DEWI NAGA TIMUR II "The Enternal Love"

DEWI NAGA TIMUR II "The Enternal Love"
Pertempuran



Kekacauan terjadi begitu hebat ditengah hutan, bahkan lagi-lagi mengundang para pendekar yang lain. Hentakan-hentakan kaki mereka tatkala saling berhamburan, menjadi lagu pengiring dalam pertempuran mereka. Tanpa memandang golongan mereka saling membunuh, baik para sekte aliran hitam ataupun putih dan juga baik sesama kerajaan.


Zhang Xiuhuan membentuk dua buah pedang dengan kekuatan elemennya. Ia tidak memperdulikan keriuhuan yang telah terjadi disekitarnya, ia hanya menatap Mo Lian Cheng dengan tajam. Zhang Xiuhuan menggenggam kedua pedangnya dengan erat lalu ia bergerak dengan cepat kearah Mo Lian Cheng, tetapi sebelum pedang milik Zhang Xiuhuan berhasil menyentuh tubuh Mo Lian Cheng tubuhnya terlebih dulu menghilang. Zhang Xiuhuan hanya menyerang udara kosong, tanpa disadarinya sebuah serangan tapak menyerangnya dari arah belakang. Zhang Xiuhuan menggeram kesal, karena kini Mo Lian Cheng berada dibelakangnya.


Pergerakannya sangat cepat, dan juga aku tidak bisa merasakan aura keberadaannya! pikir Zhang Xiuhuan. Ia kembali bergerak untuk menyerang, tetapi kali ini Mo Lian Cheng menerima semua serangan yang datang dari Zhang Xiuhuan dengan tangan kosong. Mereka berdua bertukar hingga puluhan jurus, tetapi tidak ada satupun mereka yang sudah terluka. Bahkan pertempuran mereka berdua sangat dihindarkan oleh pendekar yang lain. Bahkan ada juga yang memilih meninggalkan tempat tersebut, karena ia tau dia bukan apa-apa jika harus melawan salah satu dari Zhang Xiuhuan ataupun Mo Lian Cheng untuk memperebutkan Pedang Goujian.


Tiba-tiba tanah dibawah mereka bergetar dengan hebat, sehingga menghentikan pertarungan yang sedang berlangsung. Tidak lama kemudian, tanah diatas salju retak dan menciptakan sebuah lubang yang berukuran cukup besar. Dari lubang tersebut keluar seekor naga dan seorang wanita yang menutup wajahnya dari bagian hidung hingga bawah wajahnya.


Sial. Mo Lian Cheng mengumpat dalam hatinya, ia tidak habis pikir bagaimana Xu Lian bisa melepaskan dirinya. Disisi lain, mata Zhang Xiuhuan berbinar melihat kedatangan istrinya. Ia bernafas lega karena Xu Lian baik-baik saja.


Xu Lian mengelilingi pandangannya, ia melihat ribuan orang tengah menatapnya juga. Lalu pandangannya berpindah kearah Zhang Xiuhuan dan Mo Lian Cheng, ia menatap tajam kearah Mo Lian Cheng.


"KALIAN SEMUA KEMBALILAH KETEMPAT MASING-MASING JIKA KALIAN BERPIKIR AKAN MENDAPATKAN PEDANG GOUJIAN!! TETAPI JIKA KALIAN BERPIKIR SEBALIKNYA MUNGKIN HARI INI ADALAH HARI TERAKHIR BAGI KALIAN!!" Teriak Xu Lian. Semua orang menjadi getar, ada dari mereka yang langsung meninggalkan tempat tersebut, karena mereka tahu diri dengan batas kemampuan mereka. Tetapi masih banyak juga yang memilih tetap tinggal, karena ambisi mereka yang sangat besar.


"Nang'er habisi sisanya!", Xu Lian melesat terbang kearah Mo Lian Cheng. Kini ia tidak khawatir jika Mo Lian Cheng akan menggunakan Bunga Afrodit sebagai kelemahannya, karena ia sudah memakai penutup hidung yang telah diberikan oleh Tetua Gu. Mo Lian Cheng menangkis serangan tapak yang datang dari Xu Lian dengan serangan tapak miliknya. Xu Lian melompat kearah belakang, ketika serangan mereka saling menolak.


"Maaf aku terlambat", Zhang Xiuhuan hanya tersenyum menanggapi ucapan Xu Lian.


Nang'er sendiri tengah menghadapi para pendekar yang lain, kini mereka bergabung untuk melawannya. Ia membelok-belokkan ekornya hingga menghantam tubuh para pendekar yang disekitarnya. Tak lupa sesekali ia menggunakan bola elemen miliknya.


"Apa kita hanya menunggu disini saja kek?" seru Zhang Bing kesal. Tepatnya dibawah tanah berdiam dua orang yang kini tengah duduk saling berhadapan.


"Ya, karena itu adalah perintah dari ibumu" seru Tetua Gu seraya mengangkat kedua bahunya. Mungkin kali ini ia tidak berguna, tetapi pasti setelah pertempuran berakhir jasanya sangat dibutuhkan.


Kembali ketempat pertempuran terjadi. Kini Xu Lian dan Zhang Xiuhuan saling bekerja sama untuk menghadapi Mo Lian Cheng.


Xu Lian bergerak kearah depan untuk menyerang Mo Lian Cheng, tetapi dengan sekejap mata tubuh Mo Lian Cheng berpindah tempat. Pada waktu yang sama ketika ia berpindah tempat, Zhang Xiuhuan menyerangnya. Tanpa ada pilihan Mo Lian Cheng menerima serangan yang datang dari Zhang Xiuhuan. Zhang Xiuhuan menghindar kearah samping ketika Mo Lian Cheng melepaskan serangan berupa tapak kearahnya, setelah itu ia kembali melanjutkan serangannya yang tertunda. Tanpa disadarinya Mo Lian cheng kembali menghindari serangan Zhang Xiuhuan sehingga lagi lagi ia gagal.


Xu Lian terbang dengan cepat kearah tubuh Mo Lian Cheng yang kini berada diatas udara. Xu Lian melepaskan serangan tendangannya, tetapi lebih dulu ditahan oleh Mo Lian Cheng dengan kedua tangannya. Dari arah bawah Zhang Xiuhaun sudah bersiap kembali menyerang Mo Lian Cheng.


Merepotkan sekali mereka berdua ini, gerutu Mo Lian Cheng. Tangan Mo Lian Cheng beralih menggenggam kaki Xu Lian, lalu ia hantamkan tubuh Xu Lian kebawah. Ketika serangan Zhang Xiuhuan datang, ia melawannya dengan serangan tinju. Tubuh mereka berdua terpental kebelakang ketika serangan pedang milik Zhang Xiuhuan dan serangan tapak milik Mo Lian Cheng saling bertemu.


Xu Lian batuk-batuk tatkala tubuhnya menghantam salju dengan cukup keras. Tetapi untunglah ia tidak mengalami luka yang cukup parah. Ia kembali bangkit berdiri dan menatap nyalang kearah Mo Lian Cheng.


Ditempat lain, Zhang Bing kehabisan pikiran. Ia memilih untuk memberontak kepada Tetua Gu untuk keluar. Tetua Gu tidak habis piki dengan jalan pikiran bocah dihadapannya ini. Zhang Bing malah mengancamnya, jika ia tidak mengijinkan dirinya untuk keluar ia akan mengamuk seperti ayahnya, apa-apaan bocah ini!


Tetua menghela nafas berat, sebelum ia mengucapkan sesuatu, Zhang Bing sudah terlebih dahulu berlari keluar. "ZHANG BING!!". Rupanya Zhang Bing hanya mengalihkan perhatian Tetua Gu, supaya ia lebih mudah melarikan diri. Zhang menatap sekelilingnya ketika ia telah berhasil keluar, matanya membulat melihat sekelilingnya. Ketika ia melihat Nang'er yang kini tengah bertarung dengan pendekar yang lain, ia tersenyum kecil. Ia memiliki inisiatif sendiri rupanya.


Disisi lain, Zhang Xiuhuan menggerutu kesal. Ia selalu gagal jika akan menyerang Mo Lian Cheng. Ia kembali melakukan aksinya, Zhang Xiuhuan bergerak kearah Mo Lian Cheng. Kali ini ia menyerang tidak dengan pedangnya, ketika tinjuan Zhang Xiuhuan kembali meleset dan tanpa disadarinyabMo Lian Cheng menendang tubuh Zhang Xiuhuan sampai terlempar beberapa meter. Pada waktu yang bersamaan, Xu Lian menyerang Mo Lian Cheng dari atas dengan tinjuannya. Tetapi sialnya, Mo Lian Cheng sudah menyadarinya dari awal. Mo Lian Cheng melawan balik Tinjuan Xu Lian dengan serangan tapaknya. Tubuh Xu Lian terlempar keudara, sebelum Xu Lian berhasil menyeimbangkan tubuhnya. Mo Lian Cheng sudah kembali bergerak untuk menyerang. Ia melompat tingga dan melepaskan serangan tinjuan kearah Xu Lian. Tubuh Xu Lian terhantam dengan keras kearah salju, hingga tanah dibawahnya membentuk sebuah lubang. Tubuh Xu Lian terjatuh hingga kedalam lubang.


"Awhhhh.." Xu Lian menggeram kesakitan seraya ia mengelus-elus punggungnya. Ia mengankat kepalanya, dengan tiba-tiba ia tercengang mendapati dimana dirinya berada.


"Ini tidak mungkin!"


***