
Long Shin menggeram marah ketika pedang Long Hua berhasil melukai bahu kirinya, ditambah lagi dengan kehadiran Xu Lian yang menggagalkan rencana pembunuhan kepada Long Jiao.
"Sudah kuduga mereka pasti bukan orang biasa!" pikirnya.
Long Shin melepaskan satu serangan kepada Long Hua tetapi dengan cepat serangan itu dihindarkan oleh Long Hua. Setelah menghindari serangan Long Shin, Long Hua melancarkan serangannya dengan menyerang dari atas, Long Shin segera menahan serangan Long Hua yang datang, tetapi tanpa disadarinya Long Hua melepaskan tinjuan pada perutnya ketika ia menahan serangan Long Hua yang datang dari atas. Tubuh Long Shin terpental kebelakang dan memuntahkan seteguk darah segar. Ia mencoba membangunkan tubuhnya kembali tetapi tubuhnya kembali ambruk terjatuh.
"Kau yang memulai ini semua dan aku akan segera menyelesaikannya", Long Hua mengangkat pedangnya untuk memenggal kepala Long Shin tetapi niatnya diurungkan tatkala istri dan putra Long Shin tiba-tiba muncul dan bersujud dihadapan Long Hua.
"Kakak kumohoh maafkan suamiku" seru Mei Ling seraya menundukkan kepalanya.
"Iya, kumohon paman maafkan kesalahan ayah" Long Yuwen ikut menimpali. "Kita berjanji setelah ini kita akan pergi dan menjalani kehidupan kami sendiri" serunya.
Long Hua menghela nafas berat, ketika mendengar penuturan adik iparnya dan keponakannya.
"Bangunlah! apa yang kalian lakukan" saut Long Hua.
Disisi lain Xu Lian menyeka keringatnya yang keluar dari dahinya, ia menghela nafas lega tatkala ia berhasil menghabisi lawannya. Pandangannya melirik kearah Zhang Bing yang kini tengah bersama ayahnya, lalu pandaannya diarahkan kepada sekumpulan satu keluarga. Xu Lian tidak berniat ikut campur permasalahan mereka, jadi ia hanya menonton saja akhir dari permasalahan mereka.
"Baiklah aku akan memaafkan adikku, lagipula aku juga merasa bersalah atas semua ini. Tetapi mengapa kalian harus pergi?", ucap Long Hua melembut.
"Maaf paman kita lebih memilih untuk menjalani kehidupan kita dengan mandari. Aku tidak ingin merepotkan paman lagi" seru Long Tiwen. Mei Ling ikut menganggukan kepalanya.
Dengan terpaksa Long Hua menyetujui keinginan adik iparnya dan keponakannya walaupun ia sangat berat hati melepas mereka.
Long Tiwen berjalan kearah ayahnya dan mencoba membantunya untuk berdiri.
"Ayah maafkan aku menghancurkan rencanamu. Tapi ketahuilah ayah aku melakukan ini untuk kebaikanmu dan juga ibu", Long Tiwen menundukan pandangannya, "Kumohon ayah mengertilah aku tidak ingin kehilangan seseorang yang kucintai lagi setelah Yu'er" serunya. Long Shin menatap sendu putra pertamanya itu, ia sangat merasa bersalah karena keegoisannya tanpa memperdulikan perasaan putra dan istrinya. Bukan hanya dia yang merasa kehilangan atas kematian putrinya.
"Maafkan ayah nak" seru Long Shin, Long Tiwen hanya menganggukkan kepalanya. Ia membantu ayahnya untuk berjalan menghampiri Long Hua.
"Maafkan aku!" ucap Long Shin ketika berada dihadapan Long Hua.
"Sudahlah lupakan semuanya. Aku sudah memaafkanmu, tetapi berjanjilah untuk tidak mengulangi kesalahanmu" saut Long Hua. Long Shin mengagguk lemah, ia akan mencoba menerima semuanya dan mensyukuri kehidupannya yang sekarang tanpa melihat masa lalu.
***
Keesokan paginya...
Semua orang yang tinggal dirumah walikota mengadakan pemakaman masal untuk para pelayan dan penjaga yang gugur. Walaupun tidak ada korban dari keluarga Long sendiri, mereka tetap ikut berkabung atas kematian mereka semua.
Xu Lian dan Zhang Xiuhuan yang berencana meninggalkan Kota Tibet secepatnya diurungkan ketika Long Hua memaksanya untuk tinggal beberapa hari lagi. Lagi pula Long Hua ingin menebus rasa terimakasihnya kepada mereka karena telah membantu dalam melawan serangan semalam.
Dan untuk Long Shin, ia lebih memilih untuk meninggalkan rumah Walikota bersama istri dan putranya pada dini hari. Mereka bertiga berencana untuk membuka usaha senjata dikota sebelah.
Disisi lain, Zhang Bing terlihat duduk santai dihalaman belakang istana, siang ini ia lebih memilih untuk duduk santai dihalaman belakang, karena dihalaman utama dan rumah Long Hua masih dalam proses perbaikan.
Dari arah belakang sebuah pisau melesat dengan cepat kearah Zhang Bing. Zhang Bing yang menyadari sesuatu datang kepadanya segera bangkit dan menghindari pisau yang menyerangnya.
"Tentu saja" saut Zhang Bing.
"Bagaimana aku akan memberimu sebuah ilmu baru?" tanya Zhang Xiuhuan.
Mata Zhang Bing berbinar, sudah lama ia tidak berlatih dengan ayahnya.
"Ya aku mau" serunya.
"Tapi kau harus berjanji jangan memberi tahu ibumu" ucap Zhang Xiuhuan. Dengan antusias Zhang Bing menganggukan kepalanya.
"Baiklah", Zhang Xiuhaun bernafas lega. "Ayah akan mengajarimu ilmu pedang" ucapnya kembali.
Zhang Xiuhuan berjalan kearah salah satu pohon, dan memotong salah beberapa ranting yang akan dijadikannya sebagai pedang untuk digunakan sebagai latihan Zhang Bing.
"Pegang ranting ini!" Zhang Bing menerima ranting yang diberikan oleh ayahnya. "Dan perhatikan gerakan ayah yang akan diajarkan kepadamu", Zhang Bing kembali menganggukkan kepalanya.
"Teknik ini bernama Ilmu Pedang Cakaran Iblis", Zhang Bing mengerutkan keningnya heran, baru ini ia mendengar nama teknik pedang yang sangat tidak lazim.
"Bagaimana nama teknik pedang yang sudah aku pikirkan sedari tadi, baguskan?" seru Zhang Xiuhuan dari balik benaknya.
Pete mendengkus kesal, untuk apa membanggakan sesuatu yang menurutnya sangat aneh. Karena itu Pete mengetahui jika Zhang Xiuhuan sangat tidak berbakat dalam menaimai sesuatu. Mana ada ilmu pedang bernama cakaran, aneh.
Zhang Xiuhuan membentuk kuda-kuda dengan kakinya, ia mengangkat rantingnya dan menyerang kearah depan sehingga ranting tersebut menghantam udara kosong. Kaki kanannya ditekuk kedepan dan tubuhnya memutar sehingga ia melepaskan serangan pada bagian belakang tubuhnya. Sesekali Zhang Xiuhuan terlihat seperti sedang berpikir untuk melanjutkan jurus yang lain.
Dalam benak Zhang Xiuhuan, Pete menentertawakan kelakuan Zhang Xiuhuan. Pete tahu Zhang Xiuhuan sedang mengarang gerakannya, tetapi ia sedikit bingung dengan gerakan yang akan diajarkannya.
Zhang Bing terus memperhatikan gerakan demi gerakan yang dilakukan oleh ayahnya.
"Baiklah itu adalah teknik pertama dari Ilmu Pedang Cakaran Iblis, kau bisa mencobanya selakarang" serunya.
Zhang Bing menganggukan kepalanya mengerti, ia mencoba memfokuskan pikirannya, dan dengan perlahan ia melakun gerakan-gerakan yang dilakukan oleh Zhang Xiuhuan.
Zhang Xiuhuan tersenyum kecil melihat Zhang Bing melakukan semua teknik yang diajarkannya bahkan dalam sekali lihat. Seperti biasanya Zhang Bing selalu mengejutkan Zhang Xiuhuan dalam masa pelatihannya, dan ini juga menjadi salah satu alasan Zhang Xiuhuan yang memberi latihan-latihan yang tidak sesuai dengan usianya.
"Seperti itukah" ucap Zhang Bing.
"Ya kau melakukannya dengan baik" saut Zhang Bing.
"Ayo ayah kita lanjutkan ke teknik selanjutnya" seru Zhang Bing antusias.
"Baiklah. Teknik kali ini kita akan belajar mengaliri tenaga dalam kita pada pedang sehingga pedang itu memancarkan elemen yang kita miliki", Zhang Xiuhuan menghela nafas, "tapi kita belum memeriksa kekuatan elemenmu apa, jadi sebaiknya kita lihat dulu apa elemenmu" seru Zhang Xiuhuan. Zhang Bing hanya menyetujui ucapan Zhang Xiuhuan, ia juga sangat penasaran dengan elemen yang dimiliki olehnya, karena ia tahu elemen ibunya adalah es dan ayahnya adalah api.
***