DEWI NAGA TIMUR II "The Enternal Love"

DEWI NAGA TIMUR II "The Enternal Love"
Teka Teki



Tetua Gu dengan serius mengolah tanaman Teratai Darah Merah tanpa memperdulikan pertengkaran antara pasutri itu yang terjadi. Setelah beberapa waktu kemudian segelas kecil cairan yang berwarna merah pekat selesai.


Tetua Gu mencoba meminumkan ramuannya tersebut kepada Zhang Bing. Ia meminumkan semua ramuannya pada Zhang Bing, beberapa waktu kemudian wajah Zhang Bing mulai berubah menjadi merah.


Zhang Xiuhuan maupun Xu Lian yang menyadari jika Tetua Gu sudah selesai meramu obatnya, mereka berdua segera mendekat.


"Kenapa dengan wajah Bing Bing?" tanya Xu Lian.


"Tenang saja ini hanya efek dari tanaman Teratai Darah Salju" seru Tetua Gu.


*Krekkk...


Krekkk*...


"Apalagi ini? kenapa dengan tubuh putraku?" kini giliran Zhang Xiuhuan yang bertanya tatkala ia mendengar suara tulang yang dipatahkan.


Tetua Gu diam sesaat, ia mencoba memeriksa tubuh Zhang Xiuhuan. "Pergantian tulang!" ucap Tetua Gu menjawab semua pertanyaan tadi.


"APA!" teriak Xu Lian maupun Zhang Xiuhuan. Mereka berdua terkejut karena pasalnya putra mereka masih berumur belia.


"Ini mungkin karena putramu memiliki dua elemen yang mempercepat pergantian tulangnya!" saut Tetua Gu.


"AAARKKHHHHHHH......." Zhang Bing tiba-tiba berteriak dengan sangat keras, matanya masih tertutup rapat tetapi selalu mengeluarkan air mata.


Xu Lian meremas tangan Zhang Xiuhuan ia tidak tega jika harus melihat putranya yang kesakitan. Disisi lain Zhang Xiuhuan harus menahan kesakitan ketika tangannya diremas Xu Lian dengan keras apalagi Xu Lian menggunakan tenaganya, Tanganku akan patah! gerutu Zhang Xiuhuan.


"AAARKKHHHHHH........"


BANGGGG......


Semua orang menahan keseimbangan tubuhnya agar tidak terlempar karena gelombang yang diciptakan oleh tubuh Zhang Xiuhuan.


Xu Lian tersenyum melihat mata Zhang Bing yang mulai terbuka, ia segera menghampiri putranya dan segera memeluknya. "Kau baik-baik saja?" serunya.


"Hmmm, kepalaku sedikit pusing ibu" ucap Zhang Bing.


"Syukurlah"


"Sebaiknya kita harus meninggalkan tempat ini secepatnya!" seru Tetua Gu.


Setelah semuanya selesai mereka memutuskan untuk pergi dari tepi pantai. Mereka ingin mencari tempat yang sekiranya bisa untuk dijadikan sebagai tempat istirahat karena hari sudah mulai sore. Zhang Xiuhuan memilih tempat yang menjadi reruntuhan bangunan jaman dulu. Ia juga tidak lupa membuat api dari kekuatan elemennya.


"Sekarang apa rencana kita?" tanya Tetua Gu.


"Mencari Pedang Goujian" seru Zhang Xiuhuan polos.


"Iya aku tahu itu. Tapi sekiranya dimana pedang itu muncul!" saut Tetua Gu. Ia melirik kearah Xu Lian yang kini juga tengah memikirkannya.


"Aku juga tidak. Apalagi Kakek Danzi tidak meninggalkan jejak apapun tentang kemunculan Pedang Goujian" ucap Xu Lian seraya mengingat-ingat apakah ada jejak apapun dalam surat yang dikirimkan oleh Kakek Danzi kepadanya.


"Begitu, baiklah kita lupakan tentang surat itu" Tetua Gu mengubah posisi duduknya menghadap kearah Xu Lian dan Zhang Xiuhuan. Disisi lain Zhang Bing tengah pulas tertidur dekat dengan Tetua Gu. "Kita akan mencari tahunya dari Kota yang berada didaerah Timur ini!" seru Tetua Gu.


"Pasti dari Kerajaan Shangri-La memiliki petunjuk keluarnya Pedang Goujian" seru Tetua Gu.


"Tetapi kita pernah ke Kerajaan Shangri-La dan semuanya biasa-biasa saja tidak ada yang mengarah pada kemunculan sebuah pedang!" ucap Xu Lian yang diangguki oleh Zhang Xiuhuan.


"Baiklah kita lupakan tentang mencari petunjuk di Kerajaan Shangri-La. Kalian pasti sudah tahukan tentang Kerajaan Shangri-La yang terkenal dengan Ilmu segelnya?" tanya Tetua Gu memastikan. Xu Lian maupun Zhang Xiuhuan menganggukan kepalanya serentak.


"Kalian pernah terpikirkan, jika selama ini pedang yang kita cari sebenarnya di segel?" Xu Lian dan Zhang Xiuhuan saling melirik, ada benarnya juga dengan pemikiran Tetua Gu.


"Sebenarnya kita tidak pernah terpikirkan tapi Kakek Tua ini ada benarnya juga" seru Xu Lian. Ia mengingat-ingat ketika Kakek Danzi memutuskan untuk pergi karena ia masih memiliki tugas yang sangat penting. Apa selama ini Kakek Danzi yang menjaga segel pedangnya.


"Tetapi jika selama ini Pedang Goujian disegel, jadi rumor tentang kemunculan pedang tersebut benar tidak?" saut Zhang Xiuhuan. Xu Lian kembali mengangguk-anggukkan kepalanya ia juga ikut bingung dengan semuanya.


"Aku tidak tahu pasti tentang itu. Tapi bisa jadi rumor ini adalah alibi untuk mengundang keluar orang-orang yang keturunan dari Bagian Timur!" ucap Tetua Gu.


"Apa maksudmu?" tanya Xu Lian heran.


"Ada seseorang yang tahu tentang keberadaan seseorang yang menjadi keturunan Kerajaan Timur. Dan ia memprovokasi semua orang agar menciptakan keributan yang besar, sehingga orang yang menjadi Keturunan Kerajaan Timur itu keluar." jelas Tetua Gu.


"Aku berasal dari Kerajaan Timur. Tapi mengapa mereka harus memancingku untuk keluar?" tanya Xu Lian heran.


"Karena hanya kau yang tahu tentang cara membuka segel Pedang Goujian" seru Tetua Gu.


Xu Lian terdiam merenung, ia juga pernah belajar dalam buku para Summonster yang pernah ia temukan waktu dulu tentang segala segel. Apalagi Kakek Danzi pernah memperlihatkan kepadanya bagaimana cara membuka segel ketika membuka segel yang ada pada tubuhnya.


"Lalu?" seru Zhang Xiuhuan. Teka teki ini mulai jelas walaupun belum dipastikan semua informasi ini akurat.


"Kita hanya harus memastikan dimana tempat Pedang Goujian itu disegel" Tetua Gu mengetuk-ngetukkan jarinya didagunya.


Disisi lain, Xu Lian sedang berpikir keras. Siapa orang dibalik ini semua kenapa ia bisa mengetahui segalanya tentang Kerajaan Timur. Atau jangan-jangan orang ini juga yang ada dibalik kehancuran Kerajaan Timur. Ini bukannya hanya menyelesaikan teka-teki Pedang Goujian tetapi juga membongkar siapa dalang dari kehancuran Kerajaan Shangri-La.


"Aku masih memiliki buku yang menjadi peninggalan terakhir dari ibuku" Xu Lian meminta Zhang Xiuhuan untuk mengeluarkan bukunya dari cincin ruang yang digunakan olehnya. Zhang Xiuhuan mengeluarkan sebuah buku dengan sampul berwarna merah dan juga didepannya terdapat gambar sebuah Naga yang yang sedang melilit sebuah pedang.


Tetua Gu mengambil alih buku tersebut ia mencoba membuka-buka buku itu yang berisi semua ilmu dari Kerajaan Timur. Lalu matanya terfokus dengan gambar yang berada disampul buku tersebut.


"Gambar ini...." ucapan Tetua Gu terpotong tatkala terjadi ledakan-ledakan diluar.


"Ada apa lagi ini. Kenapa kita tidak pernah bisa tenang disini!" gerutu Xu Lian. Ia tidak habis pikir baru saja ia istirahat setelah menghadapi pertempuran sekaligus 2 kali dan kini juga terjadi sebuah pertempuran.


Tetua Gu langsung keluar dan disusul oleh Zhang Xiuhuan. Disisi lain Xu Lian lebih memilih untuk diam dan tidak ikut campur dalam pertempuran. Ia lebih baik menghangatkan tubuhnya didepan api unggun yang telah dibuatkan oleh Zhang Xiuhuan.


DOOOAAAARRRRR......


Beberapa waktu kemudian sebuah serangan nyasar kearah bangunan yang menjadi tempat istirahat Xu Lian, serangan itu menghantam tembok tempat Xu Lian duduk hingga hancur dan menimpa tubuh Xu Lian.


"SIAPA YANG BERANI MENGGANGGU ISTIRAHATKU" Keluar seorang wanita dari puing-puing bangunan dengan amarah yang membara.


***