DEWI NAGA TIMUR II "The Enternal Love"

DEWI NAGA TIMUR II "The Enternal Love"
Dimulai



Kabar tentang bersatunya kerajaan-kerajaan yang berada di wilayah daratan barat. Membuat semua Kerajaan dan Sekte-sekte lain, berpikir ulang untuk tidak menyerang Kerajaan Wei yang kini tengah mereka incar.


Walaupun begitu, Kerajaan Wei masih tak luput dari ancaman. Bahkan karena hal itu, membuat Kerajaan Wei harus menambah kewaspadaannya. Karena ancaman yang akan datang mungkin akan lebih besar dari sebelumnya. Bahkan Kerajaan San sendiri, sudah turun tangan untuk menghadapi Kerajaan Wei.


Seperti saat ini. Ruangan yang diyakini sebagai ruangan pertemuan Kerajaan San, dipenuhi puluhan orang. Dalam sebuah meja persegi panjang mereka semua duduk saling berhadap-hadapan. Pada ujung meja sebelah kanan duduk Wu Zheng, dengan kedua tangan menumpu dagunya. Matanya menatap tajam kearah depan.


"Apa yang kalian lakukan selama ini?" serunya dengan nada kesal. Semua orang menundukan kepalanya, tidak ada yang berani menatap langsung Wu Zheng yang kini tengah termakan emosi. Wu Zheng tak habis pikir dengan semua kerajaan yang berada dibawah pimpinannya. Diperintahkan untuk menyiapkan pasukan untuk menyerang Kerajaan Wei saja belum tuntas. Apalagi ini sudah lewat beberapa pekan, hingga kesabaran Wu Zheng habis. Ia hanya ingin segera menghancurkan Kerajaan Wei dan mendapatkan Pedang Goujian dan juga Naga milik Xu Lian.


Salah seorang memberanikan dirinya untuk berdiri. Ia mengangkat hanfunya pada bagian tangannya sebelum ia membungkukkan punggungnya.


"Maaf Yang Mulia. Pasukan gabungan milik kita belum sepenuhnya tuntas karena permasalahan tempat yang jauh. Tetapi anda tenang saja karena kita tidak perlu menghancurkan Kerajaan Wei untuk menangkap dua buronan kerajaan ini" ucapnya dengan jelas.


Wu Zheng menautkan kedua alisnya, mendengar ucapan salah satu kaisar yang berkumpul. "Apa maksudmu?".


"Mohon Maaf Yang Mulia. Sejak awal saya sudah melenceng, saya sudah memerintahkan tangan kanan saya untuk mengawasi Kerajaan Wei. Dan hasilnya sangat mengejutkan" Semua orang yang berada didalam ruangan saling melirik satu sama lain, "Sejak awal Kerajaan Wei memang sudah merencanakan tentang penyerangan kita, karena mereka akan mengulur waktu kita agar kita semua tidak bisa menangkap kedua orang yang kita cari. Karena kedua buronan kita akan pergi ke Gunung Datong untuk menghancurkan senjata yang mereka dapat, dari daratan timur" tuturnya mengakhiri penjelasannya mengenai semua yang ia ketahui.


Wu Zheng menggertakan giginya mendengar penuturan jika kedua orang yang mereka cari sedang merencanakan, penghancuran senjata yang selama ini ia incar. Ini tidak bisa dibiarkan, pikir Wu Zheng.


"Kita atur kembali rencana kita. Bagi pasukan kita menjadi dua kubu, kalian semua akan berada dimedan perang melawan Kerajaan Wei untuk mengelabui bahwa rencana mereka telah berhasil. Dan aku yang akan meminpin sendiri pasukan yang akan menyusul dua buronan tersebut" serunya yang dibalas anggukan oleh semua orang yang berada diruangan pertemuan tersebut.


Wu Zheng tersenyum, ia tidak ingin yang lainnya yang mendapatkan Pedang Goujian maka dari itu ia sendiri yang akan merebutnya.


-


-


-


1 bulan kemudian...


Xu Lian menatap Pedang Goujian yang kini berada dihadapannya. Sudah beberapa pekan ia lewati dengan hari dimana tanpa ada kedamaian sedikitpun.


Dari arah pintu kamarnya terbuka dan menampakan Zhang Xiuhuan. "Ayo! semuanya sudah menunggu" ucapnya.


Xu Lian memutar tubuhnya. Sesaat ia menatap kearah Zhang Xiuhuan, sebelum ia mulai beranjak dari tempatnya berdiri. Ia mengikuti Zhang Xiuhuan menuju halaman utama Kerajaan Wei.


Pertama kali yang menyambut pandangan Xu Lian adalah berjajarnya ratusan bahkan ribuan prajurit yang menggunkan pakaian yang berbeda-beda. Ia berjalan kearah ayahnya yang kini tengah berbicara dengan para kaisar yang lainnya.


"Kau harus bersiap. Semua ini akan dimulai, para pengintai Kerajaan Allepo sudah menangkap pergerakan dari Kerajaan San. Mereka semua akan menyerang dari dua arah, Selatan dan Timur" Xu Lian hanya mendengarkan ucapan ayahnya tanpa berniat membalas ucapannya.


"Keberhasilan kita sekarang ada padamu!", seru Xiao Tian seraya menepuk pelan bahu Xu Lian. Xu Lian menatap semua orang, ia tahu ia tidak boleh egois. Dengan tekad yang kuat ia berjanji dalam hatinya akan segera menghancurkan Pedang Goujian yang menjadi sumber permasalahan ini semua yang terjadi.


Setelah obralan yang singkat mengenai pasukan Kerajaan San yang akan menyerang. Xu Lian kembali kekamarnya, ia tidak berniat membawa barang bawaan apapun.


Kerajaan Wei dalam posisi waspada. Mereka semua selalu menjaga keamanan Kerajaan dari pagi hingga malam dan malam hingga pagi. Sampai waktu yang mereka tunggu telah tiba.


Xu Lian sendiri bersama Zhang Xiuhuan dan Zhang Bing, sudah berada digerbang istana bagian barat sejak matahari belum terbit. Langit yang masih menampakan kegelapan mereka mulai bergerak untuk pergi dari gerbang istana bagian barat yang memang bukan arah yang Kerajaan San gunakan untuk menyerang.


Mereka berdua terus menerobos jalanan yang dipenuhi kegelapan yang mulai hilang, hingga pandangan mereka tak bisa menangkap bangunan tinggi yang mereka tinggalkan.


Disisi lain, Xu Kong memecah pasukannya menjadi dua kubu. Karena Pasukan Kerajaan San menyerang dari dua arah yang berbeda tetapi dalam waktu yang bersamaan.


Matahari mulai muncul, menampakan cahaya kekuning-kuningan yang memancarkan tanah Kerajaan Wei, yang bersamaan menampakan ribuan pasukan berkuda yang datang.


Xu Kong yang menjaga di gerbang istana bagian timur. Dengan tekadnya ia mengangkat pedangnya tinggi-tinggi.


"JANGAN BIARKAN DARAH KITA SEMUA HILANG DENGAN SIA-SIA! JANGAN PERNAH GENTAR! DAN HADAPI MEREKA SEMUA! BUKTIKAN KITA TIDAK KALAH!!" Teriak Xu Kong yang dibalas sorakan terikan dari seluruh pasukan yang berada dengannya. Sama halnya, kubu pasukan yang berada dibagian selatan, yang dipimpin oleh Xiao Tian menyambut pasukan Kerajaan San yang jumlahnya sangat besar itu.


"SERANGGG!!!"


Pasukan yang dipimpin oleh Xu Kong mulai bergerak untuk menyambut serangan pasukan Kerajaan San. Tubuh kuda pasukan Kerajaan San mulai menghantam para pasukan Kerajaan Wei. Pasukan Kerajaan San mulai saling menebas dari atas kuda mereka.


Sedangkan para pasukan Kerajaan Wei menyerang kuda hingga terjatuh dan menyebabkan tabrakan beruntun para pasukan kuda. Dengan begitu pasukan Kerajaan Wei dengan mudah langsung menyerang pasukan Kerajaan San yang terjatuh. Melihat rekan-rekan mereka yang berada dibagian pasukan paling depan, pasukan Kerajaan San memutuskan untuk turun dari atas kudanya dan langsung menyerang pasukan Kerajaan Wei. Pertempuran yang tak bisa dihindarkan pun terjadi. Pasukan dari dua kubu mulai berjatuhan.


Sedangkan Xu Kong bersama kedua putrnya dan beberapa kaisar yang lain. Mulai berhadapan dengan para kaisar yang memimpin pasukan Kerajaan San.


Xu Kong mulai memainkan pedangnya, ia menebaskan pedangnya kearah salah seorang ketua/kaisar pasukan Kerajaan San yang menggunakan hanfunya yang berwarna merah terang. Tetapi berhasil ditangkis olehnya, sehingga mereka berdua kembali bertukar jurus.


Pertempuran terjadi secara bersamaan dalam dua kubu. Baik pasukan Kerajaan Wei maupun pasukan Kerajaan San mulai kehilangan anggota mereka satu persatu.


Xu Yong menggerutu kesal, ketika ia harus menghadapi dua kaisar sekaligus. Dengan cekatan ia mulai memainkan pedangnya, walaupun ia tidak percaya diri jika ia akan menang melawan mereka berdua. Rantai panjang yang menjadi senjata salah satu dari ketua pasukan Kerajaan San, melesat dengan cepat mengincar leher Xu Yong. Tetapi dengan cepat ia menangkisnya dengan pedangnya. Tetapi secara bersamaan, ketua pasukan Kerajaan San yang lainnya menyerangnya dari arah sampingnya. Dengan waktu yang ia miliki, Xu Yong segera menghindar dengan melompat kebelakang, tapi sayangnya dahinya terkena sedikit goresan pedang ketua pasukan Kerajaan San tersebut. Sebentar Xu Yong memikirkan strategi serangannya sebelum ia kembali bergerak untuk menyerang.


Posisi tersebut sama saja seperti yang dialami oleh Xiao Tian yang menjaga digerbang istana bagian selatan. Yang melawan dua kaisar sekaligus. Bahkan kini Xiao Tian sedikit kewalahan menghadapi mereka berdua.


"Sial!" tanpa diduga oleh Xiao Tian datang serangan secara tiba-tiba dari arah belakangnya. Dengan cepat ia menahan pedang yang datang menyerangnya.


Bugh...


Tubuh Xiao Tian terlempar tatkala, tetua pasukan kerajaan San yang lainnya menyerang Xiao Tian dari belakang dengan serangan tapaknya.


Xiao Tian menggerutu kesal, ia menggenggam pedangnya seraya menatap tajam kearah dua tetua pasukan Kerajaan San.


"Kalian ingin bermain-main denganku rupanya".


Xiao Tian kembali bergerak untuk menyerang kedua tetua pasukan Kerajaan San. Ia memainkan pedangnya dan akan menyerang Tetua pasukan yang tadi bertukar jurus dengannya, sehingga tetua yang tadi menyerang memilih untuk ikut menyerang. Tetapi tanpa diduga Xiao Tian dengan tiba-tiba memutarkan kakinya begitu juga dengan serangannya. Sehingga serangannya menghantam kearah tetua yang tadi menyerangnya dari belakang.


Tubuh tetua tersebut terlempar cukup jauh dan meninggalkan luka pada kedua tangannya yang menangkis serangan pedang Xiao Tian. Pertempuran pun kembali terjadi antara Xiao Tian dengan tetua yang tadi sempat ia tinggalkan.


-


-


-


Xu Lian menengok kearah belakang. Ia mendengar suara bising dengan samar-samar dari arah jalan yang ia lewati. "Apa ini semua telah dimulai?" serunya pada dirinya sendiri. Dengan berat hati ia kembali membalikkan tubuhnya dan melanjutkan perjalannya.


Ketika mereka bertiga sudah keluar dari hutan, dan matahari telah muncul. Mereka bertiga melanjutkan perjalannya dengan menunggangi Nang'er. Nang'er membelah awan dengan kecepatan tingginya agar mereka lebih cepat sampai pada tempat tujuan mereka.


Tanpa diketahui siapapun, Wu Zheng dengan pasukan yang ia bawa berniat menyegat Xu Lian dan Zhang Xiuhuan yang akan pergi ke Gunung Datong. Wu Zheng menuju ke bukit Yan Zi yang merupakan bukit yang mengelilingi Gunung Datong.