
Semua mata memandang kearah 3 orang yang kini tengah berdiri memperhatikan para prajurit Kerajaan San. Zhang Xiuhuan mengerutkan keningnya heran, ia tidak mengenali mereka semua yang kini tengah mencarinya. Sejak kapan ia membuat masalah dengan mereka, ini sangat membingungkan.
"Apa benar mereka yang kita cari?" bisik ketua pada rekan prajuritnya.
"Iya mereka memiliki ciri-ciri yang sama!" bisik kembali rekan yang ia tanya.
"Anak muda, rupanya kau sangat berani menunjukan diri langsung kepada kami!" seru seseorang yang menjadi ketua dalam kelompok prajurit tersebut.
"Untuk apa kita takut pada sampah seperti kalian!" saut Xu Lian tajam.
Ketua prajurit menggertakkan giginya tatkala ia mendengar ucapan Xu Lian yang tidak langsung menghinanya.
"Ada apa kalain mencari kami? kami saja tidak mengenali kalian tidak mungkin kami memiliki masalah dengan kalian!", Zhang Xiuhuan menggerakkan tangan kanannya keatas, sebagai tanda untuk para pelayan meninggalkan tempatnya sekarang.
"Tentu saja kami mencari kalian karena kalian memiliki masalah dengan kami, bahkan kaisar kami", Zhang Xiuhuan merasa heran ketika ia mendengar jika ia memiliki masalah dengan kaisar mereka. "Kaisar memintaku membawa kalian ke Kerajaan San baik hidup ataupun mati!" seru ketua prajurit itu kembali.
Kerajaan San. Xu Lian termenung sesaat, ia baru ingat ia pernah menghabisi seseorang yang berasal dari Kerajaan San, siapa lagi kalau bukan Wu Zetian orang yang telah membunuh Kakek Danzi.
"Ahhh, aku baru ingat. Apa kaisar yang kalian sebut tadi adalah ayah dari orang yang pernah aku bunuh di Daratan Timur. Hmm, siapa ya namanya, oh iya aku baru ingat namanya adalah Wu Zetian bodoh kan hahahah. Dia sangat lemah!" ucap Xu Lian dengan nada mengejek. Disampingnya, Zhang Xiuhuan hanya menghela nafas berat. Dari dulu istrinya memang pandai membuat lawan emosi naik. Sedangkan dari tadi Zhang Bing sudah menguap berulang kali, bahkan matanya sudah berair. Tapi kini kekacauan sebentar lagi akan terjadi.
"Kauu, berani sekali kalian membunuh putra mahkota!" seru ketua prajurit.
Xu Lian melirik kearah Zhang Bing yang kini sangat mengantuk. Ia tidak tega jika Zhang Bing harus ikut campur dalam pertempuran. Ia melirik-lirikkan matanya keatas sebagai perintah Zhang Bing naik kembali keatas. Tanpa banyak berucap, Zhang Bing mulai menaiki tangga pengipan kembali dengan tubuh sempoyongan.
"Jadi kalian mau apa? lagipula ia sudah masuk kedalam neraka!" seru Xu Lian dengan penuh tekanan diakhir kalimat.
"HABISI MEREKA SEMUA!!!" teriak ketua prajurit seraya mengacungkan pedangnya keatas.
Zhang Xiuhuan melompat kebelankang secara bersamaan dengan Xu Lian, yang saling berlawanan. Mereka berdua sebentar saling melirik. Luas ruangan penginapan ini tidak terlalu besar. Jika mereka harus bertarung didalam penginapan ini sangat berpotensi runtuhnya bangunan penginapan. Tanpa banyak berpikir kembali, Zhang Xiuhuan segera menghancurkan jendela kayu disampingnya dan segera melompat keluar. Xu Lian pun sama melakukan apa yang dilakukan oleh Zhang Xiuhuan.
Para prajurit membagi dua kelompok, satu kelompok untuk menyerang Xu Lian yang berada dibagian barat penginapan dan satunya menyerang Zhang Xiuhuan yang berada dibagian timur penginapan.
Suara riuh pun segera terdengar. Para penduduk banyak yang memilih untuk berdiam dirumah mereka masing-masing, dari pada harus ikut campur dan mati dengan sia-sia.
Xu Lian memukul salah satu prajurit yang datang menyerang kearahnya. Kini ia menyerang dengan tangan kosong. Xu Lian melompat kearah samping tatkala puluhan senjata rahasia yang berbentuk segitiga bulat bergerak menyerang kearahnya. Matanya menatap kesal kearah para prajurit yang kini berada diatas bangunan penginapan, dan melemparinya senjata rahasia dari atas penginapan. Tangan Xu Lian diselimuti salju sebelum ia kembali melepaskan satu pukulan pada prajurit yang lain. Tangan Xu Lian menghantam permukaan pedang prajurit Kerajaan San hingga pedang tersebut patah menjadi dua. Dengan cepat ia kembali menendang tubuh prajurit tersebut hingga terlempar kebelakang dan menubruk rekan-rekannya yang lain.
Disisi lain, Zhang Xiuhuan tak kalah sibuk menghadapi para prajurit Kerajaan San. Ia juga sama bertarung dengan tangan kosong, dengan Pedang Goujian yang masih tersampir dibelakang tubuhnya. Ia membentuk sebuah pola pada kedua tangannya, sesaat muncul bola-bola api disekelilingnya. Ia tidak mengarahkan bola-bola api tersebut pada para prajurit disekitarnya. Melainkan ia mengarahkan bola-bola api miliknya mengarah pada para prajurit yang kini tengah berada diatas bangunan. Sama halnya seperti Xu Lian, Zhang Xiuhuan rupanya juga mendapatkan serangan senjata rahasia dari para prajurit Kerajaan San yang berada diatas bangunan penginapan. Bola-bola api itu menghantam satu persatu para prajurit hingga mereka terpental dan terjatuh ketanah.
Jumlah mereka terlalu banyak. Zhang Xiuhuan menangkap ujung pedang yang sebentar saja menebas tubuhnya, ia menarik pedang tersebut dari pemiliknya dan melepaskan serangan tendangan kearah prajuri tersebut. Pedang yang tadi ia rebut kini ia tusukkan pada prajurit yang lain yang menyerangnya dari arah belakang.
Jumlah para prajurit Kerajaan San mulai menyusut. Mereka tidak menyadari jika lawan mereka sekuat ini, hingga terjadi seperti ini. Banyak nyawa yang berjatuhan pada pertempuran ini dan dari mereka semua berasal dari prajurit Kerajaan San.
Ketua prajurit kini menggeran kesal, kini ia tengah berhadapan dengan Zhang Xiuhuan. Dan ia sangat tahu jika kekuatannya berada jauh dibawah Zhang Xiuhuan. Terlihat dengan sekujur tubuhnya sudah terdapat luka bakar yang sangat banyak. Zhang Xiuhuan kembali melepaskan serangan tapaknya pada tubuh ketua prajurit Kerajaan San. Tubuh ketua prajurit terlempar cukup jauh, melihat ketuanya kalah oleh Zhang Xiuhuan. Para prajurit yang lain mulai menghentikan pergerakannya untuk menyerang Zhang Xiuhuan. Dari arah belakang penginapan muncul Xu Lian, ia berjalan menghampiri Zhang Xiuhuan.
"Apa kita habisi mereka semua?" tanya Xu Lian tatkala ia sudah berdiri disamping Zhang Xiuhuan.
"Tidak perlu. Kita harus memberi pesan pada Kaisar Kerajaan San melewati mereka" seru Zhang Xiuhuan yang dibalas anggukan oleh Xu Lian.
Para prajurit yang masih tersisa berlarian kearah Ketua mereka yang saat ini. Prajurit Kerajaan San menyerang tanpa persiapan dan tanpa pertimbangan sekuat apa musuh mereka. Dan seperti sekarang ini hasilnya.
Zhang Xiuhuan berjalan kearah para prajurit Kerajaan San.
"Katakan pada kaisar kalian. Kami tidak mengawali pertempuran ini! tetapi jika kaisar kalian tetap ingin melanjutkan pertempuran ini dengan senang hati kami akan menyambut kalian!" seru Zhang Xiuhuan.
Tidak ada balasan apapun dari para prajurit Kerajaan San. Mereka langsung membawa ketua mereka pergi dari tempat tersebut.
***