DEWI NAGA TIMUR II "The Enternal Love"

DEWI NAGA TIMUR II "The Enternal Love"
Serangan



Long Hua membawa para tamunya kedalam rumahnya, mereka semua sampai disebuah ruangan yang terdapat meja yang cukup panjang dan sudah tersedia berbagai macam makanan diatasnya.


"Ayo semuanya silahkan duduk" seru Long Hua. Semua orang menuruti dan duduk dimasing-masing kursinya. Dari arah pintu semula yang mereka lewati, keluar seorang pria sepuh yang lebih muda dari Long Hua, dan diikuti oleh seorang wanita dan seorang pria muda.


"Perkenalkan, ini adalah adikku dan keluarganya", ucap Long Hua.


"Salam pangeran", pria sepuh itu membungkukkan badannya sebagai penghormatan.


"Jangan terlalu formal kepadaku paman, lagi pula kita sebentar lagi menjadi keluarga bukan" saut Liao Danyi.


"Perkenalkan namaku Long Shin dan ini istriku Mei Ling", Mei Ling membungkukan tubuhnya, "Dan ini putraku Long Yuwen", begitu juga dengan Long Yumen yang memberi penghormatan.


"Kenapa mereka hobi sekali membungkukkan tubuhnya, aku saja seorang pangeran biasa biasa saja", bisik Zhang Bing kepada ayahnya.


"Mungkin mereka memiliki penyakit punggung", saut Zhang Xiuhuan secara berbisik kepada Zhang Bing. Zhang Bing menahan tawanya mendengar ucapan ayahnya, memang dari dulu dia tidak pernah diperlakukan seformal mungkin sebagai seorang pangeran, apalagi ada seseorang yang lebih tua darinya memberikan hormat kepada Zhang Bing hanya karena Zhang Bing adalah seorang pangeran, karena Xu Lian tidak pernah mengajarinya tentang hal itu. Karena ini memang keinginan Xu lian, ia tidak ingin jika putranya kelak memiliki sikap sombong. Maka dari itu Zhang Bing selalu dianggap sebagai anak biasa diKerajaan Wei, dia tidak pernah diperlakukan manja oleh para penghuni istana agar Zhang Bing tidak memiliki sikap semena-mena kepada orang yang lebih lemah darinya.


"Bukannya mereka memiliki penyakit punggung, tetapi ajaran ayahmu yang sesat" timpal Xu Lian ikut berbisik.


Zhang Xiuhuan dan Xu Lian begitu juga dengan Zhang Bing menghentikan pembicaraan mereka tatkala Long Shin menatap mereka.


"Oh ya mereka adalah tamuku". Liao Danyi memperkenalkan Zhang Xiuhuan dan lainnya kepada Long Shin.


"Marga Zhang dan marga Xu? aku pernah dengar tentang marga ini tetapi dimana ya?" pikir Long Shin.


Zhang Xiuhuan memperhatikan raut wajah Long Shin yang menurutnya sangat mencurigakan. Ia bisa membaca pandangan Long Shin yang berniat buruk, bukan kepadanya ataupun keluarganya tetapi kepada Liao Danyi.


Beberapa waktu kemudian muncul seorang wanita paruh baya dengan seorang wanita muda memasuki ruang makan, dan diikuti seorang gadis kecil yang berlari-lari kecil. Wanita-wanita tersebut membungkukkan tubuhnya sebagai penghormatan kepada orang-orang yang berada didalam ruangan tersebut.


"Ini adalah istriku Jia Li, dan ini putri pertamaku Long Jiao", Long Hua membantu putri yang kecilnya untuk menaiki kursi tempat duduknya, "Dan yang ini adalah putri terakhirku Long Kaili" ucapnya.


Setelah perkenalan yang menurut Zhang Xiuhuan dan Zhang Bing sangat membosankan, mereka memulai makanannya.


Sesekali mata Zhang Bing melirik kearah Long Kaili yang selalu melirik kearahnya. Tetapi ia tidak memperdulikannya dan terus saja memakan makanannya.


Long Hua menyiapkan kamar untuk para tamunya agar beristirahat.


"Kau yakin kita akan tetap tinggal disini?" tanya Xu Lian. Mereka bertiga berada didalam kamar yang sudah disiapkan oleh Long Hua, walaupun waktu masih menunjukkan sore hari.


"Sebenarnya aku penasaran dengan orang yang bernama Long Shin. Dan kau tahukan Pangeran Liao Danyi sudah berbaik hati untuk mengajak kita dalam rombongannya" seru Zhang Xiuhuan.


"Memang benar, aku juga bisa merasakan sesuatu kejanggalan ketika cara Long Shin menatap Pangeran Liao Danyi" saut Xu Lian.


"Ibu aku bosan!!" rengek Zhang Bing. Sedari tadi ia sungguh merasa bosan, apalagi pembicaraan orangtuanya yang sungguh tidak dimengertinya. "Aku ingin pergi jalan-jalan keluar" serunya lagi.


"Baiklah ayo" Xu Lian melirik kearah Zhang Xiuhuan, "Kau mau ikut?" tanyanya.


"Tidak kalian berdua saja. Aku ingin memeriksa keadaan tempat ini saja" ucapnya.


***


"Ada yang sedang mengawasiku".


"Heyy kau mau bermain denganku?" dari arah belakang Xu Lian dan Zhang Bing, terlihat gadis kecil yang sedang berlari kearah mereka berdua yang tak lain adalah Long Kaili.


"Hey anak manis, sedang apa kau disini?" tanya Xu Lian.


"Bibi bolehkan aku ikut bermain dengan kalian?" tanyanya.


"Oh tentu saja. Siapa yang tidak mau bermain denganmu?" seru Xu Lian sambil mengelus kepala Long Kaili lembut.


"Aku!" ucap Zhang Bing. Xu Lian menatap tajam kearah putranya.


"Aku memiliki boneka kayu, ayo bermain denganku" ajak Long kaili kepada Zhang Bing.


"Anak laki-laki tidak bermain boneka" saut Zhang Bing.


"Apa ayahmu saja suka bermain boneka" alibi Xu Lian agar putranya mau bermain dengan Long Kaili.


"Benarkah?", Xu Lian menganggukkan kepalanya. "Baiklah ayo kita main" seru Zhang Bing.


Xu Lian hanya mengawasi Zhang Bing dan Long Kaili yang sedang asik bermain boneka kayu. Hingga mataharipun mulai terbenam, mereka kembali kedalam rumah. Tetapi semakin malam menjelang Xu Lian merasakan jika rumah Walikota lama kelamaan dikelilingi aura pembunuh.


Malam ini Zhang Xiuhuan tidak berniat untuk beristirahat, karena mereka tahu malam ini akan terjadi penyerangan.


"Apa kau mengetahui sesuatu?" tanya Xu Lian.


"Tidak banyak. Hanya saja aku tahu inti permasalahannya", Zhang Xiuhuan melirik kesekitarnya memastikan tidak ada satupun orang yang mendengar pembicaraannya. "Sebenarnya ini permasalah keluarga. Long Shin memiliki anak perempuan yang seharusnya dinikahkan oleh Pangeran Liao Danyi, tetapi Pangeran Liao Danyi tidak menyukainya sehingga ia menolak untuk menikahi putri Long Shin. Karena Pangeran Liao Danyi menyukai putri dari Long Hua. Karena itu, putri Long Shin memutuskan bunuh diri. Bukan hanya karena permasalahan putrinya saja, Long Shin juga sebenarnya cemburu dengan jabatan Walikota pada Long Hua ditambah lagi ia akan berkerabat dengan Kerajaan Saharan". ucap Zhang Xiuhuan.


"Sungguh membingungkan permasalahan mereka. Tapi yang lebih bingung bagaimana caranya kau tahu semua ini?" tanya Xu Lian penasaran. Dia heran kenapa Zhang Xiuhuan bisa mencari informasi sedetail ini.


"Kau ingin tahu?", Xu Lian menganggukkan kepalanya, "Kemarilah!" Xu Lian mendekatkan tubuhnya pada Zhang Xiuhuan agar lebih mudah untuk membisikkannya. "Karena itu adalah rahasia" bisiknya. Xu Lian yang merasa kesal dengan Zhang Xiuhuan berniat untuk memberi pukulan kepada suaminya tersebut, tetapi niatnya diurungkan tatkala pendengarannya menangkap suara keributan yang berasal dari luar. Begitu juga dengan Zhang Xiuhuan.


"Bing Bing ayo kita keluar. Dan jangan pergi menjauh dari ibu, kau mengerti!" Zhang Bing menganggukan kepalanya.


*Bomm...


Bomm*...


Terdengar beberapa ledakan dari lantai atas yang menyebabkan kerusakan cukup parah pada bangunan rumah milik Walikota.


Malam yang sunyi menjadi malam yang riuh dengan suara jeritan dan suara nyaring akibat pertempuran yang terjadi. Masih belum diketahui siapa yang menyerang rumah Walikota Long Hua.


***