangis.


...*******...


Saat ini Ririn duduk sembari menangis di dekat danau tempat dimana dia selalu menenangkan dirinya saat merasa gundah. Ririn mengusap air matanya dan membuka diary miliknya.


Jika hujan tak lagi ingin menyirami bumi untuk apa awan mendung datang menghampiri...


Kini hujan tak lagi ada...


Awan mendung perlahan pergi...


Namun gelapnya malam tanpa bulan dan bintang yang menghampiri...


Ririn semakin merasa hancur saat ini, ia tak mampu lagi menahan tangisnya. Ia merasa dunianya kini perlahan membunuhnya, tak memberi ruang padanya untuk mengadu. Tanpa disadari Ririn sedang diperhatikan oleh seorang pria yang sedari tadi berada di tempat itu. Pria yang memperhatikan Ririn itu tak lain adalah Reno, Reno sedikit bingung mengapa ada orang lain yang tahu tentang danau tempat ia menenangkan diri. Dan anehnya Reno seperti Tak asing dengan wanita tersebut "kayanya gak asing deh, kapan ya aku ketemu dia? Dan ngapain juga dia disini sambil nangis?" Gumam Reno. Reno tanpa ingin memusingkan hal itu pun kembali bersandar dibawah pohon sembari menenangkan pikiran dan hatinya.


...******...


Dilain sisi kini Bima dan Dewi sedang merasa menyesal karena menyakiti Ririn dengan begitu dalam. "Ini semua salah aku, aku sebagai cowo harusnya gak kaya gini. Gimana bisa aku mencintai dua wanita sekaligus dan itupun bersahabat" ucap Bima penuh dengan penyesalan.


"Aku juga seharusnya gak mencintai kamu, dari awal aku udah tau kamu itu milik sahabat aku tapi kenapa perasaan ini gak bisa aku tahan. Ririn itu punya kehidupan berat, dia pasti cukup hancur karena kehilangan kamu. Kamu adalah penyemangat hidupnya, kamu adalah satu-satunya orang yang mampu buat dia ketawa tapi dengan bodohnya aku menghancurkan dia" sesal Dewi dan sebutir air mata Dewi jatuh tak tertahankan. Bima hanya mampu memeluk Dewi ia tak tau apa yang harus dia lakukan.


"Wi aku minta maaf karena aku persahabatan kalian jadi harus berakhir" ucap Bima.


"Gak papa Bim aku juga salah dalam hal ini. Tapi Bim aku mau kita gak perlu lagi buat ketemu ataupun saling berhubungan lagi, aku tau aku cuma sesaat buat kamu. Gak mungkin kamu bisa berpaling dari dia setelah 4 tahun kamu jalani hubungan bersama dia" jelas Dewi lalu pergi meninggalkan Bima sendiri.


Bima tak mampu lagi untuk menahan air matanya, ia sudah sangat bodoh melepas wanita yang rela menemaninya selama 4 tahun hanya demi rasa sesaat. Bima pun hanya bisa menyesali perbuatannya tanpa bisa memperbaikinya.