
Xu Lian terdiam dihadapan tubuh Zhang Xiuhuan yang kini tengah terbaring. Ia menatap tidak percaya, jika ini semua adalah ulahnya. Apalagi menurut penjelasan ayahnya, ia menjadi tidak terkendali dan menyerang semua orang. Ia sendiri saja tidak ingat apa yang telah terjadi sebenarnya.
Seorang Alkemis Kerajaan Wei yang kini tengah mengobati luka Zhang Xiuhuan menghampiri Xu Lian.
"Lukanya terlalu parah karena pedangnya terlalu masuk kedalam. Butuh waktu yang cukup lama untuk ia kembali pulih" jelas Alkemis tersebut.
Xu Lian mengepalkan kedua tangannya. Ia sangat marah pada dirinya sendiri, bisa-bisa ia kehilangan kendali tubuhnya hingga ia melukai Zhang Xiuhuan. Ia bangkit dari duduknya dan meninggalkan kamarnya. Ia mengambil Pedang Goujian yang ditaruh didepan kamarnya.
Ia terus memukul-mukul Pedang Goujian agar hancur. Tetapi walaupun dengan sekuat tenaga ia mencoba menghancurkan Pedang Goujian, pedang tersebut tetap utuh.
Xu Kong yang berjalan didekat kamar Xu Lian. Langsung berlari menghampiri Xu Lian yang mencoba menghancurkan Pedang Goujian. Ia mencoba menghentikan aksi yang dilakukan oleh putrinya tersebut.
"Ayah lepaskan aku! aku harus menghancurkan pedang ini!" seru Xu Lian dengan marah.
"Tenangkanlah dirimu putriku! kau tidak akan bisa menghancurkan pedang itu hanya dengan memukulnya!" saut Xu Kong. Xu Lian terdiam, memang benar sekuat tenaga ia mencoba menghancurkan Pedang Goujian, hasilnya akan sia-sia. Xu Lian terduduk dilantai, ia menatap Pedang Goujian yang kini berada dihadapannya.
"Kita akan mencari tahu bagaimana caranya menghancurkan pedang ini" ucap Xu Kong. Xu Lian menganggukan kepalanya lalu menundukan kepalanya dalam.
-
-
-
Pedang Goujian adalah salah satu pedang yang sangat diincar oleh semua orang. Pedang ini berasal dari Kerajaan Shangri-La yang berada di Daratan Timur. Pedang ini memiliki keistimewaan, yaitu seseorang pengguna Pedang Goujian akan bisa menggunakan 5 elemen sekaligus walaupun ia hanya memiliki satu elemen dalam tubuhnya. Tetapi Pedang Goujian juga memiliki sisi gelap, yaitu semakin seseorang mengalirkan energinya kedalam Pedang Goujian, maka pedang tersebut akan mengambil alih tubuh orang tersebut. Karena energi orang tersebut telah tersalurkan pada Pedang Tersebut, sehingga tubuh pemakai Pedang Goujian akan kehilangan energinya. Dengan begitu Pedang Goujian akan mengalirkan energinya pada penggunanya sehingga dengan mudah Pedang Goujian mengendalikan tubuh penggunanya. Tujuan dari Pedang Goujian hanya sederhana, ia hanya ingin membunuh sebanyak-banyaknya yang ia bisa.
Xu Lian beberapa kali membolak-balikkan buku miliknya. Kini ia akan mencoba mencari sumber kelemahan Pedang Goujian agar ia dengan mudah menghancurkan Pedang Goujian.
"Kenapa ini hanya berisi penjelasan kekuatan Pedang Goujian" gerutu Xu Lian dengan kesal.
Dari balik pintu ruangan tempatnya membaca. Terlihat sebuah kepala kecil menelisik kedalam. Perhatian Xu Lian menjadi berpindah.
"Bing Bing apa yang sedang kau lakukan disana? kemarilah!" seru Xu Lian. Ia merasa heran apa yang sedang dilakukan oleh putranya. Beberapa kali Zhang Bing mengintipnya dari luar tetapi ia tidak berniat untuk masuk.
Dengan berjalan perlahan Zhang Bing memasuki ruangan Xu Lian. "Ada apa? apakah kau mencariku?" tanya Xu Lian.
Zhang Bing menganggukan kepalanya. "Aku hanya ingin melihat keadaan ibu" serunya.
"Kemarilah duduk disampingku!" Zhang Bing menuruti ucapan Xu Lian. Ia duduk tepat disamping Xu Lian, matanya sebentar melirik kearah buku yang kini sedang ada dipangkuan Xu Lian.
"Apa sekarang ibu akan mempelajari jurus pedang itu?" tanya Zhang Bing yang melihat halaman buku yang Xu Lian baca.
"Tidak. Ibu hanya sedang mencari apa kelemahan Pedang Goujian. Ibu sudah berjanji pada diri sendiri untuk menghancurkan Pedang Goujian" tutur Xu Lian.
Zhang Bing tersenyum, ia cukup tenang jika ibunya tidak akan menggunakan pedang terkutuk itu lagi. "Sumber Matahari" serunya.
"Apa kau bilang apa tadi?" tanya Xu Lian.
"Sumber matahari? kau tahu dari mana?"
"Akukan sudah membaca buku ini" jelas Zhang Bing.
"Bagaimana caranya aku pergi ke matahari" Xu Lian menggaruk belakang kepalanya. Sedangkan, Zhang Bing hanya menggelengkan kepalanya.
"Sumber Matahari maksudnya sebuah sumber yang memiliki kekuatan panas api langsung dari inti bumi. Ibu tidak perlu pergi ke matahari karena yang dimaksud adalah sebuah tempat yang memiliki kekuatan panas yang sangat besar, Gunung Berapi" Xu Lian terdiam mendengarkan ucapan putranya.
Kenapa putraku lebih pintar dari pada aku. Xu Lian menganggukkan kepalanya sekarang. Ia menutup bukunya karena tidak penting juga jika ia harus membancanya. Kini tujuannya akan mencari Gunung Berapi yang memiliki sumber terpanas. "Peta!".
Xu Lian pergi keruangan Xu Kong berada. Ia akan mendiskusikan semuanya dengan ayahnya. Prajurit yang menjaga didepan ruangan Xu Kong, langsung mensilahkan Xu Lian untuk masuk. Xu kong yang kini sedang sibuk dengan semua gulungannya, harus menghentikan kegiatannya tatkala Xu Lian memasuki ruangannya.
"Ayah aku ingin bicara" Xu Lian duduk dihadapan Xu Kong yang terpisah oleh sebuah meja kecil.
"Apa yang ingin kau bicarakan?"
"Aku sudah mengetahui bagaimana caranya menghancurkan Pedang Goujian yaitu Gunung Berapi. Aku membutuhkan sebuah Peta untuk mencari wilayah yang terdapat sebuah Gunung Berapi!" seru Xu Lian langsung ke inti masalah.
Tanpa banyak bertanya, Xu Kong bangkit dari duduknya dan menghampiri sebuah lemari yang berada diruangannya. Ia mengambil sebuah gulungan yang sangat besar.
"Ini adalah peta daratan dunia ini" Xu Lian menerima peta tersebut.
"Terima kasih ayah!" Xu Lian berdiri dan hendak keluar dari ruangan ayahnya, tetapi Xu Kong memanggilnya kembali sehingga ia menghentikan niatannya untuk pergi.
"Apa kau sendiri yang akan pergi untuk menghancurkan Pedang Goujian?" tanya Xu Kong.
Xu Lian terlihat sebentar menimang-nimang apa yang akan ia katakan. "Iya, aku sendiri yang akan pergi!" seru Xu Lian.
"Tunggulah keadaan stabil lebih dahulu. Apalagi sekarang banyak orang yang sedang mengincarmu. Atau kau tunggulah suamimu sembuh terlebih dahulu" saran Xu Kong. Xu Lian meremas peta yang kini berada digenggamannya.
"Aku tidak bisa menundanya lagi ayah!" ucap Xu Lian.
"Aku tidak akan membiarkanmu pergi sendirian"
"Tapi aku akan tetap melakukannya!" Xu Lian berjalan keluar ruangan ayahnya. Tekadnya sudah bulat, ia tidak bisa menunggu lama lagi karena ia takut akan datang ancaman yang lebih besar lagi jika ia tidak segera menghancurkan Pedang Goujian.
Xu Lian kembali keruangannya semula. Ia duduk disebuah kursi dan menggelar peta diatas meja. Ia mulai memperhatikan setiap sudut peta. Perhatiannya tersita dengan sebuah tanda bulat berwarna merah pada gambar sebuah gunung di Daerah Utara. Tanda tersebut menunjukan jika gunung yang berada di Daerah Utara adalah gunung yang terbesar.
Dari sisi gambar gunung tersebut tercantum nama gunung tersebut. Xu Lian kembali menutup gulungan peta tersebut seperti semula.
"Gunung Datong!"
***