DEWI NAGA TIMUR II "The Enternal Love"

DEWI NAGA TIMUR II "The Enternal Love"
Obsidian



"Obsidian", gumam Nona Shang.


Baik Xu Lian maupun Zhang Xiuhuan mengerutkan keningnya bingung. Pasalnya baru kali ini mereka mendengar seseorang memiliki elemen Obsidian.


"Apa maksudmu jika elemen putraku adalah Obsidian?" tanya Xu Lian penasaran.


"Elemen Obsidian adalah penyatuan dari dua elemen yaitu api dan es. Elemen ini biasanya terbentuk dari es dan api dan menjadi sebuah kaca obsidian. Tetapi ketika kaca itu menjadi lelehan berarti elemen ini lebih mengarah kepada api, karena lelehan ini memiliki kekuatan diatas lava api. Dan sebaliknya jika kaca tersebut menjadi padat berarti elemen ini lebih mengarah kepada es, karena bisa memberikan efek dingin seperti es. Semua kekuatan tersebut tergantung si pemilik elemen untuk menggunakannya." jelas Nona Shang panjang lebar. Xu Lian mencoba mencerna semua penjelasan Nona Shang, walaupun hanya sedikit yang ia bisa mengerti.


"Tetapi selama hidupku, elemen hanya terbagi menjadi 5, yaitu api, es, tanah, angin dan air. Baru kali ini aku mendengar elemen Obsidian, apa ini masuk akal" tanya Zhang Xiuhuan. Sesekali ia mencoba bertanya kepada Pete lewat benaknya dan hasil jawabannya sama seperti dia tidak tahu.


Nona Shang tertawa kecil, kedua matanya dikedip-kedipkan kearah Zhang Xiuhuan.


"Benar memang elemen hanya ada 5, tetapi elemen bocah ini juga termasuk kedalam 5 elemen tersebut bukan, es dan api?", Zhang Xiuhuan menganggukkan kepalanya, "Bedanya bocah ini memiliki dua elemen yang disatukan dalam tubuhnya maka dari itu ia memiliki elemen Obsidian" serunya kembali.


Oke sekarang baik Zhang Xiuhuan ataupun Xu Lian mengerti sekarang tentang elemen putra mereka. Ini memang kabar yang sangat baik bagi Zhang Bing tetapi ini juga bisa menjadi petaka baginya, karena didunia ini seorang anak yang memiliki potensi besar seperti Zhang Bing sangat diincar.


"Aku mengerti sekarang penjelasanmu", Xu Lian tersenyum kecil kearah Nona Shang, "Nona Shang bolehkah aku bertanya sesuatu kepadamu?" tanya Xu Lian.


"Ya tentu saja, apa itu nona yang ingin kau tanyakan?" saut Nona Shang.


"Bangunan sebenarnya besar tetapi mengapa tidak ada pelayan satupun?" tanya Xu Lian heran, sebenarnya ia masih memikirkan perihal tempat ini yang tidak memiliki satupun seorang pelayan walaupun tempat ini terbilang cukup besar.


"Sebenarnya dulu aku banyak memperkerjakan pelayan pria, tetapi selang beberapa hari mereka undur diri. Aku tidak tahu mengapa tapi ini sangat aneh" serunya.


"Tentu saja mereka semua melarikan diri jika harus selalu bertemu dengan monster gila sepertimu!" gerutu Zhang Xiuhuan dalam hati.


"Terima kasih Nona Shang, berapa biaya yang harus kami bayar?" tanya Xu Lian.


Nona Shang yang kini tengah menatap Zhang Xiuhuan secara diam-diam, harus mengalihkan pandangannya tatkala Xu Lian bertanya kepadanya.


"Cukup 5 keping emas saja" ucapnya seraya tersenyum manja kearah Zhang Xiuhuan. Disisi lain Zhang Xiuhuan sudah tidak tahan ingin meninggalkan tempatnya berada.


Xu Lian melototkan kedua matanya kepada Zhang Xiuhuan agar ia membayar tagihannya. Dengan malas Zhang Xiuhuan mengambil 5 keping emas dari cincin ruangnya dan memberikan uang tersebut kepada Nona Shang. Tetapi Nona Shang tidak menerima langsung uang tersebut, ia terlihat sedang berpikir dan tersenyum sendiri tiba-tiba, tangannya mencoba meraih 5 keping emas yang disodorkan oleh Zhang Xiuhuan dengan perlahan. Zhang Xiuhuan sangat merasa geram melihat kelakuan pria gila dihadapannya ini, andai saja Xu Lian tidak memelototinya pasti Zhang Xiuhaun sudah melempar koin emas itu pada wajah wanita jadi-jadian dihadapannya.


Dengan sengaja Nona Shang menyentuh tangan Zhang Xiuhuan dengan perlahan, seperti tidak ada niatan untuk mengambil uang dari tangan Zhang Xiuhuan.


"Iblis bodoh, kau tahu caranya membunuh orang tanpa harus menyentuhnya?" tanya Zhang Xiuhuan kepada Pete lewat benaknya. Ia sungguh merasa kesal, apalagi ketika tangan pria gila itu mengelus-ngelus tangannya.


"Santet".


***


Zhang Xiuhuan berjanji kepada dirinya sendiri untuk tidak kembali mendatangi tempat terkutuk ini. Hari ini adalah hari kesialannya, bagaimana mungkin ia terus saja digoda oleh wanita jadi-jadian seperti tadi, apalagi Xu Lian saja tidak pernah menggodanya, ini tidak adil baginya.


"Sebaiknya kita bergerak cepat karena malam hari sebentar lagi tiba. Aku dengar dari warga jika didekat sini ada sebuah desa kecil, jadi kita akan bermalam didesa tersebut" seru Zhang Xiuhuan.


Xu Lian hanya menganggukan kepalanya mengerti. Mereka bertiga terus berjalan tanpa menghentikan langkah mereka sekedar untuk istirahat, jika Zhang Bing terlihat kelelahan maka Zhang Xiuhuan sendiri yang akan menggendongnya.


Kini matahari sudah tenggelam sepenuhnya, perjalanan merekapun terhenti tatkala mereka disambut dengan bangunan-bangunan kecil. Zhang Xiuhuan mengelilingi pandangannya untuk mencari penginapan, ia sedikit kesulitan untuk mencari penginapan karena kurangnya pencahayaan didesa tersebut, sampai ia melihat sebuah bangunan 1 lantai diujung jalan, yang mengambil perhatiannya karena didepan rumah tersebut tertancap sebuah kayu yang bertuliskan 'Penginapan Mawar'. Zhang Xiuhaun tanpa pikir panjang langsung menuju bangunan tersebut.


Mereka bertiga memasuki penginapan tesebut, dengan Zhang Bing yang masih digendong oleh Zhang Xiuhuan.


"Permisi" seru Xu Lian tatkala mereka bertiga memasuki penginapan tersebut. Terlihat seorang wanita yang berumuran 30 tahunan yang kini tengah duduk didepan sebuah meja yang cukup besar, mungkin ia adalah kasir penginapan ini.


"Ehhh rupanya ada tamu" ucapnya gugup. Xu Lian menyipitkan kedua matanya bingung, ketika wanita tersebut tidak menyukai kehadirannya.


"Saya ingin memesan sebuah kamar" ucap Xu Lian.


"A-nu no-na" jawabnya gagap.


"Sebenarnya ada apa denganmu?" tanya Xu Lian geram.


"Sebaiknya kalian segera meninggalkan desa ini!"serunya cemas. Zhang Xiuhuan juga sama merasa bingung dengan sikap wanita penjaga penginapan ini, karena ia juga bisa melihat raut wajah orang yang ketakutan.


"Apa maksudmu? kami kesini hanya untuk menginap satu malam dan juga kami membawa putra kami yang masih belia. Tidak mungkin kami melanjutkan perjalanan pada malam hari" seru Xu Lian kesal.


"Tapi no-na"


"Sebenarnya ada apa?" tanya Xu Lian.


"Sebenarnya desa kami sekarang dalam kukungan kelompok perampok. Kami semua diwajibkan membayar upeti kepada mereka setiap hari tetapi jika kami tidak bisa membayar upeti para perampok akan membawa para wanita didesa ini" jelasnya. Xu Lian berdecak kesal, masih saja ada sekelompok orang yang melakukan hal keji seperti itu.


"Ini sangat tidak baik bagi kalian apalagi kalian orang pendatang" saut wanita tersebut kembali.


"Kenapa kalian tidak meninggalkan desa ini saja?" tanya Xu Lian heran.


"Kami hanya orang kecil, semua harta yang kami miliki berada didesa ini. Bahkan jika kami semua pergi dari desa, saya tidak yakin kami semua bisa menafkahi hidup kami sendiri" ucapnya sendu.


"Baiklah, kami tidak perduli dengan perampok tersebut dan akan tetap memesan kamar disini", saut Xu Lian.


Dengan berat hati pelayan wanita itu memberikan kunci kamar kepada Xu Lian.


***