DEWI NAGA TIMUR II "The Enternal Love"

DEWI NAGA TIMUR II "The Enternal Love"
Segel



Xu Lian membulatkan matanya, ia sungguh tidak percaya dengan apa yang ada dihadapannya kini.


Sebuah Pedang berukuran satu setengah meter, kini tengah berdiri dengan gagahnya ditengah-tengah ruangan yang kini ia jatuhi. Tetapi sebuah pola segel yang berbentuk lingkaran yang mengelilingi.


Xu Lian memutar otaknya, pola ini juga pernah ia lihat ketika diruang bawah tanah Kerajaan Shangri-La tempo dulu.


Xu Lian memperhatikan pola-pola segel tersebut. Ini sangat asing, gerutu Xu Lian. Ia mencoba memahami setiap garis dan tulisan yang tertara pada segel tersebut, tetapi Xu Lian semakin mencoba memahami semakin ia tidak mengerti.


Xu Lian memghela nafas pasrah, ia duduk tepat didepan pedang tersebut. Dan mencoba memahami pola segel pada Pedang Goujian sekali lagi.


Ditempat lain, Zhang Xiuhuan menggerutu kemana istrinya pergi. Ia tidak habis pikir dengan jalan pikiran Xu Lian, bisa-bisanya ia meninggalkannya sendirian untuk melawan pria berambut putih tersebut.


"Dia datang dari sebelah kananmu! Xiuxiu kau fokuslah dengan pertarunganmu!" seru Pete memperingati Zhang Xiuhuan.


Zhang Xiuhuan mengangkat pedangnya dan ia arahkan kepada Mo Lian Cheng. Tapi tanpa diduga, Mo Lian Cheng memutar tubuhnya keatas, sehingga serangan Zhang Xiuhuan hanya mengenai udara kosong.


Bughh...


Mo Lian Cheng melepaskan serangan tapak pada punggung Zhang Xiuhuan, yang membuat tubuh Zhang Xiuhuan terdorong kedepan. Tidak berhenti disitu ia kembali bergerak untuk menyerang Zhang Xiuhuan, tetapi kali ini Zhang Xiuhuan bisa menahannya.


Tetua Gu mengumpat dalam hatinya, melihat kelakuan Zhang Bing saat ini. Zhang Bing berada diatas kepala Nang'er dan seperti tuannya ia memerintahkan Nang'er untuk melawan para pendekar yang lain sesuai arahannya.


"Terus bantai, dari arah kiri! beri mereka pukulan! ya terus bantai!!!" seru Zhang Bing semangat.


"Nang'er bantu aku mengambil bukuku pada Zhang Xiuhuan" Nang'er menghentikan serangannya tatkala suara Xu Lian terdengar pada benaknya.


"Kenapa kau malah berhenti?" seru Zhang Bing heran.


"Ibumu membutuhkan bantuanku. Untuk mengambilkannya sebuah buku yang ada pada ayahmu" saut Nang'er.


"Kalau begitu biar aku saja. Tapi dimana ibuku berada sekarang" ucap Zhang Bing. Ia melihat para pendekar yang lain memilih untuk melarikan diri ketika Nang'er menghentikan serangannya. Lagi pula ia juga tidak perduli.


"Sebentar.... dia berada dibawah tanah tepat diatas ayahmu bertarung!" seru Nang'er.


" Baiklah, lanjutkan saja membantainya", Zhang Bing menunjuk jarinya kepada beberapa orang yang masih ingin melawan. Setelah selesai dengan urusannya, Zhang Bing segera berlari kearah Zhang Xiuhuan berada. Ia menghentikan langkahnya ketika jaraknya dengan Zhang Xiuhuan cukup dekat. Zhang Bing menatap pertempuran antara ayahnya dengan orang asing, ia mencoba memutar otaknya bagaimana caranya mendapatkan buku yang ada pada ayahnya, sedangkan ayahnya tengah sibuk melawan orang asing tersebut. Zhang Bing melirik kearah Nang'er yang kini sudah selesai menghabisi sisa para pendekar . Ia tersenyum kecil seraya menyusun rencananya.


Ia menyusuri sekitaran tempat ayahnya beratarung, Nang'er bilang ibunya berada didalam ruang bawah tanah. Zhang Bing pikir pasti ia akan menemukan kembali sebuah lubang seperti awal. Ia menghentikan langkahnya ketika ia menemukan sebuah lubang yang terbentuk karena hantaman yang besar. Aku tidak akan mungkin bisa membawa buku tersebut pada ibu, tapi aku bisa membuat ayah membawakan buku itu sendiri, pikir Zhang Bing.


"OHHH TIDAAAKKKKK IBUUUUUU!!!!" Teriak Zhang Bing. Zhang Xiuhuan yang mendengar teriakan putranya langsung menoleh. Tanpa diduga, Mo Lian Cheng melepaskan serangan tinjuan pada wajah Zhang Xiuhuan, lalu ia kembali menendang tubuh Zhang Xiuhuan keatas sehingga tubuh Zhang Xiuhuan melayang keatas. Sebelum tubuh Zhang Xiuhuan menghantam tanah, Mo Lian Cheng juga ikut melompat tinggi dan menyerang Zhang Xiuhuan.


DDRUUAAKKK...


Zhang Xiuhuan menerima serangan tapak pada punggungnya, hingga tubuhnya menghantam tanah dengan sangat kencang. Bahkan ia merasa tanah dibawahnya tidak bisa menahan bobot tubuhnya. Benar saja Zhang Xiuhuan merasa tubuhnya jatuh pada tempat lain.


Mudahkan. Zhang Bing tersenyum kecil. Tugasnya untuk mengambil buku ibunya yang ada pada Zhang Xiuhuan telah selesai. Lalu ia menggerakkan tangannya memanggil Nang'er. Setelah Nang'er tiba disisinya, Zhang Bing menaiki kepala Nang'er seperti tadi.


"Nang'er kita akan menghalangi orang ini sampai ayah dan ibuku selesai dengan tugas mereka" Zhang Bing menunjuk kearah Mo Lian Cheng.


Disisi lain, Tetua Gu meneguk ludahnya sendiri. Apa-apaan bocah ini!, ia tidak habis pikir dengan jalan pikir Zhang Bing. Apalagi ide-idenya, ia tidak bisa membayangkan menjadi Zhang Xiuhuan yang harus menerima serangan yang besar karena ulah putranya.


DDRRRUUUAAAAKKK....


Xu Lian sangat terkejut ketika tubuh Zhang Xiuhuan jatuh tepat disampingnya. Apalagi dengan keadaan yang sangat buruk.


"Kenapa kau bisa jatuh sepertiku?" tanya Xu Lian heran.


"Ini karena anakmu" seru Zhang Xiuhuan, dengan posisi yang sama yaitu wajah menghadap pada tanah.


"Punggungku seperti patah" seru Zhang Xiuhuan pelan. Ia sudah menerima beberapa pukulan secara berkali-kali, dan itu karena ulah putranya sendiri.


"Sudahlah! cepat berikan bukuku yang ada padamu" seru Xu Lian tanpa berbicara selembut mungkin.


"Kau sungguh tidak perhatian padaku" keluh Zhang Xihuan, dengan suara yang seakan menangis. Zhang Xiuhuan mengambil buku yang diminta oleh Xu Lian tanpa mengubah posisinya.


Xu Lian menerima bukunya dan mulai membuka-buka buku tersebut. Dengan serius Xu Lian mencari berbagai macam bentuk segel yang berada didalam buku tersebut.


"Untuk apa buku itu. Sampai-sampai anakmu mengirimku seperti ini. Kurasa ia juga berniat membunuhku" seru Zhang Xiuhuan sedih. Pete hanya menggerutu kesak dengan sikap Zhang Xiuhaun yang sangat kekanak-kanakan.


"Aku membutuhkannya untuk membuka segel" seru Xu Lian.


"Segel?"


"Iya segel pedang ini!"


Zhang Xiuhuan segera mengangkat wajahnya dan menengok kearah belakang. Ia membulatkan matanya tidak percaya. Jadi ini pedang yang membuatku akan kehilangan istri dan anakku! Cih, pedang yang sangat jelek, gerutu Zhang Xiuhuan dalam benaknya. Zhang Xiuhuan mendudukkan tubuhnya disamping Xu Lian.


Apa-apaan anak bodoh ini! tadi ia bilang punggungnya seperti patah, seru Pete.


Mata Xu Lian berbinar ketika ia berhasil menemukan tentang pola segel yang kini tengah menyegel Pedang Goujian. Xu Lian dengan teliti membaca bukunya, ia memahaminya dengan sekali baca.


"Darah Summonster" gumam Xu Lian. "Jadi untuk membuka segel ini juga memerlukan darah dari para summonster" serunya. Zhang Xiuhuan hanya diam seraya melihat apa yang dilakukan oleh Xu Lian.


"Aku mengerti sekarang!" ucap Xu Lian. Ia beranjak berdiri dan mendekati pola segel yang kini berada dihadapannya.


Xu Lian mulai melakukan satu persatu langkah-langkah untuk membuka segel tersebut sesuai dengan panduan pada bukunya. Beberapa kali ia membentuk sebuah pola pada kedua tangannya. Setelah itu ia mengigit jari jempolnya sehingga berdarah. Darah yang keluar dari jari jempolnya ia usapkan pada tanah yang terdapat sebuah pola segel, seraya ia menggumankan sesuatu.


Dari darah milik Xu Lian, tiba-tiba bersinar berwarna merah terang. Lalu warna tersebut mengalir dengan cepat pada pola segel yang lain.


Xu Lian memundurkan tubuhnya ketika tanah dibawahnya mulai bergetar. Semakin lama tanah tersebut bergetar dengan kencang.


***