
"KAKEK TUA SIALAN!" teriak Xu Lian.
Melihat serpihan-serpihan tanah itu bergerak dengan cepat, ia segera membentuk sebuah pedang dari tenaga dalamnya dan langsung menebas semua serpihan tanah yang menyerangnya.
"Maafkan aku, tadi aku melupakan keberadaanmu!" seru Tetua Gu. Xu Lian hanya berdecak kesal melihat tingkah Tetua Gu. Setelah Tetua Gu memastikan keselamatan Xu Lian ia kembali melirik kearah tanah yang menjulang tinggi.
"Bisakah kau hancurkan tanah ini" pinta Tetua Gu pada Xu Lian.
"Kau bilang akan menyelesaikan ini semua sendirian" gerutu Xu Lian. Tetua Gu hanya terkekeh mendengarnya.
"Nang'er hancurkan tanah itu!" perintah Xu Lian pada naganya. Nang'er yang mendengar ucapan Xu Lian segera menganggukan kepalanya dan beralih wujud ke aslinya. Nang'er mengumpulkan energi miliknya pada mulutnya sehingga tercipta sebuah bola cahaya yang berwarna emas terlihat. Tetua Gu membuka mulutnya melihat pemandangan yang ia lihat kini untuk pertama kalinya.
DDDOOOOAAARRRRR.....
Nang'er melepaskan energinya dan terjadi ledakan yang sangat besar sehingga membuat goyangan pada tanah dibawahnya. Tameng tanah tersebut seketika hancur hanya menyisakan debu-debu akibat ledakan bahkan orang-orang yang berada dibalik tameng tersebut terpental kebelakang cukup jauh.
Semua orang yang masih tersadar membelalakan matanya melihat kehadiran seekor naga dengan begitu jelas.
"Itu Nagaa..."
"Ini pertama kalinya aku melihatnya..."
"Aku tidak mempercayainya..."
Seruan-seruan semua orang tentang kehadiran Naga. Mereka semua sangat terkejut karena baru pertama kali ini mereka melihah Binatang Ilahi secara langsung.
"Mereka sungguh aneh" gerutu Xu Lian melihat reaksi semua orang yang terpana dengan naganya.
"Kakek Tua sekarang girilanmu" Tetua Gu berdecak, enak saja Xu Lian ia hanya memerintahkan Naga miliknya dan semuanya sudah selesai.
Tanpa disadari semua orang yang masih terkagum-kagum pada Naga milik Xu Lian, Tetua Gu telah bergerak terlebih dahulu untuk menyerang.
*Wushh....
Wushh....
Wushh*.....
Seperti biasa Tetua Gu menyerang dengan jarum akupuntur miliknya yang mengenai leher para pendekar. Orang-orang yang terkena dengan jarum akupuntur milik Tetua Gu langsung terkapar ke tanah dan tidak lama kemudian wajahnya berubah menjadi biru. Setelah beberapa orang yang menjadi korban jarum Tetua Gu, para pendekar yang lain mulai menyadari serangan Tetua Gu, mereka ada yang memilih menyerang ada juga yang memilih melarikan diri ketika ia tahu jika nyawanya tidak akan selamat. Tetua Gu terlalu fokus dengan kini orang-orang yang menyerangnya balik sehingga ia tidak terlalu perduli dengan orang-orang yang melarikan diri tersebut.
Tetua Gu menciptakan gelombang angin untuk memukul mundur para pendekar yang kini mengurungnya. Ia tersenyum kecil, ini adalah kesempatan bagus untuknya. Para pendekar tidak langsung menyerah, mereka berniat menyerang Tetua Gu secara bersamaan .
Tetua Gu menghentikan serangan dengan tangannya ia beralih serangan dengan seluruh tubuhnya. Ia mulai berputar, angin disekitarnya pun mulai mengikuti setiap pergerakan Tetua Gu. Semakin lama putaran pada tubuh Tetua Gu semakin kencang sehingga gelombang disekitar tubuhnyapun mulai membesar. Semua orang terkejut dan lebih memilih untuk melarikan diri tapi sayangnya mereka terlambat.
Dari gelombang yang diciptakan oleh Tetua Gu terbentuk angin topan yang sangat besar, sehingga semua orang terbawa terbang oleh angin tersebut. Disisi lain, Nang'er melilitkan tubuhnya untuk menjaga Xu Lian dan Zhang Bing agar tidak terkena dampak dari serangan Tetua Gu.
Setelah dirasa aman, Nang'er membuka lilitannya yang kini memperlihatkan Xu Lian dan Zhang Bing. Xu Lian mengelilingi pandangannya, ia membulatkan matanya ketika pandangannya menangkap pemandangan yang sangat hancur balau akibat serangan yang diciptakan oleh Tetua Gu.
"Maaf aku merusaknya sedikit" seru Tetua Gu, ia pun menyadari kerusakan yang ia buat.
Mata Xu Lian berkedut Sedikit?, ini terlalu besar pikir Xu Lian.
Beberapa waktu sebelum kejadian angin topan.
Zhang Xiuhuan terus berenang hingga kedasar laut, ia meminta bantuan kepada Pete untuk mengatur pernafasannya agar ia bisa lebih lama tidak menghirup udara. Ia memfokuskan matanya untuk melihat sekeliling yang menampakkan ribuan ikan kecil ataupun cukup besar, terumbu karang yang tumbuh berbagai tanaman laut.
"Aku merasakan energi yang besar dari sana!" seru Pete dalam benak Zhang Xiuhuan. Zhang Xiuhuan hanya menganggukan kepalanya dan mengikuti semua petunjuk dari Zhang Xiuhuan.
"Aku menemukannya!" girang Zhang Xiuhuan dalam benaknya ketika pandangannya menangkap setangkai bunga teratai yang berwarna merah darah tumbuh disekitar terumbu karang. Zhang Xiuhuan laangsung mendekati teratai tersebut dan tangannya akan meraih bunga teratai tersebut.
DDDOOOAAAARRRR.....
Zhang Xiuhuan tidak bisa menyeimbangkan tubuhnya tatkala terdengar suara ledakan yang besar dari dasar laut, sehingga tanah ataupun air menjadi bergetar. Ribuan ikan bergerak dengan cepat kesana kemari hingga menghalangi pandangan Zhang Xiuhuan. Tidak lama kemudian getaran itu berhenti tetapi ikan-ikan tersebut tidak berhenti. Zhang Xiuhuan menggerutu dalam benaknya.
Setelah beberala lama ikan-ikan itu berlalu pergi menjauh. Zhang Xiuhuan menghela nafas lega karena kini ia kembali bisa melihat sekitar laut.
"Apa itu?" tanya Zhang Xiuhuan dalam benaknya.
"Oh sialan, kenapa kita bertemu ratu lautan!" gerutu Pete.
"Ratu lautan?" Zhang Xiuhuan menatap ribuan bahkan sampai ratusan ribuan bayang-bayang tidak jelas tetapi bayangan itu seperti seorang wanita yang bergerak dengan cepat.
"Cepat ambil teratai itu dan kita segera meninggalkan tempat ini!" saut Pete. Tanpa banyak bertanya Zhang Xiuhuan segera berenang kearah Teratai Darah Salju, setelah ia mengambilnya dengan sekuat tenaga ia berenang menuju ketepian.
Zhang Xiuhuan menengok kearah belakang dan menampakkan ribuan wanita cantik yang kini tidak jauh darinya. Mereka semua memiliki mata yang berwarna merah dan, apa-apaan ini mereka memiliki ekor?.
"Jangan sekali-kali kau menatap mata mereka!" ucap Pete.
"Bagaimana ini mereka bergerak sangat cepat! aku tidak akan bisa kabur dari mereka!" seru Zhang Xiuhuan pada benaknya.
"Kalau begitu kita tukar posisi" saut Pete. Setelah itu, tubuh Zhang Xiuhuan digantikan oleh Pete. Muncul tato garis-garis pada sebelah matanya begitupun dengan kepalanya yang mulai muncul tanduk.
HEAAAKKKK.....
Dari arh belakang terdengar teriakan yang melengking yang berasal dari makhluk aneh itu. Pete menutup telinga milik Zhang Xiuhuan karena ia juga mendapat imbasnya. Tiba-tiba salah satu kaki Zhang Xiuhuan terikat sesuatu yang seperti tanaman laut. Pete menggerutu kesal, ia segera memotong tanaman tersebut yang kini mengikat kaki Zhang Xiuhuan.
Tetapi setelah Pete memotong tanaman laut yang mengikat kakinya, ia tidak menyadari ratusan makhluk aneh itu langsung menyerbu tubuh Zhang Xiuhuan secara bersamaan.
***