
Mo Lian Cheng menatap tajam kearah Zhang Bing. Rupanya bocah dihadapannya saat ini tidak bisa dianggap remeh olehnya.
"Berhentilah bermain-main!" seru Mo Lian Cheng.
Zhang tidak menanggapi seruan Mo Lian Cheng. Ia memberi intruksi pada Nang'er dengan gerak tangannya. Setelah menerima perintah dari Zhang Bing, Nang'er bergerak menyerang kearah Mo Lian Cheng. Nang'er menghantamkan bagian belakang tubuhnya mengarah kepada Mo Lian Cheng, tetapi pergerakan Mo Lian Cheng lebih cepat sehingga ia menghindar dari serangan Nang'er.
Disisi lain, Tetua Gu menyaksikan pertempuran yang terjadi dihadapannya. Ia tidak tahu harus apa, walaupun ia juga mencoba membantu itu hanya akan sia-sia saja.
Mo Lian Cheng membentuk sebuah pola pada tangannya. Lalu ia menyemburkan es lewat dari mulutnya. Bagian belakang tubuh Nang'er yang terkena serangan Mo Lian Cheng seketika membeku. Nang'er menghantamkan tubuhnya ketanah yang dilapisi salju sampai es yang menyelimuti tubuh bagian belakangnya hancur seketika.
Mo Lian Cheng kembali melancarkan seranganny. Kini ia mengumpulkan tenaga dalamnya pada kedua tangannya, sehingga terbentuk bola cahaya yang berwarna putih terang. Secara bersamaan, Nang'er yang mulai bergerak untuk menyerang dengan Mo Lian Cheng yang melepaskan serangannya. Zhang Bing menggenggam bagian kepala Nang'er dengan keras, ia tidak tahu apa yang akan terjadi.
BANG!
Terjadi ledakan yang diakibatkan oleh serangan Mo Lian Cheng yang menghantam tubuh Nang'er.
Naga ini kuat juga. Mo Lian Cheng menggerak-gerakkan tangannya membentuk zig-zag, tidak lama kemudian salju yang turun mulai berhenti. Dengan sendirinya salju-salju mulai terangkat keudara dan membentuk seperti jarum hanya saja ukurannya lebih besar. Dalam hitungan menit, sekeliling Mo Lian Cheng dan Nang'er dikelilingi oleh jarum-jarum es tersebut.
Nang'er menjadi risau. Jarum-jarum ini memang tidak akan mempan pada tubuhnya. Tetapi saat ini Zhang Bing berada diatas tubuhnya, ini sangat membahayakan baginya.
Tanpa diduga oleh Nang'er, Mo Lian Cheng kembali menyerang dengan serangan seperti semula untuk mengecohnya. Sepertinya Mo Lian Cheng mengincar Zhang Bing. Mo Lian Cheng melepaskan sebuah serangan dengan tenaga dalamnya yang dibentuk dalam bola cahaya, ia menyerang kearah wajah Nang'er. Dalam waktu yang bersamaan jarum-jarum yang tercipta dari es tersebut melesat dengan cepat kearah Nang'er dan Zhang Bing.
Tetua Gu yang merasa Zhang Bing dalam bahaya. Tanpa berpikir ia bergerak cepat kearah tubuh Nang'er dan membentuk sebuah pusaran angin yang menghalangi setengah tubuh Nang'er atau hanya melindungi tubuh Zhang Bing dan dirinya. Tetapi tanpa diduganya, Mo Lian Cheng beralih menyerang kearahnya. Tubuh Tetua Gu terpental ketika Mo Lian Cheng menyerangnya dari belakang.
Disisi lain, dalam waktu yang bersamaan ketika Tetua Gu membentuk pusaran angin, Zhang Bing juga membentuk sebuah tombak panjang dari kekuatan elemennya. Ia memutarkan tombak tersebut seperti baling-baling kipas untuk menangkis semua jarum yang datang menyerang kearahnya.
Tubuh Tetua Gu tersungkur kedalam tumpukan salju. Ia kembali bangkit dan bersiap untuk menyerang. Mo Lian Cheng dan Tetua Gu bertukar beberapa jurus. Tetua Gu kini dalam keadaan terpojok, pergerakannya dengan Mo Lian Cheng sangat jauh berbeda. Tetua Gu menangkis setiap serangan yang datang dari Mo Lian Cheng. Tetapi hal tersebut membuat bekas luka yang cukup parah pada tangannya. Mo Lian Cheng tidak henti-hentinya melepaskan serangan pada Tetua Gu yang sudah sangat kelelahan.
Semua jarum-jarum Mo Lian Cheng telah habis. Kini perhatian Zhang Bing beralih kearah Tetua Gu.
"Kakek!", jarak Nang'er dan Tetua Gu kini cukup jauh. Karena akibat serangan Mo Lian Cheng yang menyerang mundur Tetua Gu. Nang'er segera bergerak dengan cepat kearah Tetua Gu yang sedang bertempur.
Mata Zhang Bing membulat ketika ia menyaksikan dengan mata kepalanya sendiri bagaimana kematian Tetua Gu, orang yang telah menyelamatkan nyawanya sendiri, bahkan kini ia sudah menganggapnya sebagai kakeknya sendiri. Tubuhnya kaku tidak bergerak, ia masih tidak percaya dengan penglihatannya. Kini ia hanya bisa melihat tubuh yang menjadi kaku dengan mengenaskan.
Mo Lian Cheng melirik kearah Nang'er yang kini tengah bergerak mengarah padanya. Tetapi sebelum ia bergerak untuk menyambut serangan yang datang dari Nang'er, tanah dibawahnya bergetar dengan hebat.
Sialan aku melupakan mereka berdua! gerutu Mo Lian Cheng. Ia mencoba menyeimbangkan tubuhnya diatas tanah yanh bergetar hebat. Tidak lama setelah itu, tanah kembali diam. Mo Lian Cheng menggerakan tubuhnya kearah dimana suara sumber suara tersebut tanpa memperdulikan Nang'er. Tetapi sebelum ia sampai, Dua orang sudah keluar dari tanah terlebih dahulu dengan salah satu membawa sebuah pedang yang sudah sejak dulu ia tunggu, tapi kini berada ditangan orang lain.
Xu Lian tersenyum bahagia, akhirnya ia bisa mendapatkan Pedang Goujian. Ia mengelilingi pandangannya, ia menatap mengejek kearah Mo Lian Cheng ketika pandangan mereka berdua bertemu. Lalu pandangannya beralih kearah putranya yang kini masih diam mematung dengan wajah pucat diatas Nang'er. Xu Lian mengerutkan keningnya heran.
"Tri" Zhang Xiuhuan menepuk bahu Xu Lian pelan. Lalu tangannya menunjuk pada jasad Tetua Gu yang diikuti oleh pandangan Xu Lian. Xu Lian terdiam melihat jasad Tetua Gu yang sangat mengenaskan. Ia kembali merasakan kehilangan yang sama seperti ketika ia mendapat sebuah surat dari Kakek Danzi. Walaupun ia baru saja mengenal Tetua Gu, tetapi Tetua Gu sudah sangat membantunya.
Pandangan Xu Lian beralih kearah Mo Lian Cheng yang kini juga tengah menatapnya. Mo Lian Cheng tersenyum kecil, ia terlihat bangga dengan hasil karyanya.
Xu Lian menggenggam Pedang Goujian yang kini berada pada tangannya dengan erat. Ia merasa setiap kali ia mendapatkan sesuatu, pasti ia juga akan kehilangan sesuatu yang lain seperti saat ini.
"Terima kasih gadis kecil. Kau telah membuka segel pedangku. Dan kini aku akan mengambilnya darimu!" seru Mo Lian Cheng.
"Aku yang akan mengambil nyawamu, paman!"
Matahari mulai tertutup dengan kabut putih, salju turun lebih besar dari sebelumnya. Bahkan ratusan mayat yang mengampar mulai tertutup.
"Kau akan menanggung semua perbuatanmu hari ini!"
****
Hanya mau bilang 👇👇👇
Author tidak selamanya memiliki paketan. Sebenarnya mau update setiap hari tetapi itu sangat susah ✌✌✌