
"BING BING" teriak Xu Lian.
Bomm....
Mata Xu Lian melotot tatkala Zhang Bing melepaskan serangan tinjuan kepada salah satu Siluman Harimau persis seperti yang tadi dirinya lakukan. Tidak henti disitu, Zhang Bing melompat tinggi kearah kanan ketika sebuah cakar Siluman Harimau yang lain menyerangnya. Zhang Bing kembali menyerang Siluman Harimau dengan cara melemparkan batu-batu yang telah dipungitinya, setelah batu pada genggamannya tidak menyisakan satu batupun. Ia membentuk sebuah pola pada kedua tangannya dengan cukup rumit.
"Bayangan Iblis!!" teriaknya. Tubuh Zhang Bing seketika terselimuti cahaya hitam yang samar, dengan perlahan cahaya itu terserap pada telapak tangan Zhang Bing dan dengan cepat ia bergerak kearah dua Siluman Harimau.
Bomm...
Bomm...
Zhang Bing melepaskan dua pukulan pada kedua Siluman Harimau, sehingga menciptakan ledakan yang cukup hebat. Kedua Siluman Harimau itu langsung terjatuh ketanah tatkala tubuhnya tidak merasakan apapun.
Nang'er yang sejak sedari tadi memperhatikan Zhang Bing, sebenarnya sudah menduga apa yang akan terjadi. Maka dari itu ia tetap diam dan menyaksikan aksi dari anak tuannya.
Xu Lian berlari kecil kearah Zhang Bing, ia sangat khawatir tatkala ia melawan dua Harimau Siluman dengan keadaan Zhang Bing. Tetapi hal tersebut tidak membuatnya tersudutkan dengan kedua Harimau Siluman, seperti diawal Xu Lian berhasil mengatasi kedua Siluman yang lainnya.
"Dasar kau anak nakal. Apa yang kamu lakukan? bagaimana jika kau terluka?" bentak Xu Lian.
"Aku tidak apa apa bu" Xu Lian meraba semua tubuh Zhang Bing untuk memastikan apakah ada luka atau tidak.
"BING BING" dari arah belakang terlihat Zhang Xiuhuan yang berlari kearah Zhang Bing dan Xu Lian. "Kau tidak apa-apakan? atau kau memiliki luka? mana biar ayah liat!" rentetan pertanyaan keluar dari Zhang Xiuhuan.
"Aku tidak apa-apa. Lagi pula ayahkan sudah mempelajariku ilmu-ilmu, seperti yang tadi" seru Zhang Bing.
Tubuh Zhang Xiuhuan merinding tatkala ia merasakan aura pembunuh yang sangat pekat, yang diarahkan kepadanya. Ia menengok kearah Xu Lian dan menyengir kuda.
"Kau mengajarkan kepada putraku ilmu apa saja?" tanya Xu Lian dingin.
"Ilmu biasa kok sayang...", ucapan Zhang Xiuhuan terhenti tatkala Zhang Bing memotongnya.
"Ada banyak sekali bu. Seperti tadi 'Bayangan Iblis', 'Cakar Naga Hitam', pembentukan tenaga dalam menjadi sebuah senjata, seperti yang kulakukan pada batu-batu tadi. Dan masih banyak lagi" saut Zhang Bing. Zhang Xiuhuan melototkan matanya kearah Zhang Bing, tetapi karena kepolosannya Zhang Bing tidak menngerti dengan isyarat ayahnya.
Xu Lian mengepalkan kedua tangannya. "Kau tahu sayang, aku tidak melarangmu mengajari ilmu beladiri kepada Bing Bing", Xu Lian menghela nafas berat, " TAPI BISAKAH KAU LIHAT UMURNYA? IA MASIH KECIL! BAGAIMANA TUBUHNYA TIDAK BISA MENAHAN BEBAN DARI ILMU-ILMU YANG KAU AJARI!!" Teriak Xu Lian. Xu Lian melepaskan beberapa pukulan pada tubuh Zhang Xiuhuan tanpa ada perlawanan sedikitpun dari Zhang Xiuhuan. Zhang Xiuhuan tahu jika apa yang ia lakukan cukup berbahaya bagi Zhang Bing, tapi ketahuilah kita hidup didunia yang kejam. Jadi Zhang Xiuhuan hanya ingin menyiapkan Zhang Bing untuk dunia luar sejak dari awal.
Pertengkaran mereka berdua terhenti tatkala beberapa orang yang memakai pakaian seperti prajurit dan seseorang yang menggunakan pakaian yang mewah menghampiri Zhang Xiuhuan dan Xu Lian.
"Terima kasih tuan dan nona karena anda telah menolong kami dari serangan Siluman Harimau tadi", pria itu membungkukkan tubuhnya sebagai tanda rasa berterima kasih. Zhang Xiuhuan tersenyum kaku, ketika melihat pria yang memiliki wibawa cukup tinggi membungkukkan tubuhnya dihadapannya.
"Ah tidak apa-apa. Lagi pula kami tidak sengaja lewat dan melihat keributan" seru Zhang Xiuhuan.
"Salam kenal pangeran. Namaku Zhang Xiuhaun dan ini istriku Xu Lian dan juga yang ini adalah putraku Zhang Bing", ucap Zhang Xiuhuan. Liao Danyi tersenyum kecil tatkala pandangannya mengarah pada bocah yang menurutnya sangat menggemaskan, tetapi bukan hanya itu saja ia sangat kagum dengan kemampuan Zhang Bing yang sempat ia lihat tadi.
"Jika boleh saya tahu, kalian akan bepergian kemana?" tanya Liao Danyi.
"Sebenarnya kami hanya pengembara, kita tinggal secara berpindah-pindah", ucap Zhang Xiuhuan. Ia tidak ingin banyak orang yang tahu jika ia menuju daerah timur.
"Oh baiklah, apa kalian berkenan pergi bersamaku ke kota Tibet?" seru Liao Danyi.
Zhang Xiuhuan terlihat berpikir sebentar. "Tibet. Memang itu tujuanku selanjutnya!" pikir Zhang Xiuhuan. Ia melirik kearah Xu Lian untuk meminta persetujuan, Xu Lian yang mengerti apa maksud Zhang Xiuhuan menganggukan kepalanya kecil.
"Baiklah kami bisa pergi bersama rombongan anda. Tapi ada perlu apa anda pergi ke kota Tibet?" tanya Zhang Xiuhuan memastikan jika tujuannya dan pangeran dari saharan ini berbeda.
"Sebenarnya saya akan melamar seorang gadis yang ada di Kota Tibet. Tetapi semuanya berantakan karena serangan Siluman Harimau" ucapnya sendu.
"Sudahlah, orang tua dari gadis yang akan pinang pasti akan mengerti dengan keadaanmu", ucap Zhang Xiuhuan memberi semangat dengan tampang sok bijak.
Mereka semua melanjutkan perjalanannya bersama-sama menggunakan kereta kuda milik Pangeran Saharan tersebut. Tidak ada terjadi sesuatu apapun ataupun rintangan dalam perjalanannya dalam menuju Kota Tibet yang jaraknya cukup dekat dengan hutan yang mereka lewati.
Setelah beberapa lama, mereka semua memasuki sebuah gerbang yang cukup besar. Sebelum memasuki kota tersebut, semua orang akan diperiksa dan ditanyakan identitasnya satu persatu. Zhang Xiuhaun bernafas lega, beruntung ia ikut rombongan dari Liao Danyi jadi ia tidak perlu untuk diperiksa apapun.
Rombongan Liao Danyi memasuki area Kota Tibet, pandangan mereka disambut dengan para warga yang menjalani aktivitas mereka sehari-hari, ada banyak gedung-gedung yang menjulang tinggi dan juga suara bising tatkala mereka melewati sebuah bangunan pengolah besi. Tujuan mereka berhenti didepan sebuah bangunan yang besar dan mewah.
"Ini adalah rumah dari calon mertuaku, dia adalah walikota dari Kota Tibet" ucap Liao Danyi memperkenalkan kepada Zhang Xiuhuan dan Xu Lian. Dari arah pintu utama bangunan tersebut terbuka dan muncul seorang pria sepuh yang berumuran 50 tahunan, dan diikuti beberapa penjaga.
"Oh Pangeran anda sudah sampai rupanya", serunya girang menyapa Liao Danyi. Ya pastilah setiap orang yang akan memiliki menantu seorang pangeran adalah hal yang paling membahagiakan.
"Iya ayah", Liao Danyi membungkkukan tubuhnya, "Dan mereka adalah tamuku, perkenalkan dia adalah Walikota kota ini, Long Hua" ia menunjuk kearah Zhang Xiuhuan dan Xu Lian.
"Salam Walikota, namaku..." Zhang Xiuhuan memperkenalkan dirinya dan juga istri dan anaknya.
"
"Ohhh panggil aku paman saja, ayo ayo kita masuk. Aku sudah menyiapkan makanan yang banyak untuk kalian semua", semua orang mengikuti Long Hua untuk memasuki rumahnya.
Xu Lian merasakan aura yang berbeda didalam rumah Walikota. Ya banyak sekali aura pembunuh dirumah ini. Begitu juga Zhang Xiuhuan yang juga merasakan banyak aura pembunuh yang mencoba disembunyikan oleh pemiliknya, tetapi itu akan sia-sia saja karena Xu Lian dan Zhang Xiuhuan tetap akan bisa merasakan aura pembunuh yang mencoba untuk disembunyikan.
"Bing Bing kali ini kau tidak boleh pergi jauh jauh dari ibumu ataupun ayahmu! kau mengerti!", ucap Xu Lian pada Zhang Bing. Zhang Bing menganggukan kepalanya mengiyakan.
***