
Xu Lian menekuk wajahnya. Kenapa ayahnya juga menjadi membela Zhang Xiuhuan.
"Tidak! aku tidak akan pernah setuju jika kita harus menghancurkan Pedang Goujian!" seru Xu Lian seraya memalingkan wajahnya.
"Kau ini..." ucapan Zhang Xiuhuan terpotong tatkala pintu ruangan keluarga Istana Wei terbuka, terlihatlah seorang prajurit dengan raut wajah yang gelisah.
"Ada apa kenapa kau masuk tanpa mengetuk pintu dahulu?" seru Xu Kong.
"Maafkan saya Yang Mulia" prajurit tersebut membungkukkan tubuhnya. "Saya ingin memberitahu jika istana telah diserang oleh sekte lain!" serunya langsung keinti masalah.
BRUAAKK...
"Apa!", Xu Kong menggebrak meja dihadapannya. Baru saja ia merangkai strategi rencananya. Sudah ada yang menyerang saja.
"Ayo kita semua keluar!"
Zhang Xiuhuan dan Xu Lian ikut bangkit dari tempat duduknya menyusul Xu Kong yang sudah terlebih dahulu keluar. Tak lupa Xu Lain mengambil Pedang Goujian terlebih dahulu.
"Ibu!" terlihat Zhang Bing berlari kearah Xu Lian dan yang lainnya.
"Bing Bing kau jangan pernah pergi keluar istana! tetap didalam kau mengerti!" Zhang Bing mengerutkan keningnya heran. Tadi ia mendengar suara ribut dari luar dan ketika ia ingin memeriksanya ia melihat Xu Lian dan yang lainnya yang sedang berjalan menuju keluar. Tapi Xu Lian malah menyuruhnya untuk tetap didalam istana.
Zhang Bing hanya menganggukkan kepalanya, ia tidak perduli dengan ucapan Xu Lian karena ia tetap akan keluar untuk melihat apa yang sebenarnya terjadi.
Ketika Xu Kong dan yang lainnya sudah sampai didepan pintu utama Istana Wei. Permandangan yang pertama mereka lihat adalah hancurnya gerbang istana, banyak para prajurit Istana Wei yang bergeletak ditanah tanpa nyawa.
Xu Kong mengepalkan kedua tangannya dengan keras. "Sekte Lembah Tengkorak" gumamnya.
Sekte Lembah Tengkorak adalah salah satu sekte aliran hitam yang berada diwilayah Selatan. Mereka terkenal dengan klan pembunuh bayaran. Karena sumber daya mereka berasal dari jasa pembunuh bayaran. Sedangkan Tetua Sekte yang bernama Liao Cheng terkenal dengan sebutan Musang Hitam, karena kegesitannya dalam melakukan pembunuhan.
"HENTIKAN!!!"
Semua pasang mata menatap kearah Xu Kong yang kini tengah menahan amarah. Sedangkan, Liao Cheng tersenyum senang melihat Xu Kong dan lainnya telah keluar. Liao Cheng berjalan perlahan kearah Xu Kong seraya melipatkan kedua tangannya dibelakang tubuhnya.
"Apa yang kau lakukan dengan istanaku?" seru Xu Kong tajam.
"Aku menginginkan putrimu dan menantumu!" saut Liao Cheng.
"Ukur dululah seberapa kekuatanmu sebelum kau ingin menangkapku!" ucap Xu Lian. Ia merasa heran, pria paruh baya dihadapannya sangat sombong.
"Baikalah, mari kita lihat!"
Liao Cheng mengangkat tangan kanannya, dana dalam waktu yang bersama semua anggota sektenya mulai kembali menyerang dengan membabi buta.
Xu Lian menatap tajam kearah Liao Cheng. Dengan cepat ia bergerak kearah Liao Cheng dan mulai menyerangnya dengan Pedang Goujian. Liao Cheng menahan pedang Xu Lian dengan pedangnya yang ia ambil dari udara kosong. Mereka berdua mulai bertukar jurus.
Disisi lain, Zhang Xiuhuan dan Xu Kong membantu para prajurit Istana Wei melawan pasukan Sekte Lembah Tengkorak. Zhang Xiuhaun melompat tinggi keatas tatkala beberapa tombak dilemparkan kearahnya. Dalam waktu yang bersamaan ia mencipatakan dua pedang dari tenaga dalamnya. Zhang Xiuhuan menginjakkan kakinya dan langsung menyerang para pasukan Sekte Lembah Tengkorak. Ia menebaskan pedangnya pada anggota Sekte Lembah Tengkorak tanpa rasa ampun walaupun orang yang ia bunuh adalah seorang perempuan. Karena sama saja jika ia mengampuni mereka (perempuan) mereka malah akan membunuhnya.
Xu Kong dengan pedangnya mulai bertukar jurus dengan para pasukan Sekte Lembah Tengkorak. Walaupun tubuhnya telah dimakan usia ia tetap masih cekatan dalam bertarung.
Ditempat lain, Zhang Bing tengah mengintip dibagian pojok istana. Ia sudah menduga pasti sedang terjadi peperangan dan itu memang benar. Ia perhatikan Kerajaan Wei kalah jumlah dengan Pasukan Sekte Lembah Tengkorak. Karena Jendral Lee sudah membawa sebagian besar prajurit untuk menjaga titik wiliyah Kerajaan Wei. Ia menimang-nimang apakah ia akan juga ikut membantu yang lainnya.
Xu Lian mengalirkan tenaga dalamnya pada Pedang Goujian. Tidak lama setelah itu Pedang Goujian diselimuti percikan petir. Liao Cheng menjauhkan tubuhnya dari Xu Lian.
Pedang itu sangat aneh. Ia memperhatikan bagaimana cara Xu Lian menggunakan pedangnya. Ia menyipitkan matanya Pedang tersebut memang sangat kuat tetapi juga sangat aneh.
Sebelum Liao Cheng memikirkannya lebih jauh Xu Lian langsung menyerangnya.Ia juga sama mengalirkan tenaga dalamnya pada pedang miliknya agar pedangnya tidak mengalami kerusakan yang parah. Dengan cepat Liao Cheng memainkan pedangnya, walaupun pedang milik Xu Lian sangat kuat. Tetapi Xu Lian kalah gesit dengannya.
Xu Lian menebaskan pedangnya kearah Liao Cheng, tetapi dengan cepat Liao Cheng menghindarinya sehingga pedangnya menghantam tanah. Dengan waktu bersamaan Liao Cheng menyerang Xu Lian.
Xu Lian yang menyadari serangan Liao Cheng langsung menahannya dengan pedang miliknya. Tetapi tubuhnya terdorong kebelakang karena dorongan kekuatan yang besar.
Xu Lian mengusap ujung bibirnya yang mengeluarkan darah. Ia menggerutu kesal karena kekuatan Liao Cheng yang sangat kuat. Apalagi tenaga dalamnya terkuras karena menggunakan Pedang Goujian. Ia ingin meminta bantuan kepada Nang'er untuk memulihkan tenaga dalamnya. Tapi ia lupa jika kini Nang'er tidak bisa diganggu.
Xu Lian kembali mengalirkan tenaga dalamnya pada Pedang Goujian dengan lebih banyak secara berkali-kali. Tapi entah kenapa semakin ia mengalirkan tenaga dalalamnya pada Pedang Goujian ia merasakan keanehan dalam tubuhnya.
Liao Cheng menggerutu kesal karena serangan Xu Lian menjadi semakin kuat. Bahkan beberapa kali tubuhnya tidak bisa menahan serangan Xu Lian. Liao Cheng menyipitkan matanya melihat perubahan Xu Lian. Xu Lian semakin tidak terkendali dengan serangannya. Ada apa ini?
Xu Lian beberapa kali mengerjapkan matanya untuk berusaha tetap sadar. Ia tidak tahu kenapa tiba-tiba ada sesuatu yang ingin mengambil alih tubuhnya. Xu Lian semakin cemas ketika tubuhnya bergerak tanpa sekehendak dirinya. Ia menggigit bibir bawahnya, ia sangat bingung dengan keanehan yang terjadi padanya. Semakin Xu Lian melawan sesuatu yang aneh yang ada didalamnya semakin ia terkendalikan oleh sesutu tersebut. Xu Lian merasakan pusing yang sangat berat hingga matanya berkunang-kunang. Tidak lama kemudian semuanya gelap dan ia tidak bisa mendengarkan suara keributan disekelilingnya.
BANGG!
Semua orang yang berada didekat Xu Lian terlempar karena gelombang kekuatan yang keluar dari tubuh Xu Lian. Semua pasang mata menatap kearah Xu Lian begitupun Zhang Xiuhuan.
Zhang Xiuhuan sangat terkejut melihat keadaan Xu Lian sekarang. Apalagi dengan matanya yang berubah menjadi putih keseluruhan.
Xu Lian kembali menyerang dengan ganas kesemua orang. Bukan hanya Sekte Lembah Tengkorak yang ia serang tetapi juga dengan para Prajurit Kerajaan Wei. Semuanya menjadi kacau.
"Ada apa ini?"