
Rumah Walikota Kota Tibet mendadak menjadi ramai, bukan karena suatu perayaan melainkan karena sebuah serangan. Banyak korban yang telah berjatuhan bahkan orang yang tidak memiliki kultivasipun seperti para pelayan ikut terbunuh, ini sangat tidak manusiawi.
Terlihat Zhang Xiuhuan dan Xu Lian keluar dari kamarnya, begitu juga dengan Zhang Bing. Kamar mereka berada dilantai dua jadi mereka tidak tahu ledakan yang terjadi disebabkan oleh apa.
"Sebaiknya kita bergerak keatas", seru Zhang Xiuhuan. Ketika mereka mulai bergerak untuk menaiki sebuah tangga yang akan membawa mereka kelantai atas, tiba-tiba dari arah jendela melesat cepat beberapa anak panah menuju mereka bertiga. Xu Lian yang memang berada pada barisan belakang, melakukan perlawanan dengan menangkap panah-panah tersebut menggunakan kedua tangannya, setelah itu ia kembali melemparkan panah-panah tersebut ke semula asalnya. Dari atas sebuah pohon besar yang berhadapan langsung dengan jendela ruangan lantai dua, terjatuh tiga orang berpakaian hitam yang terkena panahnya sendiri. Tidak lama kemudian dari dari balik atas pohon ataupun dari atas tangga lantai satu muncul orang-orang yang berpakaian hitam. Jumlah mereka cukup banyak karena hampir memenuhi ruangan yang saat ini mereka tempati.
"Kita tidak bisa tepat waktu menuju kediaman Pangeran Liao Danyi kalau seperti ini. Sebaiknya kau duluan saja, aku yang akan mengatasi mereka!" seru Xu Lian.
"Tapi..." ucap Zhang Xiuhuan terpotong.
"Tidak ada tapi-tapian, tenang saja aku bisa menghadapi mereka semua!" saut Xu Lian.
Zhang Xiuhuan tidak punya pilihan lain selain mengiyakan ucapan istrinya, ia pergi menaiki tangga dan meninggalkan Xu Lian dengan Zhang Bing. Kenapa Zhang Bing dibiarkan dengan Xu Lian yang memiliki musuh tidak terhitung? karena musuh sebenarnya mengincar seseorang yang berada dilantai atas, dan dia pasti memiliki kekuatan yang tinggi.
Orang-orang berpakaian hitam mulai menyerang Xu Lian dengan senjata rahasia milik mereka, yang berbentuk segitiga melingkar. Sebelum senjata itu menyerang Xu Lian, ia terlebih dahulu membuat sebuah pedang dari tenaga dalamnya.
*Treng...
Treng*...
Senjata yang dilepaskan orang-orang berpakaian hitam tersebut terlebah menjadi dua tatkala berbenturan dengan pedang milik Xu Lian.
"Bing Bing kau boleh ikut menyerang mereka sekarang" seru Xu Lian. Tiga orang berpakaian hitam menyerang Xu Lian secara bersamaan, Xu Lian menangkis salah satu pedang yang menyerang kearahnya lalu ia kembali melepaskan serangan secara memutar sehingga ketiga orang tersebut terluka karena serangan Xu Lian. Xu Lian terus menyerang orang-orang berpakaian hitam yang terdekat darinya, ia tidak peduli dengan darah para korbannya yang mulai mengotori hanfunya dan juga ia tidak peduli dengan Zhang Bing yang harus menyaksikan langsung mayat yang terbunuh, karena waktunya sungguh tidak tepat untuk memikirkan hal itu.
Tanpa disadari Xu Lian, ekspresi Zhang Bing terbanding terbalik dengan apa yang ia pikirkan, malahan Zhang Bing sangat bersemangat untuk memulai pertarungannya.
"Nang'er pinjamkan tubuhmu" seru Zhang Bing, Nang'er hanya pasrah ketika tubuh versi kecilnya digunakan oleh Zhang Bing untuk dijadikan sebuah cambuk. "Panjangkan sedikit lagi tubuhmu", Nang'er hanya mengikuti apa yang dikatakan oleh anak dari tuannya itu.
Zhang Bing memutar-mutarkan tubuh Nang'er layaknya sebuah cambuk, ia sedikit menjauhkan tubuhnya dari Xu Lian supaya ia lebih leluasa untuk menyerang, orang-orang berpakaian hitam yang melihat bocah berusia 5 tahun membawa sebuah benda seperti cambuk tetapi bentuknya sedikit berbeda mulai bergerak untuk menangkapnya, mereka berpikir mungkin bocah ini bukan bocah biasa. Zhang Bing yang melihat beberapa orang berpakaian hitam mulai menyerangnya mengembangkan senyumannya. Ia mulai menyerang orang berpakaian hitam dengan cara menyerang kaki mereka, mungkin faktor tinggi tubuh Zhang Bing. Salah seorang yang terkena serangan Zhang Bing terjatuh, ia meringis kesakitan ketika kakinya dihantam benda yang cukup tajam ditambah lagi ketika lehernya merasakan diikat kuat oleh sesuatu yang tidak lain adalah perbuatan Zhang Bing. Zhang Bing mengikat leher orang tersebut dengan tubuh Nang'er dan tanpa melepaskan ikatan leher pada orang tersebut, Zhang Bing melepaskan sebuah tendangan ketika salah seorang yang berpakain hitam yang lainnya menyerangnya juga, tendangan Zhang Bing bukan tendangan biasa yang dimiliki oleh anak seumurannya, karena ia juga menggunakan tenaga dalamnya yang dialiri pada kakinya. Ia kembali menyerang orang berpakaian hitam yang lainnya setelah dirasa orang yang diikat lehernya tidak bergerak karena kehabisan nafas.
***
Zhang Xiuhuan bisa melihat Liao Danyi dengan pengawal pribadinya sedang menghadapi 4 orang berpakain ungu gelap. Keempat orang tersebut memiliki tingkatan kultivasi yang cukup tinggi yaitu pada tingkatan Tulang Singa Api. Zhang Xiuhuan memilih membantu Liao Danyi terlebih dahulu karena ia melihat Liao Danyi yang mulai tersudutkan oleh kedua pendekar yang dilawannya.
Sebuah pedang menangkis serangan yang akan dilancarkan oleh salah satu pria yang berpakaian ungu gelap tersebut. Pria itu berdecak ketika datang satu pria lagi yang membantu Liao Danyi, ia kembali menyerang pria yang tadi menangkis serangannya yang tak lain adalah Zhang Xiuhuan.
Zhang Xiuhuan menerima beberapa serangan dari pria tersebut tanpa ada kesulitan apapun, karena memang kutivasi pria tersebut berada dibawahnya. Tubuh pria berpakaian ungu gelap tersebut terpental hingga menghantam tembok dengan keras dan ia juga memuntahkan seteguk darah ketika pedang miliknya menghantam pedang milik Zhang Xiuhuan. Orang berpakain ungu gelap yang melihat rekannya terluka, menatap Zhang Xiuhuan dengan garang. Mereka lebih memilih untuk menyerang Zhang Xiuhaun secara bersamaan dan meninggalkan pertarungan mereka dengan penjaga pribadi Liao Danyi dan Liao Danyi sendiri.
Mereka bertiga membentuk sebuah formasi pedang untuk menyerang Zhang Xiuahuan. Tetapi itu tidak membuat Zhang Xiuhuan tersudutkan ataupun terlihat Zhang Xiuhuan tidak bisa menyeimbangi serangan mereka bertiga. Dengan tenang Zhang Xiuhuan menerima serangan dari mereka bertiga tanpa mendapatkan luka segores apapun. Zhang Xiuhuan melepaskan aura iblisnya sehingga membuat tubuh ketiga pria tersebut mendadak menjadi berat karena tekanan aura tersebut. Gerakan mereka menjadi sedikit lamban sehingga memudahkan Zhang Xiuhuan untuk mengalahkannya. Disisi lain Liao Danyi membulatkan matanya ketika ia melihat kemampuan Zhang Xiuhuan. Sebenarnya siapa dia?
Salah satu pria yang menyerang Zhang Xiuhuan kehilangan nyawanya, ketika pedang milik Zhang Xiuhuan menusuk jantungnya. Zhang Xiuhuan kembali melancarkan serangannya, pedangnya kembali bermandikan darah ketika ia berhasil memotong salah satu pria itu dengan sekali tebasan, hanfunya menjadi kotor ketika terkena cipratan darah yang mengenainya.
"Tuan tolong ampuni nyawa saya", satu orang yang tersisi melepaskan senjatanya dan terduduk memohon ampunan kepada Zhang Xiuhuan.
"Siapa yang membayarmu untuk melakukan ini?" tanya Zhang Xiuhuan. Sebenarnya ia sudah tahu siapa dalang dari semua ini tetapi ia melakukan ini supaya Liao Danyi tahu sendiri.
"Hmmm....", orang tersebut sedikit ragu. Tetapi ia langsung mengatakannya tatkala Zhang Xiuhuan sudah bersiap mengangkat pedangnya, "Kami semua dibayar oleh Tuan Long Shin untuk membunuh Pangeran Liao Danyi" ucapnya. Liao Danyi yang menonton sedari tadi, tubuhnya tiba-tiba mematung ketika mendengar siapa dalang ini semua.
Setelah mengatakan yang sebenarnya, Zhang Xiuhuan tetap membunuh pria tersebut dengan memenggal kepalanya. Orang sepertinya tidak pantas hidup didunia!
"Sebaiknya kita harus pergi menuju kediaman Walikota Long Hua!" seru Zhang Xiuhuan. Mereka bertiga pergi menuju tempat kediaman yang ditempati keluarga Long Hua untuk melihat keadaan mereka semua aman atau tidak. Pertanyaan mereka berdua terjawab ketika mereka mendengar sautan pedang yang sangat nyaring dari dalam ruangan yang diyakini ruangan yang ditempati keluarga Long Hua.
Zhang Xiuhuan membulatkan matanya tatkala ia juga menangkap sosok putranya dalam pertempuran tersebut.
"BING BING!!!"
***
Untuk besok saya tidak tahu akan uptade atau tidak yaa.