
"mas Reno, hari ini mau sarapan di
Rumah kan? Tadi aku udah buatin kamu nasi goreng" ucap Ririn sembari mempersiapkan tas Reno.
"Maaf Rin, aku hari ini ada rapat penting sama klien aku" tolak Reno halus. Ririn mengangguk dalam hatinya memang ada sedikit rasa kecewa namun sebagai seorang istri dia harus mengerti kesibukan suaminya.
"Ya udah Rin, aku berangkat dulu ya" pamit Reno sembari mencium kening Ririn.
"Ya udah hati-hati ya mas. Maaf aku gak bisa anterin sampai depan" ucap Ririn kemudian mencium tangan suaminya.
Reno keluar dari kamarnya dan mencari ibunya "mama... ma" teriak Reno.
"Ada apa sih Ren pagi-pagi udah ribut?" tanya Niken.
"Ma aku mau pamit berangkat dulu ya" ucap Reno.
"Tunggu dulu Ren. Ren Ririn udah buat sarapan buat kamu lho, Gak dimakan dulu?" Tanya Niken heran.
"Ma Reno udah telat, Reno ada rapat ma. Maaf ya ma Reno berangkat" jawab Reno sembari mencium tangan Niken dan berlalu pergi. Niken begitu kecewa dengan sikap anaknya yang tidak bisa menghargai usaha istrinya. Niken menggelengkan kepalanya tak menyangka.
Reno yang memiliki janji dengan Elsa untuk sarapan itupun begitu terburu-buru untuk menuju tempat yang sudah ditentukan. Sesampainya di tempat yang di tuju Reno melihat Elsa yang sedang duduk termenung. Reno menghampiri Elsa dan menyapanya "maaf ya Sa aku telat" ucap Reno.
"Tumben banget kamu datangnya terlambat?" Tanya Elsa.
"Em iya tadi sedikit ada masalah sama mobilku" bohong Reno. Elsa mengangguk mereka pun akhirnya sarapan bersama sembari sesekali bercanda.
"Ren kamu gak mau kenalin aku ke orang tua kamu?" Tanya Elsa di sela-sela makannya.
Reno sempat tersedak saat mendengar pertanyaan Elsa "emm.. maaf Sa tapi aku belum ada waktu buat itu dan mama juga lagi di luar kota" bohong Reno.
Elsa sedikit kecewa dengan sikap tidak tegasnya Reno dalam hubungan mereka. "Ren kamu itu anggap aku apa sih?" Tanya Elsa. "Sa bukannya kita udah memutuskan untuk menjalankan kehidupan kita masing-masing. Ya sekarang aku anggap kamu cuma sebatas teman" jawab Reno santai.
"Jadi rasa cinta kamu buat aku udah menghilang gitu aja Ren?" Tanya Elsa lagi.
"Sa kamu yang memutuskan untuk aku mengubah perasaan aku sama kamu" tegas Reno lalu meninggalkan Elsa sendiri. Elsa berlari keluar mengejar untuk bicara.
Saat Reno sedang membuka pintu mobil tiba-tiba Elsa memeluknya dari belakang. Reno terkejut dan membalikkan tubuhnya. "Elsa apa yang...." ucapan Reno terputus saat Elsa mencium bibirnya secara tiba-tiba.
Tanpa Reno sadari Ririn melihat adegan tersebut dimana Reno sedang bercumbu mesra dengan seorang wanita yang sepertinya ia pernah melihatnya. 'wanita itu bukannya yang aku lihat di ruangan mas Reno. Iya dia wanita yang ada di foto itu, apa yang sudah mereka perbuat' batin Ririn.
"Rin kamu kenapa ngelamun?" Tanya Dewi.
Saat ini Ririn sedang sarapan diluar bersama Niken dan Dewi. Ririn memikirkan hal yang tadi dilihatnya. Ririn tak percaya dengan apa yang ia lihat. 'hati aku rasanya begitu sakit melihat suamiku melakukan hal yang tidak pantas dengan wanita lain. Cobaan apalagi ini' batin Ririn hingga tak Ririn sadari ia menangis.
"Sayang kamu kenapa nangis?" Tanya Niken.
"Iya Rin kok kamu tiba-tiba nangis?" Tanya Dewi juga.
"Oh.. aku gak papa ma, Wi. Aku cuma lagi keinget mama sama ayah aja" ucap Ririn berbohong.
"Ya udah Rin, mereka itu udah tenang disana. Mereka bakalan ngerasa bersalah banget sama kamu kalo kamu nangis terus kaya gini" ucap Dewi menasehati.
"Sayang mama ada di sini buat kamu. Mama gak akan pernah ngebiarin kamu merasa sendiri lagi" ucap Niken menenangkan. Ririn tersenyum pahit, mengapa seolah-olah takdir sedang mempermainkan dirinya. Setelah selesai sarapan Ririn langsung pamit kepada Dewi dan Niken untuk pulang dengan alasan sedang tidak enak badan.
...******...
Nino sedang berjalan dengan terburu-buru karena dia sudah telat sekali untuk rapat. Dan tak sengaja Nino menabrak seseorang yang tidak lain adalah Elsa. "Maaf" ucap Nino lalu melihat ke arah wanita yang ia tabrak namun betapa terkejutnya ia saat mendapati Elsa lah wanita yang ia tabrak.
Tanpa menoleh ke arah Nino Elsa berlalu begitu saja. Tanpa memikirkan hal lain Nino pun segera beranjak untuk menghadiri rapat. Beberapa saat kemudian Rapat itu selesai dan Nino tidak langsung pulang melainkan mengikuti langkah Reno menuju ruangan Reno. "Nino Lo ngapain ngikutin gue?" Tanya Reno heran.
"Kenapa Elsa ada di kantor ini?" Ucap Nino balik bertanya.
Reno terkejut bukan main, bagaimana Nino tau bahwa Elsa berada di kantor miliknya. "Lo ketemu Elsa dimana?" Tanya Reno penasaran.
"Lo gak perlu tau gue ketemu dimana sama Elsa dan yang perlu Lo jawab itu kenapa Elsa ada di sini?" Ucap Nino dengan wajah yang sudah menahan amarah.
"Dia kemaren balik, gue gak tau kenapa dia ada disini dan ada urusan apa gue gak tau" jawab Reno sedikit berbohong.
"Gue ingetin Lo. Jangan pernah Lo bikin adik gue terluka kalau sampai gue tau Lo nyakitin adik gue, gue gak jamin kalo Lo Sama adik gue akan tetep bersama" peringat Nino tanpa basa-basi Nino langsung berlalu pergi begitu saja. Reno terdiam dan merenungi semua yang telah dia lakukan. Lain halnya dengan Nino yang menuju ke kediaman Ririn adiknya.
...*******...
Ririn yang baru saja sampai di rumahnya langsung masuk ke dalam kamarnya dan merebahkan tubuhnya. Ririn mengingat kejadian dimana suaminya dengan berciuman dengan wanita lain. Ririn merasa begitu sakit melihat semuanya, Ririn memanglah belum ada di hati Reno tapi tak seharusnya juga Reno melakukan semua itu padanya. Seperti biasanya jika dia berada dalam masalah Ririn langsung menuliskan semua keluh kesahnya pada diary miliknya.
Hari ini aku melihat dia yang menjadi duniaku sedang bersama dengan wanita lain. Aku tidak pernah menyangka sebelumnya bahwa dia akan sekejam itu membodohi diriku. Terkadang aku merasa bahwa takdirku tak pernah membawa ku untuk bahagia. Tuhan biarkan aku bahagia sekali ini saja Ku mohon. Aku memang tak sebaik itu tapi aku juga manusia yang ingin merasa bahagia merasa dimiliki, di sayangi dan juga dicintai.
Tanpa sadar air mata Ririn sudah mengalir deras membasahi pipinya. Karena kepalanya sedikit pusing Ririn memutuskan untuk tidur sebentar agar rasa pusingnya sedikit berkurang.
Setelan Beberapa menit Ririn tertidur dia mendengar ada suara teriakan seseorang yang memanggilnya dengan suara yang sangat keras sehingga Ririn merasa tidurnya terganggu.