
Xu Lian menghela nafas lega tatkala tidak ada lagi yang mengancam nyawa. Ia melirik kearah laut yang kini memunculkan ombak. "Kenapa dia lama sekali?" tanya Xu Lian.
"Aku juga tidak tahu. Apa dia terkena masalah didalam laut sana?" seru Tetua Pete.
"Apa dia akan baik-baik saja?" tanya Xu Lian.
"Kau percayalah dia akan selamat!" semangat Tetua Gu.
Xu Lian dan Tetua Gu masih setia menunggu kedatangan Zhang Xiuhuan ditepi pantai. Sampai pandangan mereka menangkap sosok sebuah kapal yang berukuran besar sedang berlayar kearah mereka.
"Siapa mereka?" tanya Xu Lian.
"Aku tidak tahu. Tapi kita harus berjaga-jaga karena kita tidak tahu mereka musuh atau teman" saut Tetua Gu.
Dikedalaman Laut...
Pete mencoba mengendalikan tubuh Zhang Xiuhuan, ia sedikit kesulitan dalam menghadapi makhluk aneh ini.
"Zha-ng Xiu-huan", para makhluk aneh itu merubah wujudnya menjadi wanita yang sangat cantik seraya memanggil-manggil nama Zhang Xiuhuan.
"Sayangnya aku bukan Zhang Xiuhuan. Lagi pula aku tidak minat dengan wanita cantik seperti kalian" seru Pete didalam laut. Pete mengaliri semua tubuhnya menggunakan tenaga dalamnya sehingga tubuh Zhang Xiuhuan diselimuti oleh api. Api tersebut tidak padam walaupun ada didalam air. Ia juga membentuk dua buah pedang dari tenaga dalam miliknya.
KREEAAKK....
Semua makhluk tersebut menjadi ganas, wajah mereka yang semula rupawan kini menjadi seperti moster begitupun dengan suara mereka. Gigi mereka berubah menjadi bergerigi seperti hiu.
Pete terlebih dahulu menyerang, ia mencoba menusukkan pedangnya pada jantung makhluk tersebut tetapi karena gesitnya mereka dalam air ia hanya bisa melukai ekornya.
Ratu Lautan adalah makhluk yang sering berwujud seperti perempuan, mereka memiliki ekor seperti hewan laut lainnya. Mereka bukan termasuk salah satu dari siluman ataupun Iblis. Biasanya mereka merayu para nelayan dengan kecantikan mereka, dan juga menghipnotis mereka dengan mata merahnya setelah mangsanya terrayu mereka akan membawa mangsanya kedalam laut dan memakan tubuh mangsanya bersama. Kelemehan mereka hanya satu yaitu api, maka dari itu Zhang Xiuhuan cukup beruntuk karena ia memiliki elemen api begitu juga dengan Pete.
Pete merubah gaya serangannya, kini ia mengeluarkan sebuah sayap pada tubuh Zhang Xiuhuan sehingga ia lebih leluasa untuk bergerak. Ia bergerak cepat menyerang para Ratu Lautan dengan pedangnya. Pedangnya berhasil menembus jantung dari beberapa Ratu Lautan tersebut. Pete memanfaatkan keadaan ketika par Ratu Lautan itu tidak mencoba menyerangnya dengan cakar milik mereka. Mereka hanya memutari Pete, sepertinya mereka menunggu api pada tubuh Zhang Xiuhuan padam dan segera memangsanya.
Gerakan mereka bertambah brutal ketika melihat rekan-rekan mereka yang lain mati ditangan Pete. Tapi tidak bisa dipungkiri walaupun mereka marah dan segera menyerang tubuh mereka, kulit dan tubuh mereka akan melepuh. Pete menerima beberapa serangan dari para Ratu Lautan, ia menyerang kembali dengan menusukkan kedua pedangnya pada jantung mereka.
"Kalau aku terus menyerang mereka tenaga dalamku akan habis. Apalagi jumlah mereka sangat banyak". Pete mencoba memikirkan bagaimana solusinya agar ia bisa kabur dari sekelompok Ratu Lautan ini. Ia tidak mungkin harus membunuh mereka semua yang berjumlah sangat banyak.
Pete mengangkat wajah Zhang Xiuhuan keatas, dari atas laut terlihat bayangan seperti sebuah kapal yang sedang melintas. Pete tersenyum kecil.
Didaratan....
Xu Lian dan Tetua Gu masih menatap kedatangan kapal yang begitu besar yang kini semakin dekat dengannya. Terlihat dari atas bangunan kapal tertinggi keluar seseorang kakek tua yang sepertinya ia adalah ketua dari kelompok kapal tersebut.
Tetua Gu dan Xu Lian memperhatikan kakek tua itu yang sedang memberikan istruksi kepada anak buahnya dengan tangannya. Xu lian maupun Tetua Gu tidak ada yang mendengar seruan dari pria itu jadi mereka berdua hanya menunggu apa yang akan terjadi selanjutnya.
Dari bagian depan pesawat, terbuka lebar dan menampakan tiga buah meriam yang sangat besar.
"Sial mereka menyerang!" gerutu Xu Lian. Xu Lian segera membentuk sebuah pola pada kedua tangannya dan tercipta sebuah tameng berbentuk bulat yang memiliki ukuran yang sangat besar, tameng tersebut berputar dengan cepat seperti baling-baling.
Terlihat dari arah atas kapal kakek tua yang memerintahkan anak buahnya untuk menyerang. Mengangkat tangan kanannya dan ditarik kebawah. Ketiga meriam tersebut mengeluarkan serangan secara bersamaan.
*DOOAAAARRRR......
DOOAAAARRRR.....
Serangan dari meriam tersebut menghantam tameng milik Xu Lian hingga menciptakan ledakan-ledakan yang sangat besar. Baik Xu Lian maupun Tetua Gu termundur beberapa langkah kebelakang akibat gelombang yang diakibatkan oleh ledakan tersebut sangat besar. Tameng milik Xu Lian hanya mengalami keretakan diberbagai sisi.
Xu Lian melepaskan pola segel pada tangannya sehingga tameng es tersebut hancur seketika. Emosinya naik tinggi karena tanpa alasan mereka menyerang.
"Aku titip anakku!" seru Xu Lian.
"Nang'er ubah wujudmu kembali!" perintah Xu Lian kepada Nang'er yang sudah merubah wujudnya pada ukuran kecil. Xu Lian melesat terbang keatas yang diikuti oleh munculnya Naga. Ia mendarat dikepala Nang'er dan bergerak untuk menyerang.
Semua penghuni kapal terkejut melihat pemnadangan seorang wanita yang terbang dan kini mereka juga harus terkejut dengan kemunculan seekor Naga, sepertinya mereka telah menyinggung orang yang salah.
Kakek tua itu kembali menginstruksikan anak buahnya untuk mengisi meriam kembali dan menyerang kearah Xu Lian.
*DOOOUUAARRR....
DDOOOUUAARRR*...
Nang'er dengan mudah menghindari setiap serangan dari meriam tersebut sehingga serangan meriam tersebut menyerang permukaan laut dan menciptakan gelombang air yang cukup besar.
"Serang!" seru Xu Lian. Nang'er kembali mengumpulkan energinya pada mulutnya sehingga menciptakan sebuah bola energi berwarna emas, setelah itu ia arakan kepada kapal tersebut.
DRRUUUAAAKKKK....
Bagian kapal yang sebelah kiri mengalami kehancuran yang cukup besar sehingga membuat kapal tersebut oleng ke pinggir.
Beberapa saat setelah kapal itu oleng keluar manusia setengah iblis dari dalam laut yang sangat mengejutkan semua orang begitu saja. Tidak lama kemudian ribuan para Ratu Lautan ikut melompat keluar air laut tapi kini mereka menyerang kearah kapal yang kini sedang oleng itu. Semua orang panik dengan kemunculan makhluk aneh itu yang kini mulai menyerang para awak kapal dengan brutal.
Xu Lian mengerutkan dahinya, makhluk apa itu ia tidak mengetahui jika ada makhluk seperti itu. Pete tertawa kecil melihat para Ratu Lautan tersebut kini menyerang orang-orang kapal itu.
Setelah dirasa tidak ada ancaman apapun Xu Lian dan Pete kembali ke tepi pantai. Tubuh Zhang Xiuhuan kembali normal setelah ia mendarat diatas salju dekat dengan Tetua Gu. Tetua Gu langsung mendekat kearah Zhang Xiuhuan dan mengaliri tenaga dalamnya untuk memberi kehangatan pada tubuh Zhang Xiuhuan.
"Kau berhasil mendapatkannya?" tanya Tetua Gu.
"Tentu saja" Zhang Xiuhuan mengambil bunga Teratai Darah Salju dari balik hanfunya yang ia kenakan. Tetua Gu mengambil bunga tersebut dengan bahagia. Tanpa banyak membuang waktu ia langsung mengolah bunga itu menjadi obat.
Xu Lian menghampiri Zhang Xiuhuan ia ikut duduk disampingnya. "Kau tidak apa-apa?" tanya Xu Lian.
"Tentu saja"
"Makhluk apa tadi yang keluar setelahmu?" tanya Xu Lian penasaran.
"Mereka adalah Ratu Lautan. Tetapi mereka juga bisa berubah menjadi wanita yang sangat cantik" tutur Zhang Xiuhuan jujur.
"Kau bilang apa?" Xu Lian mengepalkan kedua tangannya geram.
"Mereka sangat cantik" seru Zhang Xiuhuan polos.
"DASAR MATA KERANJANG!! AKU AKAN MEMBUNUHMU!!!"
Zhang Xiuhuan mencoba berpikir memang ada yang salah dengan ucapannya ia hanya mengatakan yang sebenarnya kepada Xu Lian.
***