
Mo Lian Cheng menatap tajam kearah Xu Lian. Ia tidak ingin kehilangan pedang yang selama ini ia inginkan. Ia terlihat mengeluarkan sebuah pil dari dalam jubahnya dan langsung memakannya. Separuh kekuatan yang telah habis kini kembali lagi bahkan lebih kuat dari sebelumnya.
BANG!
Mo Lian Cheng melepaskan kekuatannya. Xu Lian maupun Zhang Xiuhuan mencoba menutup wajah mereka dengan kedua tangan mereka karena buliran salju yang terbawa oleh angin yang berasal dari Mo Lian Cheng.
"Tidak sia-sia aku berkultivasi puluhan tahun ditempat sialan itu" serunya seraya mengeratkan kedua tangannya.
Dalam satu helaan nafas Mo Lian Cheng langsung bergerak untuk menyerang kearah Xu Lian. Xu Lian sedikit sulit untuk melihat pergerakan Mo Lian Cheng yang datang dengan tiba-tiba. Tubuh Xu Lian terdorong ketika ia mencoba menahan serangan Xu Lian.
Setelah dirasa, Mo Lian Cheng sudah membuat jarak Xu Lian cukup jauh dari Zhang Xiuhuan. Ia mengambil posisi ditengah, dan membentuk sebuah pola pada tangannya. Salju diatas tanah, mulai bergerak, butiran-butiran salju mulai menyatu dan membentuk sebuah manusia raksasa. Setelah Mo Lian Cheng menghentikan pergerakan tangannya, batu itu mulai hidup selayaknya manusia.
"Habisi dia!", Mo Lian Cheng menunjuk kearah Zhang Xiuhuan. Ia tidak ingin pertempurannya dalam merebut Pedang Goujian, bertambah sulit karena keberadaan Zhang Xiuhuan.
Seperti memiliki jiwa, manusia es itu menganggukkan kepalanya dan mulai berjalan perlahan kearah Zhang Xiuhuan. Sedangkan, Mo Lian Cheng kembali bergerak untuk menyerang kearah Xu Lian berada.
Xu Lian menggenggam erat Pedang Goujian yang berada ditangannya saat ini. Jadi kekuatan apa yang dimiliki pedang ini? Aku sungguh tidak tahu bagaimana cara menggunakannya! gerutu Xu Lian. Ia hanya bisa menggunakan Pedang Goujian untuk menangkis serangan Mo Lian Cheng yang datang.
Mo Lian Cheng bergerak kearah depan Xu Lian, ia membentuk sebuah trisula dari kekuatan elemennya, sehingga terbentuklah trisula dengan warna biru laut yang berukuran 2 meter. Pergerakan Xu Lian sedikit kaku, karena berat Pedang Goujian yang tidak biasa. Mereka saling bertukar jurus satu sama lain.
Xu Lian terpojok, walaupun ia memiliki Pedang Goujian ditangannya. Hanya akan sia-sia memiliki Pedang Goujian jika tidak mengetahui bagaimana cara menggunakannya. Baik tubuh Xu Lian maupun Mo Lian Cheng mundur 3 langkah kebelakang, tatkala senjata mereka saling bertemu. Xu Lian kembali bergerak untuk menyerang, ia mengangkat pedangnya untuk menyerang Mo Lian Cheng. Tetapi dengan cepat Mo Lian Cheng menangkis serangan Xu Lian, dan kini ia menyerang balik kearah Xu Lian. Tetapi sebelum trisula miliknya menghantam tubuh Xu Lian, Xu Lian sudah terlebih dahulu menghindar dengan cara melompat kebelakang.
Xu Lian memutar otaknya, ia tidak bisa jika harus bertarung seperti ini terus. Bisa-bisa ia kalah. Matanya bergerak cepat kearah Zhang Bing yang masih terdiam.
"BING BING!!", Xu Lian menghindar kesamping tatkala Mo Lian Cheng kembali menyerangnya.
Zhang Bing tersadar dan melirik kearah kedua orang tuanya yang sedang bertempur. Ia menatap Xu Lian yang tadi memanggilnya. Tetapi Xu Lian tidak kunjung memyahut lagi karena ia kini tengah disibukkan oleh Mo Lian Cheng.
"Nang'er, bicara pada Bing Bing untuk membantuku bagaimana caranya menggunakan Pedang Goujian!" suara Xu Lian menyahut dalam benak Nang'er.
"Bagaimana caranya?" saut Nang'er menjawab.
"Aku ingat, bagaimana cara menggunakan Pedang Goujian pasti ada didalam bukuku. Suruh Bing Bing untuk memahaminya untukku! cepat!" Tanpa banyak bertanya lagi Nang'er bergerak mendekat kearah Xu Lian. Disisi lain, Zhang Bing mengerutkan keningnya bingung dengan apa yang dilakukan oleh Nang'er.
"Ada apa?" seru Zhang Bing.
"Ibumu memerlukan bantuanmu!"
-
-
-
Zhang Xiuhuan melompat kearah belakang tatkala sebuah tangan es raksasa mencoba menghantam tubuhnya. Ia menggerutu kesal, musuhnya saat ini cukup sulit. Karena setiap ia menyerang balik, manusia es itu akan kembali seperti semula walaupun sudah hancur.
"Bantu aku berpikir bagaimana caranya menyingkirkan manusia buatan ini!" tanya Zhang Xiuhuan dalam hati.
"Gunakan kekuatan elemenmu untuk melelehkan monster jelek ini!" saut Pete memberi saran lewat benak Zhang Xiuhuan.
Zhang Xiuhuan menghilangkan kedua pedangnya. Kini ia beralih bertarung dengan tangan kosong. Manusia es kembali bergerak menyerang kearah Zhang Xiuhuan, kali ini ia menyerang dengan cara menendang. Zhang Xiuhuan menahan serangan tersebut dengan kedua tangannya tapi tetap saja ia tidak bisa menahannya sehingga tubuhnya terlempar cukup jauh. Tubuh Zhang Xiuhuan menghantam salju, ia kembali bangkit berdiri dan menatap kesal kearah manusia es yang kini mulai kembali bergerak kearahnya.
Zhang Xiuhuan membentuk sebuah pola pada lengannya, tidak lama setelah itu tercipta bola-bola api disekelilingnya. Ia arahkan semua bola api miliknya kearah manusia es yang masih berjalan perlahan. Bola-bola api melesat dengan cepat, bola-bola api itu menghantam tubuh manusia es yang mulai meleleh karena serangan bola api yang bertubi-tubi.
Zhang Xiuhuan tersenyum kecil karena ia telah berhasil. Tetapi, tanpa diduganya tubuh manusia es yang telah meleleh kembali membeku.
"Kenapa bisa seperti itu?" seru Zhang Xiuhuan bingung.
"Oh iya, aku lupa kitakan berada didaerah yang seluruhnya salju jadi dengan cepat ia beregenerasi ke awal" saut Pete menjelaskan lewat benak Zhang Xiuhuan. Zhang Xiuhuan menghela nafas berat. Jika seperti itu berarti ia harus memancing manusia es ini ke pantai.
"Tapi ia berjalan sangat lambat!" gerutu Zhang Xiuhuan.
-
-
-
Mo Lian Cheng bernafas lega, ketika ia melihat jika Xu Lian tidak mengerti bagaimana caranya menggunakan Pedang Goujian. Lagi pula, ia juga harus membagi dua tenaga dalamnya. Satu untuk menghadapi Xu Lian dan satunya lagi untuk manusia es. Ia sedikit kewalahan melawan mereka berdua, tetapi dengan pintarnya ia menutupinya. Mo Lian Cheng melirik sesaat kearah Nang'er yang mendekat. Ia menggurutu kesal, jika ada bantuan yang datang. Tetapi setelah itu ia mengerutkan keningnya bingung ketika Nang'er tidak menyerangnya juga, Naga tersebut hanya diam menonton bersama bocah yang yang menyusahkannya tadi.
Mo Lian Cheng bergerak menyerang kearah Zhang Bing berada tanpa memperdulikan Pedang Goujian. Tetapi langkahnya dihentikan oleh Xu Lian.
"Lawanmu adalah aku!", mereka berdua kembali bertukar jurus, tetapi masih belum terlihat siapa yang akan keluar sebagai pemenang.
Setelah Zhang Bing menerima buku yang dilemparkan oleh ibunya. Dengan segera ia membuka-buka buku itu. Nang'er sudah memberitahukan kepadanya apa bantuan yang diperlukan ibunya darinya. Dan kini Nang'er tetap diam tidak membantu Xu Lian, karena kini ia tahu Mo Lian Cheng mengincar Zhang Bing sekarang. Jadi ia yang akan menghalau semua serangan yang datang dari Mo Lian Cheng.
"Pedang, pedang, pedang... Nah ini dia!" seru Zhang Bing. Ia segera membaca ilmu tentang Pedang Goujian yang telah ia temukan.
"IBU, PEDANG INI MEMILIKI KEKUATAN SEBAGAI PEDANG 5 ELEMEN. IBU BISA MENGGUNAKAN ELEMEN APA SAJA SESUAI KEINGINAN IBU DENGAN PEDANG INI!!!" teriak Zhang Bing memberi arahan.
Xu Lian menganggukan kepalanya mengerti. Ia mencoba mengaliri tenaga dalamnya pada Pedang Goujian. Tidak lama kemudian, Pedang Goujian mulai terbakar oleh api bahkan bukan hanya pedangnya saja, tubuh Xu Lian pun ikut terbakar tetapi tidak menghanguskan. Salju yang diinjaknya pun tiba-tiba menjadi leleh. Bahkan kini ia merasa kekuatannya bertambah berakali-kali lipat.
Mo Lian Cheng mengumpat kesal. Ia menciptakan jarum-jarum yang seperti semula. Ia mengarahkannya pada Zhang Bing. Zhang Bing tidak perduli dengan serangan yang datang padanya, kini ia hanya fokus untuk membaca. Karena ia tahu, ada Nang'er yang akan melindunginya.
"Berani sekali kau menyerang putraku!". Xu Lian bergerak menyerang kearah Mo Lian Cheng, Pedang mereka saling beradu tetapi kini Mo Lian Cheng yang terpojok.
-
-
-
Zhang Xiuhuan terus memancing manusia es menuju pantai. Sesekali ia bertukar jurus dengannya untuk menghilangkan kebosanannya.
Sampai ketika ia berada ditepi pantai, ia mulai bersiap untuk menyerang kembali manusia es. Ia berniat melelehkan manusia es itu dilaut.
Zhang Xiuhuan mengaliri kedua tangannya dengan kekuatan elemennya sebelum ia kembali bergerak menyerang. Zhang Xiuhuan melompat dan menghajar wajah manusia es itu sampai tembus, ia segera menarik tangannya lagi sebelum membeku. Zhang Xiuhuan lompat memutar kebelakang tatkala tangan menusia es raksasa tersebut yang mencoba meraihnya.
Zhang Xiuhuan terus memancing manusia es untuk lebih mendekat kearah tepi pantai. Tanpa menunggu lama ketika mereka berdua telah tiba ditepi pantai, Zhang Xiuhuan mengumpulkan tenaga dalamnya pada kedua tangannya sehingga tercipta bola cahaya berwarna merah. Ia lepaskan kearah tubuh manusia es dan langsung meleleh. Sebelum manusia es beregenerasi kembali, Zhang Xiuhuan memukul mundur tubuh manusia es hingga masuk kedalam ombak pantai. Tubuh manusia es tidak kembali membeku karena ia telah keluar dari daerah salju. Dengan perlahan, tubuh manusia es membeku didalam air tanpa ada pemberontakkan apapun ketika tubuhnya terbawa oleh ombak.
Zhang Xiuhuan melambaikan tangannya kearah manusia es pergi sebelum ia kembali kedalam hutan.
-
-
-
BANG!!!
Terjadi ledakan yang cukup besar ketika pedang Goujian dan trisula milik Mo Lian Cheng saling bertemu. Mo Lian Cheng mengumpat dalam hatinya, ketika ia bisa merasakan jika manusia es miliknya sudah berhasil dikalahkan.
Xu Lian menyerang kembali, ia menebaskan pedangnya kearah leher Mo Lian Cheng. Tetapi sebelum pedangnya mengenai leher Mo Lian Cheng sudah terlebih dahulu menghindar. Tapi tetap saja pedang Xu Lian melukai bahu kiri Mo Lian Cheng. Tanpa menunggu waktu lama Xu Lian kembali menebaskan pedangnya kearah Mo Lian Cheng.
Mereka berdua bertukar hingga puluhan jurus. Tubuh mereka berdua telah dihiasi berbagai luka, tetapi Mo Lian Cheng lah yang lebih parah dari pada Xu Lian.
"Berhati-hatilah setelah ini!" seru Mo Lian Cheng dengan tatapan sendu.
"Apa maksudmu?" Xu Lian memberi jarak diantara mereka berdua.
"Untuk pedang itu!". Mo Lian Cheng bergerak menyerang kearah Xu Lian. Ia menebaskan trisulanya kearah Xu Lian, tetapi berhasil ditangkis oleh Xu Lian. Tanpa membuang waktu, Xu Lian menyerang balik dan melukai tubuh Mo Lian Cheng pada bagian dadanya. Dalam satu hentakan Xu Lian langsung mengangkat pedangnya dan langsung menusukkannya tepat dijantung Mo Lian Cheng.
Xu Lian terdiam menatap Pedang Goujian yang kini menusuk tubuh Mo Lian Cheng. Perasaannya sangat campur aduk, entahlah dirinya juga tidak tahu.
Setelah ia mencabut kembali Pedang Goujian, terlihat Zhang Xiuhuan baru sampai. Tidak ada percakapan apa-apa setelahnya. Begitupun Zhang Bing yang masih sangat asik membaca buku Xu Lian.
Zhang Xiuhuan menatap pandangan mata Xu Lian, tidak ada kebahagiaan sedikitpun. Hanya ada kehilangan. Ia lebih memilih untuk menguburkan mayat Tetua Gu dan Mo Lian Cheng, walaupun begitu Mo Lian Cheng juga tetap pamannya Xu Lian.
Xu Lian merenungi ucapan Mo Lian Cheng. Memang ada benarnya, suatu hari nanti pasti akan selalu ada masalah yang mengikutinya jika ia masih membawa sesuatu yang berharga. Entah, kapan datangnya kehidupan damai yang selama ini ia inginkan sejak dulu.
"Aku tidak tahu bahaya apa lagi yang akan datang karena pedang ini nanti" seru Xu Lian seraya menutup kedua matanya.
***
Author mau tanya...
Ini cerita lanjut tidak ?