
Semua orang dikejutkan dengan disebarkannya selembaran sayembara tentang penangkapan Xu Lian dan Zhang Xiuhuan. Ada segelintir orang yang sangat bersemangat untuk berpartisipasi dalam sayembara tersebut. Namun, orang-orang yang sudah tahu siapa Xu Lian dan Zhang Xiuhuan pasti memilih untuk diam, karena itu kebaikan bagi mereka.
Banyak beberapa kerajaan kecil yang mencoba untuk bekerja sama dalam menangkap dua buronan Kerajaan San. Semua orang tahu, jika Kerajaan San bukanlah kerajaan kecil jadi mereka yakin imbalan yang akan mereka terima sangat besar.
Disisi lain, Xu Kong mengetatkan penjagaan istananya. Bahkan ia telah mengungsikan penduduk-penduduknya ketempat yang aman untuk sementara waktu. Ia takut akan datang serangan tiba-tiba dari semua orang yang ingin mengikuti sayembara tersebut. Ia juga sudah mengabari kedua putranya untuk segera kembali, karena keadaan sekarang sangat tidak bisa dikendalikannya.
Kerajaan Wei menjadi kerajaan yang kosong setelah menyebarnya selembaran sayembara. Tidak ada lagi kegiatan-kegiatan yang biasa dilakukan oleh para penduduk. Hanya ada para prajurit yang berpratoli menyusuri jalanan Kerajaan San.
Didalam Kerajaan pun sama. Setengah dari para pelayan tertentu diungsikan untuk sementara waktu, sama halnya seperti keadaan diluar istana yang hanya terlihat para prajurit yang sedang berpatroli, didalam istana pun juga begitu.
Terlihat diruangan yang dipercaya sebagai ruangan keluarga. Terdapat beberapa orang yang kini tengah berkumpul. Dihadapan mereka masing-masing terdapat sebuah meja persegi yang besar dan panjang, yang menjadi penghalang antara mereka. Semua wajah yang berada diruangan tersebut sangat gusar, seraya memandangi sebuah kertas yang digelar diatas meja yang bergambar sebuah peta Kerajaan Wei.
"Kita tidak tahu akan datang musuh dari arah mana saja" seru Xu Kong seraya menelisik semua wilayah yang kini tengah ia kuasai.
"Kita bagi saja menjadi 4 bagian, arah barat kerajaan, arah timur kerajaan, arah selatan kerajaan dan arah utara kerjaan. Masing-masing kita beri penjagaan tiap arah tersebut yang sangat memungkinkan!" saran Zhang Xiuhuan.
"Keempat wilayah ini cukup jauh. Jadi bagaimana caranya memberikan informasi kepada wilayah kerajaan dari arah lain jika ada serangan yang datang?" Xu Lian menunjuk tempat yang dimaksud oleh Zhang Xiuhuan secara bergantian.
Kini mereka semua berkumpul diruangan keluarga istana untuk merundingkan rencana selanjutnya untuk menghadapi Kerajaan San.
"Kita gunakan gunungan kayu sebagai titik dimana wilayah tempat penjagaan. Dan ketika ada serangan yang datang dari salah satu titik wilayah Kerajaan Wei, prajurit yang menjaga akan membakar kayu tersebut untuk memperingati wilayah yang lainnya. Kita menggunakan gunungan kayu agar mudah terlihat dari jarak yang jauh karena kobaran apinya yang besar" berulang kali Xu Lian menganggukkan kepalanya mendengarkan penjelasan Zhang Xiuhuan.
"Itu ide yang sangat bagus!" Xu Kong mengelus-elus janggutnya seraya tersenyum lebar. "Jendral Lee kau sudah mengerti dengan rencana kitakan?" seru Xu Kong kepada pria yang kini tengah duduk disampingnya dengan menggunakan baju armor besi.
"Saya sudah mengerti Yang Mulia!" seru seseorang yang dipanggil Jendral Lee.
"Segera lakukan semuanya! kau atur ini dengan sangat baik karena ini juga menyangkut nyawa kita!" ucap Xu Kong tegas.
"Baik Yang Mulia! saya mohon undur diri!" Xu Kong menganggukan kepalanya yang disusul dengan Jendral Lee yang mulai pergi dari ruangan keluarga istana.
"Ayah apa kerajaan lain ada yang mau membantu kita?" tanya Xu Lian.
"Aku tidak tahu. Tapi sepertinya mereka lebih memilih diam karena ini bukan persoalan yang sepele, bahkan ini juga menyangkut dengan kerajaan mereka!" seru Xu Kong.
Xu Lian menghela nafas. Masalah ini bisa menjadi sangat besar hanya dalam beberapa hari.
"Tapi sampai kapan kita bisa bertahan?" tanya Zhang Xiuhuan. Xu Kong terdiam seraya melirik kearah Zhang Xiuhuan. Memang ada benarnya juga apa yang dikatakan oleh Zhang Xiuhuan.
"Kau bicara apa? tenang saja disini ada aku!" seru Xu Lian meyakinkan.
"Aku tahu kau pasti bisa menjaga dirimu sendiri. Tetapi apakah kau bisa memastikan semuanya selamat?" Xu Lian mengatupkan bibirnya. Zhang Xiuhuan terlihat sangat kesal dengan sikap Xu Lian.
"Mereka (Kerajaan San) sebenarnya bukan mengincar kami berdua. Tetapi mengincar Pedang Goujian yang kini berada ditangan kita. Dan aku yakin banyak orang-orang yang akan memanfaatkam keadaan sekarang untuk merebut Pedang Goujian dari tangan kita. Mereka hanya menunggu pondasi pertahanan kita melemah" ucap Zhang Xiuhuan. Xu Kong mendengarkan baik-baik apa yang diucapkan oleh menantunya. Dan memang itu benar apa adanya.
"Lalu kau ingin kita menghancurkan Pedang Goujian?" tanya Xu Lian. Walaupun Xu Lian paham apa yang dikatakan Zhang Xiuhuan, tetapi ia masih tidak setuju jika mereka harus menghancurkan Pedang Goujian.
"Aku tidak setuju dengan saranmu!" seru Xu Lian.
"Lalu kau ingin semua orang mati hanya karena kita mempertahankan pedang tidak berguna itu!" terlihat Zhang Xiuhuan yang tidak ingin kalah berdebat dengan Xu Lian.
Suhu ruangan keluarga Istana Wei memanas, ketika Zhang Xiuhuan dan Xu Lian saling berdebat. Sedangkan, Xu Kong hanya mendengarkan perdebatan mereka. Hatinya pun juga berkecamuk, antara menyetujui penghancuran Pedang Goujian atau menolak saran Zhang Xiuhuan tersebut.
-
-
-
Terik matahari menelisik pepohonan didalam hutan. Suara riuh telapak kaki memenuhi seusi hutam. Terlihat banyak sekali orang-orang yang terdiri dari laki-laki dan wanita. Mereka membawa senjata masing-masing yang menunjukan mereka adalah para pendekar. Baju mereka yang gunakan memperlihatkan identitas mereka dari sebuah sekte.
"KITA HARUS BISA MENANGKAP MEREKA BERDUA!!!" teriak seorang pria paruh baya yang berjalan dibarisan paling depan.
"HIDUP, LEMBAH TENGKORAK!!!!"
"HIDUP, LEMBAH TENGKORAK!!!!"
"HIDUP, LEMBAH TENGKORAK!!!!"
Semua orang saling berteriak nama sekte mereka sebagai penyemangat mereka. Jumlah mereka sekitar 200 orang. Mereka semua terus menelusuri hutam sampai setelah mereka mendekati perbatasan Kerajaan Wei.
Orang yang berada dibarisan paling depan menghentikan langkahnya tatkala mereka tiba digerbang Kerajaan Wei. Pria paruh baya tersebut membuat sebuah pola dari kedua tangannya, tidak lama kemudian ia meninju gerbang Kerajaan Wei yang menjulang tinggi.
DRRRRUUUUAAAKKKK
Gerbang Kerajaan Wei hancur seketika hanya sekali pukulan. Semua orang bersorak dan mulai memasuki Kerajaan Wei. Mereka semua menghancurkan apapun yang mereka temui dengan brutal. Bahkan para penjaga yang sedang berpratoli tidak tersisa satupun yang selamat.
Mereka semua terus berjalan menyusuri jalanan Kerajaan Wei, hingga ketika mereka sampai didepan gerbang istana wei mereka semua menghentikan langkahnya.
"Hancurkan gerbang ini!" seru pria paruh baya.
Semua orang mulai menyerang secara bersamaan untuk meruntuhkan gerbang yang kini menjadi penghalang Istana Wei.
Para prajurit Kerajaan Wei yang berada didalam istana, mulai berhamburan karena datangnya serangan yang sangat mendadak. Mereka mulai menyerang untuk menahan para pendekar asing tersebut untuk merusak gerbang Istana Wei.
"Cepat beritahukan kepada Yang Mulia jika istana diserang!" seru salah satu prajurit kepada rekannya. Prajurit yang diperintah langsung berlari memasuki istana.
***