DIARY RIRIN

DIARY RIRIN
30



Hari ini Reno membawa kejutan untuk Ririn. Dia membawa seseorang yang begitu di rindukan oleh istrinya. "Sayang aku ada sesuatu buat kamu" ucap Reno sembari mengecup pucuk kepala Ririn. "Kamu bawa apa?" Tanya Ririn cuek. Ya Ririn masih merajuk karena kemarin Reno telat menjemputnya. "Lihat arah pintu" suruh Reno. Ririn melihat ke arah pintu dan begitu terkejut bercampur bahagia. "Ririn..." Teriak wanita yang menjadi kejutan untuk Ririn dan di ikuti laki-laki yang membuntuti wanita itu masuk ke dalam rumahnya. Wanita itu memeluk Ririn erat begitu erat untuk melepaskan kerinduannya. "Dewi kemana aja ?" Tanya Ririn manja sembari terisak. Ya wanita itu adalah Dewi dan laki-laki yang membuntuti Dewi adalah Bima mantan kekasih dari Ririn. Namun yang membuat Dewi tak habis pikir adalah Ririn yang kini begitu manja. "Rin kamu kenapa jadi manja gitu?" Tanya Dewi heran. Ririn berkaca-kaca mendengar pertanyaan Dewi. "Mas Dewi gak suka sama Ririn lagi" adu Ririn pada Reno dan tangis Ririn pecah. Reno menghela nafasnya pelan "sayang, Dewi bukan gak suka tapi dia cuma tanya. Biar mas yang bicara sama Dewi" ujar Reno menenangkan istrinya. "Jadi saya minta maaf sebelumnya kepada kalian dengan sifat istri saya yang mungkin membuat kalian tidak nyaman. Tapi memang mood istri saya sering berubah-ubah karena mungkin hormon ibu hamil" jelas Reno dengan formal. "Ha..hamil?" Tanya Dewi tak percaya. "Iya Wi aku lagi hamil udah 8 Minggu dan iya bayinya gak cuma satu tapi ada dua" jelas Ririn bersemangat. "What?" Teriak Dewi dan Bima. "Kamu hamil anak kembar Rin?" Tanya Bima dan Ririn mengangguk antusias. "Bima kamu kapan pulang? Kamu ini pergi gak pamit sama aku" rajuk Ririn sembari mengerucutkan bibirnya. "Maaf ya Rin. Aku pulang udah dari 3 bulan lalu tapi aku baru bisa kunjungi kamu sekarang" jelas Bima sembari menggaruk tengkuknya yang bahkan tidak gatal. Ririn menganggukkan kepalanya tanda dia mengerti. "Oh ya Dewi ke sini kok sama Bima, kak Nino mana?" Tanya Ririn kepada Dewi. Memang selama Ririn menikah dia tak pernah mengetahui apapun tentang Dewi lagi. "Ah itu Rin.. sebenarnya aku udah putus 4 bulan yang lalu" jawab Dewi sembari memaksa untuk tetap tersenyum. Ririn begitu terkejut dia tak menyangka jika hubungan kakaknya bersama sahabatnya sudah kandas selama itu. "Maaf aku gak tau. Kamu sedih ya?" Ucap Ririn sedih. "Ah gak apa-apa kok Rin lagian aku sama Nino udah bicara baik-baik" jelas Dewi bohong. "Kok jadi mellow gini" sela Bima untuk mencairkan suasana. "Oh ya Bim, ayo kita tinggalkan dua wanita ini dan kita ngobrol di taman belakang" ajak Reno ingin memberikan ruang pada Dewi dan Ririn. Setelah melihat kepergian Reno dan Bima, Ririn mengajak Dewi untuk menonton drama favorit mereka.


Reno dan Bima duduk di taman belakang untuk membicarakan sesuatu tentang Nino. "Bim maaf sebelumnya saya bawa kamu ke sini. Sebenarnya ada yang ingin saya tanyakan tentang Dewi dan Nino" ucap Reno sopan. "Gak apa-apa pak saya akan jawab setahu saya semua pertanyaan bapak" jawab buat Bima tak kalah sopan. "Panggil saya Reno aja biar lebih akrab" pinta Reno. Bima pun mengangguk patuh. "Sebenarnya alasan apa yang membuat mereka putus?" Pertanyaan pertama yang dilontarkan Reno. "Setahu saya Nino memutuskan Dewi setelah menelepon saya. Ya Nino menelepon saya untuk bertemu keesokannya. Lalu di hari kita ketemu Nino meminta saya untuk pulang agar bisa menjaga Dewi. Yang saya dengar dari Dewi adalah bahwa Nino datang dan mengatakan bahwa dia akan menikahi gadis lain" jawab Bima panjang lebar. "Saya belum pernah melihat Nino sebajingan ini. Dan apa siapa yang akan dinikahi Nino?" Tanya Reno serius. "Bahkan saya gak tau siapa yang akan di nikahi oleh Nino. Karena Nino memang tidak berbicara apapun tentang wanita itu bahkan dia tidak mengatakan pada Dewi" jawab Bima tak kalah serius. "Maaf saya di suruh sama Bu Ririn mengantarkan minuman ini" ucap Tuti membuyarkan keseriusan mereka. "Oh iya Tuti terima kasih. Tuti ibu lagi apa ya?" Tanya Reno. "Ibu lagi nonton sama temannya pak" jawab Tuti lalu pergi setelah pamit pada Reno. "Saya gak tau apa yang sudah Nino perbuat. Saya gak menyangka bahwa dia bisa melepaskan wanita baik seperti Dewi. Bima saya mau kamu jangan melakukan hal bodoh lagi melepaskan berlian hanya demi seonggok batu kerikil" saran Reno pada Bima. Reno bahkan tau jika Bima dulu membuang Ririn yang begitu baik tapi dia juga bahagia karena Bima melepaskan Ririn jadi kini Ririn menjadi miliknya. "Ririn anak yang baik. Dia dulu gak pernah sebahagia ini. Dulu dia di benci ibunya lalu di tinggalkan ayahnya dan terakhir kehilangan Nino yang pergi entah kemana. Ririn gadis baik saat dia mencintai seseorang dia tidak akan semudah itu mengkhianati orang itu dan ya pernikahan bagi Ririn adalah sekali seumur hidup. Prinsipnya yang begitu menjunjung tinggi derajat sebuah pernikahan begitu dia pertahanan. Jadi jangan pernah salah paham dengan apa yang baru kamu lihat" balas Bima memberikan pesan. "Ah iya, apa Nino sudah benar-benar tidak menemui Dewi lagi setelah itu?" Tanya Reno kembali pada topik pembicaraannya. "Setahu saya, dia tidak pernah lagi muncul bahkan Dewi sudah tak pernah lagi membahas tentang Nino" jawab Bima. "Kemarin saya bertemu dengan Nino tapi saya tidak menemukan satu perempuan baru yang tinggal di rumahnya. Dan Nino juga tidak pernah membicarakan tentang perempuan kepada saya jadi apa mereka belum menikah?" Jelas Reno. "Saya tidak terlalu tau, tapi yang pasti dia mengatakan bahwa dia akan menikahi wanita lain" ujar Bima. "Saya memang tidak menyukai sikap bajingan dia tapi apapun keputusannya pasti yang terbaik untuk dia dan yang lainnya. Dia bukan laki-laki bodoh yang akan mengambil keputusan begitu saja, saya yakin ada alasan yang tepat di balik keputusannya memilih gadis itu" ucap Reno mengeluarkan pendapatnya. "Ya saya tau itu. Juga mengenal Nino, saya yakin ada alasan dimana dia harus melakukan hal-hal mengejutkan seperti sekarang. Dan kita hanya mampu menunggu hingga Nino menceritakan segalanya pada kita. Bahkan jika dia akan menyimpan segalanya sendiri saya akan tetap mendukung keputusannya" ucap Bima menyetujui apa yang di ucapkan Reno. Reno dan Bima begitu yakin bahwa adalah yang kuat mengapa Nino melakukan hal di luar batas pemikiran mereka sendiri. Bukan karena mereka tak mengasihani Dewi tapi karena mereka mengenal Nino jika sudah mengambil keputusan maka itu adalah yang terbaik untuk dirinya sendiri dan juga orang lain.