
Sebuah tombak melesat dengan cepat menyerang kearah Zhang Xiuhuan, ia menebas semua tombak yang datang menyerangnya dengan menggunakan pedangnya. Ia kembali bergerak kearah para pendekar yang lain dan langsung menebas kepala mereka satu persatu.
Begitu juga dengan Tetua Gu yang sibuk dengan para pendekar yang mulai menyerangnya.
Disisi lain, Zhang Bing lebih memilih untuk melatih kekuatan elemennya. Ia sangat terkejut ketika menyadari jika kekuatan kedua elemennya sudah bisa ia kendalikan. Hal tersebut dikarenakan oleh Tanaman Teratai Darah Merah yang membantunya untuk menyeimbangkan kekuatan elemen miliknya.
Zhang Xiuhuan menahan semua serangan dari para pendekar. Zhang Xiuhuan yang tengah fokus menghadapi para pendekar harus terpecah tatkala, ia melihat Zhang Bing yang masuk kedalam pertarungan. Zhang Xiuhuan termundur tatkala salah satu dari pendekar tersebut berhasil menyerang Zhang Xiuhuan.
Zhang Bing mencoba melapisi kedua tangannya menggunakan kekuatan elemennya. Hingga lapisan berwarna putih pucat melapisi kedua tangannya sampai siku. Zhang Bing langsung menyerang kearah para pendekar dengan cara memukul dan menendang. Setiap pukulannya berhasil memukul mundur para prajurit.
Tetua Gu meneguk ludahnya, melihat Zhang Bing yang mulai ikut andil dalam pertempuran. Buah memang tidak jatuh jauh dari pohonnya, tuturnya dalam hati.
Para prajurit Wu Zetian tersisa semakin sedikit dengan jumlah sebenarnya. Mereka semua hanya terkalahkan oleh 3 orang bahkan salah satunya adalah anak-anak. Zhang Xiuhuan maupun Tetua Gu terus menghabisi para prajurit Wu Zetian hingga tidak tersisa satupun. Mereka bertiga segera pergi menyusul kearah Xu Lian.
Terlambat. Ketika mereka bertiga sampai ditempat Xu Lian, mereka semua melihat Xu Lian dan Wu Zetian yang sedang saling menyerang satu sama lain dengan kekuatan elemen masing-masing.
DDDOOOOOAAAAARRRRRRR!!!
Tubuh Wu Zetiaan menghantam serangan Xu Lian yang tidak sempat ia hindari. Tubuhnya terpental jauh hingga membentuk sebuah lubang besar pada tanah, tubuhnya kaku tidak bergerak.
Zhang Bing yang melihat ibunya terancam bahaya, ia segera melepaskan kekuatan elemennya dan ia tabrakan pada kekuatan elemen milik Wu Zetian.
DDDOOOOUUUUUUAAAARRRRRRR!!!
Semua tubuh mereka terpental tatkala kekuatan elemen milik Zhang Bing bertabrakan dengan milik Wu Zetian. Tubuh Xu Lian pun sama, walaupun ia tidak terkena dengan serangan milik Wu Zetian tetapi ia tetap mendapatkan imbasnya dari serangan tersebut hingga membuatnya terpental jauh dan menghantam tanah dengan keras. Xu Lian sedikit bersyukur karena Nang'er melindungi kepalanya agar tidak cidera. Xu Lian memuntahkan seteguk darah segar, ia merasa tubuhnya sangat sakit apalagi pada bagian punggungnya.
Zhang Xiuhuan segera berlari kearah Xu Lian yang juga diikuti oleh yang lainnya.
"Sayang! kau tidak apa-apa?", Zhang Xiuhuan membantu Xu Lian untuk mengangkat tubuhnya hingga ia duduk.
"Khok, punggungku seperti patah karena hantaman tadi" seru Xu Lian lemas. Tetua Gu segera memberikan sebuah pil pengobat dari cincin ruangnya kepada Xu Lian.
"Ibu kau baik-baik sajakan?" seru Zhang Bing yang ikut merasa khawatit dengan keadaan ibunya.
"Kau meningkat dengan sangat cepat Bing Bing! pertahankan itu!" Xu Lian tersenyum memandang putranya. Ia sangat bersyukur memiliki putra yang sangat hebat bahkan putranya juga yang telah menyelamatkannya dari serangan Wu Zetian.
"Ayo! kita cari tempat yang lebih baik agar aku bisa memeriksanya!" seru Tetua Gu memberi saran. Zhang Xiuhuan menganggukan kepalanya lalu ia menggendong tubuh Xu Lian. Mereka semua pergi untuk mencari tempat yang lebih layak.
Mereka semua memilih tempat bekas bangunan jaman dulu lagi seperti semula. Tubuh Xu Lian dibaringkan di lantai, lalu Tetua Gu mulai memeriksanya.
"Apa dia baik-baik saja? lukanya tidak terlalu parahkan? apa aku juga harus mencari tanaman obat untuk menyembuhkan lukanya? apa aku juga harus..... akkhhhh!!" Zhang Xiuhuan menjerit diakhir kalimatnya tatkala Xu Lian mencubit pahanya dengan sangat keras.
"Ya ya aku akan diam" sautnya seraya mengelus-elus pahanya.
Zhang Bing hanya duduk diam melihat Tetua Gu yang tengah memeriksa keadaan ibunya, tanpa berniat mengganggu Tetua Gu seperti ayahnya.
"Lukanya cukup parah, hanya saja pada punggungnya. Tulang punggung istrimu mengalami retakan yang cukup besar. Tapi kau tenang saja aku memiliki tanaman obat yang aku butuhkan. Mungkin ia akan pulih beberapa pekan kedepan" jelas Tetua Gu mengenai keadaan Xu Lian.
"Hmm begitu, tapi Tetua yang kau katakan memang benarkan? istriku hanya mengalami patah tulang pada punggungnya? tidak pada yang lainnya jugakan? dan juga kita tidak perlu untuk mencari tanaman obat untuk luka istriku? tapi...."
Bugghhh.....
Xu Lian menendang Zhang Xiuhuan, hingga tubuh Zhang Xiuhuan terjungkal ke belakang.
"SUDAHLAH KAU PERCAYA SAJA PADA KAKEK TUA INI! DAN KAU JANGAN BERISIK! KAU INI PRIA TAPI BERMULUT SEPERTI WANITA!!!" teriak Xu Lian geram. Zhang Xiuhuan hanya pasrah ketika Xu Lian yang menganiayanya, Hah yang benar saja!.
Mata Tetua Gu berkedut, baru kali ini ia melihat pasangan pasutri seperti mereka. Ia pindah melirik kearah Zhang Bing yang kini juga tengah menonton drama orang tuanya, semoga anak itu tidak seperti orang tuanya, tuturnya.
***
Angin berhembus dengan kencang hingga menerpa rambut panjang seseorang yang sudah memutih seluruhnya. Ia menggunakan hanfu yang berwarna putih polos seperti warna rambutnya. Bibirnya tersenyum kecil, seraya ia menghirup udara dan menghembuskannya perlahan. Matanya menatap tajam kearah depan dengan pancaran kebencian yang sangat besar kedua tangannya ia lipatkan ke belakang tubuhnya.
"Kau datang juga gadis kecil"
Ia berjalan diatas salju tanpa memikirkan kakinya yang tidak menggunakan alas apapun untuk menutupinya dari dinginnya salju. Salju yang dulu sering ia pijaki berwarna putih kini telah berubah menjadi warna merah. Ia terus menelusuri jalanan salju hingga ia menghentikan langkahnya di tempat yang dipenuhi pepohonan yang membeku. Ia membentuk sebuah pola pada kedua tangannya, dan tidak lama kemudian salju didepannya bergerak dan terbelah menjadi dua Terlihatlah sebuah pintu yang menghubungkan pada ruangan yang berada didalam tanah. Senyumnya terukir dan ia mulai memasuki ruang bawah tanah itu. Tidak lama kemudian tanah tersebut kembali tertutup dan ditutupi oleh salju.
Orang misterius itu terus berjalan melewati lorong-lorong bawah tanah, pada tembok lorong tersebut tergambar bentuk berbagai macam segel. Tetapi setiap kali ia melirik kearah gambar segel tersebut wajahnya menjadi dingin dan amarahnya semakin memuncak.
Ia terus berjalan hingga sampai pada ruangan yang cukup besar. Sebuah pedang yang berukuran satu setengah meter berdiri dengan gagahnya ditengah-tengah ruangan tersebut. Pedang tersebut dikelilingi sebuah segel yang sangat rumit hingga tidak ada satupun orang yang bisa mengambil pedang tersebur.
"Akhirnya setelah lama aku terkurung! kini aku bisa menguasai dunia! bahkan aku akan menghabisi putrimu! karena kau aku menjadi seperti ini TIDAK BERDAYA! HAAHA HAHAHHA!!!!"
***
***Saking cintanya sama Zhang Xiuhuan, saya iseng-iseng buat cerita Zhang Xiuhuan versi wanita. Aneh yaa suka sama karakter sendiri hahahh....
Yang mau mampir boleh tapi tidak sama persis seperti Zhang Xiuhuanku....
~Lahirnya Sang Iblis***~
.....................................................................