
Setelah beberapa hari menetap dirumah Walikota Long Hua, Zhang Xiuhuan melanjutkan perjalanannya kemabali dengan yang lainnya. Sebelum mereka bertiga meninggalkan kota Tibet, Zhang Xiuhuan sudah memberitahukan kepada Xu Lian untuk mampir sebentar kerumah Pemeriksa Elemen untuk Zhang Bing. Maka dari itu, kini mereka memutari kota Tibet untuk mencari Rumah Pemeriksa Elemen. Setelah cukup lama mereka bertiga berkeliling, akhirnya mereka menemukan sebuah bangunan berlantai dua dengan papan nama didepannya yang bertuliskan 'Rumah Batu Elemen', Zhang Xiuhuan mengajak Xu Lian dan istrinya untuk memasuki tempat tersebut.
Tidak ada penyambutan apupun ketika mereka memasuki tempat tersebut, tidak seperti tempat-tempat lain yang memperkejakan seseorang sebagai pelayan penyambut ataupun kasir.
KOSONG hanya satu kata tersebut yang bisa menggambarkan suasana didalam ruangan rumah tersebut.
"Mi, apa kita salah masuk? mungkin ini rumah kosong!" seru Xu Lian. Ia mengelilingi pandangannya ke penjuru ruangan lantai pertama, walaupun ruangan ini terlihat kosong tidak ada seorangpun yang menjaganya tetapi ruangan tersebut terlihat rapih dan bersih apalagi ruangan tersebut di dominasi oleh barang-barang berwarna merah jambu.
"Iya aku juga tidak tahu. Sebaiknya kita pergi saja dari tempat ini!" ajak Zhang Xiuhuan. Ia berpikir mungkin tempat ini sudah disewa menjadi tempat lain dan orang yang menyewanya lupa mengganti papan nama bangunan ini. Mana ada rumah pemeriksaan elemen begitu nyentrik seperti bangunan ini.
Zhang Xiuhuan dan Xu Lian memutuskan untuk pergi saja dari bangunan tersebut, tetapi langkah mereka terhenti tatkala suara teriakan yang sensual terdengar dari lantai dua.
Zhang Xiuhuan begitupun Cu Lian berbalik dan terlihat seseorang berpakaian merah jambu dengan motih bunga sakura yang senada dengan warna bajunya, tak lupa rambut panjangnya digerai sehingga memberi kesan seksi dan tak luput dari hiasan rambutnya yang berbentuk bunga-bunga kecil sehingga terlihat sangat cantik. Kedua tangannya memegang sebuah kipas angin yang sama-sama berwarna merah jambu, kuku-kuku jarinya pun terlihat sangat cantik ketika cat kukunya yang diperlihatkan. Zhang Xiuhuan maupun Xu Lian membulatkan matanya, terutama Zhang Xiuhuan. Disisi lain Zhang Bing hanya mengerutkan keningnya aneh.
"Hehemm maaf nyonya, tuan ada yang saya bisa bantu?" tanyanya dengan sensual seraya melenggok-lenggokkan tubuhnya. Tak lupa matanya melirik kearah Zhang Xiuhuan dengan nakal.
Zhang Xiuhuan masih terpaku dengan makhluk dihadapannya dan bibirnya bergerak untuk mengatakan sesuatu.
"Dia punya jenggot", Ya benar saja. Kenapa Zhang Xiuhuan selalu menatap makhluk dihadapannya? bukan karena terpesona dengan kecantikannya tetapi makhluk tersebut adalah pria yang berpakaian seperti wanita apalagi ketika pria itu menatap Zhang Xiuhuan dengan nakal ingin sekali ia menghajar wajah tersebut.
Xu Lian batuk kecil untuk mencairkan suasana.
"Maaf tua_an ehmm aku harus memanggilmu apa ya?" tanyanya.
"Ehmmm kau panggil aku nona Shang" ucapnya seraya memain-mainkan kipasnya, lalu ia melirik kearah Zhang Xiuhuan "Dan kau tuan kau boleh memanggilku sa-ya-ng" serunya sensual.
Mata Zhang Xiuhuan berkedut, bisakah ia menghabisi wanita jadi-jadian dihadapannya ini. Ia mendengkus kesal ketika melirik kearah Xu Lian yang kini tengah menahan tawanya.
Disisi lain, Zhang Bing memutar otaknya, ia mencoba berpikir makhluk apa yang ada dihadapannya ini. Ia melirik kearah ayah dan ibunya terlihat mereka tidak berniat menjelaskan kepadanya jenis apa makhluk dihadapannya. Mungkin dia salah satu jenis siluman, pikirnya lalu mengedikkan bahunya tidak perduli.
"Maaf nona Shang, kita kemari ingin memeriksa jenis elemen putraku!" ucap Xu Lian.
"Oh baiklah ayo ikuti aku!", seru Nona Shang matanya masih menatap kearah Zhang Xiuhuan sesekali setengah wajahnya ditutupi oleh kipasnya dan kembali tersenyum genit kearah Zhang Xiuhuan.
"Ayo mari", Xu Lian memutuskan berjalan terlebih dahulu dan menggandeng tangan Zhang Bing, karena Nona Shang tidak beranjak untuk mengarahkan jalan dan masih menatap Zhang Xiuhuan.
Zhang Xiuhuan yang merasa terkejut karena Xu Lian berjalan mendahului langsung berjalan cepat menyusul Xu Lian. Tetapi ketika ia akan menaiki tangga, Nona Shang dengan sengaja berjalan kearah tengah tangga sehingga Zhang Xiuhuan tidak sengaja menyenggol tubuh Nona Shang.
"Ahh...kau ini jangan kasar-kasar", serunya seraya menyentuh tubuhnya yang tertabrak Zhang Xiuhuan.
Zhang Xiuhuan menggeram kesal ketika Nona Shang menghalangi jalannya karena kini ia berdiri ditengah-tengah tangga. Apalagi ketika ia sengaja mengoyang-goyangkan dada palsunya dihadapan Zhang Xiuhuan. Zhang Xiuhuan yang sudah sangat merasa geram mengangkat tangannya ingin menghajar wanita jadi-jadian dihadapannya harus diurungkan tatkala Xu Lian memanggilnya.
"Mi, disini kita harus jaga sopan santun", ucap Xu Lian ketika ia menengok kearah belakang.
Zhang Xiuhuan menatap garang wanita jadi-jadian dihadapannya, ia tidak berniat untuk membalas ucapan wanita jadi-jadian dihadapannya itu . Ia segera menyusul Xu Lian dan menaiki tangga, ia juga tidak perduli ketika tubuh pria gila itu sengaja ditabrakkan ke dada bidangnya.
"Ahh... nakal" Seru Nona Shang.
Zhang Xiuhuan menaiki tangga dengan cepat tanpa menengok sedikitpun kearah belakang. Setelah menaiki tangga ia sampai pada sebuah ruangan yang tidak jauh berbeda dengan lantai bawah, bedanya pada ruangan ini terdapat sebuah bantal yang dijadikan sebagai tempat duduk ada pada bagian tengah ruangan, juga tidak terdapat sebuah meja kecil seperti tempat-tempat lainnya.
"Mari silahkan duduk", ucap Nona Shang tatkala ia sampai diruang 2. Xu Lian dan Zhang Bing duduk diatas bantal yang melingkar tersebut dan diikuti oleh Zhang Xiuhuan. Sebelum Nona Shang mengikuti yang lainnya untuk duduk, ia terlebih dahulu menghampiri sebuah lemari kaca dan mengambil sebuah kotak berwarna perak. Lalu ia duduk mengikuti yang lainnya.
"Ini adalah Batu Feng Shui yang biasanya digunakan untuk memeriksa jenis elemen seseorang. Batu ini berwarna putih salju, dan akan berwarna sesuai elemen orang itu sendiri", Ia mengeluarkan sebuah batu berwarna putih salju dari dalam kotak tersebut yang berukuran segenggaman tangan orang dewasa. "Cara pakainya, cukup dengan menyentuh batu ini dan tidak akan lama batu ini akan memancarkan warna elemen" seru Nona Shang.
"Baiklah ayo mulai, kemarikan tanganmu", Zhang Xiuhuan terkejut ketika Nona Shang tiba-tiba menggenggam tangannya.
"Maaf bukan saya yang ingin memeriksa jenis elemen, tapi putraku!" Zhang Xiuhuan dengan cepat menarik kasar tangannya, sehingga tangannya terlepas dari genggaman tangan Nona Shang. Sungguh ia ingin segera meninggalkan tempat ini.
"Mi kau jangan kasar-kasar dengan Nona Shang. Nanti dia sedih" saut Xu Lian. Zhang Xiuhuan mendengkus kesal, istri macam apa Xu Lian ini, bukannya membantu Zhang Xiuhuan menjauh dari wanita jadi-jadian itu, tetapi malah ia seperti berniat untuk mendekatkannya.
Disisi lain Zhang Bing menatap polos semua orang, otaknya tidak bisa menerima suasana saat ini. Apalagi ia masih berpikir jenis siluman apa makhluk dihadapannya ini.
Zhang Bing memegang Batu Feng Shui setelah Nona Shang memberikan kepadanya. Mereka semua menunggu dengan was-was karena mereka menunggu cukup lama tetapi batu itu tidak memancarkan warna apapun.
5 menit kemudian....
Cahaya berwarna merah terpancar dari batu Feng Shui.
"Oh dia memiliki elemen api" seru Nona Shang lega.
5 detik kemudian...
Warna merah yang awalnya terpancar dari Batu Feng Shui kini berganti menjadi warna biru muda.
Nona Shang diam mematung, baru kali ini ia menyaksikan kejadian yang aneh yaitu penyatuan dua elemen.
"Ini elemem es", serunya.
Xu Lian mengerutkan keningnya bingung, "sebenarnya elemen putraku api atau es?" tanyanya.
Tiba-tiba cahaya warna dari Batu Feng Shui berubah kembali menjadi warna putih keemasan.
"Obsidian"
***