DEWI NAGA TIMUR II "The Enternal Love"

DEWI NAGA TIMUR II "The Enternal Love"
Rencana



Pintu gerbang istana terbuka dengan lebar. Kereta kuda mulai memasuki istana, para prajurit yang bertugas membukakan gerbang membungkukkan tubuhnya sebagai penghormatan.


Kereta kuda tersebut berhenti dihalaman utama Istana Wei. Xu Lian turun dari kereta kuda yang diikuti oleh yang lainnya. Tanpa banyak mengurangi waktu, mereka berdua mulai memasuki istana.


"Kalian rupanya sudah pulang! ahh lihat cucuku sudah tumbuh dengan baik!" dari arah dalam istana terlihat Xu Kong yang berlari kecil menghampiri Zhang Bing.


"Kakek!!!" Zhang Bing menyambut Xu Kong dengan tersenyum bahagia.


"Sudahlah ayo! mari kita semua makan. Kalian pasti sudah sangat lapar!" ajak Xu Kong. Mereka semua langsung menuju kearah ruang makan istana. Semuanya diam, hanya Zhang Bing yang berceloteh ini itu tentang bagaimana selama perjalanannya menuju Daerah Timur. Xu Kong beberapa kali merebuh ekspresinya ketika ia dengan baik mendengarkan apa yang diceritakan oleh cucu satu-satunya.


"Bing Bing pergilah beristirahat!" seru Xu Lian. Zhang Bing hanya menganggukkan kepalanya, ia beranjak berdiri dan berlari menuju kekamarnya.


Xu Lian menatap kearah Xu Kong dengan sendu. Ia akan menceritakan semuanya kepada ayahnya.


"Sebenarnya apa saja yang terjadi?" seru Xu Kong memastikan. Sebenarnya Zhang Bing sudah menceritakan kepadanya semua cerita, tetapi masih kurang jelas.


Xu Lian mulai menceritakan semuanya. Tentang bagaimana Zhang Bing diculik, hingga ia mengalami luka yang sangat parah. Sampai ia menceritakan siapa dalang dari semuanya, yang merupakan pamannya sendiri. Xu Kong pun sedikit terkejut, istrinya tidak pernah bercerita kepadanya tentang ia memiliki saudara laki-laki. Bahkan Xu Kong sangat terkejut jika teori tentang keluarnya Pedang Goujian hanya alibi untuk mengundang Sang Summonster keluar. Semua begitu mengejutkan ditelinganya.


"Dan saat kita memperebutkan Pedang Goujian. Kami menghabisi Wu Zetian yang merupakan putra mahkota Kerajaan San. Kini Kaisar Kerajaan San mengincar nyawa kami" seru Xu Lian pelan namun Xu Kong masih bisa mendengarnya.


Xu Kong melebarkan kedua matanya mendengar penuturan Xu Lian. Ia tidak percaya jika putri dan menantunya sudah menciptakan masalah besar, dengan Kerajaan yang menguasai daratan selatan.


"Ini berita buruk bagi kalian" seru Xu Kong. Ia tidak tahu apa jadinya jika kerajaannya berurusan dengan kerajaan yang memiliki kekuasaan yang sangat besar.


"Jadi apa yang akan kita lakukan?" tanya Xu Lian.


"Kita pasti harus menghadapinya. Kita tidak tahu jika kita meminta bantuan kepada kerajaan lain mereka akan mau membantu kita atau tidak. Karena Kerajaan San bukan kerjaan biasa!" tutur Xu Kong seraya mengelus-elus janggutnya yang sudah memutih keseluruhannya.


"Baiklah kita akan membicarakan ini lagi nanti. Aku sudah sangat lelah" seru Xu Lian seraya menguap. Ia tidak memperdulikan lagi bagaimana caranya menghadapi Kerajaan San, yang kini ia pikirkan adalah ia ingin segera ingin pergi kekamarnya dan beristirahat.


-


-


-


-


Pagi datang menyambut. Para penduduk mulai keluar dari rumah masing-masing. Mereka semua mulai melakukan aktivitas mereka seperti biasanya. Tetapi berbeda dengan pagi biasanya. Jalanan di Kerajaan San mulai dipenuhi kereta kuda yang melintas. Para warga hanya berspekulasi, mungkin mereka kembali mengadakan rapat tentang perihal terbunuhnya Wu Zetian.


Para penduduk kebanyakan tidak merasakan kehilangan ketika mereka mendengar kamatian Wu Zetian. Untuk apa bersedih dengan kematian putra mahkota yang sangat angkuh dan sombong.


Ditempat lain, tepatnya disebuah ruangan yang diyakini sebagai ruangan pertemuan. Mulai terlihat ramai oleh para Kaisar kerajaan yang mengadakan pertemuan hari ini. Mereka mulai saling beradu argumen tentang permasalahan yang sedang mereka bahas.


"Ini sedikit sulit jika kita harus menghadapi mereka. Karena yang kita tahu Pedang Goujian berada ditangan mereka!" seru salah seorang dengan hanfunya yang berwarna merah yang dipadu dengan warna emas.


"Tapi walaupun Pedang Goujian berada ditangan mereka. Mereka tetap sebuah kerajaan yang kecil" saut Wu Zheng.


"Tapi bagaimana jika banyak kerajaan yang akan membantu mereka?"


"Kita provokasi mereka!" seru Wu Zheng seraya tersenyum licik. Semuanya terdiam menantikan apa yang telah direncanakan oleh Wu Zheng. Semua kaisar yang ada didalan ruangan tersebut saling melirik satu sama lain. Mereka semua adalah Kaisar Kerjaan yang berada dibawah pimpinan Wu Zheng. Jadi tatkala Wu Zheng mengundang mereka untuk melakukan rapat, mereka langsung pergi menuju Kerajaan San. Semua Kaisar yang berada diruangan pertemuan pasti tahu dengan sikap Wu Zheng yang kejam, ia tidak segan-segan menghancurkan sebuah sekte ataupun sebuah Kerajaan hanya karena mereka menghinanya. Maka dari itu banyak Kerajaan yang berada didaerah selatan berada dibawah pimpinan Wu Zheng.


"Kita sebarkan sayembara. Siapa yang bisa menangkap ataupun membawa jasad mereka yang telah membunuh putraku akan mendapat imbalan yang sangat besar. Sebarkan selembaran yang bergambar mereka berdua dan juga jangan lupa cantumkan nama mereka!" Semua orang hanya diam mendengarkan rencana Wu Zheng. "Aku ingin berita ini tersebar dengan cepat agar tidak ada kerajaan yang lain yang akan membantu mereka. Jika mereka sudah berada dititik terlemah, baru kita serang mereka langsung!" serunya kembali.


Tidak lama lagi Pedang Goujian akan menjadi milikku. Wu Zheng tersenyum kecil setelah ia merencanakan semuanya. Ia yang akan mendapatkan keuntungan yang terbesar dari permasalahan ini.


-


-


-


Keesokan harinya...


Terlihat Xu Kong yang berlari kecil menghampiri sebuah pintu yang masih tertutup. Ia dengan segera mengetuk pintu tersebut berulang kali. Tidak lama kemudian pintu terbuka dan menampakan Xu Lian dengan mata yang masih memerah.


"Ayah kenapa kau membangunkan ku sepagi ini?" seru Xu Lian kesal.


"Lihat ini!" Xu Kong membuka lipatan kertas yang sedari tadi ia genggam. Ia tunjukan didepan wajah Xu Lian.


Xu Lian mengucek kedua matanya agar ia bisa melihat dengan jelas. Matanya membulat sempurna tatkala ia sudah berhasil melihat apa yang terpampang didalam kertas tersebut. Gambar dirinya dan Zhang Xiuhuan terpapar dikertas tersebut juga terdapat namanya dan Zhang Xiuhuan. Yang membuatnya sangat terkejut adalah tulisan yang berada diatasnya 'Buronan Kerajaan San. Barang siapa yang berhasil menangkap mereka berdua dan membawanya kehadapan Kaisar Kerajaan San, baik dalam keadaan hidup ataupun mati. Akan mendapatkan imbalan yang sangat besar. Kaisar Wu Zheng'. Mulut Xu Lian bergerak-gerak membaca tulisan yang terdapat didalam kertas tersebut.


"Permainan macam apa ini!" gerutu Xu Lian. Kenapa masalah selalu datang kedalam kehidupannya. Dan ini sangat tidak terduga olehnya.


"Apa yang harus kita lakukan sekarang ayah?" seru Xu Lian bingung.


"Sebaiknya untuk saat ini kau dan suamimu jangan pernah pergi meninggalkan istana untuk sementara waktu!" saran Xu Kong.


"Tapi bagaimana jika semua orang mengincarku hingga mereka menyerang istana kita?"