
Semua orang tercengang tatkala salju turun dengan tiba-tiba. Disisi lain, Xu Lian merasa terjadi sebuah ledakan besar dalam tubuhnya. Ia sangat tidak terima ketika melihat putranya terluka bahkan mengeluarkan darah dari kepala ataupun mulut.
Liu Ho mengerutkan dahinya heran, pasalnya salju ini bukan salju biasa karena salju yang turun berasal dari kekuatan elemen seseorang. Matanya menatap kearah Zhang Xiuhuan yang kini sedang menggenggam tangan Xu Lian, tetapi ia tahu es adalah bukan elemennya tetapi elemen siapa ini?. Matanya beralih kearah Xu Lian yang kini tengah menatapnya dengan tajam seakan ia akan menerkamnya hidup-hidup. Apa ini kekuatan yang sebenarnya dari wanita itu? ucapnya tidak percaya. Pasalnya ia kira musuh yang harus diwaspadainya adalah Zhang Xiuhuan tetapi ini malah sebaliknya.
"Kendalikan emosimu, jangan sampai kau juga akan menyakiti Bing Bing" seru Zhang Xiuhuan. Ia tidak akan menghalangi apapun yang akan dilakukan oleh Xu Lian karena 8a juga sangat terima melihat keadaan putranya.
"Aku mengerti" saut Xu Lian.
Keterkejutan Liu Ho tidak berhenti disitu, muncur seekor naga yang berukuran sangat besar yang berada dibelakang tubuh Xu Lian. Ia sungguh tidak percaya jika dirinya sudah menyinggung seseorang yang seharusnya ia tidak singgung.
Semua para perampokpun begitu terkejutnya seperti Liu Ho, ada yang dari mereka kehilangan kesadaran adapun mereka memilih untuk meninggalkan Desa Hanging secepatnya. Tetapi mereka salah langkah, Zhang Xiuhuan tidak ingin ada yang selamat dari sini. Ia mulai bergerak dan menghabisi semua para perampok yang tersisi, walaupun ada yang bersujud dan memohon ampun, Zhang Xiuhuan tidak memberinya sedikitpun kesempatan.
"JANGAN BERGERAK! JIKA KAU MENYERANG AKU AKAN MENGHABISI BOCAH INI!" teriak Liu Ho ketika ia melihat Xu Lian yang mulai bergerak kearahnya. Xu Lian tidak menghiraukannya ia tetap berjalan menghampiri Liu Ho.
Liu Ho mengambil tombaknya dari udara kosong untuk menyerang Xu Lian, tetapi tombak yang akan menyerang Xu Lian dengan mudah disingkirkan oleh naga milik Xu Lian.
Xu Lian menggumamkan sesuatu pada bibirnya sehingga tanah yang ia injak mulai membeku dan menjalar kearah Liu Ho. Liu Ho tertegun ketika es itu mulai merambat pada kakinya tepatnya pada bocah yang berada pada genggamannya. Es itu menyelimuti seluruh tubuh Zhang Bing, sehingga mengharuskan Liu Ho melepaskannya. Ketika saat itulah Xu Lian bergerarak cepat kearah Xu Lian dan mulai menyerangnya menggunakan tangan kosong.
Tubuh Liu Ho termundur beberapa langkah kebelakang ketika ia mencoba menahan serangan yang datang dari Xu Lian. Liu Ho berdecak kesal, ketika Zhang Bing yang menjadi satu-satunya kelemahan Xu Lian kini telah terlepas dari tangannya. Ia ingin mengambil kembali tombaknya untuk menyerang Xu Lian, tetapi ia harus menelan kenyataan ketika naga milik Xu Lian menyerangnya dan mencoba untuk menangkap tombak miliknya.
Liu Ho mengaliri tenaga dalamnya pada kedua tangannya, tubuhnya melompat kearah bekalang cukup jauh ketika Xu Lian melepaskan serangan tinjuan.
Bomm...
Suara ledakan terdengar tatkala tinjuan Xu Lian meleset dan tidak mengenai Liu Ho sehingga tinjuannya menghantam tanah. Xu Lian tidak tinggal diam, ia kembali bergerak cepat kearah Liu Ho dan melepaskan serangan kembali, tetapi bedanya kini Liu Ho mencoba menahannya walaupun perbedaan kekuatan yang sangat jauh. Mereka berdua bertukar puluhan jurus, hingga tubuh Liu Ho terpental kebelakang tatkala tubuhnya mendapat serangan dari Xu Lian yang membabi buta.
Disisi lain, Nang'er mencoba menangkap tombak milik Liu Ho agar tombak tersebut tidak menyerang Xu Lian, tombak Liu Ho terus saja terbang mengelilingi tubuh Nang'er dengan cepat, sehingga Nang'er cukup kesulitan menangkapnya. Sampai tombak tersebut bergerak mulai perlahan, karena disebabkan kondisi tubuh Liu Ho yang memburuk. Oleh karena itu, Nang'er berhasil mendapatkan tombak tersebut untuk diam. Ia tidak berniat untuk menghancurkan tombak itu karena ia memiliki rencana lain dengan tombak tersebut.
Bomm...
"Tu_nggu__" ucap Liu Ho secara tertatih, beberapa tetes darah terjatuh dari sudut bibirnya.
Xu Lian membentuk sebuah pedang dari tenaga dalam miliknya. "Tidak ada ampunan bagimu!" saut Xu Lian dingin. Xu Lian mengangkat pedangnya keatas dan dengan cepat ia kenusukkan pedangnya pada jantung Liu Ho. Seketika tubuh Liu Ho membeku dengan mata yang masih melotot, ia tidak percaya jika hidupnya berakhir buruk seperti ini.
Xu Lian memutar tubuhnya, dan bergerak menghampiri tubuh Zhang Bing yang masih terselimuti es, Xu Lian memang sengaja melindungi tubuh putranya dengan elemen miliknya karena ia tidak ingin jika ada sebuah serangan yang nyasar dan melukai putranya lagi. Disanapun sudah terdapat Zhang Xiuhuan, dengan sebuah pedang yang berasal dari tenaga dalamnya yang dilumuri darah.
"Bing Bing", seru Xu Lian lirih. Es yang menyelimuti tubuh Zhang Bing perlahan merambat ketanah dan mencair seketika tanpa membasahi tubuh Zhang Bing.
Xu Lian mulai terisak ketika melihat keadaan putranya yang cukup mengenaskan. Nang'er menghampiri mereka bertiga tatkala tubuhnya kembali pada bentuk semula, ia menyalurkan energi dan tenaga dalamnya kepada tubuh Zhang Bing.
"Aku sudah memulihkan luka luarnya dengan cara menyalurkan tenaga dalamku. Tetapi ia mengalami luka dalam yang cukup parah sehingga kita harus mencari seorang Alkemis" seru Nang'er.
(Alkemis: kultivator ilmu kedokteran)
"Tenanglah kita akan mencari seorang Alkemis kemanapun" ucap Zhang Xiuhuan, ia mencoba menenangkan Xu Lian.
"Bocah, dulu aku pernah mendengar diatas bukit yang dulu pernah kita lewati untuk menuju Kerajaan Shangri-La, disana tinggal seorang Alkemis. Aku tidak tahu dia masih berada disana atau tidak tetapi kita harus mencobanya!" seru Pete lewat benak Zhang Xiuhuan.
Zhang Xiuhuan mengangguk mengerti, tidak salah jika ia harus mencobanya. "Aku sudah tahu dimana kita akan bertemu seorang Alkemis" ucap Zhang Xiuhuan. Xu Lian mengangguk lemah, hatinya mulai lega mendengar penuturan Zhang Xiuhuan.
Bangunan-bangunan yang berada di Desa Hanging mulai terbuka, para warga mulai memberanikan diri untuk melihat keadaan sekitar. Mereka memang sudah melihat semua kejadiannya lewat celah-celah rumah mereka.
Zhang Xiuhuan menggendong putranya dan mengajak Xu Lian untuk meninggalkan Desa Hanging. Mereka berdua tidak perduli tatkala para warga yang berterima kasih kepada mereka, bahkan ada yang ingin memberi upeti. Tetapi ini waktunya tidak tepat, Zhang Xiuhuan maupun Xu Lian saat ini lebih mementingkan keadaan putra mereka.
"Semoga saja Alkemis tersebut masih ada dibukit yang disebutkan oleh Pete"
***