DEWI NAGA TIMUR II "The Enternal Love"

DEWI NAGA TIMUR II "The Enternal Love"
Bertemu Kembali



Pagi menyambut Desa Hanging tetapi tak ada satupun orang yang memulai aktivitasnya seperti hari-hari biasa. Semuanya kosong, bahkan rumah-rumah mereka tertutup rapat tanpa ada celah sedikitpun yang terbuka.


Disisi lain keluarga Zhang Xiuhuan lebih memilih untuk sarapan pagi dan tentunya mereka akan kembali melanjutkan perjalanannya setelah sarapan. Penjaga penginapan lmenyiapkan makanan yang cukup banyak, baik itu makanan daging ataupun sayuran.


"Terima kasih" seru Xu Lian seraya tersenyum. Penjaga Penginapan tidak membalas ucapan Xu Lian, bahkan menatappun tidak. Ia langsung kembali kedalam penginapan dengan tergesa-gesa, Xu Lian yang melihat hal tersebut mengerutkan keningnya heran, pasalnya sikap penjaga penginapan sangat berbeda dari sebelumnya.


"Ada apa dengan dia? kenapa dia terlihat seperti ketakutan?" tanya Xu Lian. Ia melirik kearah Zhang Xiuhuan yang kini tengah akan menyantap makanannya.


"Mana kutau" Zhang Xiuhuan mengangkat kedua bahunya tidak perduli dengan pertanyaan Xu Lian.


"Tapi..." ucapan Xu Lian terpotong tatkala ia merasakan nafsu pembunuh yang begitu banyak disekitarnya. Begitu juga dengan Zhang Xiuhuan yang menghentikan kegiatannya dan melirik kearah Xu Lian.


"Ada yang datang!", seru Zhang Xiuhuan. Ia beranjak dari duduknya dan menghampiri jendela yang dekat dengan kursinya.


"Bing Bing berhenti makan, ini waktunya sungguh tidak tepat!", seru Xu Lian. Dengan wajah cemberut Zhang Bing menghentikan acara makannya dan mengikuti Xu Lian untuk menghampiri ayahnya.


"Sebenarnya ada apa?" tanya Xu Lian tatkala ia sampai disamping Zhang Xiuhuan.


"Aku tidak tahu sebenarnya apa yang sedang mendekat kemari, tetapi dari auranya sungguh tidak asing" saut Zhang Xiuhuan. Ia mencoba mengingat kapan dan dimana ia merasakan aura yang seperti saat ini.


"Mungkinkah mereka adalah para perampok yang dikatakan oleh penjaga penginapan ini?" ucap Xu Lian.


"Kupikir juga begitu. Tetapi ada aura yang sangat familiar bagiku" Zhang Xiuhuan mengerutkan keningnya.


"Sebaikn___" ucapan Zhang Xiuhuan terpotong tatkala suara riuh mulai terdengar.


Zhang Xiuhuan langsung berlari kearah luar yang diikuti oleh Xu Lian. Zhang Bing melihat kearah kedua orang tuanya yang berlari kearah luar penginapan, ia masih tidak mengerti apa yang sedang terjadi tetapi firasatnya mengatakan ini bukanlah hal yang baik. Ia berjalan mengikuti kemana orang tuanya pergi.


Disisi lain, segerombolan para perampok sudah memasuki Desa Hanging, mereka semua tidak langsung menggertak semua orang dan menarik upeti, karena tugas mereka saat ini adalah mencari keberadaan 3 orang atas perintah ketua baru mereka.


"Cari mereka di setiap penginapan yang ada didesa ini!" seru salah seorang perampok yang berjalan paling depan. Ditempat lain, diatas salah satu bangunan didesa Hanging berdiri seseorang berjubah hitam, matanya menatap para perampok yang mulai bekerja sesuai dengan perintahnya.


"DISANA!!!", teriak salah seorang perampok tatkala ia melihat Zhang Xiuhuan dan Xu Lian yang keluar dari dalam sebuah penginapan. Para perampok mulai bergerak cepat kearah Zhang Xiuhuan, tapi tidak dengan orang berjubah hitam yang masih menonton dari atas bangunan, entah apa rencananya.


Zhang Xiuhuan menatap tajam kearah para perampok yang mulai mengerubunginya. Ia menyipitkan matanya heran pasalnya para perampok ini seperti sudah mengincarnya sejak awal apalagi Zhang Xiuhuan tidak bisa merasakan aura yang tadi ia rasakan pada rombongan perampok tersebut. Ini sedikit janggal pikir Zhang Xiuhuan.


Pandangan pria berjubah hitam teralihkan kepada seorang anak yang keluar dari penginapan, bibirnya melengkungkan senyuman misterius.


"Bing Bing sebaiknya kau cari tempat yang aman dan jangan sekali-kali kau berniat untuk ikut menyerang mereka!" seru Xu Lian. Zhang Bing hanya menganggukan kepalanya. Memang tidak sulit baginya jika ia melawan para perampok tersebut yang memiliki kultivasi rendah tetapi ia tidak ingin menjadi beban orang tuanya, maka dari itu ia lebih memilih untuk tidak ikut campur. Kali ini Xu Lian tidak menyuruh Nang'er untuk menjaga Zhang Bing, karena ia juga butuh bantuan dari Nang'er untuk menjaga tenaga dalamnya selalu stabil.


"Habisi mereka semua!" teriak seorang perampok yang tadi berjalan paling depan.


Begitu juga dengan Xu Lian yang harus berhadapan dengan para perampok. Tidak seperti Zhang Xiuhuan yang memilih untuk melawan dengan tagan bersih, Xu Lian memilih melawan dengan tongkatnya. Sebuah samuarai bergerak cepat kearah kepala Xu Lian dengan cepat, dengan kegesitannya ia menghindar dengan cara membungkuk lalu ia kembali melepaskan sebuah serangan tepat pada tubuh perampok yang bersenjata samurai tersebut. Tubuh perampok tersebut langsung tumbang tatkala tongkat Xu Lian yang dipenuhi tenaga dalam menghantam perutnya dengan sangat keras. Rekannya yang lain menggeram marah, ketika melihat rekan mereka yang tumbang hanya karena satu serangan. Mereka memilih untuk menyerang kembali Xu Lian secara bekerja sama dan mencari celah serangan yang dilakukan oleh Xu Lian.


Disisi lain, Zhang Bing yang sedang menonton pertarungan kedua orangnya dari jarak yang cukup jauh bisa merasakan ada aura lain yang sedang mendekat kearahnya. Tetapi ia tidak tahu aura apa itu.


"Anak kecil kau mau ikut denganku", tiba-tiba dibelakang tubuh Zhang Bing sudah berdiri sesosok pria berjubah hitam. Zhang Bing membalikkan tubuhnya dan menatap kearah pria berjubah hitam.


"Kau yang pernah menculikku ya?" tanya Zhang Bing.


Pria berjubah itu tersenyum tatkala ia tidak melihat raut ketakutan sedikitpun dari Zhang Bing. B**ocah yang menarik pikirnya.


Pria berjubah hitam atau identitasnya yang sudah diketahui, Liu Ho. mencoba menggenggam kerah Zhang Bing, tetapi tubuh Zhang Bing terlebih dahulu menghindarinya. "Sebaiknya kau ikuti apa yang aku katakan, sebelum aku menggunakan kekerasan!" ancam Lio Ho.


Zhang Bing menatap kearah Liu Ho, walaupun ia tahu jika pria yang berada dihadapanya lebih kuat darinya, ia tidak ingin langsung menyerah saja seperti pecundang. Kau tahu itulah hal yang paling tidak disukai oleh Zhang Bing, menyerah tanpa ada perlawanan.


Zhang Bing membentuk sebuah pola dari kedua tangannya, tidak lama kemudian kedua tangannya dilapisi sebuah kaca transparan. Disisi lain, Liu Ho menyipitkan kedua matanya melihat elemen Zhang Bing yang sangat berbeda dari yang lainnya. Zhang Bing terus berusaha untuk mengendalikan kekuatan elemennya dengan memfokuskan semua pikirannya. Zhang Bing bergerak untuk memulai serangannya, karena tubuhnya yang masih kecil ia melompat kearah sebuah meja kecil yang ada didekatanya dan kembali melompat untuk menyerang Liu Ho.


Liu Ho yang sangat penasaran dengan kekuatan elemen Zhang Bing membiarkan tubuhnya untuk terkena dengan serangan Zhang Bing. Zhang Bing menyerang bagian dada Liu Ho, ia tidak ingin kehilangan kesempatan ketika Liu Ho tidak berniat melawannya.


Brukk...


Mata Liu Ho membulat sempurna ketika tubuhnya merasakan hantaman yang sangat kuat sehingga tubuhnya termundur beberapa langkah kebelakang, dan itu berasal dari bocah berusia 5 tahun, ini tidak bisa dipercaya. Zhang Bing menghela nafas berat, ia bisa merasakan kekuatan elemennya mulai tidak terkendali. Ia melirik kearah orang tuanya yang berada cukup jauh darinya, ia tidak ingin memecahkan konsentrasi orang tuanya tetapi ia juga tidak mungkin melawan Liu Ho. Tidak ada pilihan lain aku harus pergi menemui ayah dan ibu pikir Zhang Bing. Zhang Bing mulai bergerak untuk pergi menuju kearah orang tuanya, tetapi niatnya terurungkan tatkala tubuh pria berjubah hitam tersebut menghalangi langkahnya.


"Kau mau kemana bocah?" seru Liu Ho. Liu Ho melepaskan sebuah serangan kepada Zhang Bing, tetapi ketika Zhang Bing ingin menahan serangannya dengan kedua tangannya kekuatan elemennya tidak bisa terkendalikan sehingga tubuhnya terhantam oleh serangan Liu Ho. Zhang Bing menahan rasa sakit yang sangat luar biasa yang menjalar pada tubuhnya yang pertama kali ia rasakan. Tubuhnya menghantam tembok bangunan penginapan hingga kepalanya berdarah dan juga ia memuntahkan darah segar yang diakibatkan oleh serangan Liu Ho. Liu Ho tersenyum kecil dan berjalan kearah Zhang Bing, ia menarik kerah Zhang Bing keatas hingga tubuh Zhang Bing tidak menginjak permukaan.


***


Xu Lian dan Zhang Xiuhuan terus melawan para perampok yang jumlahnya cukup banyak. Hingga sebuah teriakan yang terdengar menghentikan pergerakan mereka semua.


"KALIAN HENTIKAN SEMUANYA. KAU LIHATLAH PUTRAMU BERADA PADA TANGANKU SAAT INI!!" teriak Liu Ho.


Xu Lian maupun Zhang Xiuhuan begitu terkejut melihat putranya yang kini berada pada tangan Liu Ho, apalagi dengan keadaan terluka.


Xu Lian mengepalakan kedua tangannya, wajahnya menjadi gelap dan menatap nyalang kearah Liu Ho.


"AKU AKAN MEMBUNUHMU BAJINGANN!!!" teriak Xu Lian.


Suasana disekitar mulai terasa dingin, bahkan salju mulai turun secara tiba-tiba, walaupun saat ini bukanlah musim dingin.


***